Nugroho Hari Purnomo
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENANDA KAJIAN GEORAFI FISIK Nugroho Hari Purnomo,
Pendidikan Geografi Vol 9, No 17 (2010)
Publisher : Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

<!-- /* Font Definitions */ @font-face {font-family:"Cambria Math"; panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:roman; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:"Times New Roman","serif"; mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} .MsoChpDefault {mso-style-type:export-only; mso-default-props:yes; font-size:10.0pt; mso-ansi-font-size:10.0pt; mso-bidi-font-size:10.0pt;} @page WordSection1 {size:612.0pt 792.0pt; margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; mso-header-margin:36.0pt; mso-footer-margin:36.0pt; mso-paper-source:0;} div.WordSection1 {page:WordSection1;} --> Abstrak : Geografi fisik mengkaji fenomena fisik permukaan bumi yang mempengaruhi kehidupan manusia atau dikenal sebagai geosfer. Geosfer dikaji oleh banyak bidang keilmuan, menjadikan geografi fisik harus memiliki ciri sebagai suatu keilmuan yang berbeda dengan keilmuan lainnya, yaitu berdasarkan pada pendekatan geografi. Akan tetapi luasnya geosfer sebagai objek kajian, kiranya masih perlu adanya penciri geografi fisik yang dapat ditandai berdasarkan pada : (1) adanya keteraturan alam semesta berupa sistem yang seimbang, (2) penyederhanaan fenomena permukaan bumi menjadi suatu model, dan (3) pembatasan luasan atau skala kajian yang diamati. Dengan adanya penanda kajian geografi fisik tersebut diharapkan adanya ketegasan antara keilmuan geografi fisik dengan keilmuan lainnya serta fenomena geosfer yang keterkaitannya tidak terbatas dapat lebih mudah dipahamai.
BENTUK LAHAN SEBAGAI KOMPONEN EKOHIDROLIK Nugroho Hari Purnomo,
Pendidikan Geografi Vol 6, No 11 (2007)
Publisher : Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Konsep ekohidrolik mulai disadari peranannya setelah terjadinya degradasi sungai sebagai akibat dari program pembangunan sungai yang didasari pemahaman hidraulik murni, sementara ekohidrolik berdasarkan pada pemahaman kombinasi ekologi dan hidrolik. Kajian deskriptif dengan metode studi literatur berdasarkan pendekatan analisis terapan bentuk lahan ini bertujuan untuk membahas kedudukan bentuk lahan dalam kajian ekohidrolik. Bentuk lahan merupakan unsur kenampakan bentang lahan dengan komposisi material yang merupakan hasil dari suatu genetik dan proses yang bekerja di atas struktur geologi dan litologi serta topografi tertentu. Secara geografis bentuk lahan merupakan tempat keberadaan material dan tempat proses berlangsung. Untuk pengelolaan sungai, secara umum bentuk lahan asal proses fluvial dan bentuk lahan asal proses marin memiliki peran penting, meskipun bentuk lahan lainnya di beberapa wilayah juga berperan. Ekohidrolik merupakan konsep pengelolaan sungai yang berpangkal dari paradigma sungai sebagai sistem alamiah yang kompleks dan teratur. Bentuk lahan sebagai bagian dari sistem alamiah yang merekam genetik, proses, dan material perkembangan bentang lahan. Dengan demikian konsep ekohidrolik harus mempertimbangkan bentuk lahan dalam kajian dan terapannya.