Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Pengetahuan dengan Perilaku Terapi Komplementer Hipertensi Ni Rai Tarisa Aryawati; Dewa Putu Arwidiana; Ni Komang Sukra Andini
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 4 No. 1 (2026): February : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin (ACCEPTED)
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v4i1.1086

Abstract

Hipertensi atau the silent killer masih menjadi tantangan kesehatan global yang memicu komplikasi fatal. Pengelolaan hipertensi memerlukan kombinasi terapi farmakologi dan non-farmakologi, salah satunya melalui terapi komplementer. Keberhasilan integrasi terapi ini sangat bergantung pada perilaku pasien yang didasari oleh pengetahuan memadai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku terhadap terapi komplementer pada penderita hipertensi di Puskesmas Mengwi 1. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain deskriptif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode non-probability sampling jenis purposive sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 55 responden di wilayah kerja Puskesmas Mengwi 1. Data dikumpulkan melalui kuesioner pengetahuan dan kuesioner perilaku terapi komplementer yang telah teruji validitasnya. Analisis data menggunakan uji statistik Rank Spearman dengan tingkat signifikansi α = 0,05.Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan kategori baik sebanyak 30 orang (54,5%) dan perilaku kategori baik sebanyak 27 orang (49,1%). Uji Rank Spearman menunjukkan nilai p-value = 0,001 dengan koefisien korelasi (r) sebesar 0,676. Hal ini membuktikan adanya hubungan signifikan dengan kekuatan hubungan yang kuat dan arah positif antara pengetahuan dengan perilaku terhadap terapi komplementer pada pasien hipertensi. Semakin baik pengetahuan pasien mengenai jenis dan manfaat terapi komplementer, maka semakin baik pula perilaku mereka dalam mengaplikasikannya. Pengetahuan memadai menjadi landasan kognitif bagi pasien dalam mengambil keputusan kesehatan yang aman. Tenaga kesehatan diharapkan meningkatkan edukasi mengenai terapi komplementer guna mendukung optimalisasi kontrol tekanan darah pasien.
GAMBARAN KESEHATAN MENTAL PADA REMAJA DI SMA NEGERI 8 DENPASAR I Gusti Ayu Eka Trisna Devi; Anak Agung Sri Sanjiwani; Dewa Putu Arwidiana
Jurnal Keperawatan Vol. 19 No. 1 (2026): Volume 19, Nomor 1, Januari 2026
Publisher : LPPM Akper Dian Husada Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56586/jk.v19i1.642

Abstract

Masa remaja merupakan fase perkembangan yang ditandai oleh perubahan fisik, emosional, dan sosial yang cepat dan kompleks, sehingga dapat memengaruhi kestabilan emosi serta meningkatkan kerentanan remaja terhadap gangguan kesehatan mental. Kesehatan mental yang baik berperan penting dalam pembentukan karakter, pencapaian prestasi belajar, kemampuan mengelola stres, serta kualitas interaksi sosial, sehingga pemantauan kondisi kesehatan mental remaja menjadi aspek penting dalam upaya promotif dan preventif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kesehatan mental pada remaja kelas XI di salah satu sekolah menengah atas dengan jumlah peserta didik yang cukup besar. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan jumlah sampel sebanyak 208 responden yang dipilih melalui teknik stratified random sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Mental Health Inventory (MHI-38) yang menilai berbagai aspek kesehatan mental seperti kesejahteraan psikologis, kecemasan, depresi dan kontrol emosi. Analisis data dilakukan secara univariat dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat kesehatan mental dengan kategori Baik (43,3%), diikuti kategori Kurang Baik (32,2%) dan kategori Sangat Baik (24,5%). Temuan penelitian mengindikasikan bahwa mayoritas remaja berada pada kondisi kesehatan mental yang baik, meskipun masih terdapat sebagian responden dengan kondisi kesehatan mental kurang baik yang berpotensi membutuhkan perhatian serta dukungan psikologis lebih lanjut. Secara umum, hasil penelitian menunjukkan bahwa kesehatan mental remaja tergolong baik, namun tetap diperlukan upaya berkelanjutan untuk mempertahankan dan meningkatkan kondisi tersebut melalui peran sekolah, keluarga, dan tenaga kesehatan. Kata Kunci :Kesehatan mental, Psikologis,Remaja