Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

IMPLEMENTASI METODE CARD SORT UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR PADA MATA PELAJARAN IPA SISWA KELAS VII SMPN 31 BATAM Darlianty Darlianty; Lani Puspita; Destaria Sudirman
SIMBIOSA Vol 4, No 1 (2015): JURNAL SIMBIOSA
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sim-bio.v4i1.538

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan (Penelitian Tindakan Kelas), yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana penerapan metode Card Sort dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas VII B pada pembelajaran IPA Terpadu (sains) di SMP N 31 Batam di Tahun Akademik 2013/2014. Pelaksanaan penelitian ini berlangsung 3 (tiga) siklus setiap siklus dilakukan dua pertemuan dan satu pertemuan pada siklus ketiga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kegiatan belajar siswa dengan rata-rata pada siklus 1 adalah 57% (rendah), pada siklus 2 adalah 101% (tinggi) dan siklus 3 adalah 121% (sangat tinggi). Aktivitas guru rata-rata pada siklus pertama adalah 75% (kurang sempurna), pada siklus kedua adalah 101% (sempurna) dan siklus ketiga adalah 110% (sangat sempurna). Dengan demikian penerapan metode Card Sort pada materi sains dapat mempengaruhi peningkatan nilai pada siswa dalam kegiatan belajar baik secara individual maupun kelompok.
STRUKTUR KOMUNITAS FITOPLANKTON DI PERAIRAN PESISIR PULAU SIANTAN KABUPATEN KEPULAUAN ANAMBAS PROVINSI KEPULAUAN RIAU Lani Puspita; Notowinarto Notowinarto; Rudi Gunawan
SIMBIOSA Vol 2, No 1 (2013): JURNAL SIMBIOSA
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sim-bio.v2i1.707

Abstract

Phytoplankton as a producers  and natural food for fish have an important role in aquatic ecosystems, thus indirectly affecting the availability of fish catches. The research was conducted at Siantan Island Coastal Area Anambas Islands District Riau Islands Province. This coastal area is one of the fishing grounds in Anambas Island. This study aims to analyze the community structure of phytoplankton at Siantan Island Coastal Area Anambas Islands District Riau Islands Province. Sampling was conducted during March and April 2012. Community structure parameters analyzed include Species Diversity Level, Species Uniformity Level, and Species Dominance Level. Data were analyzed spatially and temporally. Similarity between the sampling locations was conduted by Multivariate Analysis - Cluster. Results of data analysis showed that the phytoplankton of Bacillariophyceae Class found in the most abundant amount. Diversity Index Value indicates that the level of phytoplankton plankton community in a state of moderate. Species Uniformity Index Value and Species Dominance Index Value indicates that phytoplankton in the three sampling locations are generally in a state of uniform and no one dominates. All three sampling locations have relatively the same condition and between sampling times (morning, afternoon, and evening) are also not very different condition.
Struktur Komunitas Plankton di Selat Belat, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau Lani Puspita
SIMBIOSA Vol 8, No 2 (2019): JURNAL SIMBIOSA
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sim-bio.v8i2.2042

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur komunitas fitoplankton dan zooplankton di perairan Pulau Belat, yang meliputi jumlah taxa, komposisi jenis, keanekaragaman jenis, keseragaman jenis, dan dominansi jenis. Plankton diambil di 3 lokasi di sebagian ruas Selat Belat. Pengambilan sample dilakukan 2 kali, yaitu 8 Januari 2018 dan 30 Januari 2019. Sampel yang diambil dianalisis di laboratorium Produktivitas Lingkungan Perairan IPB; analisis yang dilakukan mencakup identifikasi dan pencacahan; hasilnya kemudian diolah dengan menghitung Indeks Keanekaragaman Jenis (H’), Indeks Keseragaman Jenis (E), dan Indeks Dominansi Jenis (D). Berdasarkan hasil analisis didapatkan bahwa Indeks H, E, dan D dari sampel fitoplankton yang diambil pada 8 Januari 2018 secara berturut-turut berkisar antara: 1.05 - 1.91, 0.54 - 0.68, dan 0.26 - 0.42; sedangkan untuk sampel zooplankton nilai indeks secara berturut-turut berkisar antara: 1.01 - 1.12, 0.47 - 0.56, dan 0.42 - 0.51. Dan nilai Indeks H, E, dan D dari sampel fitoplankton yang diambil pada 30 Januari 2019 secara berturut-turut berkisar antara: 1.50 - 2.13, 0.46 - 0.67, dan 0.22 - 0.47; sedangkan untuk sampel zooplankton nilai indeks secara berturut-turut berkisar antara: 1.35 - 1.65, 0.81- 0.85, dan 0.23 - 0.30. Nilai Indeks H yang berkisar antara 1.01 - 2.13 menunjukan bahwa kondisi perairan berada pada kondisi tercemar sedang, tercemar ringan, dan belum tercemar. Pada sampel 8 Januari 2018, fitoplankton didominasi oleh jenis-jenis dari kelas Bacillariophyceae; sedangkan zooplankton didominasi oleh jenis-jenis dari filum Protozoa. Pada sampel 30 Januari 2019, fitoplankton didominasi oleh jenis-jenis dari kelas Bacillariophyceae; sedangkan zooplankton didominasi oleh jenis-jenis dari filum Crustacea
EVALUASI KUALITAS LINGKUNGAN PERAIRAN PESISIR DI SEKITAR TPA TELAGA PUNGGUR KOTA BATAM BERDASARKAN STRUKTUR KOMUNITAS MAKROZOOBENTHOS Roza Efriningsih; Lani Puspita; Ramses Ramses
SIMBIOSA Vol 5, No 1 (2016): JURNAL SIMBIOSA
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sim-bio.v5i1.800

