Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Penerapan Activity Based Costing Dalam Penentuan Harga Kamar Rawat Inap (Studi Empiris Di RSUD Sumedang) Evan Firdaus; Dady Nurpadi
Jurnal Co Management Vol. 3 No. 1 (2020): Jurnal Ilmiah Manajemen dan Ilmu Sosial : Co-Management
Publisher : IKOPIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (77.962 KB) | DOI: 10.32670/comanagement.v3i1.195

Abstract

Activity Based Costing is an appropriate method in calculating basic costs. The benefits of Activity Based Costing are as a method or cost control system that tracks various activities that occur. Activity Based Costing is a system of cost calculation approaches based on activities in the company. Cost drivers used in this study as a cost grouping are the number of inpatient days, the number of inpatients, and the floor area of ​​the room. This study uses a comparative approach between conventional methods and Activity Based Costing methods. This research instrument uses observation, interview and documentation techniques. The results of inpatient service tariff calculations that have been set by Sumedang District Hospital for VIP class are Rp.821,100, for Class III Rp. 234,750, for class II Rp. 263,200, and for class I Rp. 319,000. While using the Activity Based Costing method gives different results, namely Rp. 336,365,085 for the VIP class, Rp.172,196.4 for the third class, Rp. 190,072,304 for class II, and Rp. 200,837,52 for class I. Using the Activity Based Costing method at Sumedang District Hospital gives smaller results (undercosting) for each class (VIP class, class III, class II, and class I) of hospital rates by having a difference of Rp. 484,734,085 for VIP class, for class III amounting to Rp. 62,553.6, Rp. 73,127,696 for class II, and Rp. 118,162.48 for class I.
URGENSI KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA DALAM PENYALURAN PEMBIAYAAN MUDHARABAH PADA BMT Inne Risnaningsih; Nurjamil Nurjamil; Dadi Nurpadi; Siti Nurhayati; Dewi Mulyani
Jurnal Co Management Vol. 3 No. 2 (2020): Jurnal Ilmiah Manajemen dan Ilmu Sosial : Co-Management
Publisher : IKOPIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.363 KB) | DOI: 10.32670/comanagement.v3i2.430

Abstract

Pada dasarnya pembiayaan Mudharabah dirancang sebagai suatu sistem bagi hasil dan prinsip operasional Lembaga Keuangan Syari’ah, namun pada praktiknya penyaluran pembiayaan Mudharabah masih rendah. Hal ini terjadi pada BMT yang menyalurkan pembiayaan Mudharabah hanya 2% sehingga pembiayaan Mudharabah menjadi pembiayaan yang paling rendah penyalurannya dibandingkan dengan pembiayaan yang lain. Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan faktor-faktor rendahnya penyaluran pembiayaan Mudharabah pada BMT. Hasil penelitian ini menunjukan terdapat dua faktor yang memengaruhi rendahnya penyaluran pembiayaan Mudharabah pada BMT yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Dari ke dua faktor tersebut peneliti menyimpulkan bahwa satu faktor utama yang memengaruhi rendahnya penyaluran pembiayaan Mudharabah ialah faktor internal yaitu karena kualitas sumber daya manusia sebagai pelaku pembiayaan Mudharabah.
Implementasi Penyusunan Laporan Keuangan Koperasi Berdasarkan Peraturan Menteri Koperasi dan UMKM Republik Indonesia No.13/Per/M.KUKM/IX/2015 Daifulloh Faidz Rabbani; Dadi Nurpadi; M.Ardi Nupi H
Co-Value : Jurnal Ekonomi, Koperasi & Kewirausahaan Vol. 13 No. 1 (2022): Co-Value : Jurnal Ekonomi, Koperasi, & Kewirausahaan
Publisher : Program Studi Manajemen Institut Manajemen Koperasi Indonesia Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1315.799 KB) | DOI: 10.36418/covalue.v13i1.997

