Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Pembinaan Usaha Kesehatan Sekolah (Uks) Di Sekolah - Sekolah Muhammadiyah Kota Medan Nurfadly Nurfadly; Robitah Asfur; Amelia Eka Damayanty
JURNAL PRODIKMAS Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (96.634 KB) | DOI: 10.30596/jp.v4i1.6165

Abstract

AbstrakMuhammadiyah merupakan suatu persyarikatan yang sangat memperhatikan kesejahteraan umat dan mengembangkan amal usaha di banyak bidang diantaranya bidang kesehatan dan pendidikan. Muhammadiyah memiliki amal usaha di bidang pendidikan  hampir di seluruh wilayah Indonesia tersebar secara merata. Di kota Medan terdapat  lebih kurang 50 sekolah dasar Muhammadiyah dan memiliki hampir 15.000  murid.  Sekolah sebagai tempat belajar, harus memiliki lingkungan bersih dan sehat, yang mendukung berlangsungnya proses belajar dan mengajar yang baik, serta  diharapkan mampu membentuk siswa yang memiliki derajat kesehatan yang lebih baik untuk mendukung pencapaian tujuan pendidikan.  Untuk  mencapai tujuan tersebut maka setiap sekolah dianjurkan mempunyai Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). Masalah yang dihadapi selama ini adalah sebagian besar sekolah Muhammadiyah belum mempunyai UKS, padahal UKS sangat diperlukan untuk terciptanya sekolah sehat.   Sehingga dilaksanakanlah kegiatan PKPM yang bertujuan untuk membina UKS di sekolah dasar-sekolah dasar Muhammadiyah di Kota Medan.  Kegiatan dilaksanakan di gedung pertemuan Madrasah Tsanawiyah Aisyiah pada pertengahan April dan dihadiri oleh 10 kepala sekolah dasar Muhammadiyah atau perwakilannya.
Pentingnya Nutrisi Keluarga Di Masa Pandemi Dalam Upaya Pencegahan Penyakit Covid-19 Amelia Eka Damayanty; Nanda Sari Nuralita; Isra Thristy
JURNAL PRODIKMAS Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.734 KB) | DOI: 10.30596/jp.v6i2.8160

Abstract

Era pandemi Covid-19 menyebabkan banyak perubahan dalam segala aspek kehidupan. Banyak hal yang perlu mendapat perhatian lebih dalam kehidupan sehari-hari terutama dalam keluarga yang merupakan populasi terkecil dari masyarakat Indonesia. Dalam keluarga terdiri dari beberapa individu yang berbeda berdasarkan karakteristik usia, jenis kelamin, pengetahuan, kebutuhan akan zat gizi, pola hidup bahkan berbeda fungsi kognitifnya. Karena adanya perbedaan inilah, maka perlu dilakukan edukasi terkait pentingnya asupan nutrisi disetiap fase usia, mengingat penyakit Covid-19 merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus sehingga membutuhkan daya tahan tubuh yang optimal agar bisa bertahan atau terhindar dari penyakit ini. Asupan nutrisi sangat berperan dalam mekanisme kerja sistem kekebalan tubuh dalam menangkal ganasnya virus corona. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dihadiri oleh masyarakat di kelurahan Tegal Sari Mandala II dan III yang dilakukan secara tatap muka dengan mematuhi protokol kesehatan secara ketat dibawah pengawasan pejabat kelurahan.
Pengaruh Pemberian Susu Kedelai (Glicine Max L. Merr) terhadap Kadar HDL dan LDL pada Wanita Menopause (Studi pada Ibu-Ibu Pengajian Aisyiyah Ranting Melati Medan) Masitha Pratiwi; Amelia EKa Damayanty
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v1i1.4540

