Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Tatalaksana Peningkatan Tekanan Intra Kranial (TIK) pada Operasi Craniotomi Evakuasi Hematom yang disebabkan oleh Hematom Intracerebral Yusuf Hisam; Sudadi; Sri Rahardjo
Jurnal Komplikasi Anestesi Vol 1 No 1 (2013): Volume 1 Number 1 (2013)
Publisher : This journal is published by the Department of Anesthesiology and Intensive Therapy of Faculty of Medicine, Public Health and Nursing, in collaboration with the Indonesian Society of Anesthesiology and Intensive Therapy , Yogyakarta Special Region Br

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jka.v1i1.5525

Abstract

Kami laporkan menejemen anestesi pada pasien seorang laki-laki 50 tahun dengan diagnosa ICH regio parietal dextra ec stroke hemoragik yang dilakukan craniotomi evakuasi hematom, dengan status fisik ASA II. Pasien sebelum dilakukan operasi dirawat di unit stroke selama 10 hari GCS E4M5V5dan hemiparesissinistra dengan keluhan utama nyeri kepala. Di Unit stroke telah dilakukan usaha-usaha penatalaksanaan stroke hemoragik dan penatalaksanaan peningkatan tekanan intrakranial. Operasi dilakukan dengan general anestesi, prosedur menjaga keadaan stabil dan mempertahankan tekanan intrakranial tetap dalam kondisi yang optimal. Hemodinamik dijaga dengan mempertahankan MAP bekisar 80 mmHg. Operasi berlangsung selama 3 jam, post operasi dirawat dan dievaluasi di ICU selama 2 hari, kemudian pindah ke bangsal.Penatalaksanaan tekanan intrakranial sangat penting dalam perioperatif, baik sebelum dilakukan operasi, selama maupunsetelah operasi pada pasien craniotomi evakuasi hematom.
THE GREEN PORTS FUTURE KNOWLEDGE MAP AND TREND Sri Rahardjo; Sinta Hasriningtyas; Nurdin Ahmadi
Coastal and Ocean Journal (COJ) Vol 7 No 2 (2023): COJ (Coastal and Ocean Journal)
Publisher : Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/coj.v7i2.52124

Abstract

The purpose of this study is to track the emergence of research related to green ports over time and determine the knowledge map and trends of green port research topics in the future using thematic map bibliometric analysis. This study also provides an overview of the researchers and contributors of research countries in green port research globally. This research provides a comprehensive bibliometric analysis of historical developments and current trends in green port research, by examining 462 articles published from 1991-2023 on the Scopus database. This research uses R studio Cloud bibliometric analysis and biblioshiny package. It was found that there are three phases in green port research, namely the initial stagnation phase (1991-2006), infant growth (2007-2015), and expanding phase (2016-2022), the number of articles increased quite rapidly in the third phase until now. This research also highlights related to authors, contributor countries and it was found that the country of China contributed the most contributor authors compared to other countries, this is because China is a country that places many container ports as the top 10 largest container ports in the world, with a total market share reaching 70% of the global. From this analysis, it is found that the knowledge map and the direction of future topics related to green ports are “sustainable development”, “port development”, “port operation”, “carbon emissions” and “renewable energy resources”, besides that it is also found that there is a direction of the current green port and “smart port” research trends. So, it can be recommended that in the future these topics will be very relevant to develop, the themes of research themes needed include alternative strategies in net zero emission (NZE) in ports in the operational and development aspects of the port.
Strategi Optimal Peningkatkan Efisiensi di Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Makassar dengan Menggunakan Discrete-Event Simulation Erfien Purwanto; Luky Adrianto; Sri Rahardjo
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 29 No. 1 (2017): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v29i1.316

Abstract

Abstrak: Peran transportasi laut dalam sektor industri di Indonesia sangatlah penting, mengingat kondisi geografi yang dimiliki Indonesia, dimana bagian terbesar adalah laut dibandingkan dengan daratan. Berbicara mengenai transportasi laut, hal ini tidak akan lepas dari pembahasan elemen penting di dalamnya, yaitu pelabuhan, dimana pelabuhan memiliki peranan penting di dalam logistik maritim. Pada penelitian ini akan membahas mengenai strategi untuk mengurangirisiko antrian serta konsekuensi ekonomi terutama bagi pengelola terminal.Berdasarkan hasil simulasi yang dijalankan dengan menggunakan software Arena 14.0, yang mewakili aktivitas kapal dari waktu persiapan penyandaran, waktu persiapan loading/discharging waktu proses loading/discharging, waktu penyelesaian dokumen kargo dan kapal, dan waktu persiapan sailing/shiftingdiTBBM Makassar diperoleh bahwa dengan kondisi eksisting saat ini BOR untuk Jetty I adalah 72% dan Jetty II adalah 77% dengan demurrage per tahun adalah USD 5,740,866.00, kondisi ini mencerminkan kondisi yang melebihi dari batas ideal. Berdasarkan hasil analisa dapat diperoleh skenario kedua memberikan hasil yang optimum yang dapat menekan BOR untuk Jetty I adalah 51% dan Jetty II adalah 62%, serta mengurangi beban demurrage menjadi sebesar USD 2,311,669.00 atau penurunan sebesar 59.7% dari kondisi awal.Abstract : The role of sea transportation in the industrial sector in Indonesia is very important, given by the geographical coverage of Indonesia, which is ocean broader than its land. Discusing about sea transportion, it can not be separated from the discussion of the important elements, i.e. ports, where the port has an important role in maritime logistics. The purpose of this research is strategy to reduce the risk of queues as well as economic consequences, especially for terminal management. Based on simulations run using software Arena 14.0 representing activity start from berthing/unberthing, preparing of loading/ unloading, loading/ unloading process, carg/vessel document, and sailing/ shifting in TBBM Makassar obtained that the existing condition of BOR at jetty I calculation is 72% and jetty II is 77%, with demurrage per year is US$ 5,740,866.00, of which these conditions have exceeded the limits of the ideal conditions. From the analysis of simulation optimum scenarios concluded that the second scenario provides optimum results that can suppress conditions of BOR at jetty calculation is 51% and jetty II is 62%, and can minimize the total of demurrage to US$ 2,311,669.00 or a decrease of 59.7% from initial conditions.
Peluang dan Tantangan Angkutan Laut Luar Negeri oleh Kapal Berbendera Indonesia terhadap Barang yang Diangkut dari Pelabuhan Belawan Bina Putra; Deni Achmad Soeboer; Sri Rahardjo
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 29 No. 1 (2017): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v29i1.458

