Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Sit to Stand Exercise Terhadap Peningkatan Keseimbangan Pasien Pasca Stroke di Posyandu Melati 1 dan 3 Karangasem Lidya Hardalena; Shafira Rizky Nur Khairunnisa; Mutiara Sabta Amanda; Muhammad Naufal Anas; Arif Pristianto; Taufik Eko Susilo
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stroke adalah defisit neurologis fokal akut yang disebabkan oleh lesi vascular, onsetnya tiba-tiba dan gejalanya berlangsung lebih dari 24 jam, jika pasien bertahan. Stroke berdampak terhadap kehidupan masyarakat yang terjadi secara tiba-tiba baik pada individu maupun keluarga dan banyak yang tidak siap untuk menghadapi proses kecacatan serta rehabilitasi akibat kondisi tersebut, sehingga banyak individu yang tidak dapat bekerja dan membutuhkan bantuan pasca stroke. Pasien stroke akan mengalami banyak gangguan-gangguan yang bersifat fungsional dan mempengaruhi kualitas hidup pasien. Untuk mengembalikan kemandirian lansia secara seimbang untuk menopang badan dan beraktivitas, dapat dilakukan latihan sit to stand. Sebelum dan setelah melakukan latihan sit to stand, dilakukan pemeriksaan keseimbangan menggunakan alat ukur yang valid yaitu berg balance scale. Latihan sit to stand merupakan tindakan fungsional yang penting pasca stroke, dengan latihan yang dilakukan secara rutin pada pasien pasca stroke diharapkan terjadi peningkatan keseimbangan pada pasien pasca stroke.
Upaya Penanganan Terkait Keluhan Muskuloskeletal pada Porter di Stasiun Balapan Solo Arif Pristianto; Mutiara Sabta Amanda; Alviana Dwi Lestari; Eva Arnaz Sari; Meka Dwi Hekiriani; Serilda ‘Alya’ Madaniyah
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 4 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i4.10155

Abstract

Work related musculoskeletal disorders merupakan keluhan yang terjadi pada sistem muskuloskeletal dan sering dialami oleh pekerja. Permasalahan muskuloskeletal yang seringkali terjadi pada pekerja yaitu pekerja dengan aktivitas mengangkat serta pola gerakan yang terjadi berulang dengan posisi tubuh yang salah. Permasalahan muskuloskeletal pada pekerja beresiko kali ini, akan membahas mengenai permasalahan pada Porter di Stasiun Balapan Solo. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan, keluhan muskuloskeletal yang sering dialami porter yaitu pada bagian tungkai. Keadaan tersebut dapat mempengaruhi produktivitas kerja dan aktivitas sehari-hari yang dilakukan porter. Untuk mengatasi keluhan muskuloskeletal yang dirasakan, serta untuk meningkatkan produktivitas kerja dari porter, dilakukan upaya penanganan sesuai dengan keilmuan Fisioterapi. Upaya penanganan yang dilakukan yaitu dengan demonstrasi exercise untuk mengurangi keluhan yang dirasakan serta edukasi untuk perbaikan postur yang sesuai dengan ergonomi saat melakukan pekerjaan, agar tidak terjadi peningkatan keluhan yang dirasakan. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini yaitu dengan demonstrasi secara langsung kepada 23 porter yang bekerja di Stasiun Balapan Solo. Media yang digunakan berupa leaflet serta video agar lebih memudahkan pekerja dalam memahami gerakan exercise yang dilakukan. Hasil dari kegiatan pengabdian ini yaitu terdapat beberapa porter yang mengalami penurunan nyeri setelah melakukan exercise. Selain itu, upaya penanganan tersebut dapat diterima dengan baik oleh para responden.  Work-related musculoskeletal disorders are complaints that occur in the musculoskeletal system and are often experienced by workers. Musculoskeletal problems often occur in workers carrying out lifting activities and repetitive movement patterns with incorrect body positions. Musculoskeletal problems in at-risk workers: This time, we will discuss problems with porters at Balapan Solo Station. Based on the results of observations made, the musculoskeletal complaints that porters often experience are in the legs. This situation can affect work productivity and daily activities carried out by porters. Treatment efforts are carried out by physiotherapy science to overcome perceived musculoskeletal complaints and increase the work productivity of porters. Handling efforts include exercise demonstrations to reduce perceived complaints and education to improve posture by ergonomics when doing work so that there is no increase in perceived complaints. The method used in this service was a direct demonstration to 23 porters who worked at Balapan Solo Station. The media used are leaflets and videos to make it easier for workers to understand the exercise movements being carried out. The result of this service activity was that several porters experienced decreased pain after doing the exercise. Apart from that, these handling efforts were well received by the respondents.
Pendampingan Kesehatan Fisik bagi Pembatik sebagai Upaya Mengurangi Risiko dan Keluhan Work-related Musculoskeletal Disorder (WMSD) di Kampung Batik Laweyan Arif Pristianto; Tanjung Anitasari Indah Kusumaningrum; Mahendra Wahyu Dewangga; Fathul Wahid Ilmuddin; Mutiara Sabta Amanda; Ana Triasari; Muhammad Nizar Siddiq; Samiyem Samiyem; Khansa Nuriashinta Nabila
Warta LPM WARTA LPM, Vol. 27, No. 2, Juli 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/warta.v27i2.5171

Abstract

The high incidence of Work-related Musculoskeletal Disorder (WMSD) in workers is caused by various factors from the individual and the work environment. Musculoskeletal complaints in workers also occur and disrupt productivity for batik workers. Batik itself has several types and several divisions of work. Workload, duration, and poor work posture cause excess work on the muscles which results in functional disorders of the structural muscles in the neck and causes myofascial trigger point syndrome (MTPS). This service activity is carried out to resolve complaints, prevent further impacts, and increase worker productivity. The program is provided in the form of Integrated Neuromuscular Inhibition Technique (INIT) and Self Stretching combined with infrared radiation. Apart from that, educational efforts are also being made regarding Musculoskeletal Disorders and ergonomic working positions. Measurement of activity effectiveness is carried out using the VAS, NDI, NBM and WERA instruments. Based on the results of the activities carried out, it can be concluded that health assistance efforts for batik workers in Laweyan Batik Village in the form of providing therapeutic and educational measures have proven effective in reducing complaints and incidents of WMSD. By reducing complaints, the work output and productivity of batik makers increases.