Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

HUBUNGAN PANJANG BOBOT DAN KEBIASAAN MAKAN IKAN BUNTAL PISANG (Tetraodon lunaris) DI PERAIRAN KABUPATEN CIREBON Suwandi, Ruddy; Jacoeb, Agoes Mardiono; Pratama, Ginanjar; Nurjanah, Nurjanah
Dinamika Maritim Vol 6 No 2 (2018): Dinamika Maritim, Vol. 6 No. 2, February 2018
Publisher : Coastal and Marine Resources Research Center, Raja Ali Haji Maritime University, Tanjungpinang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (614.793 KB)

Abstract

HUBUNGAN PANJANG BOBOT DAN KEBIASAAN MAKAN IKAN BUNTAL PISANG (Tetraodon lunaris) DI PERAIRAN KABUPATEN CIREBON Pratama, Ginanjar; Nurjanah, Nurjanah; Suwandi, Ruddy; Jacoeb, Agoes Mardiono
Dinamika Maritim Vol 6 No 2 (2018): Dinamika Maritim, Vol. 6 No. 2, February 2018
Publisher : Pusat Penelitian Sumberdaya Pesisir dan Laut, Universitas Maritim Raja Ali Haji, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PERAN APPROACHING TIME DALAM PENINGKATAN PELAYANAN JASA PEMANDUAN KAPAL DI PELABUHAN UTAMA TANJUNG PRIOK Ika Citra Sari; Ruddy Suwandi; Arif Satria; Deni Achmad Soeboer
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 7 No 2 (2016): NOVEMBER 2016
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.818 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.7.191-198

Abstract

Approaching time is usually used as one of indicator on evaluating the successful of piloting’sservice level of ship in main port in Indonesia. However, in many main ports in some countries, this method is no longer used. This study is aimed to determine the significancy of approaching time as a standard in evaluating the piloting’s service in Indonesia.The research has been conducted in the Port of Tanjung Priok, where involved the respondents of pilotage personnels, ship captains, helmsman, and also some retired pilotage personnels which formerly have worked as pilotage. The data were analized using AHP (Analytical Hierarchy Process), AHP will describe the problem as multi-factor complex into a structured and systematic so easy to understand. The results showedthat 56.59% of respondences agree the approaching time is still important as an indicator on evaluating the service of pilotage, while 43.41% of them thought that it needs more considerations to use the approaching time as an evaluation indicator. It is important to note approaching time since it is a measurable workface in a shipping port in conducting the piloting service. This is caused that the pilotages still depend on the availabilities of all tools such astug boat in which the quantity and its capacity must still be raised again.
Application of Carbonated Soft Drink on Prevention of Nila Fish Quality Deterioration Rate Ruddy Suwandi; Sereli Pia; Sri Purwaningsih
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 11 No 2 (2008): Buletin Teknologi Hasil Perikanan
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (949.632 KB) | DOI: 10.17844/jphpi.v11i2.911