Abstract

Tempat Pengolahan Akhir (TPA) Sampah Telaga Punggur adalah TPA yang berlokasi di Kota Batam dengan luas lahan 47 Ha, lokasinya berbatasan langsung dengan perairan pesisir. Setiap harinya 700-800 ton volume sampah diterima TPA dan dihasilkan 25-30 ton air lindi. Aktivitas di TPA Telaga Punggur tersebut (bersama dengan aktivitas-aktivitas lain di daerah Punggur) menimbulkan dampak terhadap penurunan kualitas lingkungan di perairan pesisir sekitarnya. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi kualitas lingkungan perairan pesisir sekitar TPA Punggur dilihat dari struktur komunitas makrozoobenthos. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April – Mei 2013. Dalam penelitian ini ditetapkan 2 stasiun sampling yang masing-masing terdiri dari 4 plot sampling. Stasiun I di perairan yang berbatasan langsung dengan TPA Telaga Punggur dan Stasiun II berjarak 1 km dari Stasiun I. Untuk melihat perbedaan antara Stasiun I dan Stasiun II digunakan Uji T dan Uji Man-Whitney. Dari hasil penelitian didapatkan data bahwa ada 11 jenis makrozoobenthos di Stasiun I dan 18 jenis makrozoobenthos di Stasiun II. Secara umum Stasiun I didominasi oleh Kelas Olygochaeta yang bersidat toleran, sedangkan Stasiun II didominasi oleh Kelas Gastropoda yang bersifat fakultatif. Indeks keanekaragaman antara Stasiun I dan II nilainya tidak jauh berbeda, dimana nilai indeks berkategori sedang, yang artinya kondisi perairan tercemar ringan. Berdasarkan analisis Kurva ABC didapatkan bahwa kondisi perairan di Stasiun I dan Stasiun II tidak terganggu. Secara umum kualitas air di Stasiun I dan II tidak jauh berbeda, dimana parameter pH, salinitas, TSS, dan suhu masing sesuai dengan baku mutu untuk biota laut pada ekosistem mangrove, namun kandungan DO rendah. Nilai DO yang rendah menunjukan banyaknya bahan organik pada masing-masing stasiun.
Keanekaragaman, Bioekologi Ikan di Perairan Pantai Barat Pulau Rempang Kecamatan Galang Kota Batam Notowinarto Notowinarto; Lani Puspita
SIMBIOSA Vol 8, No 2 (2019): JURNAL SIMBIOSA
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sim-bio.v8i2.2182

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan selama 5 bulan, dimulai bulan Juni hingga Oktober 2019, yang berlokasi di area perairan tangkap pantai Barat P. Rempang. Lokasi pengamatan terdiri dari  3 stasiun  antara lain:  P. Nibung (St. 1); P. Panjang Dalam (St. II); P. Panjang Luar (St. III). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keanekaragaman ikan, karakteristik taksonomi spesies ikan dan kondisi bioekologi ikan. Hasil identifikasi diperoleh bahwa ikan di perairan pantai Barat P. Rempang   tergolong ke dalam 3 ordo, 18 famili, dan 29 spesies dengan 10 jenis ikan yang dominan yakni: Bandeng, Belanak, Dingkis, Gelam, Kurisi ekor kuning, Kurisi merah, Lingkis, Lebam, Mentimun tande dan Mentimun garis kuning. Kondisi kualitas fisika-kimia perairan parameter suhu, salinitas, DO, pH, kecepatan arus, dan kecerahan relatif normal. Analisis status ekobiologi memperlihatkan 10 spesies  cenderung bernilai kecil yakni rata-rata 1 atau berkisar 0,005 – 0,215 yang  berarti bahwa pola pertumbuhan adalah allometrik (negatif) dimana pertumbuhan panjang lebih cepat dari pertumbuhan bobot tubuh. Tinjauan faktor kondisi Fulton (K) memperlihatkan kisaran nilai 17,60 – 30,46. Faktor kondisi berat relatif (Wr) tertinggi terdapat pada ikan belanak (107,81) dan terendah pada ikan bandeng (103,13), dimana kedua jenis ikan ini  masih pada rentang nilai yang berdekatan dengan nilai indikator 100 yang  berarti bahwa terdapat keseimbangan antara mangsa dan predator.
Struktur Komunitas Asteroidea dan Holothuroidea di Pantai Melayu dan Pantai Sembulang Pulau Rempang Kota Batam Hazlinda Frisca; Lani Puspita; Fauziah Syamsi
SIMBIOSA Vol 9, No 2 (2020): JURNAL SIMBIOSA
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sim-bio.v9i2.2698

