Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

ANALISIS PENERAPAN PRODUKSI BERSIH PADA INDUSTRI TEMPE Tauny Akbari; Leni Sumarni
AGROINTEK Vol 15, No 2 (2021)
Publisher : Agroindustrial Technology, University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrointek.v15i2.9314

Abstract

Tempe is one of Indonesia's special foods made from soybeans. This study aims to identify and analyze application of cleaner production to the tempe industry. Analysis of the application of cleaner production is done by the quick scanning method at each stage of the production process and then tested for its technical and economic feasibility (PBP). The analysis results of the application of cleaner production in the tempe industry are tool modification, fuel substitution, use of personal protective equipment, reuse, recycle and reduce. Based on the results of technical and economic feasibility tests, the alternative application of cleaner production in the form of solid waste utilization of soybean husks as animal feed is the first priority scale to be applied to the tempe industry
Analisis Kadar Zat Menguap dan Kadar Karbon Terikat Pada Briket Eceng Gondok – Sekam Padi Tauny Akbari
Prosiding Seminar Nasional Teknik Kimia "Kejuangan" 2017: PROSIDING SNTKK
Publisher : Seminar Nasional Teknik Kimia Kejuangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Water hyacinths are aquatic weeds that have negative impacts of social, economical, and environmental. Water hyacinth has not been widely used as a renewable energy. Aim of this research is to analyze volatile matter content and fixed carbon content at renewable energy sources in the form of water hyacinth – rice husk briquette. The research design is experiment using Factorial Complete Randomized Design (3x3) with two factors; the charcoal combinations of rice husk : water hyacinth and the percentage of tapioca binder. This experiment is repeated 3 times, so there are 27 treatments. The calculation of volatile matter content using ASTMD-3175 standard and the calculation of fixed carbon content using ASTMD-3172 standard. The results show that the lowest volatile matter content (50.5%) and the highest fixed carbon content (20.3%) are owned by briquette A1P3 (combination of rice husk : water hyacinth 1:1 and the percentage of tapioca binder 5%). That briquette is not appropriate with the standards of charcoal briquette (SNI 01-6235-2000)
ANALISIS KETERBACAAN MAHASISWA TERHADAP BUKU TEKS TERJEMAHAN MATERI ASAM BASA Tauny Akbari; Yaya Sonjaya; Sjaeful Anwar
EduChemia (Jurnal Kimia dan Pendidikan) Vol 2, No 1 (2017): Available Online in January 2017
Publisher : Department of Chemical Education Faculty of Teacher Training and Education Universitas Su

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.407 KB) | DOI: 10.30870/educhemia.v2i1.1299

Abstract

Abstract: The aim research was to analyze the student readability of translated textbooks Chemistry on concept Acids and Bases. Neutralization and Titration, and Weak Acid-Base Equilibrium were the sub concepts analyzed in this research . Descriptive method used in this research. The subjects were students majoring in chemistry education as many as 23 people. The instruments that used in this study were readability instrument based on student’s response and writing ideas. Data were collected through self-learning which students study textbooks translation, fill the readability questionnaire, then write down the main idea. The results show the readabilitiy of translated textbooks Chemistry on concept Acids and Bases was on medium level with the percentage of students who choose that level was 47.8%. Most of the students were able to write down the main idea of the translated text books Chemistry on concept Acids and Bases with a percentage of 61.45%.Abstrak: Penelitian dilakukan dengan tujuan menganalisis keterbacaan mahasiswa terhadap buku teks terjemahan Chemistry materi Asam dan Basa. Konsep yang diteliti dibatasi pada sub pokok bahasan Netralisasi dan Titrasi, dan Kesetimbangan Asam-Basa Lemah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif. Subyek penelitian adalah mahasiswa jurusan pendidikan kimia sebanyak 23 orang. Instrumen yang digunakan berupa instrumen keterbacaan berdasarkan respons pembaca dan penulisan ide pokok. Pengambilan data dilakukan melalui pembelajaran mandiri yaitu mahasiswa mempelajari buku teks terjemahan, mengisi angket keterbacaan, kemudian menuliskan ide pokok. Hasil penelitian menunjukkan buku teks terjemahan Chemistry pokok bahasan Asam dan Basa memiliki keterbacaan sedang dengan persentase mahasiswa yang memilih kategori keterbacaan tersebut sebesar 47,8%. Sebagian besar mahasiswa mampu menuliskan ide pokok pada buku teks terjemahan Chemistry pokok bahasan Asam dan Basa dengan persentase sebesar 61,45%.
PENGOLAHAN LIMBAH CAIR TAHU DENGAN METODE FITOREMEDIASI TANAMAN ECENG GONDOK (EICHHORNIA CRASSIPES) PADA INDUSTRI TAHU B KOTA SERANG Moni Oktapia Dewi; Tauny Akbari
Jurnal Lingkungan dan Sumberdaya Alam (JURNALIS) Vol 3 No 1 (2020): Environmental
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.309 KB)

