Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Sensitivitas Sensor MLX90614 Sebagai Alat Pengukur Suhu Tubuh Tubuh Non-Contact Pada Manusia Yanuar Mukhammad; Agoes Santika Hyperastuty
Indonesian Journal of Professional Nursing Vol 1 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/ijpn.v1i2.2339

Abstract

Sensor suhu tubuh non-contact sangat penting bagi manusia untuk mengukur suhu tubuh secara cepat dan praktis. Salah satu sensor yang dapat dipakai untuk mengukur sensor suhu tubuh non-contact adalah MLX90614. Sensor MLX90614 memiliki memiliki dua buah ouput yaitu suhu ruangan dan suhu object. Sensor Modul MLX90614 memiliki chip detektor thermopile sensitif IR dan ASIC pengkondisi sinyal terintegrasi dalam packing sensor model TO-39. Pengkondisi sinyal berupa low noise amplifier, 17-bit ADC dan unit DSP yang kuat sehingga mencapai akurasi dan resolusi tinggi dari termometer. Sensor dikalibrasi dengan output SMBus digital yang diukur dalam kisaran suhu lengkap dengan resolusi 0,02 ° C. Sensor dapat mengukur Suhu -40 hingga 125 ° C untuk suhu ruangan dan -70 hingga 380 ° C untuk suhu objek. Berdasarkan percobaan dari suhu 26 oC sampai 40 oC Tingkat error sensor MLX90614 pada jarak sensor dengan object adalah 3-5 cm adalah 0-2% dengan error suhu yang dihasilkan adalah +- 2 oC dari kalibrator sensor suhu tubuh menggunakan thermocouple sehingga sensor MLX90614 bisa digunakan untuk mengukur suhu object baik itu manusia atapun benda secara non-contact.
Monitoring Saturasi Oksigen Menggunakan SPO2 MAX 3010 Berbasis Android Agoes Santika Hyperastuty; Yanuar Mukhammad
Indonesian Journal of Professional Nursing Vol 2 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/ijpn.v2i1.2718

Abstract

Pandemi COVID 19 melanda 188 negara dunia menyebabkan krisis global di tahun 2020. Salah satu fenomena yang terjadi adalah munculnya gejala happy hypoxia yang diduga membuat sejumlah pasien COVID-19 di Indonesia meninggal tanpa menunjukkan tanda-tanda sama sekali. Pulse oximetry merupakan suatu metode non-invasive untuk memonitor persentase saturasi oksigen dalam darah sehingga dapat mendeteksi dini kondisi hipoksia sebelum terjadi keadaan fatal dan dapat dengan segera mendapat pertolongan. Penelitian ini menggunakan sensor Max 30100 sebagai pengambilan data. Peneliti melakukan pengambilan data sebanyak 5 kali pada 5 responden. Sensor Max30100 melakukan penyadapan Spo2 kemudian data tersebut diproses menggunakan WeMos D1 Mini serta ESP8266 yang nantinya akan ditampilkan pada LCD serta terdapat aplikasi blynk untuk mengirimkan data menuju android. Hasil penelitian didapatkan nilai yang bervariasi pada responden dikarenakan fluktuasi pembacaan sensor terus berjalan sehingga terjadi naik turun nilai namun tidak terlalu signfikan. Tingkat keakuratan alat bisa dilihat dari nilai yang hasilkan dan juga nilai yang terbaca antara kadar oksigen pada responden ke 1 hingga ke 5. Sensor dapat mendeteksi dengan baik kadar oksigen dalam darah dan sensor max30100 dapat mendeteksi kadar oksigen dalam darah dengan tingkat keakuratan yang baik sehingga hasil pengukuran pada responden 1 hingga 5 setiap orangnya tidak terlalu jauh.
Analisis Uji Kesesuaian Pesawat Sinar X Radiografi Mobile Merk Drgem Topaz-40d Menggunakan X-Ray Multimeter PIRANHA Agoes Santika Hyperastuty; Yanuar Mukhammad; Sugeng Sugeng
Journal Of Health Science (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol 6 No 1 (2021): JOURNAL OF HEALTH SCIENCE (JURNAL ILMU KESEHATAN)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/jik.v6i1.1287

