Nefri Anra Saputra
Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

KEPUASAN BELAJAR SISWA TERHADAP PEMBELAJARAN SENI BUDAYA DI MTsN 3 KABUPATEN 50 KOTA PADA MASA PANDEMI COVID-19 Hamda Mulyadi; Amrizal Muchtar; Nefri Anra Saputra
Educraf : Journal Of Craft Education, Craft Design And Creative Industries Vol 1, No 1 (2021): Educraf : Journal Of Craft Education, Craft Design And Creative Industries
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/educraf.v1i1.2196

Abstract

Penelitian yang berjudul “Kepuasan Belajar Siswa terhadap Pembelajaran Seni Budaya di MTsN 3 Kabupaten 50 Kota Selama Masa Pandemi Covid-19” ini bertujuan untuk menganalisis kepuasan belajar siswa dan mengklasifikasikan faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan belajar siswa terhadap pembelajaran seni budaya pada masa pandemi covid- 19 . Penelitian ini dilakukan di MTsN 3 Kabupaten 50 Kota yang beralamat di Jalan Tan Malaka km.12 Jorong Guguak VIII Koto, Kecamatan Guguk. Metode dan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode kualitatif melalui wawancara. Teknik analisis yang digunakan berupa hasil studi kepustakaan, observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi perubahan dalam proses pembelajaran, siswa yang sebelumnya belajar di sekolah,sekarang siswa belajar di rumah mengakibatkan perubahan sikap dan perilaku siswa. Perubahan sikap dan perilaku siswa tersebut disebabkan tidak terpenuhinya kepuasan siswa dalam belajar seni budaya selama masa pandemi covid-19. Faktor penyebab tidak terpenuhinya kepuasan belajar siswa dalam pembelajaran seni budaya pada masa pandemi covid-19 adalah karena terpenuhinya kebutuhan belajar siswa dan tidak terpenuhinya harapan belajar siswa.                                    Kata Kunci : Belajar, Pandemi Covid-19, Pembelajaran Seni Budaya ABSTRAKPenelitian yang berjudul “Kepuasan Belajar Siswa terhadap Pembelajaran Seni Budaya di MTsN 3 Kabupaten 50 Kota Selama Masa Pandemi Covid-19” ini bertujuan untuk menganalisis kepuasan belajar siswa dan mengklasifikasikan faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan belajar siswa terhadap pembelajaran seni budaya pada masa pandemi covid- 19 . Penelitian ini dilakukan di MTsN 3 Kabupaten 50 Kota yang beralamat di Jalan Tan Malaka km.12 Jorong Guguak VIII Koto, Kecamatan Guguk. Metode dan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode kualitatif melalui wawancara. Teknik analisis yang digunakan berupa hasil studi kepustakaan, observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi perubahan dalam proses pembelajaran, siswa yang sebelumnya belajar di sekolah,sekarang siswa belajar di rumah mengakibatkan perubahan sikap dan perilaku siswa. Perubahan sikap dan perilaku siswa tersebut disebabkan tidak terpenuhinya kepuasan siswa dalam belajar seni budaya selama masa pandemi covid-19. Faktor penyebab tidak terpenuhinya kepuasan belajar siswa dalam pembelajaran seni budaya pada masa pandemi covid-19 adalah karena terpenuhinya kebutuhan belajar siswa dan tidak terpenuhinya harapan belajar siswa. Kata kunci : tujuan belajar, pandemi covid-19, pembelajaran, seni budaya
Perancangan Media Informasi Untuk Mengenali Anxiety disorders Pada Usia 12-18 Tahun Ronald Desfidi Syaputra; Nefri Anra Saputra
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 1 (2026): Menulis - Januari
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i1.932