Abstract

Latar belakang: Unit Simpan Pinjam merupakan unit usaha yang paling besar menyerap modal usaha koperasi. Namun permasalahan yang terjadi yaitu pada penyusunan laporan keuangan koperasi masih terdapat kekurangan dan ketidaksesuaian dengan pedoman yang telah dibuat oleh Pemerintah yaitu Peraturan Menteri Koperasi dan UMKM No.13/Per/M.KUKM/IX/2015 tentang pedoman akuntansi usaha simpan pinjam koperasi. Tujuan penelitian: menganalisis implementasi dari penyusunan laporan keuangan koperasi berdasarkan Peraturan Menteri Koperasi dan UMKM No.13/Per/M.KUKM/IX/2015 tentang pedoman akuntansi usaha simpan pinjam koperasi. Metode penelitian: Metode studi kasus digunakan pada penelitian ini dimana studi kasus ini mempelajari tentang latar belakang keadaan dari sebuah fenomena. Metode studi kasus ini adalah salah satu metode deskriptif, dengan tujuan mencari informasi-informasi tentang bagaimana penerapan akuntansi dalam penyusunan laporan keuangan koperasi pada akhir periode. Hasil penelitian: 1) Laporan keuangan yang telah disajikan oleh KPPP JABAR yaitu Neraca dan PHU keseluruhan telah disajikan cukup baik.2). Laporan keuangan KPPP JABAR yang sudah disajikan masih belum sesuai dengan komponen laporan keuangan menurut pedoman akuntansi simpan pinjam. Kesimpulan: Kesesuaian Laporan Keuangan Koperasi terhadap Permen No. 13 tahun 2015 jika dalam bentuk persentase sebesar 18,42%.
Desain Unit Usaha Pengadaan Barang Dalam Upaya Pengembangan Usaha Dady Nurpadi; Evan Firdaus; Syehabudin Syehabudin
Co-Value Jurnal Ekonomi Koperasi dan kewirausahaan Vol. 14 No. 1 (2023): Co-Value : Jurnal Ekonomi, Koperasi, & Kewirausahaan
Publisher : Program Studi Manajemen Institut Manajemen Koperasi Indonesia Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/covalue.v14i1.3198

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah menggambarkan model bisnis yang cocok untuk digunakan dalam unit usaha pengadaan barang KPRI Banjar Patroman sebagai langkah pengambilan keputusan bisnis. Dari hasil penelitian diperoleh identifikasi dari masing-masing 9 elemen Business Model Canvas. Customer Segments adalah anggota KPRI Banjar Patroman. Value Propositions adalah kemasan yang menarik dan harga lebih terjangkau. Channels adalah berkomunikasi dengan anggota secara langsung. Customer Relationships adalah jalinan komunikasi dengan pelanggan. Revenue Streams dari penjualan produk kepada anggota dan unit usaha pelayanan simpanan. Key Resources terdiri dari kendaraan dan sumber daya manusia. Key Activities terdiri dari pengadaan barang, kegiatan produksi dan pemasaran. Key Partnerships adalah Toko Pantes. Cost Structure terdiri dari biaya tetap dan biaya variabel. Berdasarkan analisis dari Matrix SWOT, dijelaskan strategi-strategi yang dapat digunakan oleh koperasi yaitu seperti strategi SO, strategi WO, strategi ST, dan strategi WT
Analisis penerapan perhitungan pajak penghasilan badan menurut undang- undang republik indonesia nomor 36 tahun 2008 Evan Firdaus; Dady Nurpadi; Dwi Tianingsih
Jurnal Riset Manajemen Indonesia Vol 5 No 3 (2023): Jurnal Riset Manajemen Indonesia (JRMI)
Publisher : STIE Bangkinang Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study is to find out how to apply the calculation of Corporate Income Tax according to Law Number 36 of 2008. The type of research used is descriptive and comparative analysis research by collecting all data and then processing, analyzing, and researching further and then drawing conclusions. The technique of data collected is based on observation, interviews, documentation and literature study. The results of this study conclude that the calculation of PPh of the Kokardan KPRI Agency according to PP No. 23 of 2018 is Rp. 9,977,044.00, in 2020 it is Rp. 12,373,382.00 and in 2021 it is Rp. 9,236,823.00. Meanwhile, according to Law No. 36 of 2008 it was Rp. 86,366,609.88 in 2019, Rp. 102,230,674.37 in 2020 and Rp. 72,143,916.46 in 2021. KPRI Kokardan must perform calculations by calculating PKP, namely gross circulation minus costs, calculating income tax payable for one tax year, namely 2019 by 50% x 25% xPKP and 2020-2021 by 50% x 22% xPKP.
Aset Tetap : Pengakuan, Pengukuran, Penyajian dan Pengungkapan Eka Setiajatnika; Trida Gunadi; Nuri Nurhayati; Dady Nurpadi
Coopetition : Jurnal Ilmiah Manajemen Vol. 14 No. 3 (2023): Coopetition : Jurnal Ilmiah Manajemen
Publisher : Program Studi Magister Manajemen, Institut Manajemen Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32670/coopetition.v14i3.3836

