Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PEMIMPIN PERUBAHAN: REFLEKSI MUNCULNYA DAN PENGEMBANGAN STUDI SOSIOLOGIS Arsyad Genda; Suryanto Arifin; Muhammad Sabiq
Hasanuddin Journal of Sociology VOLUME, 2 ISSUE 1, 2020
Publisher : Department of Sociology Faculty of Social and Political Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/hjs.v2i1.10558

Abstract

Tulisan ini, menjelaskan tiga poin penting. Pertama, pengetahuan manusia dan konteksnya, kedua, kaitan pengetahuan manusia dan ideologi terhadap perilaku manusia dan ketiga, konteks perilaku manusia (pemimpin perubahan) dan kaitan dengan munculnya pemikiran yang bersifat sosiologis atau studi sosiologi. Berbagai jenis pengetahuan manusia, sebagaimana yang dikemukakan oleh Comte, Durkheim, Turner  dan ahli lainnya berbeda, tetapi pada dasarnya tidak bertentangan. Peran para ahli dan atau pemimpin perubahan tidak hanya berkontribusi secara signifikan terhadap lahir dan berkembangnya ilmu pengetahuan (khususnya studi sosiologi), tetapi yang lebih mendasar adalah membangun nilai-nilai moral dan kemanusiaan. Pemimpin  perubahan yang dimaksud, antara lain; Mohandas Karamchand Gandhi, Nelson Mandela, Jr.Martin Luther, Bung Karno, Bung Hatta, B.J. Habibie dan M. Jusuf Kalla. Muncul dan berkembangnya studi sosiologi, tidak dapat dilepaskan dengan kontribusi dari berbagai ahli atau tokoh perubahan. Termasuk J.J. Rousseau, Thomas Hobbes, Comte, Spencer, Durkheim, Weber,  Marx dan Simmel). Pertanyaan penting dari Simmel “How society is possible”. Esai Georg Simmel ini,  dibangun di atas gagasan bahwa seorang individu dapat mengembangkan dirinya sendiri sepenuhnya hanya dengan masuk ke dalam masyarakat tetapi tetap ditandai dengan "tambahan" atau "inti individualitas" yang tidak pernah sepenuhnya disosialisasikan. Pertanyaan/esai Simmel ini, mengispirasi banyak ahli dalam mengembangkan studi sosiologi. Akhirnya, tulisan ini menganggap penting memahami secara utuh setiap pemimpin perubahan (lokal/regional, nasional dan dunia) yang berorientasi dalam membangun nilai-nilai kemanusiaan dan untuk kemaslahatan manusia dan masyarakat.
Pemanfaatan Sistem Kelola Pembelajaran (Sikola) Sebagai Media Pembelajaran Daring (On Line) bagi Dosen dan Mahasiswa Perguruan Tinggi di Masa Pandemi Musrayani Usman; Mario Mario; Hasbi Hasbi; Rahmat Muhammad; Arsyad Genda
Humanis Vol 19, No 2 (2020): Agustus 2020-Januari 2021
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/humanis.v19i2.14998

Abstract

Terjadinya penyebaran covid 19 secara global berdampak pada semua aspek kehidupan tanpa terkecuali pada aspek pendidikan. Dengan keadaan seperti ini maka dibutuhkan strategi pembelajaran yang efektif untuk mencapai tujuan pembelajaran tersebut. Pembelajaran merupakan hal yang utama dalam sebuah institusi pendidikan, sehingga proses pembelajaran yang baik akan menghasilkan lulusan yang baik pula. Keadaan ini tentu saja perlu diperbaiki dengan meningkatkan sarana pembelajaran untuk meningkatkan proses pembelajaran secara daring. Oleh sebab itu melalui program pengabdian masyarakat ini diharapkan dapat mendukung dan meningkatkan proses pembelajaran. Pengabdian ini bertujuan menerapkan pembelajaran daring (on line) dengan membangun sebuah portal e-learning untuk membantu proses pembekjaran. Kegiatan pengabdian dilaksanakan dalam bentuk pelatihan mulai dari pengenalan terhadap aplikasi system kelola pembelajaran, kemudian bagaimana menggunakan aplikasi tersebut dengan penggunakan aplikasi sistem kelola pembelajaran dengan berbagai fitur-fitur untuk memudahkan bagi dosen dan mahasiswa untuk menyampaikan dan menerima materi. Target kegiatan ini adalah Dosen dan mahasiswa sosiologi Unhas dan luaran kegiatan penggunaan pembelajaran daring untuk meningkatan proses pembelajaran
Pendidikan Anak Usia Dini Berbasis Komunitas di Desa Lasitae: Model Pemberdayaan Melalui Pendekatan Participatory Action Research (PAR) Arsyad Genda; Musrayani Usman; Andi Muhammad Arif Haris; Mario Mario; Andi Anggraini Marabintan; Sahrul Ramadhan; Andi Fadilah Aryani; Askar Askar
KREATIF: Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/kreatif.v5i4.8538

Abstract

This community service activity aimed to enhance the capacity of local cadres and parents in community-based early childhood education (PAUD) in Lasitae Village, Barru Regency, South Sulawesi. The program was implemented through a Participatory Action Research (PAR) approach, which actively involved coastal communities in planning, training, mentoring, and evaluation. The pre–post test results showed a significant increase in knowledge (55.4→81.5; +46.9%), skills (57.8→84.3; +45.8%), and participatory attitudes (62.3→82.3; +32.0%). Community engagement also rose from an average of 35.4% to 79.0%, marked by the establishment of the local initiative “Kelas Cerita Bahari” (Maritime Story Class) and active collaboration among cadres, teachers, and parents. Learning products such as the storybook Ikan Parappo dan Ombak Ramah (“Parappo Fish and the Friendly Waves”) and the song Marennu’ Ri Lautta (“Joy of the Sea”) strengthened the integration of maritime cultural values into the PAUD curriculum. These results demonstrate that community-based education and the funds of knowledge approach effectively build critical awareness, strengthen social capital, and promote sustainable early childhood education rooted in local culture. The program recommends replicating this model in other coastal villages to strengthen a participatory and socially just education ecosystem.