Abstract

Sesuai dengan peraturan Badan Pengawas Tenaga Nuklir Republik Indonesia nomor 2 tahun 2018 bahwa pesawat sinar X ray yang belum mempunyai sertifikat uji kesesuaian dan pesawat sinar X yang akan melampaui masa uji berkala harus mempunyai sertifikat uji kesesuaian alat. Uji kesesuaian pesawat sinar X ray dilakukan oleh lembaga yang ditunjuk oleh Kepala Badan untuk melaksanakan Uji Kesesuaian dan menerbitkan sertifikat Uji Kesesuaian. Kami telah melakukan uji kesesuaian (Compliance Test) terhadap pesawat sinar-X radiografi mobile merk DRGEM Topaz-40D. Tujuannya adalah untuk memastikan pesawat sinar X dalam kondisi ANDAL,ANDAL dalam perbaikan atau tidak ANDAL. Jenis pengujian yang dilakukan diantaranya Uji kolimasi berkas cahaya, Uji generator dan tabung sinar X. Dari hasil penelitian untuk uji iluminasi didapatkan hasil 292,25 lux, uji selisih lapangan kolimasi dengan berkas sinar X 0,6 dan 0,7, sedangkan ketegaklurusan berkas sinar X diukur dengan multimeter sinar X adalah 1 º. Untuk uji generator dan tabung sinar X meliputi uji akurasi tegangan error menunjukkan 0,4 %, uji akurasi waktu penyinaran error menunjukkan 1,4%. Uji linieritas didapatkan CL=0,02 dengan pengambilan focus besar dan focus kecil. Uji reproduksibilitaas tegangan, waktu dan dosis mendapatkan keluaran radiasi 0,001 dengan waktu eksposi 0,000 dan tegangan puncak 0.001. Uji kualitas HVL dengan pengaturan tegangan 70 dan 80 kV yang dipasang secara permanen mendapatkan hasil 2,8 mmAl dan 3,2 mmAl.Uji kebocoran tabung dihitung mencapai 1 mGy/jam. Dari semua hasil pengukuran yang telah dilakukan hasil uji dalam rentang nilai lolos uji yang ditetapkan oleh BAPETEN. Sesuai PERBA BAPETEN No.2 Tahun 2018 bahwa pesawat X-ray radiografi mobile merk DRGEM Topaz-40D dinyatakan dalam kondisi ANDAL. Metode ini bisa dilakukan untuk uji kesesuaian pesawat sinar x ray radiografi mobile atau pesawat sinar x ray radiografi umum terpasang tetap. kunci—Uji kesesuaian, pesawat x ray radiografi mobile, ANDAL, Piranha
Analisis Pengaturan Faktor Eksposi Dosis Serap Pasien Menggunakan Piranha 557 Santika Agoes Hyperastuty; Yanuar Mukhammad; Budi Andayani
Medika Teknika : Jurnal Teknik Elektromedik Indonesia Vol 4, No 2 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mt.v4i2.17437

Abstract

Penelitian ini menggunakan pesawat x-ray digital dengan phantom ukuran ketebalan 10,14,20 cm dengan alat ukur X-Ray Multimeter Piraha 557 dan pita ukur. Tujuan penelitian ini mencari nilai kV,mA dan waktu untuk menghasilkan citra yang bagus tetapi dengan dosis serap kecil. Untuk pengaturan range kV yang digunakan adalah 60-80kV, sedangkan mA yang digunakan 200,250 dan 320mA. Untuk waktu ekspose 4,8,12 detik. Hasil yang diperoleh dari 15 kali uji coba pada fantom yang memodelkan bagian thorax pada manusia dengan spesifikasi berupa tingkat ketebalan 10 cm untuk memperoleh gambar yang bagus maka pengaturan untuk kV,mA dan waktunya adalah 60kV,200mA, 4 detik dengan dosis serapnya 0.0055mGy/s. Untuk phantom dengan ketebalan 14 cm dibutuhkan pengaturan kV,mA dan waktu yaitu 65kV, 250mA dan 8 detik dengan dosis serap 0.0082mGy/s. Sedangkan untuk phantom dengan ketebalan 20cm kV,mA dan waktu adalah 70kV, 320mA dan 12 detik dengan dosis serap yang diterima 0.0107 mGy/s. Untuk dosis serap yang disarankan untuk pemeriksaan thorax apabila ketebalan 10cm adalah 0.064, bila 14cm - 0.241 mGy/s dan ketebalan 20 cm adalah 0.314 mGy/s.Dari ketiga data tersebut maka dosisnya serap yang diterima pasien masih di range yang ditentukan.
Pneumonia Detection on X-rays Image using YOLOv8 Model Hyperastuty, Agoes Santika; Pradana, Dio Alif; Widayani, Aisyah; Putra, Fadli Dwi; Mukhammad, Yanuar
(JAIS) Journal of Applied Intelligent System Vol. 9 No. 2 (2024): Journal of Applied Intelligent System
Publisher : LPPM Universitas Dian Nuswantoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62411/jais.v9i2.10865