Abstract

Recognition, Measurement, Presentation and Disclosure of Fixed Assets. This research was conducted at the Wredatama Sumedang City Cooperative which is one of the cooperatives in the Sumedang Regency which is engaged in the savings and loan sector. The purpose of this study was to determine the recognition, measurement, presentation and disclosure of fixed assets in the Wredatama Sumedang City Cooperative. In this study the authors used quantitative methods. Analysis of the data used is descriptive analysis. The data collection techniques carried out were interviews and questionnaires to the Management of the Wredatama Sumedang City Cooperative, observations of fixed assets and documentation of fixed asset.The results showed that the recognition of fixed assets was in accordance with SAK ETAP (Entity Financial Accounting Standards Without Public Accountability). The measurement of fixed assets is not in accordance with SAK ETAP due to an error in calculating the value of accumulated depreciation and no depreciation is carried out for 3 (three) years, in the presentation of fixed assets the accumulated depreciation account is not presented as a deduction from fixed assets and the nominal depreciation presented on the statement of financial position is not in accordance with carrying amount in the detailed list of fixed assets and last on the disclosure not disclosed regarding the depreciation method used and there is no provision for the useful life of fixed assets.
Penerapan Activity Based Costing Dalam Penentuan Harga Kamar Rawat Inap (Studi Empiris Di RSUD Sumedang) Evan Firdaus; Dady Nurpadi
Jurnal Co Management Vol. 3 No. 1 (2020): Jurnal Ilmiah Manajemen dan Ilmu Sosial : Co-Management
Publisher : IKOPIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32670/comanagement.v3i1.195

