Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Keragaman Kultivar Buah Merah (Pandanus conoideus Lamk.) Menurut Pengetahuan Tradisional Masyarakat Lokal di Manokwari Iwanggin, Marthinus; Nugroho, Julius Dwi; Auri, Amilda
Igya ser hanjop: Jurnal Pembangunan Berkelanjutan Vol 7 No 1 (2025)
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Papua Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47039/ish.7.2025.73-81

Abstract

Buah merah (Pandanus conoideus Lamk.) memiliki nilai budaya yang tinggi dalam kehidupan masyarakat di daerah Nugini. Salah satu lokasi penyebarannya berada di Kabupaten Manokwari yaitu Distrik Manokwari Utara di Kampung Nuni, Saubeba dan Asai. Tanaman ini merupakan salah satu tanaman budidaya penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman kultivar buah merah di Kampung Nuni, Saubeba dan Asai berdasarkan pengetahuan masyarakat. Pengumpulan data melalui mewawancarai responden kunci yang dipilih berdasarkan penguasaan dalam membedakan kultivar buah merah, dan eksplorasi di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 5 (lima) kultivar buah merah, yaitu: Edewewits, Yohomna, Monsorekenik, Enyefeyi dan Momuruk. Karakter kunci yang dipergunakan oleh masyarakat untuk membedakan antarkultivar adalah karakter duri.
Keefektivan Bio-enzim Asal Limbah Buah dan Campuran Limbah Buah dengan Rumen Ayam Sebagai Aktivator Pengkomposan Mardiyono, Mohammad Sholeh; Nugroho, Julius Dwi; Massora, Maria
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol 14 No 2 (2024): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, IPB (PPLH-IPB) dan Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, IPB (PS. PSL, SPs. IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.14.2.288

Abstract

Bio-enzim dapat dihasilkan dari proses fermentasi libah buah. Bio-enzim tersebut dapat bekerja sebagai aktivator pengkomposan bahan organic. Dalam penelitian ini, activator pengkomposan asal limbah buah, limbah buah yang ditambah dengan rumen ayam dan Effective Microorganism-4 (EM-4) dibandingkan dan dievaluasi keefektivannya untuk produksi kompos. Hasil penelitian menunjukkan bahwa puncak suhu dari ketiga activator tersebut terjadi pada hari ke 3 dan bervariasi antara 55-57oC. Suhu menurun pada hari ke 14 dengan suhu yang sama 33oC, yang menunjukkan bahwa kompos telah mencapai tingkat kematangannya pada waktu yang sama.. Berdasarkan hasil analisis statistic, perbedaan penggunaan ketiga activator pengkomposan dijumpai pada C-organik dan kadar air kompos. Walaupun demikian, kompos yang dihasilkan berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia No. 261/KPTS/SR.310/6.M/4/ 2019 dan SNI 19-7030-2004 kompos yang dihasilkan sama baiknya dan memenuhi standar yang ditentukan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa activator pengkomposan terbuat dari limbah buah, baik yang tanpa maupun yang ditambahkan dengan rumen ayam sama efektifnya dengan aktivator pengkomposan EM-4.