Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PENERAPAN ORNAMEN KARO PADA LUMPANG KAYU DENGAN TEKNIK UKIR Irma Wanti Br Sinulingga; Misgiya Misgiya
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 7 (2025): JULI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karya seni ukir ornamen Karo menggunakan lumpang kayu sebagai media penerapan teknik ukir. Teknik ukir diterapkan menggunakan pahat dan palu. Lokasi penelitian penciptan dilakukan di Galeri Seni Rupa, Universitas Negeri Medan, Kenangan Baru, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang. Metode Yang digunakan pada penelitian penciptaan ini menggunakan tiga teori Gustami tahapan penciptaan seni kriya yaitu: eksplorasi, perancangan dan perwujudan. Ornamen karo yang digunakan sebanyak 22 ornamen karo yaitu: Pengeret-ret, Bendi-bendi, Embun sikawiten, Litap-litap lembu, Taruk-taruk, Pandamaiken, Bunga gundur, Lukisen para-para/Gundur mangalata, Lukisen kurung tendi, Ukiren kaba-kaba, Tupak salah silima-lima, Tulak paku patundal, Tutup dadu dan cimba lau, Cekili kambing, Ipen-Ipen, Pucuk Merbung, Bunga Bincole, Pucuk tenggiang, Desa siwaluh, Bunga Gundur, Lumut-lumut lawit, Tampune-tampune. Hasil dari penciptaan ini adalah kriya ukir yang menghasilkan hiasan seperti guci dan vas bunga. Karya yang dihasilkan sebanyak 12 karya ukir. Berdasarkan hasil penelitan di temukan bahwa lumpang kayu bisa beralih fungsi dari yang biasanya digunakan di dapur menjadi hiasan di ruangan dengan adanya motif ornamen Karo pada lumpang. Berikut ini merupakan 12 judul dari karya ukiran tersebut: Megegeh, Pemanfaaten, Pengarapen, Kebujuren, Kecibalen, Merupa, Mehaga, Metempas, Malem Ate, Kesangapen, Mejuah-juah, Metunggung
PENCIPTAAN BATIK MOTIF TRADISIONAL SUMATERA UTARA SEBAGAI ELEMEN DEKORASI INTERIOR DENGAN TEKNIK BATIK TULIS Revalina Ananda Ginting; Misgiya Misgiya
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 5 (2025): Oktober - November 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penciptaan ini bertujuan untuk mengetahui proses serta hasil karya inovasi batik yang mengadaptasi motif tradisional Sumatera Utara sebagai elemen dekorasi interior. Eksplorasi dilakukan terhadap motif ornamen tradisional dari tujuh suku di Sumatera Utara, yang kemudian dikembangkan menjadi motif batik melalui penyesuaian bentuk, warna, dan komposisi. Metode penciptaan mengacu pada teori Gustami mengenai tahapan penciptaan seni kriya, yaitu eksplorasi, perancangan, dan perwujudan. Proses penciptaan dilaksanakan di Galeri Seni Rupa Universitas Negeri Medan, Kenangan Baru, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang. Hasil penciptaan berupa 14 karya kain batik berukuran 100 cm × 100 cm yang difungsikan sebagai elemen dekorasi interior. Keempat belas karya tersebut terdiri atas 2 karya bermotif Toba, 2 bermotif karya Karo, 2 karya bermotif Simalungun, 2 karya bermotif Mandailing, 2 karya bermotif Pakpak, 2 karya bermotif Melayu, dan 2 karya bermotif Nias. Hasil penciptaan menunjukkan bahwa motif tradisional Sumatera Utara dapat dikembangkan menjadi karya dengan nilai estetis yang mampu memperkuat identitas budaya dalam desain interior.
Penciptaan Souvenir Jam Dinding Ornamen Karo Berbahan Dasar Kayu dengan Teknik Ukir Jimmi Micael Ginting; Misgiya Misgiya
Imajinasi : Jurnal Ilmu Pengetahuan, Seni, dan Teknologi Vol. 2 No. 3 (2025): September : Imajinasi : Jurnal Ilmu Pengetahuan, Seni, dan Teknologi
Publisher : Asosiasi Seni Desain dan Komunikasi Visual Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/imajinasi.v2i3.927

Abstract

This study presents a woodcraft creation in the form of a wall clock with traditional Karo ornaments as the main visual element. The creation is driven by the urgency to preserve the visual culture of the Karo people, which is increasingly threatened by modernization, and the lack of distinctive local souvenirs in tourist areas such as Berastagi, which often offer only generic or mass-produced items. This creation aims not only to function as an indicator of time but also as a medium for cultural preservation, education, and the strengthening of the Karo visual identity in a contemporary context. The creative process applies the "three stages and six steps" approach by S.P. Gustami, which includes exploration, design, and realization. Exploration involves field observations of Karo architecture and artifacts, literary studies on Karo visual symbols, and careful selection of motifs, focusing on Tapak Raja Sulaiman, Takal Kerbo, and Pengeret-ret as representative elements rich in symbolic meaning. The design stage produces various sketches that integrate the functional aspect of the wall clock with the principles of ornamentation, ensuring both utility and cultural expression. Realization involves selecting local woods such as teak, mahogany, and jelutung, followed by manual carving techniques, the application of natural wood coloring, and protective finishing with melamine spray to ensure durability and aesthetic quality. The final result consists of twelve unique wall clocks that embody the aesthetic, symbolic, and cultural richness of the Karo people. This work demonstrates how traditional motifs can be re-contextualized into functional objects, making cultural heritage more visible and relevant in daily life, and is expected to inspire further innovation in the local crafts industry, contributing to long-term preservation and revitalization of regional cultural identity.