Abstract

Gangguan kecemasan (anxiety disorder) merupakan salah satu permasalahan kesehatan mental yang banyak dialami oleh remaja usia 12–18 tahun. Berdasarkan data World Health Organization (WHO), sekitar satu dari delapan orang di dunia mengalami gangguan mental, termasuk kecemasan, dan remaja menjadi kelompok yang sangat rentan akibat tekanan akademik, perubahan hormonal, perundungan, serta interaksi sosial. Di Indonesia, survei I-NAMHS menunjukkan bahwa 3,7% remaja mengalami gangguan kecemasan, sementara data Jurnal Ilmu Kesehatan (2024) mencatat 15% remaja usia 12–17 tahun mengalami gangguan mental. Selain itu, penelitian Priasmoro et al. (2024) menunjukkan bahwa 63% remaja usia ≤16 tahun mengalami kecemasan sosial. Data tersebut menunjukkan bahwa gangguan kecemasan pada remaja merupakan isu yang serius dan membutuhkan perhatian khusus. Hasil observasi, kuesioner, dan wawancara yang dilakukan di lingkungan sekolah di Padangpanjang menunjukkan bahwa banyak remaja belum menyadari gejala kecemasan yang mereka alami. Gejala tersebut sering dianggap sebagai bagian dari perubahan emosi normal pada masa remaja, sehingga tidak mendapatkan penanganan yang tepat. Rendahnya kesadaran ini juga dipengaruhi oleh keterbatasan media informasi yang sesuai dengan karakteristik remaja, baik dari segi bahasa, visual, maupun cara penyampaian pesan. Media edukasi yang tersedia umumnya masih menggunakan bahasa yang kurang komunikatif dan tampilan yang kurang menarik bagi remaja. Berdasarkan permasalahan tersebut, perancangan ini bertujuan untuk menghasilkan media informasi berbasis desain komunikasi visual yang dapat membantu remaja mengenali anxiety disorder secara lebih mudah dan efektif. Media utama yang dirancang berupa buku ilustrasi dengan pendekatan visual yang edukatif dan empatik, didukung oleh media pendukung seperti poster, infografis, media sosial, dan merchandise. Penggunaan ilustrasi bergaya kartun dengan style line art, warna yang lembut, bahasa yang sederhana, serta narasi yang dekat dengan kehidupan remaja diharapkan mampu meningkatkan pemahaman dan kesadaran remaja terhadap gangguan kecemasan. Perancangan media informasi ini diharapkan dapat menjadi sarana edukasi yang efektif serta berkontribusi dalam meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan mental remaja.
Perancangan Maskot Festival Tabuik Kota Pariaman sebagai Penguat Identitas Visual M. Hafizh Ar Rasyid; Nefri Anra Saputra
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 1 (2026): Menulis - Januari
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i1.957

Abstract

Festival Tabuik Kota Pariaman merupakan tradisi budaya tahunan yang memiliki nilai sejarah, religi, dan sosial yang kuat serta berpotensi besar sebagai daya tarik wisata budaya. Namun, penurunan jumlah pengunjung pascapandemi COVID-19 dan belum optimalnya identitas visual festival menjadi tantangan dalam memperkuat citra serta menjangkau audiens yang lebih luas, khususnya generasi muda. Permasalahan utama yang dihadapi adalah belum adanya identitas visual yang terstruktur, konsisten, dan mampu membangun kedekatan emosional dengan publik. Oleh karena itu, perancangan maskot dipilih sebagai solusi visual untuk menjadi representasi festival yang komunikatif, humanis, dan mudah dikenali. Metode perancangan yang digunakan meliputi riset kualitatif melalui observasi, wawancara, studi pustaka, dan kuesioner, yang kemudian diterjemahkan ke dalam konsep visual dan karakter maskot. Hasil perancangan diharapkan mampu memperkuat identitas visual Festival Tabuik, meningkatkan awareness masyarakat, serta mendukung strategi promosi festival secara lebih efektif dan relevan.
Perancangan Media Edukasi Mengenai Pentingnya Peran Pola Asuh Orang Tua Dalam Mendampingi Perkembangan Anak Laras Fla Rizki Pronika; Nefri Anra Saputra
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 1 (2026): Menulis - Januari
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i1.962