Abstract

Berdasarkan hasil survei, diketahui bahwa terdapat cara penanganan unik di Nias untuk menghambat kemunduran mutu ikan hasil tangkapan dengan menggunakan minuman ringan berkabonasi sebagai pengawet ikan oleh para pedagang di Nias. Berdasarkan adanya temuan tersebut maka penelitian ini dilakukan untuk membuktikan kebenaran asumsi masyarakat bahwa minuman berkarbonasi mampu menghambat kemunduran mutu ikan. Penelitian ini terbagi dalam dua tahap, yaitu penelitian pendahuluan dan utama. Penelitian pendahuluan berupa penentuan fase post mortem ikan serta penentuan konsentrasi larutan minuman ringan berkarbonasi dan waktu perendaman paling optimum dalam menghambat kemunduran mutu ikan. Penelitian utama merupakan pengujian pengaruh suhu larutan minuman ringan berkarbonasi dan lama penyimpanan dalam menghambat kemunduran mutu ikan nila terhadap parameter fisik, kimia dan mikrobiologi. Pada penelitian utama faktor yang diuji pengaruhnya adalah suhu larutan minuman ringan berkarbonasi dan lama penyimpanan. Perlakuan suhu larutan minuman ringan berkarbonasi 7°C selama penyimpanan pada suhu ruang menunjukkan nilai organoleptik berkisar 3,0-9,0; pH 6,14-6,25; log TPC 4,79-5,40 CFU/ml; TVB 9,66-28,05 mgN/100g. Perlakuan suhu larutan minuman ringan berkarbonasi 25°C selama penyimpanan pada suhu ruang menunjukkan nilai organoleptik berkisar 3,0-9,0; pH 6,18-6,34; log TPC 4,84-6,17 CFU/ml; TVB 9,52-28,7405 mgN/100g. Perlakuan suhu ruang 27°C selama penyimpanan pada suhu ruang menunjukkan nilai organoleptik berkisar 3,0-9,0; pH 6,49-6,62; log TPC 4,86-6,39 CFU/ml; TVB 9,80-29,12 mgN/100g.Kata kunci: ikan nila, kemunduran mutu, minuman berkarbonasi
Shelf Applications in Storage Container for Freshwater Prawn (Cherax quadricarinatus) Transportation without Water Media Ruddy Suwandi; Anggi Novriani; . Nurjanah
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 11 No 1 (2008): Buletin Teknologi Hasil Perikanan
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (87.951 KB) | DOI: 10.17844/jphpi.v11i1.926

Abstract

Lobster air tawar yang dipasarkan dalam keadaan mati, meskipun masih dalam keadaan segar,harganya turun hingga 50 % sehingga diperlukan suatu teknik transportasi khusus agar lobster air tawartetap hidup hingga ke tangan konsumen. Transportasi tanpa media air dapat menjadi pilihan untukdistribusi lobster air tawar dengan waktu yang lebih lama, khususnya untuk tujuan ekspor. Kapasitaspengangkutan dalam transportasi, khususnya ekspor, memiliki peranan penting. Penambahan rak dalamwadah pengemasan diharapkan dapat meningkatkan kepadatan tanpa mempengaruhi mortalitas komoditashidup yang diangkut. Penelitian dilakukan melalui tiga tahap, penelitian tahap pertama bertujuan untukmengetahui kualitas media air akuarium. Tahap kedua bertujuan untuk mengamati aktivitas lobster airtawar dan perubahan suhu media serbuk gergaji selama pengemasan. Tahap ketiga bertujuan untukmempelajari efektivitas penggunaan rak untuk meningkatkan kepadatan lobster air tawar dalamkemasan.Hasil penelitian tahap pertama menunjukkan bahwa analisis rata-rata kualitas air akuarium sudahmemenuhi persyaratan kelayakan kualitas air untuk lobster air tawar. Hasil penelitian tahap keduadiperoleh hasil bahwa lobster air tawar menunjukkan aktivitas pada saat suhu media mencapai 5 °C.Lobster bergerak mundur menaiki serbuk gergaji. Suhu media kemasan akan menurun hingga jam ke-4 dankembali naik hingga akhir penyimpanan pada jam ke-34. Hasil penelitian tahap ketiga menunjukkan bahwarak akrilik terbukti efektif sebagai bahan dasar pembuatan rak dengan kapasitas muat 7-8 ekor/rak dandapat meningkatkan kepadatan hingga 54 %. Penggunaan rak akrilik mampu menghasilkan kelulusanhidup lobster air tawar sebesar 100 % hingga 50 jam penyimpanan. Perlakuan durasi penyimpanan berbedapada penelitian ini tidak mempengaruhi tingkat kelulusan hidup lobster air tawar. Rak akrilik tidakberperan secara langsung dalam usaha untuk mempertahankan dormansi lobster air tawar namun dapatmengurangi pergerakan lobster air tawar dalam media pengemasan.Kata kunci: lobster air tawar, penyimpanan, rak
Physical and Chemical Characteristics of Agar Bacto with Addition Of Chitosan Asadatun Abdullah; Pipih Suptijah; Ruddy Suwandi
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 11 No 1 (2008): Buletin Teknologi Hasil Perikanan
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.56 KB) | DOI: 10.17844/jphpi.v11i1.927

