Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hubungan Pola Asuh Orang Tua Dengan Perilaku Jajan Pada Anak Usia Sekolah: Literature Review Yonathan Kristian Yuan Putra; Idris Handriana
DIAGNOSA: Jurnal Ilmu Kesehatan dan Keperawatan Vol. 1 No. 2 (2023): Mei : Jurnal Ilmu Kesehatan dan Keperawatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59581/diagnosa-widyakarya.v1i2.1308

Abstract

Background: School-age children are referred to as latent periods, the more independent school-age children are, the more they have problems in the selection of snacks. The findings of the Food and Drug Administration (BPOM) found several results of food content which showed 91.26% qualified, 8.71% ineligible,285 samples contained Rhodamin B, 211 samples contained Formalin, 162 samples contained Borax and 5 food samples contained Methanyl Yellow. Parenting is a factor that influences the behavior of snack, parents are the first source of information to understand about the behavior of healthy snacks in children.Objective: The purpose of this study was to foster journals regarding the relationship between snacking patterns in school-age children.Methods: Literature review method, which includes searching for journals from Elsevier, Pudmed, Google Scholer, and Garuda which received 6 journals because they have been tested based on the Critical Appraisal Checklist (JBI) instrument for analysis of Cross Sectional Studies. Then use PRISMA to select them and use the Plagiarsm Checker X application with 17% results.Results: Literature review data conducted on 6 journals that have been obtained shows that there is a relationship between parenting patterns and snack selection behavior in school age children and 1 journal there is no relationship. 6 research journals obtained the dominant value of journal 1 Lonto et al., (2019), with respondents of democratic fostering pattern category as many as 30 people or (46.9%) and 44 respondents (68.8%) with healthy snack behaviors. The better the parenting pattern applied to the child, the lower the level of snack selection behavior in the child.Suggestion: Literature review results are expected to be an educational material, especially school-age children and parents about the importance of foster care patterns to prevent snack selection behavior in school-age children.
Hubungan Pengetahuan Ibu Dengan Kelengkapan Status Imunisasi Dasar Pada Usia 12-24 Bulan Di Wilayah Rw 13 Kp. Sapan Desa Sumbersari Ciparay Kabupaten Bandung Idris Handriana; Younathan Kristian Yuan Putra
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 8 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i8.1835

Abstract

Tingginya angka kematian dan kesakitan balita terjadi karena timbulnya penyakit menular berbahaya yang dapat dicegah dengan imunisasi yakni penyakit difteri, pertusis, tetanus, tubercukolis, poliomelitis, campak serta hepatitis B. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan ibu dan kelengkapan status imunisasi dasar usia 12-24 bulan di RW 13 Kp. Sapan Desa Sumbersari. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik secara kuantitatif menggunakan rancangan cross-sectional. Dilakukan pada bulan Agustus 2024 dengan subjek penelitian 39 ibu yang memiliki anak usia 12-24 bulan di RW 13 Kp. Sapan Desa Sumbersari menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dengan kuesioner dan analisa data dengan uji Chi-square. Hasil: Sebagian besar responden memiliki pengetahuan cukup sebanyak 21 ibu (53,8%) dan sebagian besar memiliki status imunisasi dasar lengkap sebanyak 28 balita (71,85%). Hasil uji Chi-square diperoleh p-value (0,006) < a (0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan bermakna antara pengetahuan ibu dengan kelengkapan status imunisasi dasar usia 12-24 bulan di RW 13 Kp. Sapan Desa Sumbersari. Saran: Untuk ibu harus lebih meningkatkan pengetahuan mengenai pentingnya pemberian imunisasi dasar lengkap pada anak melalui baca buku atau konsultasi dengan tenaga kesehatan. Semakin baik pengetahuan ibu semakin baik pula untuk melakukan upaya pemberian imunisasi lengkap sehingga dapat meningkatkan derajat kesehatan anak.
Pengaruh Butterfly Hug Dan Deep Breathing Terhadap Tingkat Kecemasan Pada Remaja Di SMP Negeri 3 Pagelaran Idris Handriana; Rosmawati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecemasan merupakan kondisi emosional yang sering dialami remaja akibat tekanan dari lingkungan sekolah, sosial, dan tuntutan akademik. Jika tidak ditangani, kecemasan dapat berdampak negatif terhadap kesehatan mental, konsentrasi belajar, dan hubungan sosial. Salah satu metode nonfarmakologis untuk menurunkan kecemasan adalah teknik Butterfly Hug dan Deep Breathing, yang memberikan efek relaksasi melalui stimulasi tubuh dan pengaturan pernapasan. Penelitian ini: bertujuan untuk mengetahui pengaruh Butterfly Hug dan Deep Breathing terhadap tingkat kecemasan pada remaja di SMP Negeri 3 Pagelaran. Metode: Penelitian ini menggunakan Metode yang digunakan adalah Quasi Eksperimen dengan desain one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 42 responden kelas IX yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) untuk mengukur tingkat kecemasan sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian: Hasil penelitian menunjukkan sebelum intervensi sebagian besar responden mengalami kecemasan ringan hingga sedang. Setelah diberikan teknik Butterfly Hug dan Deep Breathing, 28,6% tidak mengalami kecemasan dan 50% mengalami kecemasan ringan. Hasil uji Wilcoxon Signed-Rank Test memperoleh nilai Z = -4,574 dengan p = 0,000 (p < 0,05), menunjukkan adanya pengaruh signifikan. Kesimpulan: dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh yang signifikan antara penerapan teknik Butterfly Hug dan Deep Breathing terhadap penurunan tingkat kecemasan pada remaja di SMP Negeri 3 Pagelaran. Kedua teknik ini efektif, mudah diterapkan, dan dapat digunakan sebagai intervensi nonfarmakologis untuk mengurangi kecemasan pada remaja.