Djunaidi Djunaidi
Jurusan Pemanfaatan Sumber Daya Perikanan Fakultas Perikanan Universita Muara Bungo

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENGARUH UKURAN MATA JARING (MESH SIZE) ALAT TANGKAP JARING INSANG (GILL NET) TERHADAP HASIL TANGKAPAN DI SUNGAI LIRIK KECAMATAN JANGKAT TIMUR KABUPATEN MERANGIN PROVINSI JAMBI Ali Irpan; Djunaidi Djunaidi; Rini Hertati
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 2, No 2: Agustus 2018
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v2i2.181

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dilaksanakan selama 5 bulan yaitu dari tanggal 07 November 2017 sampaitanggal 06 Maret 2018 di Sungai Lirik Kecamatan Jangkat Timur Kabupaten Merangin ProvinsiJambi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ukuran mata jaring (mesh size) yang terbaikuntuk mengetahui hasil tangkapan dan jenis ikan yang tertangkap dengan ukuran mata jaring (meshsize) jaring insang yang berbeda di Sungai Lirik Kecamatan Jangkat Timur.Alat tangkap jaring insang (gill net) yang dioperasikan dalam penelitian ini sebanyak 3 unitdengan ukuran mata jaring yang berbeda yaitu mes size 1 inchi 1,5 inchi dan 2,5 inchi. Metodeyang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi lansung ke lapangan dan metodepenentuan stasiun sampel dilakukan dengan cara Purpossive dengan menggunakan Rancak AcakLengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 5 ulangan dan uji Anova. Parameter yang diamati adalahpengaruh perbedaan ukuran mata jaring (mesh size) terhadap ukuran total ukuran (berat, panjangdan Tinggi) hasil tangkapan, jumlah total (ekor) hasil tangkapan serta jenis ikan yang tertangkap diSungai Lirik.Hasil penelitian menunjukan bahwa perbedaan mata jaring insang (gillnet) 1 inchi, 1,5 inchidan 2 inchi berpengaruh nyata terhadap ukuran ikan (berat (Kg), panjang (cm) dan tinggi (cm)ikan), jumlah total (ekor) ikan yang tertangkap (F Hit > F Tabel). Jenis ikan yang tertangkappengaruh perbedaan mata jaring insang (gillnet) di sungai Lirik di jumpai 3 jenis ikan yaitu semah(Labeobarbus tambra) sebanyak 128 ekor, ikan Kepyur (Barbodes lateristriga) 7 ekor dan ikanBaung (Hemibagrus nemurus) sebanyak 1 ekor serta ukuran mata jaring (mesh size) alat tangkapjaring insang (gill net) yang terbaik digunakan adalah : 2 Inchi Berdasarkan ukuran ikan (Berat,panjang dan tinggi) dan mata jaring (mesh size) 1 Inchi untuk hasil tangkapan.Kata Kunci : Mesh Size, Mata Jaring
STUDI PENDAPATAN PEDAGANG PENGECER IKAN LAUT DI PASAR BUNGUR KABUPATEN BUNGO PROVINSI JAMBI Tri Wardani; Rini Hertati; Djunaidi Djunaidi
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 2, No 2: Agustus 2018
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v2i2.186

Abstract

ABSTRAK Pendapatan produsen dihasilkan dari suatu usaha yang akan dierima (sejumlah uang) dan pada hakikatnya uang yang diterima sesuai dengan produksi (nelayan atau petani ikan) yang dikeluarkan oleh konsumen (jumlah ikan dan biaya produksi). Namun belum ada informasi tentang pendapatan pedagang pengecer ikan laut, sementara data tersebut dibutuhkan untuk mengukur pendapatan pedagang pengecer ikan laut di Pasar Bungur Kabupaten Bungo. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pendapatan, hambatan serta upaya yang dilakukan oleh pedagang pengecer ikan laut yang ada di Pasar Bungur Kabupaten Bungo. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode survei dan menggunakan kuesioner, data diambil secara Sensus. Dianalisis dengan menggunakan Uji Chi-Square, dan Koefisiens Kontingensi dan Variabel uji tingkat umur pada tingkat pendidikan, jumlah tanggungan serta pengeluaran pedagang pengecer ikan laut di Pasar Bungur Kabupaten Bungo.            Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan pedagang pengecer ikan laut tertinggi sebanyak 12 orang atau 54,55 %, 6 orang sedang atau 27,27 % sementara 4 orang atau 18,18 % kategori rendah dan usaha berdagang ikan laut tersebut menguntungkan serta layak untuk dikembangkan. Hambatan yang dihadapi oleh pedagang pengecer ikan laut di Pasar Bungur Kabupaten Bungo antara lain; Modal yang dimiliki pedagang kecil, harga tinggi stok ikan sedikit, tenaga kerja yang digunakan dari keluarga sendiri. Upaya yang dilakukan pedagang pengecer ikan laut untuk mengatasi pendapatan adalah Mengurangi pembelian ikan laut dari agen dan disesuaikan modal yang ada pada pedagang pengecer itu sendiri.  Kata Kunci : Pendapatan Pedagang Pengecer Ikan Laut Kabupaten    Bungo
STUDI TINGKAT PENDAPATAN PELAKU UTAMA PERIKANAN KERAMBA JARING APUNG (KJA) DI DAM BETUK KECAMATAN TABIR LINTAS KABUPATEN MERANGIN Noven Meristu Wijaya; Djunaidi Djunaidi; Rini Hertati
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 2, No 3: Desember 2018
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v2i3.209