Abstract

Activity Based Costing is an appropriate method in calculating basic costs. The benefits of Activity Based Costing are as a method or cost control system that tracks various activities that occur. Activity Based Costing is a system of cost calculation approaches based on activities in the company. Cost drivers used in this study as a cost grouping are the number of inpatient days, the number of inpatients, and the floor area of ​​the room. This study uses a comparative approach between conventional methods and Activity Based Costing methods. This research instrument uses observation, interview and documentation techniques. The results of inpatient service tariff calculations that have been set by Sumedang District Hospital for VIP class are Rp.821,100, for Class III Rp. 234,750, for class II Rp. 263,200, and for class I Rp. 319,000. While using the Activity Based Costing method gives different results, namely Rp. 336,365,085 for the VIP class, Rp.172,196.4 for the third class, Rp. 190,072,304 for class II, and Rp. 200,837,52 for class I. Using the Activity Based Costing method at Sumedang District Hospital gives smaller results (undercosting) for each class (VIP class, class III, class II, and class I) of hospital rates by having a difference of Rp. 484,734,085 for VIP class, for class III amounting to Rp. 62,553.6, Rp. 73,127,696 for class II, and Rp. 118,162.48 for class I.
Analisis Pemberian Motivasi Kerja dalam Upaya Meningkatkan Disiplin Kerja Karyawan Dady Nurpadi; Aldania Putri
Co-Value Jurnal Ekonomi Koperasi dan kewirausahaan Vol. 15 No. 3 (2024): Co-Value: Jurnal Ekonomi, Koperasi & Kewirausahaan
Publisher : Program Studi Manajemen Institut Manajemen Koperasi Indonesia Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Koperasi Pegawai Pemerintah Kota Bandung (KPKB) merupakan koperasi yang berada di bawah naungan Pemerintah Kota Bandung dan memiliki anggota yang berasal dari Aparatur Sipil Negara yang tersebar di Kota Bandung. Permasalahan yang terjadi pada KPKB yaitu tingkat disiplin yang rendah ditunjukkan dengan karyawan yang tidak disiplin mengenai jam operasional bekerja dan karyawan yang masih lalai terhadap tugas dan tanggungjawab yang telah diberikan yang diduga terjadi karena pemberian dalam motivasi yang belum maksimal yang ditunjukkan dengan koperasi yang belum maksimal memberikan penghargaan, pelatihan dan kesempatan promosi jabatan bagi karyawannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui motivasi kerja karyawan serta disiplin kerja karyawan KPKB dan Upaya apa yang dilakukan untuk meningkatkan disiplin kerja karyawan melalui motivasi kerja pada KPKB. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus dengan analisis deskriptif. Data yang diperoleh melalui wawancara, kuisioner, observasi, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi kerja yang ada di Koperasi Pegawai Pemerintah Kota Bandung (KPKB) masuk ke dalam kriteria “Baik”. Meskipun demikian terdapat beberapa indikator yang kurang baik yaitu indikator mengenai pemberian penghargaan, indikator pemberian pelatihan, dan indikator pemberian kesempatan promosi jabatan bagi para karyawan. Sedangkan disiplin kerja karyawan di Koperasi Pegawai Pemerintah Kota Bandung masuk ke dalam kriteria “Kurang Baik”. Upaya yang dilakukan yaitu pengurus diharapkan dapat meningatkan disiplin kerja karyawan melalui motivasi kerja karyawan dengan memberikan penghargaan, pelatihan dan kesempatan mendapatkan promosi jabatan, serta memberikan sanksi yang lebih tegas dan memberikan suatu penghargaan atas pencapaian disiplin kerja karyawannya.
Analisis Kompetensi Dalam Upaya Meningkatkan Kinerja Karyawan Nurpadi, Dady; Sihaloho, Riski Juliana
Jurnal Riset Manajemen Indonesia Vol 5 No 4 (2023): Jurnal Riset Manajemen Indonesia (JRMI)
Publisher : STIE Bangkinang Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kompetensi karyawan dalam upaya meningkatkan kinerja karyawan Koperasi Dharma Nirmala Mandiri. Serta upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kompetensi sehingga kinerja karyawan lebih baik pada Koperasi Dharma Nirmala Mandiri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus, data yang diperoleh melalui analisis secara deskriptif. Hasil pengolahan data yang diperoleh melalui kuisioner, wawancara, observasi, studi Pustaka dan dianalisis secara deskriptif. Dengan menggunakan skala likert penulis bisa menyimpulkan indikator-indikator kompetensi untuk meningkatkan kinerja karyawan. Kompetensi di Koperasi Dharma Nirmala Mandiri mendapat skor sebesar 259 dengan kriteria “Cukup Baik”. Artinya kompetensi harus diperbaiki dan ditingkatkan beberapa indikator yang masuk kriteria cukup baik, yaitu pada indikator cepat tanggap dalam melayani anggota, inisiatif dalam melakukan pekerjaan, tingkat pencapaian terhadap prestasi kerja, percaya diri dalam menghadapi setiap masalah pekerjaan, mampu bekerja efektif dalam setiap situasi, pengetahuan tentang bidang pekerjaan yang ditugaskan, pengetahuan yang berhubungan dengan peraturan, pengetahuan pendidikan perkoperasian, dan memiliki keterampilan sesuai dengan keahlian. Kinerja karyawan di Koperasi Dharma Nirmala Mandiri mendapat skor 228 dengan kriteria “Cukup Baik”. Artinya kinerja karyawan harus diperbaiki dan ditingkatkan kinerjanya pada beberapa indikator yang masuk kriteria cukup baik. Yaitu pada indikator ketelitian dalam menyelesaikan setiap pekerjaan, kerapihan hasil kerja, kebersihan karyawan, dan bekerjasama dalam menyalurkan ide dan gagasan.
Analisis motivasi kerja dalam upaya meningkatkan disiplin kerja karyawan Nurpadi, Dady; Sa’diah , Ilfa Zulfiah
Jurnal Riset Manajemen Indonesia Vol 5 No 4 (2023): Jurnal Riset Manajemen Indonesia (JRMI)
Publisher : STIE Bangkinang Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui motivasi kerja pada Koperasi Pegawai Rumah Sakit Mata Cicendo, disiplin kerja pada Koperasi Pegawai Rumah Sakit Mata Cicendo, sejauh mana hubungan motivasi kerja dengan disiplin kerja karyawan di Koperasi Pegawai Rumah Sakit Mata Cicendo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus (case study) dengan analisis deskriftif, data diperoleh dari wawancara, kuesioner, observasi dan dengan menggunakan metode skoring. Hasil rapat diketahui bahwa karyawan Koperasi Pegawai Rumah Sakit Mata Cicendo dalam motivasi kerja karyawan dapat dikatakan “Cukup” dengan total 431. Sedangkan untuk disiplin kerja karyawan pada Koperasi Pegawai Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung dapat dikatakan “Baik” dengan total 477. Diketahui pula bahwa dimensi tanggapan motivasi kerja yang baik adalah indikator penghargaan dengan skor 67 dan yang paling rendah adalah indikator tujuan dengan skor 30. Sedangkan untuk dimensi disiplin kerja karyawan yang baik adalah indikator bekerja etis dengan skor 71 dan yang paling rendah adalah indikator ketaatan pada peraturan kerja dengan skor 50. Diharapkan pada variabel motivasi kerja dan disiplin kerja dimana pengurus Koperasi Pegawai Rumah Sakit Mata Cicendo melakukan perbaikan dan meningkatkan beberapa indikator yang dinilai belum cukup baik. Seperti memberikan arahan motivasi berupa materi maupun non materi dan untuk penerapan dalam disiplin kerja diharapkan dimulai dari kesadaran dan kemauan pada diri sendiri dan saling mengingatkan antar sesama.