Djunaidi Djunaidi
Program Studi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan Universitas Muara Bungo

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

STUDI KEANEKARAGAMAN IKAN YANG TERTANGKAP MENGGUNAKAN ATRIBUT RUMPON BERBEDA DI SUNGAI MENTENANG KABUPATEN MERANGIN Renda Preniti; Syafrialdi Syafrialdi; Djunaidi Djunaidi
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 3, No 1: April 2019
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v3i1.275

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Sungai Mentenang Kecamatan Jangkat Kabupaten Merangin dan penelitian ini dilaksanakan dari bulan Januari 2018 sampai bulan April 2018. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui tingkat keanekaragaman jenis ikan dari penggunaan rumpon dengan atribut yang berbeda di perairan Sungai Mentenang Kabupaten Merangin serta untuk mengetahui Atribut Rumpon yang mana yang lebih disukai oleh ikan di Perairan Sungai Mentenang Kabupaten Merangin.Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa Keanekaragaman jenis Ikan yang tertinggi di temukan pada rumpon yang menggukan atribut Ranting Kayu, yaitu sebanyak 32 ekor dengan indeks keanekaragaman sebesar 0,3281 dan indeks keseragaman sebesar 0,950 yang terdiri dari 8 jenis ikan di Stasiun I dan di Stasiun II 6 jenis ikan diantaranya: Ikan Nalis (Labiobarbus lineatus), Senggiring, (Mystus nigreceps), Sebarau (Hampala macrolepidota) Bentulu (Barbichthys laevis)  Semah (Tor soro) Tana (Barbodes binotatus) Puyou (Osteochilus waandersii) dan Kepyur (Barbodes lateristiga). Atribut rumpon yang disukai oleh ikan yaitu menggunakan atribut rumpon Ranting Kayu dengan jumlah hasil tangkapan terbanyak dengan jumlah 8 jenis ikan dengan jumlah individu sebanyak 32 individu. Sedangkan pada atribut rumpon daun kelapa memperoleh tangkapan 6 jenis dengan jumlah 11 ekor dan diikuti oleh atribut lainnya. Kata kunci : Keanekaragaman, Jenis Ikan,  Rumpon Dan Sungai
ANALISA PROKSIMAT DAN ORGANOLEPTIK KERUPUK IKAN LELE (Clarias sp) TERHADAP STANDAR NASIONAL INDONESIA (SNI) DI KECAMATAN RIMBO BUJANG KABUPATEN TEBO PROVINSI JAMBI Hari Cahyono; Rini Hertati; Djunaidi Djunaidi
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 2, No 3: Desember 2018
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v2i3.205

Abstract

Kerupuk merupakan salah satu makanan ringan yang disukai oleh masyarakat, Sebagai sumber protein, padapengolahan kerupuk biasanya ditambahkan bahan daging ikan dan dikenal sebagai kerupuk ikan.Tujuan penelitian ini adalah menentukan nilai proksimat dan nilai organoleptik kerupuk ikan lele (Clarias sp). Analisa proksimat dilakukan untuk mengetahui komponen utama dari suatu bahan. Untuk pengujian dalam penelitian ini terdiri dari kadar air, kadar abu tak larut dalam asam dan kadar protein. Sedangkan analisa organoleptik adalah pengujian yang didasarkan pada proses penginderaan manusia untuk menilai tingkatan mutu menggunakan lembar penilaian sensori berdasarkan kenampakan, bau, rasa (matang), tekstur dan jamur.Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei langsung ke lokasi pembuatan kerupuk ikan lele (Clarias sp), kemudian hasil analisa proksimat dan organoleptik disajikan dalam bentuk tabel dan diinterpretasikan dalam bentuk grafik.Hasil uji proksimat yang dilakukan sebanyak dua kali yakni pengujian pertama (minggu pertama) dan pengujian kedua (minggu ketiga) menghasilkan nilai proksimat kerupuk ikan lele (Clarias sp) yang berbeda dan mengalami peningkatan. Pada pengujian minggu pertama memiliki nilai kadar air 7,2829 % kadar abu tak larut dalam asam 4,4383 % dan kadar protein 3,0000 %, sedangkan pada pengujian kedua memiliki nilai kadar air 8,6099 % kadar abu tak larut dalam asam 4,9140 % dan kadar protein 3,8629 %.Hasil akhir uji organoleptik kerupuk ikan lele (Clarias sp) dengan nilai kenampakan 6,0 bau 7,0 rasa (matang) 7,0 tekstur 7,0 dan jamur 9,0. Kata kunci : Uji Proksimat, Uji Organoleptik, Kerupuk Ikan Lele (Clarias sp)
STUDI KUALITAS AIR DAN KEANEKARAGAMAN JENIS IKAN DI SUAKA PERIKANAN(RESERVAT) LUBUK MANIK KECAMATAN RANTAU PANDAN KABUPATEN BUNGO PROVINSI JAMBI Surya Patri; Rini Hertati; Djunaidi Djunaidi
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 3, No 1: April 2019
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v3i1.277

Abstract

Suaka Perikanan (Reservat) Lubuk Manik adalah salah satu suaka perikanan tertua di Propinsi Jambi yang berada di Kababupaten Bungo tepatnya di Kecamatan Rantau Pandan yang juga merupakan bagian dari hulu Sungai Batang Bungo dengan luas 4.500 M². Suaka perikanan ini disahkan pada tahun 1990, diresmikan oleh Pemerintah Pusat pada tahun 1994 dan kembali dikukuhkan zonasinya oleh Pemerintah Kabupaten Bungo pada tahun 2006 (Dinas Peternakan dan Perikanan Bungo, 2006).                Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas air dan keanekaragaman jenis ikan suaka perikanan (Reservart) Lubuk Manik di Kecamatan Rantau Pandan Kabupaten Bungo. Metode   penelitian   yang   digunakan  Metode Deskriptif kuantitatif, yaitu untuk memberikan gambaran dan penjelasan secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta-fakta dan gejala yang ada di lokasi penelitian.  Hasil pengukuran karakteristik kualitas air (fisika dan kimia) yang diperoleh dibandingkan dengan standar baku mutu air berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air sesuai dengan peruntukkan kegiatan  perikanan  dalam  klasifikasi  Kelas  III.  Berdasarkan  Dari Hasil Penelitian Kondisi kualitas perairan Suaka Perikanan Lubuk Manik Rantau Pandan ditinjau dari parameter fisika dan kimia perairan masih dalam kisaran normal dan tidak ada yang melampaui ambang batas Baku Mutu Air Kelas III peruntukan kegiatan perikanan yang telah  tertuang  dalam  PP  RI  No.  82  Tahun  2001l.Berdasarkan hasil perhitungan nilai indeks keanekaragaman dimana indeks tertinggi ditemui pada Stasiun II dengan nilai indeks 1.6565, terdapat 18 spesies jenis ikan yang terdiri dari 57 individu ikan yang tertangkap saat penelitian. Stasiun I dengan nilai indeks 1.5254, 17 spesies jenis ikan yang terdiri dari 47 individu ikan yang tertangkap saat penelitian, dan Stasiun III dengan nilai indeks 1.1334, 13 spesies jenis ikan yang terdiri dari 42 individu ikan yang tertangkap saat penelitian. Kata Kunci  : Kualitas Air dan Keanekaragaman jenis ikan di Lubuk Manik Kecamatan Rantau Pandan.