Abstract

Echinodermata adalah salah satu kelompok kewan yang dapat dijumpai di ekosistem pantai. Hingga saat ini penelitian mengenai struktur komunitas Echinodermata belum pernah dilakukan di Pulau Rempang Kota Batam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur komunitas Asteroidea dan Holothuroidea (dua kelas dari filum Echinodermata) di Pulau Rempang, khususnya di Pantai Sembulang (sisi Timur) dan Pantai Melayu (sisi Barat). Jenis penelitian ini adalah penelitian eksplorasi. Pada penelitian ini ditetapkan 2 stasiun pengamatan, yaitu Stasiun 1 di Pantai Sembulang dan Stasiun 2 di Pantai Melayu. Pengambilan contoh dilakukan dengan metode line transect. Setiap stasiun terdiri atas 3 transek. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan 7 spesies di Pantai Sembulang, yaitu: Archaster typicus, Craspidaster hesperus, Protoreaster nodosus, Holothuria atra, Holothuria scabra, Synapta maculata, dan Synapta sp., dengan nilai Indeks Keanekaragaman 1,92, Indeks Keseragaman 0,69, dan Indeks Dominansi 0,08. Sedangkan di Pantai Melayu, ditemukan 2 spesies, yaitu:  Archaster typicus dan Cucumarid sp., dengan nilai Indeks Keanekaragaman 0,08, Indeks Keseragaman 0,41, dan Indeks Dominansi 0,98. Nilai Indeks Kesamaan Komunitas Asteroidea dan Holothuroidea di Pantai Sembulang dan Pantai Melayu adalah 0,02 (rendah).
Struktur Komunitas Plankton di Perairan Pesisir Bukit Piatu – Kijang, Kabupaten Bintan Lani Puspita
SIMBIOSA Vol 6, No 2 (2017): JURNAL SIMBIOSA
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sim-bio.v6i2.1144

Abstract

Bukit Piatu – Kijang merupakan salah satu daerah di Kabupaten Bintan yang dibuka untuk kegiatan pertambangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur komunitas fitoplankton dan zooplankton di perairan Bukit Piatu – Kijang, Kabupaten Bintan, yang meliputi keanekaragaman jenis, keseragaman jenis, dan dominansi jenis. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi informasi bermanfaat untuk menduga produktivitas perairan setempat dan menduga pengaruh kegiatan pertambangan terhadap komunitas biota laut. Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa ditinjau dari struktur komunitas planktonnya, produktivitas perairan di sekitar DUKS pertambangan batu granit di Bukit Piatu – Kijang ini cukup baik, dimana fitoplankton dari kelompok Bacillariophyceae ditemukan dalam jumlah yang cukup melimpah. Nilai Indeks Keanekaragaman Jenis fitoplankton dan zooplankton menunjukkan bahwa komunitas plankton berada pada kondisi sedang/moderat yang mudah berubah dengan berubahnya kondisi lingkungan perairan. Walaupun demikian, jumlah individu antar spesies relatif seragam dan tidak ada spesies yang mendominasi
STRUKTUR KOMUNITAS PORIFERA (SPONS) DI PERAIRAN PULAU LAYANG DAN PULAU CUKUS KELURAHANSEKANAKRAYA KOTA BATAM KEPULAUAN RIAU Siska Siska; Lani Puspita; Nurhaty Purnama Sari
SIMBIOSA Vol 7, No 2 (2018): JURNAL SIMBIOSA
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sim-bio.v7i2.1503