Abstract

Pendahuluan: Hormon estrogen pada wanita memiliki fungsi untuk meningkatkan profil kolesterol darah, dengan meningkatkan kadar High Density Lipoprotein (HDL) dan mengurangi Low Density Lipoprotein (LDL). Tetapi ketika wanita mengalami menopause, produksi hormon estrogen akan menurun, sehingga wanita lebih rentan mengalami dislipidemia. Fitoestrogen pada kedelai memiliki aktivitas seperti estrogen yang berguna untuk mengurangi LDL dan meningkatkan HDL. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian susu kedelai (Glicine Max L. Merr) terhadap kadar HDL dan LDL pada wanita menopause. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan satu kelompok pretest posttest dengan memberikan susu kedelai selama 3 bulan. Hasil: Tingkat HDL rata-rata sebelum dan sesudah pengobatan adalah 56,90 mg / dl dan 57,00 mg / dl dengan nilai p 0,326 (p> 0,05). Tingkat LDL rata-rata sebelum dan sesudah pengobatan adalah 145,85 mg / dl dan 133,47 mg / dl dengan nilai p 0,0001 (p <0,05). Kesimpulan: Pemberian susu kedelai berpengaruh pada kadar LDL dan tidak berpengaruh pada kadar HDL pada wanita menopause.Kata kunci: Susu Kedelai, HDL, LDL, Menopause
GAMBARAN SIKLUS MENSTRUASI PADA DIET KETOGENIK RIZKY SYAHRIANI; AMELIA EKA DAMAYANTY
JURNAL ILMIAH KOHESI Vol 6 No 2 (2022): JURNAL ILMIAH KOHESI
Publisher : LP2MTBM MAKARIOZ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The ketogenic diet is a diet that uses a source of fat as an energy source and reduces carbohydrate consumption. If the carbohydrate or calorie calories are too low, it can hold back leptin levels and interfere with leptin's ability to regulate hormones. The study aims to overview the menstrual cycle on ketogenic diet. Analysis descriptive with cross-sectional approach. The respondents were 118 respondents. Based on the menstrual cycle, most respondents with polymenorrhea were 36 people (30%), olygomenorrhea were 20 people (17%), amenorrhea were 7 people ((6%), and normal cycle were 55 people. Based on the menstrual cycle, most respondents with polymenorrhea were 36 people (30%).
EDUKASI MENGENALI KONTAMINASI BAHAN KIMIA DALAM MAKANAN SERTA DAMPAKNYA TERHADAP KESEHATAN DALAM USAHA PENGUATAN KESEHATAN KELUARGA Amelia Eka Damayanty; Isra Thristy
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 8 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i8.2931-2936

Abstract

Sumber daya manusia dimasa yang akan datang sangat dipengaruhi oleh pola hidup dalam keluarga. Salah satunya adalah pola konsumsi makanan. Pengetahuan akan sangat mempengaruhi keluarga dalam pemilihan bahan makanan, proses makanan hingga pemyajian makanan agar tetap aman untuk dikonsumsi oleh seluruh anggota keluarga agar tercapai status kesehatan yang optimal. Tujuan: meningkatkan pengetahuan masyarakat untuk mengenai berbagai kontaminasi dalam makanan serta dampaknya terhadap kesehatan.  Metode: kegiatan dilakukan di kelurahan Tegal Sari Mandala (TSM) 2 dan 3 dengan total 63 peserta dengan metode: ceramah, tanya jawab secara aktif, pengisian kuesioner sebelum dan sesudah edukasi hingga cara deteksi bahan kimia dalam makanan. Hasil: dari hasil posttest setelah edukasi dijumpai peningkatan pengetahuan berdasarkan skoring yakni pada pengetahuan tinggi dari 36,5% menjadi 76% dan pada pengetahuan rendah dari 63,5% sebelum edukasi menurun menjadi 24% setelah edukasi.
Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat sebagai Upaya Preventif Menurunkan Kejadian Stunting di Posyandu Sempurna Ujung Kelurahan Sudirejo 1 Kota Medan Tsaniya Difa Hermanto; Amelia Eka Damayanty
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 3, No 4 (2022)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v3i4.11897

