Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Dinamika Populasi Sagu (Metroxylon sagu Rottb) pada Berbagai Tipe Habitat di Daerah Aliran Sungai (DAS) Sentani Kabupaten Jayapura, Papua Dimara, Petrus Abraham; Auri, Amilda; Runtuboi, Yubelince Y.
Igya ser hanjop: Jurnal Pembangunan Berkelanjutan Vol 6 No 1 (2024)
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Papua Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47039/ish.6.2024.43-55

Abstract

Pohon sagu dapat dimanfaatkan untuk ketahanan pangan lokal. Penelitian ini mengkaji komposisi dan struktur sagu Metroxylon sagu Rottb. di daerah DAS Sentani. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis vegetasi dengan menggunakan Indeks Keanekaragaman Simpson. Diketahui komposisi tanaman sagu di DAS Sentani didominasi oleh tiga belas varietas sagu lokal. Karakteristik Metroxylon sagu Rottb. di habitat kering ditemukan 10 varietas dengan nilai Indeks Keanekaragaman Simpson 0,85 dan kemerataan 0,94; pada habitat tergenang sementara ditemukan 13 varietas. Rumpun sagu pada habitat tergenang memiliki rata-rata tutupan tertinggi (161,43 m2) atau rumpun sagu seluas 14 meter, sedangkan pada habitat kering mempunyai rata-rata tutupan terendah 116,58 m2) atau rumpun sagu berdiameter 12 meter. Dengan menghitung Indeks Nilai Penting (INP) pada seluruh wilayah pengamatan, diketahui bahwa phara dan yebha mempunyai nilai tertinggi, sedangkan INP terendah terdapat pada varietas wani, phane, yakhe, yakhalobe, hobholo dan osukhulu.
Keragaman Kultivar Buah Merah (Pandanus conoideus Lamk.) Menurut Pengetahuan Tradisional Masyarakat Lokal di Manokwari Iwanggin, Marthinus; Nugroho, Julius Dwi; Auri, Amilda
Igya ser hanjop: Jurnal Pembangunan Berkelanjutan Vol 7 No 1 (2025)
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Papua Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47039/ish.7.2025.73-81

Abstract

Buah merah (Pandanus conoideus Lamk.) memiliki nilai budaya yang tinggi dalam kehidupan masyarakat di daerah Nugini. Salah satu lokasi penyebarannya berada di Kabupaten Manokwari yaitu Distrik Manokwari Utara di Kampung Nuni, Saubeba dan Asai. Tanaman ini merupakan salah satu tanaman budidaya penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman kultivar buah merah di Kampung Nuni, Saubeba dan Asai berdasarkan pengetahuan masyarakat. Pengumpulan data melalui mewawancarai responden kunci yang dipilih berdasarkan penguasaan dalam membedakan kultivar buah merah, dan eksplorasi di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 5 (lima) kultivar buah merah, yaitu: Edewewits, Yohomna, Monsorekenik, Enyefeyi dan Momuruk. Karakter kunci yang dipergunakan oleh masyarakat untuk membedakan antarkultivar adalah karakter duri.
Pemberdayaan Petani Lokal Suku Tehit melalui Edukasi Teknik Penyemaian Benih Tanaman yang Efisien Sangadji, Zulkarnain; Febriadi, Ihsan; Riskawati, Riskawati; Musaad, Ishak; Mangallo, Bertha; Auri, Amilda; Kesya, Kesya; Fati , Mersedes
AJAD : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2025): DECEMBER 2025
Publisher : Divisi Riset, Lembaga Mitra Solusi Teknologi Informasi (L-MSTI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59431/ajad.v5i3.669

Abstract

This community service program aims to improve the capacity of local Tehit farmers in Southwest Papua to implement efficient and environmentally friendly seeding techniques. The program was implemented through a participatory approach, including outreach, training, and direct field mentoring. The results showed active community participation in all stages, as well as a 65% increase in knowledge, from 25% before training to 90% after mentoring. This improvement directly impacted seed germination success, which increased from an average of 60–65% to 88–92%. Furthermore, the community began using nursery containers with pot trays, contributing to reduced plastic waste and increased environmental awareness. Overall, the program successfully strengthened farmer capacity, increased crop productivity, and supported sustainable agricultural practices. This program directly contributes to the achievement of the Sustainable Development Goals (SDGs), particularly SDG 1 (No Poverty), SDG 2 (Zero Hunger), SDG 12 (Responsible Consumption and Production), and SDG 15 (Life on Land).
Pemberdayaan Komunitas melalui Pelatihan Pengolahan Keripik Pisang dan Singkong untuk Meningkatkan Pendapatan di Kampung Fafi: Community Empowerment through Training in Banana and Cassava Chip Processing to Increase Income in Fafi Village Riskawati, Riskawati; Febriadi, Ihsan; Sangadji, Zulkarnain; Mangallo, Bertha; Musaad, Ishak; Auri, Amilda; Fati, Keysa Worabay Mersedes
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jppmi.v5i1.1201

Abstract

Pelatihan pengolahan pangan lokal merupakan salah satu strategi penting dalam meningkatkan kapasitas masyarakat untuk mengelola potensi sumber daya yang tersedia di lingkungan mereka. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Kampung Fafi dengan fokus pada pelatihan pembuatan keripik pisang dan singkong sebagai bentuk pemberdayaan komunitas dalam pengembangan usaha pangan lokal. Pelatihan dilakukan melalui pendekatan praktik langsung dan pendampingan teknis agar peserta mampu memproduksi produk yang berkualitas secara mandiri. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kemampuan produksi, yaitu dari 35% menjadi 90% untuk keripik pisang dan dari 25% menjadi 95% untuk keripik singkong. Pemahaman peserta terkait standar mutu pangan lokal juga meningkat dari kisaran 20–40% sebelum pelatihan menjadi 88–94% setelah pelatihan. Peningkatan ini mengindikasikan bahwa metode pelatihan berbasis praktik sangat efektif dalam membangun keterampilan teknis masyarakat. Dalam pembahasan, hasil ini memperlihatkan bahwa kombinasi edukasi, demonstrasi, dan pendampingan intensif dapat mendorong masyarakat untuk lebih percaya diri dalam mengembangkan produk olahan lokal yang berdaya saing. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil mencapai tujuan pemberdayaan dengan memperkuat kompetensi peserta dalam mengolah bahan pangan lokal menjadi produk bernilai ekonomi. Pelatihan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi komunitas Lingkar Edukasi Kampung Fafi dalam membangun usaha pangan lokal yang berkelanjutan sebagai sumber peningkatan kesejahteraan masyarakat. Keberadaan unit usaha Keripik perlu diperkuat melalui pengorganisasian kelembagaan sederhana, pembagian peran produksi dan pemasaran, serta pendampingan lanjutan terkait perizinan usaha dan strategi pemasaran produk. Penguatan aspek keberlanjutan ini penting agar unit usaha yang terbentuk tidak berhenti pada tahap pelatihan, tetapi mampu berkembang menjadi usaha mikro berbasis komunitas yang stabil dan berdaya saing. Dengan demikian, keripik diharapkan dapat berfungsi sebagai model usaha pangan lokal berbasis pemberdayaan masyarakat yang tidak hanya meningkatkan nilai tambah komoditas lokal, tetapi juga membuka peluang peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat Kampung Fafi secara berkelanjutan.