Abstract

Pneumonia is an acute inflammatory disease of lung tissue. It is usually caused by microorganisms such as bacteria, fungi and viruses. The young children are particularly vulnerable to this illness. Report in 2019 shows that pneumonia kills almost 2,000 children under the age of five every day worldwide and affects over 800,000 children under the age of five annually. Analyzing the chest X-ray results of the patient's body is one method of diagnosing pneumonia. Therefore, this research was done to deploy a deep learning to identify the healthy and pneumonia affected lungs from chest X-ray images in order to aid in the diagnosing process. This research was done by using 2000- chest X-ray dataset—of which 1500 pneumonia lung data and 500 normal lung data. The computer vision model YOLOv8 is used in this study. The accuracy results from the training process were 56.15% in the pneumonia class and 92.03% in the normal class. Wether in the testing process yielded an average value of 0.482 (48, 2%) for the pneumonia class and 0.675 (67,5%) for the normal class. From these results, there are promising possibilities for developing a pneumonia detection system using YOLO in the future.
Design of smart baby incubator for low-birth-weight newborns Pradana, Dio Alif; Mukhammad, Yanuar; Suharto, Idola Perdana Sulistyoning; Setiawan, Fachruddin Ari
Journal of Soft Computing Exploration Vol. 5 No. 4 (2024): December 2024
Publisher : SHM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52465/joscex.v5i4.494

Abstract

The newborns mortality rate in Indonesia is still quite high, indicated by the neonatal mortality rate (AKN) of 15 per 1000 Live Births, where the target is only below 10 per 1000 Live Births. This mortality rate can be caused by Low-Birth-Weight (BBLR) cases that leads to death. One form of handling for these cases is using a Baby Incubator for intensive cares, which requires monitoring manually and requires the presence of a nurse around the baby incubator so that the condition of the baby incubator room remains stable. Several studies have been conducted and produced a smart incubator system to address these shortcomings. However, most of the smart incubators only focused on monitoring the condition of the incubator room without observing the condition of the baby inside. Based on this, a study was conducted that focused to producing a smart baby incubator that is capable of real-time monitoring of of room conditions (temperature, humidity, and oxygen levels) and baby conditions (temperature, heart rate, oxygen saturation, baby crying, and baby visuals) by applying the Internet of Things (IoT). The results of this study have the largest number of parameters monitored compared to previous studies.
Development of an IoT-based temperature and humidity prediction system for baby incubators using solar panels Mukromin, Radian Indra; Setiawan, Fachruddin; Pradana, Dio Alif; Hyperastuty, Agoes Santika; Mukhammad, Yanuar
Journal of Soft Computing Exploration Vol. 5 No. 4 (2024): December 2024
Publisher : SHM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52465/joscex.v5i4.497