Abstract

Abstrak: Stunting merupakan suatu gangguan dimana terjadi penurunan pertumbuhan fisik sebagai salah satu dampak kekurangan gizi kronis. Stunting sendiri masih merupakan salah satu permasalahan yang cukup mengkahawatirkan di Indonesia. Pemerintah telah mencanangkan beberapa intervensi guna mencegah stunting di kemudian hari, seperti intervensi gizi dan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Tujuan: untuk mengetahui serta meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai stunting dan pencegahannya. Metode: penyuluhan ini dilakukan di posyandu sempurna ujung kelurahan Sudirejo 1 dengan total peserta penyuluhan sebanyak 20. Gambaran pengetahuan masyarakat diketahui dengan membandingkan jawaban pretest dan postest dari kuesioner yang dibagikan. Hasil: dari hasil postest setelah penyuluhan dilakukan, didapati peningkatan pengetahuan masyarakat dengan nilai rerata 96 dari nilai rerata pretest 86 yang didapat sebelum penyuluhan.
Dampak Bahan Kimia Berbahaya dalam Makanan terhadap Kesehatan Isra Thristy; Amelia Eka Damayanty; Nanda Sari Nuralita
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 3, No 3 (2022)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v3i3.11846

Abstract

Abstrak: Masyarakat telah menggunakan dan mengkonsumsi bahan makanan yang mengandung bahan kimia berbahaya dalam kehidupan sehari-hari. Bahan kimia berbahaya ini apabila menumpuk di dalam tubuh dapat berdampak buruk bagi kesehatan tubuh. Zat adiktif makanan yang dimaksud dalam hal ini adalah pengawet, penyedap, pewarna, pemantap, antioksidan, pengemulsi, pengumpal, pemucat, pengental, dan anti gumpal. Bahan tambahan pangan (BTP) merupakan bahan tambahan yang secara sengaja ditambahkan pada makanan/minuman dengan maksud untuk memperbaiki tampilan makanan/minuman. jenis bahan tambahan pangan golongan pengawet yang dilarang penggunaannya dalam produk pangan antara lain adalah formalin dan asam borat. Metode pelaksanaan yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pendekatan melalui penyuluhan atau edukasi dan diakhiri dengan diskusi. Kegiatan tersebut diharapakan dapat meningkatkan kesadaran terhadap masyarakat tentang penggunaan bahan kimia berbahaya maupun bahan aditif makanan khususnya di lingkungan keluarga. Dari hasil kegiatan ini didapatkan terjadi peningkatan pengetahuna masyarakat mengenai bahan kimia yang terkandung dalam makanan, dampaknya dan cara sederhana mendeteksinya yaitu menjadi 76% peserta memiliki pengetahuan baik
HUBUNGAN POLA MAKAN DAN INDEKS MASSA TUBUH DENGAN KEJADIAN ANEMIA Putri Yana Harahap; Amelia Eka Damayanty
JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 10, No 3 (2023)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/JKK.V10I3.22064