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur komunitas Porifera (Spons) yang terdapat di kawasan perairan Pulau Layang dan Pulau Cukus. Pengambilan data dengan menggunakan metode transek garis dengan panjang transek 100 meter di setiap stasiun penelitian. Terdapat 6 spesies Porifera yang ditemukan di Pulau Layang yaitu: Axinella damicornis, Aaptos subertoides, Haliclona sp., Haliclona cymaeformis, Spheciospongia vagabunda, Callyspongia (Cladochalina) diffusa, dengan nilai indeks keanekaragaman Ĥ = 1.605, indeks keseragaman E = 0.896, dan indeks dominansi D = 0.223. Sedangkan di Pulau Cukus ditemukan 10 spesies Porifera yaitu: Agelas nsp., Aplysina sp., Aaptossubertoides, Haliclona sp., Spheciospongia cf. vagabunda, Pseudoceratina purpurea, Callyspongia (Cladochalina) diffusa, Aplysina lacunose, dan Dactylospongia elegans, dengan nilai indeks keanekaragaman Ĥ = 1.721, indeks keseragaman E = 0.747, dan indeks dominansi D = 0.150. Sedangkan untuk indeks kesamaan komunitas Porifera yang ditemukan pada perairan Pulau Layang dan Pulau Cukus memiliki kesamaan komunitas yang cukup tinggi dengan nilai 63%, artinya komunitas tersebut memiliki kemiripan spesies yang cukup sama. Spesies yang paling banyak ditemukan di setiap stasiun adalah Spheciospongia cf vagabunda, dari famili Clionaidae dan genus Spheciospongia.
Struktur Komunitas Plankton Pada Muara Sungai Enam, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau Lani Puspita
SIMBIOSA Vol 7, No 1 (2018): JURNAL SIMBIOSA
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sim-bio.v7i1.1314

Abstract

Kelurahan Sei Enam, Kecamatan Bintan Timur merupakan salah satu daerah pertambangan bauksit di Kabupaten Bintan. Salah satu dampak dari kegiatan pertambangan bauksit adalah penurunan kualitas air di badan air penerima karena adanya limbah tailing (khususnya apabila tailing tidak dikelola dengan baik). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur komunitas fitoplankton dan zooplankton di Muara Sungai Enam, yang meliputi jumlah taxa, komposisi jenis, keanekaragaman jenis, keseragaman jenis, dan dominansi jenis. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan informasi bermanfaat untuk mengambarkan kondisi lingkungan perairan di Muara Sungai Enam Kabupaten Bintan. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa keanekaragaman jenis plankton di Muara Sungai Enam tergolong rendah. Hal ini karena muara sungai merupakan daerah peralihan (ekoton) antara ekosistem darat dengan ekosistem laut. Salinitas di perairan ekosistem ekoton ini diprediksi sangat bervariasi, kondisi ini membuat hanya spesies-spesies dengan daya toleransi cukup tinggi saja yang dapat hidup daerah ini. Walaupun demikian produktivitasnya cukup baik karena fitoplankton yang mendominasi adalah Nannochloropsis oculata. Nannochloropsis oculata pada perairan berperan sebagai pakan alami larva-larva ikan. Sejalan dengan fitoplankton, zooplankton yang merupakan herbivora primer juga memiliki keanekaragaman jenis yang rendah.
Similaritas Morfometrik Ikan Bawal Bintang Sirip Panjang (Trachinotus blochii) dan Bawal Bintang Hibrida Varietas Sirip Panjang-Sirip Pendek Lani Puspita; Nurika Apriliyana; Notowinarto Notowinarto; Dikrurahman Dikrurahman
SIMBIOSA Vol 11, No 1 (2022): JURNAL SIMBIOSA
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sim-bio.v11i1.4215

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menganalisis: (1) Karakteristik morfometrik masing-masing ikan Bawal Bintang Sirip Panjang (Bb) dan Bawal Bintang Hibrida (Bh); (2) Similaritas morfometrik intrapopulasi pada masing-masing kelompok ikan Bb dan Bh; serta (3) Similaritas morfometrik interpopulasi ikan Bb dan Bh. Objek penelitian adalah ikan Bb dan Bh pada kelompok calon induk yang dipelihara di KJA BPBL Batam. Contoh ikan diambil dengan metode multi stage random sampling. Ada 8 proporsi karakteristik morfometrik yang diukur dan diperbandingkan antara kedua kelompok ikan, yaitu TL/CL, TL/PL, TL/DL, CL/PFL, CL/ED, AH/OH, PL/DL, dan DBL/DFH. Similaritas morfometrik antara kedua kelompok ikan dianalisis dengan Analisis Cluster Observasi. Dari hasil penelitian, didapatkan hasil sebagai berikut: (1) Nilai rata-rata proporsi karakteristik morfometrik ikan Bb dan Bh tidak berbeda jauh; (2) Similaritas morfometrik intrapopulasi ikan Bb secara keseluruhan adalah 25.87% dengan similaritas tertinggi antar 2 observasi sebesar 82.53%, sedangkan similaritas morfometrik intrapopulasi ikan Bh secara keseluruhan adalah 36.29% dengan similaritas tertinggi antar 2 observasi sebesar 88.69%; dan (3) Similaritas morfometri interpopulasi ikan Bb dan Bh secara keseluruhan adalah 27.18% dengan similaritas tertinggi antar 2 observasi sebesar 90.82%.