Abstract

Baby incubators are crucial medical devices to maintain environmental stability for babies born prematurely or have health problems. This research aims to develop a prediction system for temperature and humidity variables in baby incubators by utilizing Internet of Things (IoT) technology and solar panels as the main energy source. Despite advancements in IoT-based incubator systems, existing solutions often rely on reactive approaches, making them less effective in preventing harmful environmental fluctuations. Addressing this gap, this study focuses on optimizing temperature and humidity predictions using artificial intelligence (AI) for proactive control. Using a DHT22 sensor to measure temperature and humidity, as well as a 1 Wp solar panel, the system is designed to operate autonomously in areas with limited access to electricity. The methods used include data collection, data processing to calculate correlation coefficients, and selection of linear regression models for the analysis of relationships between variables. The results showed that the linear regression model applied had a good temperature and humidity prediction with a Mean Squared Error (MSE) value of 0.45 for the training data and 7.32 for the test data.
Implementation of internet of things for leakage current monitoring system in medical equipment Pradana, Dio Alif; Mukhammad, Yanuar; Hyperastuty, Agoes Santika
Journal of Soft Computing Exploration Vol. 6 No. 1 (2025): March 2025
Publisher : SHM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52465/joscex.v6i1.536

Abstract

The rise in electricity consumption, especially in the health sector, has heightened concerns about electrical safety, particularly leakage current in medical equipment. The main objective of this research is to develop an IoT-based leakage current monitoring system specifically designed for low-voltage medical devices, aiming to enhance safety and prevent electrical hazards such as electric shocks and equipment damage. The system used two current sensors module (PZEMT-004T) to measure leakage at points near the voltage source and medical components. Data were processed by a microcontroller and transmitted to a web server for real-time monitoring via mobile devices. Testing on humidifiers and ECGs showed average accuracies of 90.11% and 92.49%, respectively, within a 10 mA range. However, the system could not detect currents below the 3 mA safety threshold because of the sensors reading limitation at 10 mA, indicating a need for sensor improvements. The IoT-based system enhances medical equipment safety, with future work focusing on better sensors and AI for predictive maintenance.
Perancangan Sistem Kendali Suhu Pada Alat Bloodwarmer Menggunakan Fuzzy Logic: Yanuar Mukhammad, Agoes Santika Hyperastuty, I’im Nandang Mukhammad, Yanuar; Hyperastuty, Santika; Nandang, I’im
Jurnal FORTECH Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal FORTECH
Publisher : FORTEI (Forum Pendidikan Tinggi Teknik Elektro Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56795/fortech.v6i1.6104

Abstract

Blood Warmer adalah alat yang digunakan untuk menghangatkan atau memanaskan darah atau cairan sebelum dilakukan transfuse kepada pasien. memiliki kelebihan yaitu suhu darah dijaga agar stabil pada nilai 37°C. alat ini biasanya digunakan untuk membantu menyembuhkan penderita hypothermia dan juga sebagai penghangat darah. Pada alat ini telah dilakukan pengujian yaitu pada suhu diatas 37 dan dibawah 37 dengan rentang suhu bervariasi dari 10 – 100 celcius dengan hasilnya yaitu pada saat nilai suhu lebih dari 37 maka pemanas atau heater off dan Ketika suhu dibawah 37 maka heater on atau aktif.
Perancangan Sistem Kendali Suhu Pada Alat Bloodwarmer Menggunakan Fuzzy Logic: Yanuar Mukhammad, Agoes Santika Hyperastuty, I’im Nandang Mukhammad, Yanuar; Hyperastuty, Santika; Nandang, I’im
Jurnal FORTECH Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal FORTECH
Publisher : FORTEI (Forum Pendidikan Tinggi Teknik Elektro Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56795/fortech.v6i1.6104

Abstract

Blood Warmer adalah alat yang digunakan untuk menghangatkan atau memanaskan darah atau cairan sebelum dilakukan transfuse kepada pasien. memiliki kelebihan yaitu suhu darah dijaga agar stabil pada nilai 37°C. alat ini biasanya digunakan untuk membantu menyembuhkan penderita hypothermia dan juga sebagai penghangat darah. Pada alat ini telah dilakukan pengujian yaitu pada suhu diatas 37 dan dibawah 37 dengan rentang suhu bervariasi dari 10 – 100 celcius dengan hasilnya yaitu pada saat nilai suhu lebih dari 37 maka pemanas atau heater off dan Ketika suhu dibawah 37 maka heater on atau aktif.