Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Acitya Bhakti

Speaking Marathon: Solusi Meningkatkan Motivasi Berbicara Bahasa Inggris di Pesantren Al-Ghozali Lida Holida Mahmud; Yamin Yamin; Mursyid Anwar; Tryana Tryana
Acitya Bhakti Vol 1, No 2 (2021): ACITYA BHAKTI
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/acb.v1i2.10893

Abstract

Berdasarkan observasi, kegiatan Pengambdian Kepada Masyarakat  (PKM) di Pondok Pesantren Al-Ghozali bertujuan untuk meningkattkan kemauan berkomunikasi dengan berbicara bahasa Inggris dikalangan santri. PKM ini menggunakan metode Speaking Marathon dengan melibatkan teori Mclyntire (2007) yang menghubungkan antara kemauan berkomunikasi dengan motivasi dan kekhawatiran dan belajar. PKM ini menggunakan pendekatan simulasi melalui video pembelajaran terkait Speaking Marathon dan pendampingan. Dari hasil PKM ditemukan bahwa Speaking Marathon memberikan respon positif dalam meningkatkan kemauan berbicara siswa melalui aturan dalam metoda tersebut yang mengkesampingkan kesalahan berbahasa baik dari segi grammar, kosakata maupun pelafalan. Aturan tersebut dapat meminimalisir rasa khawatir siswa dalam melakukan kesalahan berbicara sehingga membangkitkan motivasi untuk terus berbicara dalam bahasa Inggris dengan percaya diri dan tanpa rasa takut, sehingga keraguan dan ketidakmauan berkomunikasi dalam bahasa Inggris dapat diminimalisir. Namun demikian, tetap dibutuhkan pendampingan dari guru pendamping dan ketekunan dari para siswa untuk terus berlatih dan mau belajar lebih baik lagi agar keterampilannya terus meningkat.
Pelatihan Pidato Bahasa Inggris untuk Santri di Pondok Pesantren Nurul Qur'an Bogor Ismi Adinda; Lida Holida Mahmud; Tryana Tryana
Acitya Bhakti Vol 1, No 1 (2021): ACITYA BHAKTI
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/acb.v1i1.9129

Abstract

Berdasarkan observasi, Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Pondok Pesantren Nurul Qur’an bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berbicara siswa dalam Bahasa Inggris di depan umum. PKM ini menggunakan metode pelatihan 3 jenis pidato dari teori Keraf (1977) yakni persuasif yakni membujuk secara halus agar orang lain merasa yakin terhadap apa yang dimaksud oleh si pembicara, instruktif yakni memberitahukan atau mengabarkan suatu informasi kepada pendengar berupa suatu pengertian yang tepat, dan rekreatif yakni menyenangkan dan menghibur sehingga muncul suatu kegembiraan saat mendengarkan dan tentunya tergugah untuk mengikuti apa yang diucapkan oleh pembicara. Pelatihan ini juga melakukan  pendekatan, pendampingan, pelatihan teknik berpidato serta praktek langsung dengan menggunakan Bahasa Inggris yang  melibatkan responden atau peserta pelatihan sebanyak 50 siswa yang berasal dari kelas 10 Pondok Pesantren Nurul Qur’an. Dari hasil kegiatan PKM ini ditemukan bahwa metode, memberikan peningkatan terhadap kemampuan, percaya diri dan kenyamanan diri siswa dalam berbicara Bahasa Inggris di depan umum.
Public Speaking: Upaya Meningkatkan Kepercayaan Diri Santri dalam Berbicara Bahasa Inggris di Pesantren Al-Ghozali Lida Holida Mahmud; Mursyid Anwar; Yamin Yamin; Yunita Yunita
Acitya Bhakti Vol 2, No 1 (2022): ACITYA BHAKTI
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/acb.v2i1.13535

Abstract

Berdasarkan observasi, Pondok Pesantren Alghozali membutuhkan sebuah pendekatan bagi santrinya untuk mau dan percaya diri berbicara dalam bahasa Inggris. Untuk menjawab tantangan tersebut, PkM UNPAM bekerjasama dengan Pesantren mengusung kegiatan Public Speaking yang bertujuan untuk mendorong keperayaan diri santri dalam berbicara bahasa Inggris di depan umum. Semua orang dapat berbicara, tetapi tidak semua orang  mampu  meramu kata menjadi kalimat kalimat yang bermakna, enak didengar dan mampu mempengerahui lawan bicara atau pendengarnya, sehingga hal ini terkadang  menjadi kendala bagi santri untuk tidak mau berbicara di depan umum, apalagi dalam Bahasa Inggris. PkM ini menggunakan metode simulasi public speaking dalam bentuk pidato pada video pembelajaran yang kemudian diaplikasikan di Pesantren Alghozali dengan pengarahan dan binaan dari mentor baik dari dosen yang melakukan PkM maupun pengajar Bahasa Inggris di pesantren tersebut. Dalam PkM tersebut, santri sangat antusias mempelajari Public Speaking serta terdorong untuk mau berbicara di depan umum. Meskipun masih ada santri yang terlihat malu-malu, tetapi kegiatan ini tidak menyurutkan antusias mereka untuk tampil berbicara di depan umum.  
Public Speaking: Upaya Meningkatkan Kepercayaan Diri Santri dalam Berbicara Bahasa Inggris di Pesantren Al-Ghozali Lida Holida Mahmud; Mursyid Anwar; Yamin Yamin; Yunita Yunita
Acitya Bhakti Vol. 2 No. 1 (2022): ACITYA BHAKTI
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/acb.v2i1.13535

Abstract

Berdasarkan observasi, Pondok Pesantren Alghozali membutuhkan sebuah pendekatan bagi santrinya untuk mau dan percaya diri berbicara dalam bahasa Inggris. Untuk menjawab tantangan tersebut, PkM UNPAM bekerjasama dengan Pesantren mengusung kegiatan Public Speaking yang bertujuan untuk mendorong keperayaan diri santri dalam berbicara bahasa Inggris di depan umum. Semua orang dapat berbicara, tetapi tidak semua orang  mampu  meramu kata menjadi kalimat kalimat yang bermakna, enak didengar dan mampu mempengerahui lawan bicara atau pendengarnya, sehingga hal ini terkadang  menjadi kendala bagi santri untuk tidak mau berbicara di depan umum, apalagi dalam Bahasa Inggris. PkM ini menggunakan metode simulasi public speaking dalam bentuk pidato pada video pembelajaran yang kemudian diaplikasikan di Pesantren Alghozali dengan pengarahan dan binaan dari mentor baik dari dosen yang melakukan PkM maupun pengajar Bahasa Inggris di pesantren tersebut. Dalam PkM tersebut, santri sangat antusias mempelajari Public Speaking serta terdorong untuk mau berbicara di depan umum. Meskipun masih ada santri yang terlihat malu-malu, tetapi kegiatan ini tidak menyurutkan antusias mereka untuk tampil berbicara di depan umum.