Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

TECHNOLOGY DISCONECTING PEOPLE DALAM KARYA TOYS PHOTOGRAPHY Putri Khairina Masta; Dira Herawati; Benny Kurniadi; Ivan Saputra
ARTCHIVE: Indonesian Journal of Visual Arts and Design Vol 2, No 1 (2021): ARTCHIVE : Indonesia Journal of Visual Art and Design
Publisher : Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53666/artchive.v2i1.1731

Abstract

As technology develops, it makes the Smarphone user become a community that has minimal interaction with the environment and surrounding communities. Smartphone users become robots which are then controlled by applications in their mobile phones. People become cynical, anti-starch and easily influenced by various news that they get through their social media. So that the main function of technology is to connect people have changed to disconnecting people.This study aims to add insight and try to prove the hypothesis that every technological innovation will have a major impact and influence on a society that will be visualized into photographs through toy photography or Toys Photography.ABSTRAK Seiring canggihnya perkembangan teknologi saat ini, justru menjadikan pengguna Smarphone menjadi masyarakat yang minim berinteraksi dengan lingkungan dan masyarakat sekitar. Pengguna smartphone menjadi robot yang kemudian dikendalikan oleh aplikasi aplikasi di dalam telepon genggam mereka. Masyarakat menjadi sinis, anti pati dan mudah terpengaruh oleh berbagai berita yang mereka dapatkan melalui sosial media mereka. Sehingga fungsi utama dari teknologi adalah to connect people sudah berganti menjadi disconnecting people. Penelitian ini bertujuan untuk menambah wawasan dan mencoba membuktikan hipotesa yang mengatakan bahwa setiap inovasi teknologi akan membawa dampak dan pengaruh besar terhadap suatu masyarakat yang akan divisualisasikan ke dalam foto melalui fotografi mainan atau Toys Photography. Kata Kunci: Technology, Disconnecting, People; Toys Photography
KEHIDUPAN PENYINTAS PASCABENCANA BANJIR BANDANG DI DESA KOTA LINTANG BAWAH DALAM FOTOGRAFI DOKUMENTER Dimas Rizkar; Benny Kurniadi
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 03 (2026): Volume 12 No. 3, September 2026 Publish
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i03.17700

Abstract

Indonesia is highly prone to hydrometeorological disasters, and the flash flood that struck Kota Lintang Bawah village, Aceh Tamiang, in late 2025 left nearly eighty percent of homes destroyed. While mass media coverage largely focused on the dramatic moment of the disaster itself, this creative work examines a phase that receives far less visual attention: the long process of adaptation afterward. Using a late photography approach, the author revisited the location weeks after the flood to document how survivors rebuilt their social and economic lives amid the ruins. The creation process consisted of field observation, interviews with the village head, and literary study, followed by documentary photo-story production using the EDFAT technique and minimal post-processing to preserve visual authenticity. Of 135 photographs taken, 37 works (23 single photographs and 14 photo series) were selected and arranged into a narrative moving from the scale of environmental damage, daily survival activities, and volunteer assistance, to trauma-healing sessions. The resulting photo story shows that the contrast between physical devastation and the residents' resilience, sociability, and hope forms the central visual and emotional message of the work, positioning documentary photography as both a historical record and a medium for public empathy toward post-disaster recovery.
PETANI KARET TRANSMIGRAN DI DHARMASRAYA DALAM FOTOGRAFI DOKUMENTER Fahmi Juridno; Benny Kurniadi
EZRA SCIENCE BULLETIN Vol. 4 No. 1 (2026): January-June 2026
Publisher : Kirana Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/ezrasciencebulletin.v4i1.545

Abstract

“Petani Karet Transmigran di Dharmasraya dalam Fotografi Dokumenter” merupakan sebuah karya penciptaan fotografi dokumenter yang bertujuan merekam secara visual kehidupan sosial, ekonomi, dan budaya para penyadap getah karet di Kecamatan Sitiung, Kabupaten Dharmasraya. Wilayah ini didominasi oleh masyarakat transmigran asal Pulau Jawa yang mengembangkan perkebunan karet sebagai mata pencaharian utama. Meskipun menjadi komoditas penting daerah, para petani karet masih menghadapi berbagai tantangan, seperti fluktuasi harga getah, ketidakstabilan ekonomi, serta menurunnya regenerasi pekerja penyadap. Melalui pendekatan Photo story, pengkarya melakukan observasi lapangan, wawancara, serta dokumentasi langsung menggunakan teknik fotografi dokumenter dengan memanfaatkan pencahayaan alami. Proses penciptaan meliputi perancangan konsep, pengambilan gambar, seleksi karya, penyuntingan digital, hingga penyajian dalam bentuk pameran. Sebanyak 20 karya foto berhasil dihasilkan, menampilkan rangkaian aktivitas mulai dari persiapan alat sadap, proses penyadapan, pengumpulan dan penjualan getah, hingga potret keluarga dan warisan budaya yang dibawa para transmigran. Karya ini tidak hanya menggambarkan aktivitas ekonomi para petani, tetapi juga mengungkap nilai ketekunan, relasi sosial, serta keterikatan manusia dengan alam yang membentuk identitas komunitas setempat. Dokumentasi visual ini diharapkan dapat menjadi arsip budaya, media penyadaran sosial, serta referensi akademik dalam kajian fotografi dokumenter dan antropologi visual mengenai kehidupan masyarakat agraris di Indonesia. Kata Kunci: Fotografi Dokumenter, Photo story, Petani Karet, Transmigrasi, Dharmasraya.