Abstract

Abstrak Anemia merupakan masalah gizi di dunia, khususnya negara berkembang yakni salah satunya Indonesia. Anemia sering terjadi pada remaja yang dapat dipengaruhi oleh pola makan. Pola makan merupakan cara memperoleh makanan (berapa kali dalam satu hari), jenis makanan, dan frekuensi makan. Pola makan tidak sesuai dapat mengakibatkan asupan gizi (makronutrien dan mikronutrien) yang berlebih atau berkurang. Selain pola makan, IMT juga memengaruhi kejadian anemia. IMT merupakan pengukuran dalam pemantauan status gizi yang sederhana. Untuk mengetahui hubungan pola makan dan indeks massa tubuh (IMT) dengan kejadian anemia pada mahasiswa/i angkatan 2019 Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Pendekatan cross-sectional, data diambil satu kali pada waktu yang sama. Pengambilan data menggunakan data primer berupa kuesioner, antropometri, dan pengecekan kadar Hb. Uji T independent untuk pola makan dengan anemia diperoleh hasil P<0.05. Sedangkan, hipotesis uji spearman untuk IMT dengan anemia diperoleh hasil P>0.05, Terdapat hubungan pola makan dengan kejadian anemia pada mahasiswa/i dan tidak terdapat hubungan IMT dengan kejadian anemia pada mahasiswa/i. Kata Kunci : Anemia, Pola Makan, Indeks Massa Tubuh Abstract The Relationship Between Eating and BMI With The Incidence of Anemia in  FK UMSU 2019 Students.Anemia is a nutritional problem in the world, especially developing countries, one of which is Indonesia. Anemia often occurs in adolescents which can be influenced by diet. Diet is a way of obtaining food (how many times a day), the type of food, and the frequency of eating. Inappropriate eating patterns can result in excessive or reduced intake of nutrients (macronutrients and micronutrients). In addition to diet, BMI also affects the incidence of anemia. BMI is a measurement in monitoring simple nutritional status. To find out the relationship between diet and body mass index (BMI) with the incidence of anemia in class 2019 students at the Faculty of Medicine, Muhammadiyah University, North Sumatra. Cross-sectional approach, data is taken once at the same time. Data collection used primary data in the form of questionnaires, anthropometry, and checking Hb levels. Independent T-test for eating patterns with anemia obtained P <0.05. Meanwhile, the Spearman test hypothesis for BMI with anemia obtained results of P> 0.05, there was a relationship between diet and the incidence of anemia in college students and there was no relationship between BMI and the incidence of anemia in college students.  
HUBUNGAN STATUS GIZI IBU SAAT HAMIL DENGAN KATEGORI STUNTING PADA BALITA DI PUSKESMAS TANJUNG HALOBAN GUSTIANSYAH, EVAN; DAMAYANTY, AMELIA EKA
JURNAL ILMIAH MAKSITEK Vol 9 No 1 (2024): JURNAL ILMIAH MAKSITEK
Publisher : LP2MTBM MAKARIOZ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The nutritional status of pregnant women is one of the factors that cause stunting. Mothers who experience poor nutritional status can be at risk of giving birth to babies with low birth weight so that children are at risk of stunting in the future. Objective: to analyze the relationship between maternal nutritional status during pregnancy and the category of stunting in children under five in the Tanjung Haloban Health Center working area. Methods: Cross sectional research design with a quantitative approach using a total sampling of 47 mothers who have stunting toddlers. Data were collected using questionnaire sheets and observations using MCH books and z-score tables. The results: most of the mothers experienced good nutritional status during pregnancy, namely LILA > 23.5 with stunting in the short category of 27 (57.4%) and LILA < 23.5 with stunting in the very short category of 8 (17%). Bivariate analysis of the nutritional status of mothers during pregnancy with stunting category using fisher exact test showed with ρ=0.012. Conclusion: there is a relationship between maternal nutritional status during pregnancy and the category of stunting in children under five at the Tanjung Haloban Public Health Center.
Perbandingan Antara Konsumsi Kopi Dan Susu Hewani Terhadap Terjadinya Gejala Premenstruasi Pada Mahasiswi Fakultas Kedokteran Angkatan 2023 Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Akbar, Aidil; Harahap, Sri Dwi Putri; Damayanty, Amelia Eka
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i1.11510

Abstract

Pendahuluan: Konsumsi kopi dan susu semakin populer di kalangan remaja, termasuk mahasiswa kedokteran, yang sering menggunakannya untuk meningkatkan energi dan konsentrasi. Kopi mengandung kafein yang dapat memperburuk gejala Premenstrual Syndrome (PMS) dengan memengaruhi keseimbangan hormon estrogen dan progesteron, sementara susu mengandung vitamin D dan K yang dapat membantu mengurangi gejala PMS. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan konsumsi kopi dan susu hewani terhadap gejala Pre-menstrual syndrome pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Angkatan 2023 Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Metode: Penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitis dengan rancangan penelitian Cross-Sectional. Penentuan besar sampel dilakukan dengan rumus Slovin, menghasilkan jumlah sampel sebanyak 126 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner Food Frequency Questionnaire (FFQ) untuk konsumsi kopi dan susu, serta Shortened Premenstrual Assessment Form (SPAF) untuk menilai gejala pramenstruasi. Analisis data dilakukan menggunakan uji Mann-Whitney Test. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswi yang mengonsumsi kopi murni mengalami gejala PMS sebanyak 73%. Sebaliknya, mayoritas mahasiswi yang mengonsumsi susu hewani tidak mengalami gejala PMS, yaitu sebesar 90,5%. Nilai rata-rata untuk konsumsi kopi adalah 33,0, sedangkan untuk konsumsi susu adalah 29,25 dengan P-Value untuk perbandingan ini adalah 0,000 (α = 0,05). Kesimpulan: terdapat perbedaan yang signifikan antara konsumsi kopi dan susu terhadap premenstrual syndrome pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Angkatan 2023 Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara.