Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

MODEL PENDIDIKAN ISLAM BAGI ANAK ANAK DI LINGKUNGAN LOKALISASI Siti Munfiatik
Al-Rabwah Vol. 13 No. 01 (2019): May
Publisher : STAI Sangatta Kutai Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Social environment is one of the factors that can affect a person or group of people to be able to perform an action as well as changes in the behavior of each individual. The social environment we know is the family, the school, and the community environment. It is the duty and role of parents to guide and direct the child to be better. Educational institutions are also responsible for making the personality of children with good character, knowledge and skills. This is expected when they are in the community can adjust to the sociocultural of existing society and are not easily shaken by the changing times, as the second parents in a school, of cours, a teacher must know the model of Islamic education that appropriate used for children especially live in prostitusion area and of course, this children must be different from the children grow in normal environment.
Peran Nadzir Dalam Pengelolaan Aset Wakaf Di Kua Sangatta Utara Rita Mulyani; Hartono; Siti Munfiatik
Nusantara Journal of Multidisciplinary Science Vol. 3 No. 11 (2026): NJMS - Juni 2026
Publisher : PT. Inovasi Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wakaf sebagai instrumen filantropi Islam memiliki potensi besar dalam mendukung kesejahteraan umat, namun efektivitasnya sangat bergantung pada kapasitas nadzir selaku pengelola. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran nadzir dalam pengelolaan aset wakaf serta mengevaluasi pemenuhannya terhadap kualifikasi yang dipersyaratkan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 di KUA Sangatta Utara. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan field research, melalui teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara terstruktur, dan dokumentasi. Analisis data mengacu pada model interaktif Miles dan Huberman dengan pengujian keabsahan melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tiga dari empat tugas nadzir berdasarkan Pasal 11 telah terpenuhi, meliputi pengadministrasian, pengelolaan, serta pengawasan aset wakaf. Adapun kewajiban pelaporan kepada Badan Wakaf Indonesia belum terlaksana akibat belum optimalnya pendataan BWI di wilayah Kutai Timur. Seluruh nadzir juga telah memenuhi kualifikasi Pasal 10. Diperlukan akselerasi pendataan BWI dan penguatan kapasitas nadzir melalui bimbingan teknis yang terstruktur
PEMANFAATAN CERITA RAKYAT DIGITAL SEBAGAI STRATEGI DI SEKOLAH DASAR Lily Hidayati; Siti Munfiatik
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i4.7657

Abstract

Penguatan literasi di sekolah dasar menjadi salah satu agenda penting dalam peningkatan kualitas pendidikan, khususnya di tengah tantangan pembelajaran pada era digital. Dalam konteks tersebut, cerita rakyat digital muncul sebagai alternatif media pembelajaran yang tidak hanya menarik bagi siswa, tetapi juga mengandung nilai budaya lokal yang relevan untuk pembentukan karakter. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan cerita rakyat digital sebagai strategi literasi di sekolah dasar, menganalisis pengaruhnya terhadap minat baca dan kemampuan literasi siswa, serta mengidentifikasi kelebihan dan tantangan implementasinya. Penelitian menggunakan metode literature review dengan desain systematic narrative review terhadap artikel ilmiah yang dipublikasikan pada periode 2020–2026. Data diperoleh dari berbagai basis data akademik melalui proses seleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang ketat. Sebanyak 34 artikel dianalisis secara tematik dan disintesis secara naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerita rakyat digital dimanfaatkan dalam berbagai format, seperti e-book interaktif, animasi, komik digital, aplikasi pembelajaran, dan audio storytelling. Pemanfaatan media ini terbukti mampu meningkatkan minat baca, memperkaya kosakata, memperdalam pemahaman teks, serta mengembangkan literasi digital siswa sekolah dasar. Di sisi lain, implementasinya masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan infrastruktur, kompetensi guru, ketersediaan konten lokal, dan risiko reduksi makna budaya. Penelitian ini menegaskan bahwa cerita rakyat digital merupakan strategi literasi berbasis budaya lokal yang relevan dengan kebutuhan pendidikan abad ke-21. Integrasi media ini secara sistematis dapat memperkuat praktik literasi yang kontekstual, inovatif, dan berkelanjutan.