Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

BANK SYARIAH DI INDONESIA (Peluang dan Tantangan di Era Globalisasi) Siti Nikmah Marzuki
J-ESA (Jurnal Ekonomi Syariah) Vol 1 No 1 (2018): Juni
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.834 KB)

Abstract

Perbankan syariah institusi keuangan Islam memiliki kinerja yang baik sepanjang periode pertumbuhan yang tinggi dalam industri, akan tetapi, dengan lanskap keuangan global yang senantiasa berubah dengan cepat, upaya mempertahankan pertumbuhan yang stabil menjadi salah satu dari sekian banyak yang menghadang. Institusi finansial saat ini telah mempertahankan keunggulan kompetitif di pasar yang sampai saat ini masih ditandai dengan tingginya rintangan dari intitusi konvensional yang kurang memiliki pengetahuan dalam syariah. Akan tetapi, dengan meningkatnya kesadaran dan pengakuan terhadap instrumen finansial Islam, kemajuan teknologi, globalisasi dan professional akan menciptakan persaingan yang ketat di masa yang akan datang. Berdasarkan hukum Islam antara bank dan pihak lain untuk penyimpanan dana dan atau pembiayaan kegiatan usaha, atau kegiatan lainnya yang dinyatakan sesuai dengan nilai-nilai syariah yang bersifat makro maupun mikro. Nilai-nilai makro yang dimaksud adalah keadilan, maslahah, sistem zakat, bebas dari bunga (riba), bebas dari kegiatan spekulatif dan yang non produktif seperti perjudian (maysir), bebas dari hal-hal yang tidak jelas dan meragukan (gharar), bebas dari hal-hal yang rusak atau tidak sah (bathil) dan penggunaan uang sebagai alat tukar.
AKURASI TIMBANGAN PEDAGANG BUAH MUSLIM PADA PASAR TRADISIONAL DI KOTA WATAMPONE Siti Nikmah Marzuki; Muljan Muljan; Uswatun Hasanah
J-ESA (Jurnal Ekonomi Syariah) Vol 1 No 2 (2018): Desember
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.423 KB)