Abstract

Agar adalah bentuk koloid dari suatu polisakarida kompleks yang diekstrak dari beberapa kelompok alga merah (Rhodophyceae). Salah satu pemanfaatan dari agar adalah sebagai media untuk pertumbuhan mikroba. Agar bakto adalah salah satu medium kultur yang digunakan untuk membantu menggelifikasi berbagai jenis larutan medium atau larutan kaldu (broth). Penambahan kitosan sebagai absorben pada proses pemurnian agar diharapkan dapat menghasilkan agar yang murni (refine agar) yang dapat digunakan untuk agar bakto sebagai media pertumbuhan mikroba. Tujuan dari penelitian ini adalah memodifikasi berbagai konsentrasi kitosan dan waktu proses absorbsi dalam pembuatan agar bakto sebagai media pertumbuhan mikroba. Penelitian dibagi menjadi dua tahap, yang pertama adalah tahapan proses isolasi kitin dan deasetilasi kitin menjadi kitosan dan penelitian utama yang dilakukan yaitu pembuatan agar bakto dengan menambahkan berbagai konsentrasi kitosan (0,5%, 1%, 1,5%) sebagai absorben terhadap agar yang dihasilkan dari Gracilaria sp. dan agar batang. Perlakuan kedua yang diberikan yaitu waktu proses absorbsi setelah dilakukan penambahan kitosan. Proses absorbsi yang dipilih 0 menit, 15 menit, 30 menit, dan 45 menit. Kombinasi perlakuan paling optimum untuk agar bakto berbahan baku Gracilaria sp. adalah pada konsentrasi kitosan 1% dengan lama pemanasan lanjutan ekstraksi selama 45 menit. Kombinasi perlakuan paling optimum untuk agar bakto berbahan baku agar batang adalah pada konsentrasi kitosan 0,5% dengan tanpa pemanasan lanjutan.Kata kunci: agar bakto, Gracilaria sp. , kitosan
The Survival Rate of Oreochromis niloticus Baby Fish During Closed Transportation at Different Road Condition Ruddy Suwandi; Fajar Kurnia Budiman; Pipih Suptijah
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 10 No 2 (2007): Buletin Teknologi Hasil Perikanan
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.078 KB) | DOI: 10.17844/jphpi.v10i2.944

Abstract

Fish transportation is an activity on moving fish from one place to another. Specific for live fish, the transportation process is so important due to the different value of live fish and the dead one, either in term of its price and or function. Live fish transportation, basically is a forcing fish in a new environment condition different with the usual one, along with sudden changes of ambient characteristic which threat the live of fish. The factors which influential on fish live transportation are fish condition and water quality. Beside these, other factor which also give influent is infrastructure of transportation (road, vehicle, etc.). The researched was done to know the effect of road surface quality (good, semi good, and bad) on survival rate (SR) of Oreochromis niloticus fish juvenile. The highest SR came from the good treatment is 88.33%, with the water quality are: DO (dissolve oxygen)=2.19 ppm; CO2=39.6 ppm;pH=6.02; alkalinity = 156.42 ppm; and temperature = 27.75oC. The lowest one came from the bad treatment is SR=0% with the water quality are: DO (dissolve oxygen)=1.71 ppm; CO2=53.46 ppm; pH=6.02; alkalinity=1,003.86 ppm; and temperature=27.5oC. The SR of juveniel fish transportation at a real condition from Bogor to Jakarta is 93.3%. The result indicated that types and time of treatment effected to the SR.Key words : infrastructure of transportation, fish transportation, survival rate
The aim of this research is to obtain characteristics of composite biofiber textile prepared using 10% chitosan as base material with addition of polyvinyl alcohol at various levels of 20%, 22%, 24% and 26% (w/v) by wet spinning process. Stages of the study included solution formulation, viscosity solution measurement, wet spnining process and formation the biofiber composite textile, the last measurement of chemical and physical characteristics of biofiber composite textile such as tensile stre Bambang Riyanto; Ruddy Suwandi; Ikhwan Dimas Permana
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 13 No 1 (2010): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v13i1.3139