Abstract

Limbah cair tahu berdampak terhadap lingkungan yaitu rusaknya kualitas air sebagai salah satu kebutuhan umat manusia dan makhluk hidup lainnya, rusaknya lingkungan akibat limbah cair tahu berdampak buruk terhadap kehidupan ekosistem yang berada diperairan dan juga mengancam kesehatan manusia, jika pencemaran limbah tahu dibiarkan terus menerus maka kelangsungan hidup ekosistem diperairan pun semakin terancam. Penelitian ini bertujuan untuk menurunkan kadar limbah cair tahu B dengan proses fitoremediasi tanaman eceng gondok dengan parameter uji BOD, COD, TSS dan pH, penelitian ini juga dilakukan untuk mengetahui efektivitas pengaruh berat tanaman dan hari remediasi terhadap penurunan parameter uji. Penelitian ini dilakukan dengan membuat bak fitoremediasi sebanyak 9 bak percobaan dengan tiga kali pengulangan, penelitian ini menggunakan variasi tanaman E1 (2 kg), E2 (2,5 kg) dan E3 (3 kg) dengan hari remediasi P1 (7 hari), P2 (14 hari) dan P3 (21 hari) dalam 20 liter limbah cair tahu. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa efisiensi penurunan paling baik dan memenuhi baku mutu berdasarkan Peraturan Menteri No.5 tahun 2014 tentang baku mutu air limbah, pada parameter BOD, COD dan TSS yaitu diberat tanaman E3 di hari P3 mampu menurunkan kadar hingga 98% sedangkan pada parameter pH sudah dapat turun pada hari P2 dan P3 untuk berat tanaman E1, E2 dan E3 yaitu pH dengan nilai 7 artinya netral. Berdasarkan hasil uji regresi linier berganda diketahui bahwa berat tanaman dan hari remediasi berpengaruh nyata terhadap parameter uji dengan taraf signifikan 9
PENGOLAHAN LIMBAH CAIR TAHU DENGAN METODE FITOREMEDIASI TANAMAN AZOLLA MICROPHYLLA PADA INDUSTRI TAHU B KOTA SERANG Siti Unisah; Tauny Akbari
Jurnal Lingkungan dan Sumberdaya Alam (JURNALIS) Vol 3 No 2 (2020): Environmental
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.099 KB)

Abstract

Industri tahu menghasilkan limbah cair yang mengandung senyawa organik dan anorganik, sehingga berdampak negatif terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar. Upaya untuk mengatasi pencemaran akibat limbah dilakukan dengan cara fitoremediasi menggunakan tanaman Azolla Microphylla. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efisiensi dan efektivitas tanaman Azolla Microphylla dalam menurunkan kadar limbah cair tahu. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan dua perlakuan yaitu berat tanaman 200 gram (A1), 250 gram (A2) dan 300 gram (A3), dan waktu tinggal pada hari ke-7 (P1), ke-14 (P2) dan ke-21 (P3). Parameter uji yaitu COD, BOD, pH, dan TSS. Data dianalisis menggunakan analisis regresi linier berganda pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan efisiensi yang baik pada A3P3 yaitu menurunkan kandungan COD, BOD, TSS dan pH sebesar 96%, 96%, 97% dan pH netral yaitu 7. Namun untuk COD belum memenuhi baku mutu. Uji efektivitas menunjukkan bahwa waktu tinggal berpengaruh terhadap penurunan COD, BOD, TSS, dan pH, sedangkan berat tanaman hanya berpengaruh pada TSS dan pH.
ANALISIS PROYEKSI PERUBAHAN RUANG TERBUKA HIJAU PUBLIK DI KOTA CILEGON PADA TAHUN 2025 Nanang Setiyawan; Tauny Akbari
Jurnal Lingkungan dan Sumberdaya Alam (JURNALIS) Vol 4 No 1 (2021): JURNALIS
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.984 KB) | DOI: 10.47080/jls.v4i1.1215