Abstract

Pelabuhan Belawan sebagai pintu gerbang perdagangan internasional  di wilayah Indonesia bagian barat merupakan pintu gerbang untuk eksport Indonesia ke berbagai belahan dunia khususnya komoditas yang berasal dari propinsi Sumatera Utara dan sekitarnya. Sejak azas cabotage diberlakukan di Indonesia pada tahun 2005, belum pernah kapal-kapal berbendera Indonesia menguasai lalu lintas angkutan laut luar negeri (eksport), kapal asing selalu mendominasi pangsa muatan ekspor secara nasional. Untuk itu penelitian ini dilakukan untuk melihat profile kapal-kapal  berbendera asing  yang membawa ekspor Indonesia  dari Pelabuhan Belawan dan perkembangannya selama 3 tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukkan selama tiga tahun terakhir dari 2013 sampai 2015, kapal asing masih menguasai pangsa muatan lalu lintas angkutan laut luar negeri khususnya yang diangkut dengan menggunakan kapal kontainer. Tahun 2013, 94% barang ekspor dalam kontainer diangkut oleh kapal berbendera asing ,ditahun 2014 turun menjadi 88 % dan kembali naik 93 % ditahun 2015. Tingginya pangsa muatan yang di dapat oleh kapal berbendera asing menjadi peluang yang harus ditanggapi secara serius oleh pemerintah dengan berbagai macam tantangan termasuk diantaranya kapasitas kapal nasional yang tidak bertambah.  
Evaluasi Masa Konsesi Pada Pembangunan Terminal Petikemas Kalibaru Ronia Ambarini; Ruddy Suwandi; Sri Rahardjo
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 26 No. 12 (2014): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v26i12.956

Abstract

Pelabuhan Tanjung Priok adalah pelabuhan utama dan tersibuk di Indonesia berfungsi sebagai pintu gerbang arus keluar masuk barang ekspor-impor maupun barang antar pulau. KapasitasTerminal Petikemas di Pelabuhan Tanjung Priok mampu menampung sebesar 4,5 juta TEUs. Undang-Undang Nomor 17/2008 tentang Pelayaran mereformasi sistem pelabuhan di Indonesia yaitu menghapus monopoli dan membuka kesempatan bagi partisipasi sektor swasta. Masa konsesi sangat penting, karena terkait dengan kepentingan pemerintah sebagai pemilik proyek maupun pihak swasta sebagai pemegang hak konsesinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peluang usaha dalam pembangunan Terminal Petikemas Kalibaru dan untuk mengetahui pengaruh kebijakan, kelayakan proyek dan kinerja operasional baik secara parsial maupun simultan terhadap masa konsesi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif sedangkan analisis data Structural Equation Modeling (SEM) dengan menggunakan software Smart PLS versi 2.0. Hasil dari analisis diperoleh kesimpulan bahwa persepsi responden Undang-Undang Nomor 17/2008 tentang Pelayaran berikut turunannya, memberikan peluang usaha sangat besar bagi sektor swasta yaitu berdirinya perbengkelan petikemas, pencucian petikemas, pengurusan jasa dokumen, restoran dan kebijakan, kelayakan proyek dan standar kinerja operasional pelabuhan terbukti secara parsial dan simultan berpengaruh signifikan terhadap masa konsesi. Hal ini jika pemenuhan kebijakan diimbangi dengan peningkatan berbaikan kelayakan proyek dan standar kinerja operasional pelabuhan, maka diperoleh masa konsesi yang wajar sesuai dengan peraturan yang ada. Masa konsesi dalam penetapannya harus memberikan kondisi yang saling menguntungkan bagi pihak yang bekerjasama terutama bagi pemerintah dan PT. Pelabuhan Indonesia II.