Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Review : Sintesis Zeolit dari Bahan Alam dan Limbah Buangan Fitriyah Fitriyah; Yuni Krisyuningsih Krisnandi
Jurnal Serambi Engineering Vol 8, No 3 (2023): Juli 2023
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jse.v8i3.6079

Abstract

Penggunaan zeolit memerlukan biaya yang relatif tinggi untuk sintesis pembuatan zeolitnya. Oleh karena itu perlu adanya alternatif bahan dasar pembuatan zeolit, yang dapat mengurangi biaya preparasi dan sintesis zeolit. Salah satu alternatif sintesis zeolit berasal dari limbah buangan dan bahan alam. Keuntungan lainnya menggunakan bahan alam dan limbah buangan yaitu sebagai salah satu usaha untuk menyelesaikan permasalahan lingkungan.  Berdasarkan jurnal tersebut beberapa bahan menggunakan bahan yang berbeda serta metode dan parameter yang berbeda juga namun menunjukkan hasil sintesis yang signifikan dalam pembuatan zeolit sintesis yang dapat diaplikasikan terhadap lingkungan sebagai adsorben
PYROLYSIS OF ALANG – ALANG (IMPERATA CILINDRICA) AS BIOENERGY SOURCE IN BANTEN PROVINCE INDONESIA Fitriyah Fitriyah; Syarif Hidayat; Muhammad S. Abu Bakar; Neeranuch Phusunti
Jurnal Kebijakan Pembangunan Daerah Vol 3 No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56945/jkpd.v3i1.62

Abstract

Bahan bakar fosil sumber energi memiliki keterbatasan dan tidak terbarukan, penggunaan bahan bakar fosil secara terus menerus mengakibatkan krisis energy dan lingkungan. Rumput liar pada saat ini memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai generasi kedua biomasa. Hal ini memiliki keuntungan seperti tumbuh dengan cepat, mudah tumbuh, perawatan yang minimal, dapat tumbuh pada lahan kritis dan tersedia dalam jumlah yang banyak. Dalam upaya mengembangkan generasi kedua biomasa, penelitian ini secara sistematis memberikan perspektif ekologi dan teknologi proses dalam mengembangkan bioenergi dari alang – alang di Provinsi Banten. Pada penelitian ini karakterisasi alang – alang dilakukan untuk menentukan sifat – sifat dan potensi bioenergy. Sedangkan fixed bed pirolisis dilakukan untuk mengidentifikasi potensi produksi bio-oil dari proses pirolisis. Sementara analisis karakterisasi bio-oil dilakukan untuk melihat potensi chemical building block sebagai sumber energi. Analisis sifat kimia dan fisika alang – alang dilakukan melalui thermogravimetric analysis, proximate analysis, elemental analysis, compositional analysis, calorific value. Sedangkan analisis potensi bio-oil di lakukan melalui Gas Chromatography–Mass Spectrometry (GC-MS). Dari hasil karakterisasi mengindikasikan bahwa alang – alang memiliki nilai kalori 18,05 MJ/kg, dengan ash konten yang rendah, dan tinggi kandungan volatile. Analisis dengan GC/MS menunjukan komponen utama dalam bio-oil dikelompokan ke dalam furan, ketone, phenol dan anhydrosugar yang merupakan platform yang dapat dikonversi menjadi sumber energi. Fixed bed pyrolysis atau fixed bed pirolisis alang – alang menunjukan, bahwa yield bio-oil meningkat sebagaimana peningkatan temperatur dan puncaknya pada suhu 500 0C dengan persentase 37,91%. Kata Kunci: Alang - alang, Pirolisis, GC/MS, Thermogravimetric analysis, Bioenergi ABSTRACT Fossil fuel as a source of energy have limitation and are non-renewable. Continuous utilisation of fossil fuels as energy source can lead to energy crisis and environmental impact. Perennials grasses (alang – alang) are currently being developed as a suitable second-generation biofuel feedstock. It has advantages such as rapid growth rate, easy to grow, minimal maintenance and utilise marginal land without competing with food supply. Taking into account of the various challenges attributed to the transformation of second-generation biomass for energy production, this work systematically looks at the ecological perspective and the availability for bioenergy production from alang – alang in Banten Province. Biomass characterisation is carried out to determine the properties and bioenergy potential. Fixed bed pyrolysis study was conducted to predict the potential production of bio-oil from the pyrolysis process. GC/MS study is conducted to identify the potential building blocks of value-added chemicals from alang – alang. The physicochemical properties of feedstock was thoroughly evaluated using thermogravimetric analysis, proximate analysis, elemental analysis, compositional analysis, calorific value. The analysis of the potential of bio-oil was carried out through GC / MS. Characterisation results indicate that alang - alang has a calorific value of 18.39 MJ/kg, with low ash content and high percentage of volatile matter. Analysis from Gas Chromatography–Mass Spectrometry (GC-MS) showed that majority of the chemical groups in the bio-oil contained furan, ketone, phenol and anhydro-sugars. Phenolic and furanic were found as major compounds in bio oil. Phenolic, furanic, ketonic and anhydrosugars are promising renewable platform compounds derived from pyrolysis of alang – alang. The compounds can be further converted to chemicals or fuels. The fixed-bed pyrolysis of alang - alang showed that the yield of bio-oil increases as the temperature increases and peaks at 500°C with 38.79%. Keywords: Alang - alang, Pyrolysis, GC/MS, Thermogravimetric analysis, Bioenergy
PENGOLAHAN LIMBAH CAIR BATIK MENGGUNAKAN ADSORBEN BUBUK CANGKANG KERANG HIJAU (Perna viridis) Fany Indah Pertiwi; Fitriyah Fitriyah; Tauny Akbari; Dafi Dinansyah Wiradimadja
Jurnal Lingkungan dan Sumberdaya Alam (JURNALIS) Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Lingkungan dan Sumberdaya Alam (JURNALIS)
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/jls.v8i2.3591

Abstract

Industri batik menghasilkan kandungan limbah cair berbahaya logam berat berupa Kromium total. Salah satu upaya dalam menurunkan kandungan Kromium total dalam limbah cair batik adalah dengan melakukan proses adsorpsi dengan adsorben alami. Cangkang kerang hijau merupakan salah satu adsorben alami yang tersusun dari zat aktif pengikat polutan seperti logam berat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efisiensi dan pengaruh penambahan dari adsorben bubuk cangkang kerang hijau, serta mengetahui gugus fungsi aktif pada adsorben. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif eksperimental, dengan penambahan massa adsorben aktivasi secara fisika (pemanasan) dan tanpa aktivasi 10 g, 20 g, dan 30 g pada masing-masing 1 L sampel limbah. Uji adsorpsi dilakukan pada pengadukan 200 rpm dengan jartest selama satu jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keseluruhan adsorben dapat menurunkan kadar Cr total hingga di bawah baku mutu yang berlaku yaitu 1 mg/L. Efisiensi penurunan terbesar (99,68%) diperoleh adsorben tanpa aktivasi dengan hasil Cr total 0,0195 mg/L. Penambahan kedua adsorben memiliki pengaruh yang sangat signifikan dalam menurunkan kandungan kromium total pada air limbah. Aktivasi secara fisika dengan pemanasan menghasilkan gugus fungsi baru pada adsorben teraktivasi.