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi eksisting ruang terbuka hijau di Kota Cilegon, ketersediaan ruang terbuka hijau berdasarkan jumlah penduduk pada tahun 2025 dan Strategi optimalisasi untuk memenuhi 30% kebutuhan ruang terbuka hijau di Kota Cilegon. Penelitian ini menggunakan metode Sistem Informasi Geografis (SIG) serta observasi dengan rentan waktu 10 tahun dan analisis SWOT untuk penyusunan upaya-upaya penambahan RTH di kota Cilegon dilakukan berdasarkan analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats). Analisis SWOT adalah identifikasi berbagai faktor secara sistematik untuk merumuskan strategi yang tepat.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eksisting ruang terbuka hijau di Kota Cilegon mengalami penurunan sehingga kondisi eksisting RTH pada tahun 2020 sebesar 35,72%. sehingga di perkirakan pada tahun 2025 jumlah penduduk di Kota Cilegon sebanyak 474.105 jiwa dan luas ruang terbuka hijau yang dibutuhkan di Kota Cilegon berdasarkan jumlah penduduk pada tahun 2025 sebesar 94.821 Ha. Dan Strategi optimalisasi di formulasikan menjadi 10 strategi seperti 1) Mengoptimalkan kinerja badan pengelola ruang terbuka hijau dengan sistem kordinasi pembagian tugas yang jelas. 2) Peningkatan hubungan kerjasama pemerintah dengan pihak ketiga. 3) Pengambilan kebijakan tegas dari pemerintah untuk mewujudkan target luasan RTH sesuai dengan UU No 26 tahun 2007. 4) Optimalisasi kerjasama dengan pihak ketiga untuk penggalangan dana pengelolaan RTH. 5) Pengembangan RTH privat selain di ruang publik. 6) Memberdayakan masyarakat sekitar dalam pemeliharaan RTH di lingkungan sekitar masyarakat. 7) Mengoptimalkan program insentif dan disinsentif terutama di wilayah perindustrian usaha dan jasa, 8) Mengoptimalkan areal atau jalur di sekitar sistem utilitas kota untuk ruang terbuka hijau, 9) Optimalisasi fungsi RTRW sebagai acuan pengendalian RTH, 10) Optimalisasi pengawasan kegiatan pembangunan.
EFISIENSI ADSORPSI ARANG TEMPURUNG KELAPA (Cocos nucifera L) DALAM MENURUNKAN KADAR BOD, COD, TSS DAN pH PADA LIMBAH CAIR DETERGEN RUMAH TANGGA Rusdianto Rusdianto; Tauny Akbari; Fitriyah Fitriyah
Jurnal Lingkungan dan Sumberdaya Alam (JURNALIS) Vol 5 No 1 (2022): Jurnal Lingkungan dan Sumberdaya Alam (JURNALIS)
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.802 KB) | DOI: 10.47080/jls.v5i1.1758

Abstract

Limbah detergen yang dibuang tanpa pengolahan terlebih dulu dapat mencemari perairan sehingga mengganggu kehidupan biota perairan dan manusia di sekitar perairan. Pengolahan limbah detergen perlu dilakukan untuk meminimalisir dampak tersebut, salah satunya dengan metode asorpsi menggunakan arang tempurung kelapa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur efisiensi penurunan kadar COD, BOD, TSS dan pH limbah cair detergen menggunakan metode adsorpsi oleh arang tempurung kelapa. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 1 faktor variabel bebas (ketebalan arang) yang terdiri dari 4 level perlakuan, yaitu kontrol (tanpa arang), perlakuan 1 (arang tebal 100cm), perlakuan 2 (arang tebal 110cm), perlakuan 3 (arang tebal 120cm), setiap perlakuan dilakukan pengulangan sebanyak tiga kali. Parameter uji (variabel terikat) penelitian ini adalah COD, BOD, pH, dan TSS. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan A120 memiliki efisiensi penurunan paling baik dalam menurunkan kadar COD, BOD, TSS dan pH yaitu menjadi 197 mg/L (75%), 101 mg/L (86%), 35 mg/L (69%) dan 7. Namun, nilai kadar tersebut belum memenuhi standar baku mutu Permen LHK 68/2016. Berdasarkan analisis statistik U Mann Whitney diketahui tidak terdapat perbedaan yang signifikan dari variasi ketebalan arang tempurung kelapa terhadap penurunan kadar COD, BOD, TSS dan pH.
ANALISIS RANTAI PASOK IKAN TUNA MENGGUNAKAN MODEL SCOR DAN SWOT DI PPI BINUANGEUN Afni Khadijah; Tauny Akbari; Muhammad Syamsul Maarif
Buletin Ilmiah Marina Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol 5, No 1 (2019): JUNI 2019
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.092 KB) | DOI: 10.15578/marina.v5i1.7690