Abstract

The aim of this research is to obtain characteristics of composite biofiber textile prepared using 10% chitosan as base material with addition of polyvinyl alcohol at various levels of 20%, 22%, 24% and 26% (w/v) by wet spinning process. Stages of the study included solution formulation, viscosity solution measurement, wet spnining process and formation the biofiber composite textile, the last measurement of chemical and physical characteristics of biofiber composite textile such as tensile strength, the percentage of elongation at break and fourier transform infrared spectrophotometry (FTIR). The viscosity values of biofiber composite textile solution are 4,08 ± 0,00 cP - 5,43 ± 0,00 cP; the obtained biofiber composite has pale yellow colour with alkali smell and has appearance like rope with diameter for each ranges about 1,60 ± 0,08 mm - 1,50 ± 0,16 mm. The physical characteristics such as tensile strenght was 16,23 ± 2,23 cN - 24,05 ± 0,87 cN and percentage of elongation at break were 15,08 ± 1,04%-18,72 ± 0,93%. Chemical interaction between functional group of chitosan and polyvinyl alcohol indicated by the changes in the value of NH2 long wave group of chitosan at the peak of spectrophotometric reading.
PENGARUH CAHAYA TERHADAP AKTIVITAS METABOLISME IKAN LELE DUMBO (CLARIAS GARIEPINUS) PADA SIMULASI TRANSPORTASI SISTEM TERTUTUP Ruddy Suwandi; Agoes Mardiono Jacoeb; Vickar Muhammad
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 14 No 2 (2011): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.392 KB) | DOI: 10.17844/jphpi.v14i2.5317

Abstract

Consumer demand for commodities is growing, especially for the type of fish that have high economis value, one of which is dumbo catfish (Clarias gariepinus). Handling of the transport system is needed to keep fish alive until the destination. The purpose of this research was to study the effect of light intensity on simulated fish either at rest or moving. The study was conducted with simulation of a closed system transportation for six hours and measuring the water quality each hour. The treatment used were a light simulation, dark simulation, non-simulated light, and dark non-simulation. DO values decrese from 5,0175 ppm to 2,3812 ppm after 6 hours transportation. Water temperature during research at 27,8-29,4˚C. PH values in the study range from 7,2 to 6,3 ppm. The values of carbondioxide increased during transportation. The highest concentration of ammonia presented after six hours in all treatment.The best treatment of this study was non-simulated light.Keywords : Catfish (Clarias gariepinus), closed system transport, water quality
APLIKASI EKSTRAK DAUN JAMBU Psidium guajava var. pomifera PADA PROSES TRANSPORTASI IKAN NILA (Oreochromis niloticus) Ruddy - Suwandi; Roni - Nugraha; Kristian Edo Zulfamy
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 16 No 1 (2013): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia
Publisher : Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.282 KB) | DOI: 10.17844/jphpi.v16i1.8107

Abstract

Pemanfaatan ekstrak daun jambu Psidium guajava var. pomifera untuk menurunkan ekskresi metabolit ikannila (Oreochromis niloticus) dipelajari pada penelitian ini. Ekstrak daun dengan konsentrasi 0%; 0,25%; 0,50%;dan 0,75% (v/v) ditambahkan ke dalam media transportasi ikan nila. Parameter kualitas air dievaluasi setiap30 menit selama 2 jam simulasi transportasi. Kadar glukosa darah ikan dihitung sebelum dan setelah simulasi.Penambahan ekstrak daun jambu mampu menurunkan ekskresi metabolit yang ditandai dengan rendahnyakandungan karbondioksida dan amonia pada media transportasi. Kadar glukosa ikan yang ditransportasikandalam media yang mengandung 0,25 dan 0,5% ekstrak daun jambu lebih tinggi dibandingkan kontrol (0%),namun kadar glukosa ikan pada media 0,75% lebih rendah dibandingkan kontrol. Konsentrasi terbaik untukaplikasi transportasi ikan nila adalah konsentrasi 0,25%. Pada dosis tersebut dapat mereduksi tingkat metabolitikan dan tidak mengakibatkan stres yang dominan dengan sedikit perubahan kadar glukosa darah yang relatifrendah serta dapat mempertahankan kondisi media angkut lebih baik dibandingkan dengan kontrol danperlakuan lainnya.Kata kunci: antimetabolit, kualitas air, Oreochromis niloticus, Psidium guajava var. pomifera, transportasi