Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENINGKATAN PENGETAHUAN PETUGAS AHLI TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIS (ATLM) DAN PERAWAT DI LABORATORIUM DIAGNOS DENPASAR TERKAIT MANAJEMEN LABORATORIUM ISO 9001:2015 Anak Agung Ayu Eka Cahyani; Hendro Wahyudi; Anak Agung Sri Sanjiwani; Silvia Ni Nyoman Sintari; I Dewa Gede Candra Dharma
Lontara Abdimas : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2022): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53861/lomas.v3i2.302

Abstract

Laboratory management is an attempt to manage the laboratory. One of the quality management systems to ensure the quality of its management is to apply the ISO 9001:2015 standard. Laboratory Clinic Diagnos Denpasar is one of the intermediate level laboratories located in the center of Denpasar City. The Laboratory Clinic Diagnos Denpasar has only been opened since January 10, 2020 and is on its way to ISO 9001:2015 standard certification. The Community Activities are carried out in collaboration with DPW PATELKI Bali as a speaker for counseling for ATLM. The questionnaire was administered to measure ATLM's knowledge of ISO 9001:2015. The results of the questionnaire were tabulated using the Paired Sample-T Test with the result p value = 0.00. The result is that there are increases in ATLM's knowledge of laboratory management, especially ISO 9001:2015 after being given counseling. From the results of the activity, it is expected to increase understanding related to laboratory management, especially the ISO 9001:2015 standard.
Pendekatan Terapi Komplementer sebagai Solusi Inovatif terhadap Fatigue di Lingkungan Layanan Publik Putu Gede Subhaktiyasa; Dewi, Ni Luh Putu Thrisna; Sang Ayu Ketut Candrawati; Anak Agung Sri Sanjiwani
CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2024): Agustus
Publisher : Ilin Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31960/caradde.v7i1.2231

Abstract

Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kinerja pekerja di lingkungan layanan publik melalui penerapan terapi komplementer. Fokus utamanya adalah pada pengurangan tingkat fatigue sehingga dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat dan produktif. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini melalui tiga tahapan yaitu persiapan, pelaksanaan melalui tiga terapi komplementer (bekam, akupunktur, dan prana), serta evaluasi keberhasilan terapi. Hasil dari pengabdian ini menunjukkan bahwa 96.7% dari 60 peserta mengalami perbaikan kondisi fatigue, sementara 3.3% tidak mengalami perbaikan. Hal ini disebabkan oleh perbedaan respons individu terhadap terapi dan kemungkinan adanya beban fisik atau mental yang berat. Oleh karena itu, proses asesmen dengan memasukkan evaluasi psikologis dan kesehatan konvensional diperlukan untuk memahami lebih dalam aspek-aspek yang dapat memengaruhi fatigue para pekerja. Berdasarkan hasil pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh STIKES Wira Medika Bali, penerapan terapi komplementer terbukti efektif dalam mengurangi tingkat fatigue pada mayoritas pekerja di lingkungan layanan publik. Maka  pengabdian masyarakat ini tidak hanya berfokus pada pengurangan fatigue tetapi juga mendorong pendekatan yang lebih komprehensif dalam meningkatkan kesehatan dan kinerja pekerja.
Effectiveness of brief mindfulness intervention in reducing psychological distress among family caregivers of cancer patients Anak Agung Sri Sanjiwani; Ketut Lisnawati
Empathy : Jurnal Fakultas Psikologi Vol. 8 No. 2 (2025): [Edition December] EMPATHY Journal Faculty of Psychology
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/empathy.v8i2.31382

Abstract

Family caregivers are particularly vulnerable to psychological distress due to the cumulative burden of caregiving responsibilities and the challenges of balancing their own personal needs. Mindfulness-based approaches have been widely recognized as promising strategies for alleviating psychological distress. This study aimed to examine the effectiveness of a Brief Mindfulness Intervention (BMI) in reducing psychological distress among family caregivers of breast cancer patients. A quasi-experimental design was employed, and purposive sampling was used to recruit 30 family caregivers (15 in the intervention group and 15 in the control group). The intervention consisted of a single 90-minute session, and psychological distress was assessed using the DASS-21. The findings indicated significant reductions in depressive symptoms, anxiety, and stress following the BMI (depression: p = 0.002; anxiety: p = 0.000; stress: p = 0.000). Cohen’s d effect size demonstrated that BMI produced substantial effects, particularly on anxiety and stress (depression: d = 0.43338; anxiety: d = 1.6170; stress: d = 1.1240). These results suggest that BMI may serve as a feasible and preliminary coping strategy for mitigating psychological distress among family caregivers facing emotionally demanding caregiving situations.
GAMBARAN KESEHATAN MENTAL PADA REMAJA DI SMA NEGERI 8 DENPASAR I Gusti Ayu Eka Trisna Devi; Anak Agung Sri Sanjiwani; Dewa Putu Arwidiana
Jurnal Keperawatan Vol. 19 No. 1 (2026): Volume 19, Nomor 1, Januari 2026
Publisher : LPPM Akper Dian Husada Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56586/jk.v19i1.642

Abstract

Masa remaja merupakan fase perkembangan yang ditandai oleh perubahan fisik, emosional, dan sosial yang cepat dan kompleks, sehingga dapat memengaruhi kestabilan emosi serta meningkatkan kerentanan remaja terhadap gangguan kesehatan mental. Kesehatan mental yang baik berperan penting dalam pembentukan karakter, pencapaian prestasi belajar, kemampuan mengelola stres, serta kualitas interaksi sosial, sehingga pemantauan kondisi kesehatan mental remaja menjadi aspek penting dalam upaya promotif dan preventif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kesehatan mental pada remaja kelas XI di salah satu sekolah menengah atas dengan jumlah peserta didik yang cukup besar. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan jumlah sampel sebanyak 208 responden yang dipilih melalui teknik stratified random sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Mental Health Inventory (MHI-38) yang menilai berbagai aspek kesehatan mental seperti kesejahteraan psikologis, kecemasan, depresi dan kontrol emosi. Analisis data dilakukan secara univariat dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat kesehatan mental dengan kategori Baik (43,3%), diikuti kategori Kurang Baik (32,2%) dan kategori Sangat Baik (24,5%). Temuan penelitian mengindikasikan bahwa mayoritas remaja berada pada kondisi kesehatan mental yang baik, meskipun masih terdapat sebagian responden dengan kondisi kesehatan mental kurang baik yang berpotensi membutuhkan perhatian serta dukungan psikologis lebih lanjut. Secara umum, hasil penelitian menunjukkan bahwa kesehatan mental remaja tergolong baik, namun tetap diperlukan upaya berkelanjutan untuk mempertahankan dan meningkatkan kondisi tersebut melalui peran sekolah, keluarga, dan tenaga kesehatan. Kata Kunci :Kesehatan mental, Psikologis,Remaja