Abstract

ABSTRAKNelayan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Binuangeun, Lebak melayani permintaan terhadap hasil tangkapan ikan tuna segar yang setiap tahun terus mengalami peningkatan permintaan sehingga diperlukan pengelolaan kinerja pelaku rantai pasok yang baik agar kesegaran dan persediaan terjaga sepanjang tahun. Tujuan dari peneliatian ini yaitu untuk menganalisis sistem rantai pasok ikan tuna, menganalisa nilai kinerja pelaku rantai pasok ikan tuna dengan menggunakan metode Pembobotan SCOR dan SWOT, dan merekomendasikan strategi peningkatan kinerja pelaku rantai pasok di PPI Binuangeun. Berdasarkan hasil pengelolaan data dihasilkan bahwa sistem rantai pasok pada PPI Binuangeun termasuk kedalam rantai pasok tunggal dan pull system karena permintaan harus menyesuaikan hasil tangkapan ikan, pembagian hasil pelelangan yaitu 80 % untuk nelayan dan 20% untuk koperasi, dan tidak melayani distribusi karena distribusi dilakukan oleh pihak pemenang lelang. Nilai kinerja pelaku rantai pasok berdasarkan faktor kekuatan yaitu 1,89, skor faktor kelemahan yaitu 0,84, skor faktor peluang yaitu 2,45, skor faktor ancaman 0,5. Strategi peningkatan kinerja pelaku rantai pasok ikan tuna yaitu Penyediaan  pengelolaan hasil tangkap ikan tuna, Penertiban armada kapal ketika pendaratan ikan, Peningkatan pengawasan baik darat maupun laut, dan Peningkatan fasilitas armada kapal.Abstract Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Binuangeun, Lebak, serves the demand for fresh tuna catches which continue to increase demand every year so that management of the performance of supply chain actors is good so that freshness and supply are maintained throughout the year. The aim of this research is to analyze the tuna supply chain system, analyze the performance value of tuna supply chain actors using the SCOR and SWOT Weighting method, and recommend strategies for improving the performance of supply chain actors at Binuangeun PPI. Based on the results of data management, the supply chain system in Binuangeun PPI is included in the single supply chain and pull system because demand must adjust the fish catch, the distribution of auction results is 80% for fishermen and 20% for cooperatives, and does not serve distribution because the distribution is done by auction winner. The value of the performance of supply chain actors is based on the strength factor of 1.89, the weakness factor score is 0.84, the opportunity factor score is 2.45, the threat factor score is 0.5. The strategy for improving the performance of tuna supply chain actors is the provision of tuna fishing, managing the fleet when landing fish, increasing supervision of both land and sea, and improving fleet facilities.
PENERAPAN PRODUKSI BERSIH PADA PENGELOLAAN LIMBAH BUDIDAYA JAMUR TIRAM (Pleurotus ostreatus) DI DESA SINDANGSARI, KECAMATAN PABUARAN, KABUPATEN SERANG Tauny Akbari; Moch Chairul Anwar
Jurnal Kebijakan Pembangunan Daerah Vol 6 No 1 (2022): June 2022
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56945/jkpd.v6i1.151

Abstract

The aims of this research are to identify and analyze the application of cleaner production in waste management of oyster mushroom cultivation. Observations were held in one of oyster mushroom cultivation in Sindangsari Village, Pabuaran Subdistrict, Serang District. The research method used to analyze the alternative application of cleaner production was quick scanning of the entire production process of oyster mushroom cultivation. The results of waste identification indicate that some stages of oyster mushroom production process have the potential to cause waste, which are making baglog, boiling and sterilizing planting media, and planting mushroom seeds. Based on the determination of the priority scale for cleaner production options, the results obtained in order of priority on the application of clean production in the oyster mushroom cultivation business, namely (1) utilizing charcoal from combustion residues as fertilizer, (2) processing planting media waste as compost material, (3) reuse of used plastics suitable for use as a baglog, and (4) designing an environmentally friendly combustion furnace. Oyster mushroom cultivators can apply clean production based on the order of priority so that the oyster mushroom cultivation business is not only economically profitable, but also environmentally beneficial. Keywords: Cleaner production, waste management, oyster mushroom cultivation.
Sosialisasi Business Model Canvass untuk Pengembangan Usaha Emping Melinjo di Desa Tegalwangi, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang Tauny Akbari; Afni Khadijah
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 5 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (554.186 KB) | DOI: 10.30653/002.202052.363

Abstract

BUSINESS MODEL CANVASS SOCIALIZATION FOR DEVELOPING MELINJO CHIPS BUSINESS IN TEGALWANGI VILLAGE, MENES DISTRICT, PANDEGLANG REGENCY. Pandeglang Regency is an agropolitan area in Banten Province. Melinjo agricultural land area has the largest land area in this area, which is 1250 Ha. The large area of melinjo agricultural land is very supportive of the emping (chips) melinjo production business, especially in the District of Menes which has been designated as an Agropolitan area by the Government of Pandeglang Regency with the main income of emping melinjo. Entrepreneurs of emping melinjo can produce and sell 1-2 tons of emping melinjo every month. However, it still needs to be developed emping melinjo business based on the result analysis of business model canvas. The results of the analysis are conveyed through socialization to emping melinjo producent in Tegalwangi Village so that producents can develop their businesses more.