Abstract

Permasalahan pola asuh yang tidak tepat masih banyak ditemukan di Indonesia dan berkontribusi terhadap hambatan perkembangan sosial, emosional, dan psikologis anak. Rendahnya akses pendidikan parenting serta kurangnya kesadaran calon orang tua menjadi faktor utama munculnya praktik pengasuhan yang kurang layak. Penelitian penciptaan ini bertujuan merancang media edukasi yang informatif, komunikatif, dan mudah dipahami mengenai pentingnya peran pola asuh orang tua dalam mendampingi perkembangan anak. Metode perancangan dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara dengan psikolog anak dan parenting, studi pustaka, serta penyebaran kuesioner kepada 150 responden usia 17–25 tahun. Hasil kuesioner menunjukkan bahwa 100% responden menyatakan pentingnya mempersiapkan pola asuh sebelum menikah, sementara 81% responden menilai buku interaktif sebagai media edukasi yang paling efektif. Berdasarkan temuan tersebut, dirancang media utama berupa buku interaktif yang didukung media pendukung seperti video edukasi, poster, dan media sosial. Media ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman, kesadaran, serta kesiapan psikologis remaja dan dewasa awal dalam menerapkan pola asuh yang tepat sesuai tahap perkembangan anak.
Perancangan Kampanye Sosial Tentang Self-Efficacy Dalam Meningkatkan Motivasi Akademik Pada Mahasiswa Ilham Sanjaya; Nefri Anra Saputra
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 2 (2026): Menulis - Februari
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i2.1027

Abstract

Motivasi akademik merupakan salah satu faktor penting yang menentukan keberhasilan mahasiswa dalam menjalani proses perkuliahan. Namun, pada kenyataannya masih banyak mahasiswa yang mengalami penurunan motivasi belajar yang disebabkan oleh rendahnya keyakinan terhadap kemampuan diri dalam menghadapi tuntutan akademik. Konsep tersebut dikenal sebagai self-efficacy. Self-efficacy adalah keyakinan terhadap diri sendiri mengenai seberapa yakin kita dalam menghadapi situasi. Namun ternyata masih banyak mahasiswa yang belum mengetahui apa itu self-efficacy dan di tingkatan mana mereka berada. Untuk itu diperlukannya sebuah perancangan sebagai media edukasi dan informatif bagi mahasiswa. Perancangan ini berjudul “Perancangan Kampanye Sosial Tentang Self-efficacy dalam Meningkatkan Motivasi Akademik Pada Mahasiswa”. Hal ini untuk menjadi solusi praktis untuk mengembangkan self-efficacy guna meningkatkan motivasi akademik. Kampanye ini bertujuan untuk mengajak mahasiswa melakukan refleksi diri terhadap tingkat keyakinan yang dimiliki. Sasaran kampanye ini adalah mahasiswa sebagai individu yang berada pada fase pengembangan potensi. Solusi tersebut disajikan dalam bentuk program kampanye sosial yang dilakukan di kampus ISI Padang Panjang dengan menghadirkan beberapa media interaktif dan informatif. Metode Perancangan ini menggunakan analisis 5W+1H dan metode AISAS. Sedangkan, proses perancngan meliputi wawancara, observasi lapangan, data kepustakaan, dan kuesioner offline dan online. Proses penciptaan karya melalui beberapa tahap yang terstruktur yaitu brainstorming, sketsa, storyline, studi warna, dan studi tipografi. Bauran media dari perancangan ini berupa audio visual, buku informasi, zine, vertical banner, poster, media sosial, dan merchandise yang terdiri dari t-shirt, notebook, acrylic keychain, pin dan sticker.
Perancangan Media Informasi Tentang Cara Mengatasi Overthinking Pada Mahasiswa Farhan Firdaus Sidiq; Nefri Anra Saputra
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 7 (2026): Menulis - Juli
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i7.1446

Abstract

Overthinking merupakan kecenderungan berpikir secara berlebihan dan berulang terhadap suatu permasalahan yang dapat menimbulkan kecemasan serta memengaruhi kesejahteraan psikologis mahasiswa. Fenomena ini sering muncul akibat tuntutan akademik, hubungan sosial, dan kekhawatiran terhadap masa depan. Perancangan ini bertujuan menghasilkan media informasi yang membantu mahasiswa memahami dan mengelola overthinking melalui pendekatan visual yang komunikatif dan reflektif. Perancangan didasarkan pada teori overthinking, refleksi diri, serta prinsip Desain Komunikasi Visual. Metode pengumpulan data yang digunakan meliputi studi pustaka dan penyebaran kuesioner kepada mahasiswa. Data yang diperoleh dianalisis sebagai dasar penyusunan konsep media. Media utama yang dirancang berupa buku reflektif interaktif berjudul Sendiri Tapi Berisik yang didukung oleh QR interaktif, video pendek, Instagram, poster infografis, postcard, gantungan kunci, dan stiker.Hasil perancangan menunjukkan bahwa media yang dihasilkan mampu menyampaikan informasi mengenai overthinking secara bertahap melalui pendekatan visual yang sederhana, personal, dan mudah dipahami. Perancangan ini diharapkan dapat menjadi alternatif media informasi yang membantu mahasiswa mengenali, memahami, dan mengelola overthinking secara lebih baik.
Perancangan Media Informasi Tentang Kesehatan Mental Bagi Siswa SMA Di Kota Bukittinggi Lisa Efendi; Nefri Anra Saputra; Ary Leo Bermana
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 8 (2026): Menulis - Agustus
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i8.1466

