Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : PENDIPA Journal of Science Education

Pengembangan Modul KOBA dengan Model 4-D untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Mahasiswa Suryadi Suryadi; Agus Sundaryono; Nurhamidah Nurhamidah
PendIPA Journal of Science Education Vol 3, No 2 (2019): JUNE
Publisher : University of Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.157 KB) | DOI: 10.33369/pendipa.3.2.95-99

Abstract

Abstract[Module Development of KOBA with 4-D Model to Improve Students' Creative Thinking Skills]. The purpose of this study was to determine the level of quality of the modules developed and the ability of creative thinking of students in KOBA courses. Module development is done by 4D model, namely define, design, develop, and disseminate. The quality of the module can be identified through validation tests with education expert lecturers and chemists. The ability to think creatively is measured using description questions based on indicators of creative thinking, namely fluency, flexibility, and elaboration. Measurement is done by comparing the results of the pretest and posttest. Next the results were tested for normality and homogeneity. Then hypothesis testing is carried out. Based on validation tests by expert lecturers, the modules that have been compiled are known to have good module quality levels. The average pretest and posttest scores were 56.046 and 72.549 respectively. After testing for normality, homogeneity and hypothesis testing, it was concluded that there was an increase in students' creative thinking skills in KOBA courses using modules.Keywords: Modules; Creative Thinking; 4D Model; Pretest; Posttest.(Received November 19, 2018; Accepted April 15, 2019; Published June 18, 2019)AbstrakTujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kualitas modul yang dikembangkan dan kemampuan berfikir kreatif mahasiswa pada mata kuliah KOBA. Pengembangan modul dilakukan dengan model 4D yaitu define, design, develop, dan disseminate. Kualitas modul dapat diketahui melalui uji validasi dengan dosen ahli pendidikan dan ahli kimia. Kemampuan berpikir kreatif diukur menggunakan soal uraian berdasarkan indikator berpikir kreatif yaitu fluency, flexibility, dan elaboration. Pengukuran dilakukan dengan membandingan hasil pretest dan posttest. Berikutnya hasil tersebut diuji normalitas dan homogenitasnya. Selanjutnya dilakukan uji hipotesis. Berdasarkan uji validasi oleh dosen ahli, modul yang telah disusun diketahui memiliki tingkat kualitas modul yang baik. Rata-rata nilai pretest dan posttest masing-masing adalah 56,046 dan 72,549. Setelah uji normalitas, homogenitas dan uji hipotesis, maka diambil kesimpulan bahwa terdapat peningkatan kemampuan berpikir kreatif mahasiswa pada mata kuliah KOBA dengan menggunakan modul. Kata kunci: Modul; Berpikir Kreatif; Model 4D; Pretest; Posttest.
Isolasi ekstrak kulit batang J.multifida L., serta implementasinya pada modul pembelajaran Kimia Organik Bahan Alam Reni Jumika; Agus Sundaryono; Nurhamidah Nurhamidah
PendIPA Journal of Science Education Vol 2, No 2 (2018): june
Publisher : University of Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/pendipa.2.2.147-152

Abstract

 Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hasil karakterisasi senyawa metabolit sekunder dari hasil isolasi kulit batang J. multifida L dan bagaimana peningkatan hasil belajar mahasiswa pada pembelajaran kimia organik bahan alam menggunakan modul. Kulit batang J. multifida L dimaserasi menggunakan etanol (96%),filtrat diuapkan menggunakan rotary evaporator, kemudian difraksinasi cair-cair menggunakan pelarut dengan kepolaran bertingkat berturut-turut dengan pelarut n-heksana dan etil asetat. Tahap selanjutnya, Isolasi sampel menggunakan kromatografi kolom. Implementasi penggunaan modul dilakukan pada mahasiswa Pendidikan kimia semester VI pada mata kuliah kimia organik bahan alam (KOBA). Mata kuliah ini hanya diikuti oleh satu kelas yang bertindak sebagai kelas eksperiment. Pada awal pembelajaran dilakukan pretest dan diakhir pembelajaran diberikan posttest. Senyawa metabolit sekunder yang dapat diisolasi dari fraksi n-heksan pada kulit batang J.multifida L., Berdasarkan hasil analisis spektroskopi diduga bahwa senyawa memiliki kerangka senyawa steroid dengan golongan Stigmasterol dengan rumus molekul C29H48O. Pembelajaran Kimia Organik Bahan Alam (KOBA) dengan menggunakan modul memberikan peningkatan hasil belajar mahasiswa, terdapat perbedaan secara signifikan antara nilai rata-rata posttest (82,4) dengan rata-rata nilai pretest (58,4) dan KKM (75). Kata kunci: Kulit batang J.multifida L; isolasi; hasil belajar; modul.
Potensi Ekstrak Daun Malaysia (Chromolaena Odorata) Sebagai Pengawet Alami Ikan Nurhamidah Nurhamidah; Nova Riskiana; Cici Romayanti; Wangi Puspa Kartini; Nadia Amida
PendIPA Journal of Science Education Vol 5, No 1 (2021): November - February
Publisher : University of Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/pendipa.5.1.30-35

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi ekstrak daun malaysia (chromolaena odorata) sebagai pengawet alami ikan dalam upaya menghindari penggunaan formalin yang berbahaya terhadap kesehatan. Ekstrak yang digunakan sebagai pengawet bersumber dari bahan alami, yaitu daun Malaysia yang diekstrak menggunakan  Aquades. Ikan di rendam dengan ekstrak daun malaysia menggunakan variasi konsentrasi 10%, 20%, 30%, dan 40%  selama 1 jam, 2 jam, 3 jam, dan 4 jam. Potensi ektstrak dilihat dari hasil uji Total Volatil Base (TVB) yang menunjukkan tingkat kesegaran ikan yang masih dapat dikonsumsi setelah selang waktu 12 jam, 18 jam 24 jam, 48 jam, dan 72 jam. Uji organoleptik dilakukan dengan melihat  warna, aroma dan tekstur dari ikan yang telah direndam dalam ekstrak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari uji organoleptik diperoleh bahwa pengamatan pada waktu 18 jam ikan mulai mengalami kemunduran mutu, sedangkan hasil uji kimia dengan mengukur kadar TVB diperoleh ekstrak daun malaysia dapat berfungsi sebagai pengawet ikan, dengan kondisi optimum konsentrasi 40 % dan lama waktu perendaman optimum selama 1 jam dengan selang waktu pengamatan 18 jam, dimana nilai TVB masih dibawah ambang batas yang diperbolehkan untuk ikan dikonsumsi yaitu 29,1345% N. Ambang batas ikan yang masih layak dikonsumsi jika nilai TVB berada dibawah 30% N.