Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Similaritas Morfometrik Ikan Kakap Putih (Lates calcarifer) Hasil Persilangan Strain Australia Dan Strain Lokal Generasi BC1F1 dan BC2F1 Lani Puspita; Rifa Millani; Dikrurahman Dikrurahman
SIMBIOSA Vol 11, No 2 (2022): JURNAL SIMBIOSA
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sim-bio.v11i2.4786

Abstract

Ikan Kakap putih hibrida yang diteliti merupakan hasil persilangan antara Strain Australia dan Strain Lokal, khususnya Generasi BC1F1 dan BC2F1, dengan umur pemeliharaan 7 bulan. Penelitian bertujuan untuk menganalisis: (1) karakteristik morfometrik masing-masing ikan Generasi BC1F1 dan BC2F1; (2) similaritas morfometrik intrapopulasi pada masing-masing kelompok ikan Generasi BC1F1 dan BC2F1; serta (3) similaritas morfometrik interpopulasi ikan Generasi BC1F1 dan BC2F1. Sampling dilakukan di KJA BPBL Batam dengan metode cluster random sampling. Ada 8 perbandingan karakteristik morfometrik yang diukur dan diperbandingkan antara kedua kelompok ikan, yaitu SL/TL, HL/SL, ED/HL, POL/HL, PDL/SL, PPL/SL, PAL/SL, dan PVL/SL. Similaritas morfometrik antara kedua kelompok ikan dianalisis dengan Analisis Cluster Observasi. Dari hasil penelitian, didapatkan hasil sebagai berikut: (1) nilai rata-rata rasio karakteristik morfometrik ikan Generasi BC1F1 dan BC2F1 tidak berbeda jauh; (2) similaritas morfometrik intrapopulasi ikan Generasi BC1F1 secara keseluruhan adalah 28.59 %, sedangkan Generasi BC2F1 adalah 36.26 %; dan (3) similaritas morfometri interpopulasi ikan Generasi BC1F1 dan BC2F1 secara keseluruhan adalah 33.36 %.
KEANEKARAGAMAN JENIS SERTA POLA DISTRIBUSI BIVALVIA DI PERAIRAN PULAU SIANTAN KABUPATEN ANAMBAS PROVINSI KEPULAUAN RIAU Lani Puspita; Titin Nur Istikomah
SIMBIOSA Vol 2, No 2 (2013): JURNAL SIMBIOSA
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sim-bio.v2i2.709

Abstract

Bivalvia adalah salah satu kelas dari Filum Moluska yang umum dijumpai di perairan pesisir dan memiliki banyak manfaat baik secara ekologi maupun ekonomi. Penelitian ini dilakukan di Perairan Pulau Siantan Kabupaten Kepulauan Anambas dan bertujuan untuk menganalisis keanekaragaman jenis serta pola distribusi Bivalvia di lokasi tersebut. Pengambilan contoh dilaksanakan pada minggu keempat Maret hingga minggu ketiga April 2012 di pantai berpasir Tg. Momong, pantai berpasir Pulau Termawan, pantai berpasir lumpur Air Asuk, dan pantai berlumpur Air Nangak. Variabel yang dianalisis meliputi Tingkat Keanekaragaman Jenis yang dihitung dengan Indeks Shannon-Wiener (H’), Tingkat Keseragaman Jenis yang dihitung dengan Indeks Evennes (E), Indeks Dominansi Jenis yang dihitung dengan Indeks Simpson (D), dan Pola Distribusi yang dihitung dengan Indeks Morisita. Selain itu juga dilakukan Uji Perbandingan 2 Populasi dengan Uji-T untuk membandingkan total populasi Bivalvia serta jumlah jenis Bivalvia antara Stasiun Sampling Tg. Momong dan Pulau Termawan.Hasil identifikasi jenis memberikan hasil bahwa di lokasi studi ditemukan 13 famili dan 24 spesies Bivalvia. Keanekaragaman jenis Bivalvia di pantai berpasir tergolong tinggi sedangkan di pantai berlumpur tergolong sedang hingga tinggi. Keseragaman jenis Bivalvia di seluruh jenis pantai tergolong tinggi dan dominansi jenisnya tergolong rendah. Hasil analisis pola distribusi menunjukkan bahwa seluruh family Bivalvia di seluruh stasiun pengamatan memiliki pola distribusi berkelompok. Hasil analisis Uji-T menunjukkan bahwa terdapat perbedaan total populasi Bivalvia dan jumlah jenis Bivalvia antara antara Stasiun Sampling Tg. Momong dan Pulau Termawan pada selang kepercayaan 90% ( ).
PERBEDAAN HASIL BELAJAR SISWA MODEL MIND MAPPING DENGAN MODEL STUDENTS FACILITATOR AND EXPLAINING PADA MATERI EKOSISTEM KELAS VII SMP NEGERI 1 DABO SINGKEP Dahrul Aman Harahap; Lani Puspita; Ermi Juriani
SIMBIOSA Vol 3, No 2 (2014): JURNAL SIMBIOSA
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sim-bio.v3i2.255

Abstract

The purposes of this research to know the significant differences in the learning outcome by using Mind Mapping (X1) and Student Facilitator and Explaining (X2) on ecosystem material. Population in the research are 161 students and the researcher takes two sample of five classes. There are  VII.3 as Mind Mapping class and VII. 5 as Student Facilitator and Explaining class. That use to experiment classes. Data collected using a multiple choice test which consists of 25 question. This research uses T-test  according to data analysis 4.62 2.00 (α) 0.05. it means zero hypothesis (HO) refused and the alternative hypothesis is accepted (HI)  finally the research found that it has significant differences of the student’s learning outcome by using Mind Mapping and Student Facilitator and Explaining on ecosystem material at class in VII SMP Negeri 1 Dabo Singkep school 2013 / 2014 year.  
Struktur Komunitas Jamur Tingkat Tinggi (Basidiomycetes: Polyporaceae) di Hutan Lindung Muka Kuning Putri Sinta; Lani Puspita; Fauziah Syamsi
SIMBIOSA Vol 9, No 1 (2020): JURNAL SIMBIOSA
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sim-bio.v9i1.2294

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur komunitas jamur tingkat tinggi (kelas Basidiomycetes: famili Polyporaceae) di Hutan Lindung Muka Kuning. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Survei dilakukan dengan menelusuri wilayah stasiun pengamatan di Hutan Lindung Muka Kuning. Jenis penelitian ini adalah eksploratif dan data diolah secara ekologi kuantitatif. Berdasarkan hasil identifikasi, ditemukan 6 jenis jamur famili Polyporaceae, yaitu: Gloephyllum odoratum, Microporus xanthopus, Pycnoporus sanguineus, Trametes suaveolens, Trametes conchifer, dan Trametes versicolor. Substrat jamur yang ditemukan pada saat penelitian ini adalah batang kayu yang sudah mati. Berdasarkan analisis struktur komunitas, diperoleh Indeks Keanekaragaman Jenis yang tergolong sedang (nilai berkisar 1.05 - 1.63), Indeks Keseragaman Jenis yang tergolong tinggi (nilai berkisar 0.756 - 0.911), dan Indeks Dominansi yang tergolong rendah hingga sedang (nilai berkisar 0.223 - 0.452). Kerapatan jamur famili Polyporaceae berkisar antara 11 - 12 individu/m².