Abstract

Permasalahan kesehatan mental di kalangan remaja, khususnya siswa Sekolah Menengah Atas (SMA), semakin meningkat seiring dengan tekanan akademis, sosial, dan tekanan lainnya. Di Kota Bukittinggi, masih minim media informasi yang efektif dan menarik untuk mengedukasi siswa mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental. Penelitian ini bertujuan untuk merancang media informasi yang komunikatif, edukatif, dan sesuai dengan karakteristik remaja, guna meningkatkan kesadaran dan pemahaman mereka terhadap isu kesehatan mental. Metode yang digunakan adalah pendekatan desain komunikasi visual dengan tahapan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan kuesioner kepada siswa dan tenaga pendidik, serta studi literatur terkait. Hasil perancangan berupa media cetak dan digital, seperti poster edukatif, beserta buku interaktif. Media ini dirancang dengan mengedepankan visual yang menarik, bahasa yang mudah dipahami, dan pesan yang relevan dengan kehidupan remaja. Diharapkan, perancangan ini dapat menjadi solusi komunikasi visual yang efektif dalam menyampaikan informasi mengenai kesehatan mental dan mendorong siswa untuk lebih peduli terhadap kondisi psikologis mereka.
EKSOTIKA BUAH BUAHAN TROPIS INDONESIA DALAM FOTOGRAFI FINE ART abdul kadir jaelani adri; Benny Kurniadi; Nefri Anra Saputra
Matalensa: Journal of Photography and Media Vol 6, No 1 (2026): Matalensa: Journal Of Photography and Media
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/matalensa.v6i1.4628

Abstract

ABSTRAKEKSOTIKA BUAH BUAHAN TROPIS adalah jenis buah-buahan yang berasal dari daerah tropis yang memiliki iklim panas dan tropis namun tidak dapat tumbuh baik pada suhu yang dingin. Contoh buah tropis adalah: Nanas, Papaya, Duku, Sawo, Salak, Durian, Melon, Mangga, Nangka, Pisang, Matoa, Markisa, Manggis, Alpukat, Semangka, Lengkeng, Belimbing, Jambu Biji, Buah Naga, Jeruk Bali, Jeruk Keprok. Berdasarkan hal ini, muncul ide gagasan untuk menciptakan karya fotografi fine art tentang eksotika buah buahan tropis Indonesia yang dikemas dengan teknik anaglyph. Anaglyph adalah teknik yang manggabungkan dua gambar yang berwarna yang diatas satu sama lain untuk menghasilkan gambar 3D (anaglyph). Informasi yang dikumpulkan berdasarkan observasi akan ditampilkan secara visual dengan medium fotografi dan menggunakan buah-buahan tropis sebagai objek, serta penambahan media streoskopik/kacamata anaglif yang dicapai mengodekan citra masing-masing mata menggunakan filter warna yang berbeda (biasanya berwalanan kromatis), seperti merah dan cyan. Citra anaglif/3D berisi dua citra berwarna yang difilter secara berbeda, dan satu untuk masing-masing mata. Ketika melihat dengan “kacamata anaglif” yang “berkode warna” masing-masing kedua citra tersebut mencapai mata yang dijtuju, sehingga memperlihatkan kedalam perspektif yang berbeda atau tiga dimensi. Penciptaan ini menghasilkan 20 karya fotografi  yang menampilkan visual dari perkembangan foto tiga dimensi yaitu anaglyph, yang memperilihatkan bagian luar buah dan bagian dalam buah yang dikemas dengan anaglyph. Kata kunci: Fotografi Fine Art, Eksotika, Buah-Buahan, Tropis, Indonesia, Anaglyph