Abstract

Penelitian ini menitikberatkan pada perilaku pedagang buah muslim dalam berdagang di Kota Watampone dan analisis akurasi ketepatan timbangan pedagang buah muslim di Kota Watampone. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yang bersifat deskriptif yakni metode penelitian yang menjelaskan mengenai suatu variabel tertentu yang menjadi fokus penelitian yaitu tentang akurasi ketepatan timbangan buah pedagang muslim yang ada di Kota Watampone. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih ada pedagang yang menjual buah dengan tidak memenuhi takaran timbangan sesuai akad jual beli. Mengenai akurasi timbangan, masih terdapat pedagang buah yang bermain pada ukuran timbangan yang mengakibatkan takaran tidak sesuai dan merugikan pembeli. Disamping itu menemukan pedagang yang tidak jujur, masih tidak amanah dan melakukan tindakan gharar. Mereka melakukan tindakan penipuan dengan menjual buah yang tidak sesuai dengan timbangan, buah tidak segar, memberikan janji mengenai rasa yang tidak sesuai, dan mencampur buah yang bagus dengan buah yang sudah busuk.
BANK SYARIAH DI INDONESIA (Peluang dan Tantangan di Era Globalisasi) Siti Nikmah Marzuki
J-ESA (Jurnal Ekonomi Syariah) Vol. 1 No. 1 (2018): Juni
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perbankan syariah institusi keuangan Islam memiliki kinerja yang baik sepanjang periode pertumbuhan yang tinggi dalam industri, akan tetapi, dengan lanskap keuangan global yang senantiasa berubah dengan cepat, upaya mempertahankan pertumbuhan yang stabil menjadi salah satu dari sekian banyak yang menghadang. Institusi finansial saat ini telah mempertahankan keunggulan kompetitif di pasar yang sampai saat ini masih ditandai dengan tingginya rintangan dari intitusi konvensional yang kurang memiliki pengetahuan dalam syariah. Akan tetapi, dengan meningkatnya kesadaran dan pengakuan terhadap instrumen finansial Islam, kemajuan teknologi, globalisasi dan professional akan menciptakan persaingan yang ketat di masa yang akan datang. Berdasarkan hukum Islam antara bank dan pihak lain untuk penyimpanan dana dan atau pembiayaan kegiatan usaha, atau kegiatan lainnya yang dinyatakan sesuai dengan nilai-nilai syariah yang bersifat makro maupun mikro. Nilai-nilai makro yang dimaksud adalah keadilan, maslahah, sistem zakat, bebas dari bunga (riba), bebas dari kegiatan spekulatif dan yang non produktif seperti perjudian (maysir), bebas dari hal-hal yang tidak jelas dan meragukan (gharar), bebas dari hal-hal yang rusak atau tidak sah (bathil) dan penggunaan uang sebagai alat tukar.
AKURASI TIMBANGAN PEDAGANG BUAH MUSLIM PADA PASAR TRADISIONAL DI KOTA WATAMPONE Siti Nikmah Marzuki; Muljan Muljan; Uswatun Hasanah
J-ESA (Jurnal Ekonomi Syariah) Vol. 1 No. 2 (2018): Desember
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menitikberatkan pada perilaku pedagang buah muslim dalam berdagang di Kota Watampone dan analisis akurasi ketepatan timbangan pedagang buah muslim di Kota Watampone. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yang bersifat deskriptif yakni metode penelitian yang menjelaskan mengenai suatu variabel tertentu yang menjadi fokus penelitian yaitu tentang akurasi ketepatan timbangan buah pedagang muslim yang ada di Kota Watampone. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih ada pedagang yang menjual buah dengan tidak memenuhi takaran timbangan sesuai akad jual beli. Mengenai akurasi timbangan, masih terdapat pedagang buah yang bermain pada ukuran timbangan yang mengakibatkan takaran tidak sesuai dan merugikan pembeli. Disamping itu menemukan pedagang yang tidak jujur, masih tidak amanah dan melakukan tindakan gharar. Mereka melakukan tindakan penipuan dengan menjual buah yang tidak sesuai dengan timbangan, buah tidak segar, memberikan janji mengenai rasa yang tidak sesuai, dan mencampur buah yang bagus dengan buah yang sudah busuk.
Masanra Galung Sebagai Tradisi Ekonomi Masyarakat Bugis: Kajian Terhadap Unsur Riba, Gharar dan Maysir Muh. Imran; Indah Aprisa; Susi; Siti Nikmah Marzuki
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 7 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/w7b9j167

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik Masanra Galung sebagai tradisi ekonomi masyarakat Bugis dalam perspektif hukum ekonomi syariah, khususnya terkait unsur riba, gharar, dan maysir. Masanra Galung merupakan praktik gadai sawah yang dilakukan masyarakat untuk memperoleh dana dengan menjadikan sawah sebagai jaminan. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas masyarakat yang pernah melakukan Masanra Galung, tokoh agama, tokoh adat, dan akademisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik Masanra Galung masih dilaksanakan berdasarkan adat dan kepercayaan tanpa perjanjian tertulis serta tanpa batas waktu pelunasan yang jelas. Unsur riba ditemukan dalam pemanfaatan hasil sawah oleh penerima gadai selama masa pinjaman tanpa adanya akad yang sah mengenai pembagian hasil. Unsur gharar muncul karena ketidakjelasan jangka waktu, hak dan kewajiban para pihak, serta tidak adanya dokumentasi akad yang memadai. Sementara itu, unsur maysir tidak ditemukan secara dominan karena praktik ini tidak berbentuk perjudian atau spekulasi. Hasil penelitian ini penulis menyimpulkan bahwa Masanra Galung sebagai tradisi ekonomi masyarakat Bugis sebenarnya dapat tetap dipertahankan, tetapi perlu diperbaiki agar sesuai dengan syariah. Perbaikannya dapat dilakukan dengan membuat akad tertulis, menentukan jangka waktu pelunasan, menjelaskan hak dan kewajiban masing-masing pihak, serta menerapkan sistem bagi hasil seperti mudharabah apabila sawah tetap dikelola oleh penerima gadai. Dengan cara tersebut, tradisi Masanra Galung tetap dapat berjalan sebagai kearifan lokal tanpa merugikan salah satu pihak dan tanpa bertentangan dengan prinsip keadilan dalam ekonomi Islam. Kata Kunci: Masanra Galung, Rahn, Riba, Gharar, Maysir, Ekonomi Syariah.