Abstract

Dam betuk merupakan salah satu wilayah perairan yang memiliki peranan penting didalam sektor pertanian maupun perikanan di Kecamatan Tabir Lintas. Dam betuk merupakan bendungan/waduk yang pada awalnya digunakan untuk kegiatan pertanian yang di bangun pada tahun 1981. Namun seiring berjalannya waktu akhirnya Dam betuk dimanfaatkan untuk kegitan perikanan yaitu berupa keramba jaring apung (KJA).Tujuan penelitian adalah mengetahui tingkat pendapatan pembudidaya ikan keramba jaring apung (KJA) di Dam Betuk Kecamatan Tabir Lintas Kabupaten Merangin. Analisis yang digunakan adalah dengan analisis NPV,B/C, IRR dan surplus produsen.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah  metode survey dan wawancara langsung kelokasi penelitian, serta pengambilan sampel dengan metode purposive sampling.Hasil analisis usaha Usaha keramba jaring apung (KJA) di Dam Betuk merupakan usaha yang layak untuk diusahakan setelah dilakukan analisis biaya dan manfaat terhadap usaha tersebut dengan nilai NPV sebesar Rp 10.936.524, nilai B/C rasio sebesar 2,24 , nilai IRR sebesar 31,69 % ,  BEP sebesar Rp. 195.757.600 dengan pendapatan persiklus Rp. 2.984.020. Kata kunci : Keramba Jaring Apung (KJA), analisa usaha, tingkat pendapatan
STUDI KASUS UJI MUTU PINDANG PRESTO IKAN TONGKOL (Euthynnus affinis) DI INDUSTRI RUMAH TANGGA DUA PUTRI KECAMATAN RIMBO TENGAH KABUPATEN BUNGO PROVINSI JAMBI Anti Anti; Rini Hertati; Djunaidi Djunaidi
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 2, No 2: Agustus 2018
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v2i2.182

Abstract

ABSTRAK  Ikan Tongkol (Euthynnus affinis) adalah ikan yang berpotensi cukup tinggi serta memiliki nilai ekonomis tinggi akan cepat mengalami proses pembusukan dibandingkan dengan bahan makanan lain yang disebabkan oleh bakteri dan perubahan kimiawi pada ikan mati. Pindang Presto merupakan upaya pengawetan sekaligus pengolahan ikan yang menggunakan teknik penggaraman dan pemanasan.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui uji proksimat (kadar protein, kadar air, kadar lemak dan kadar abu), dan uji organoleptik (warna, aroma, rasa dan tekstur) pada pindang presto ikan Tongkol (Euthynnus affinis ) terhadap Standar Nasional Indonesia (SNI) di Industri Rumah Tangga Dua Putri Kecamatan Rimbo Tengah Kabupaten Bungo Provinsi Jambi. Metode yang dipergunakan dalam penelitian adalah metode observasi (pengamatan) langsung kelapangan. Sedangkan metode pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah Metode Porposive Sampling yaitu, penentuan sampel di lakukan berdasarkan tujuan penelitian.Hasil penelitian menunjukan Uji proksimat terhadap pindang presto ikan Tongkol (Euthynnus affinis) adalah kadar air (73,60 %) dan kadar lemak (7,15 %) lebih tinggi dari Standar Nasional Indonesia (SNI) yaitu 65,70 % untuk kadar air dan 5,03 % untuk kadar lemak sedangkan rata-rata kadar abu (1,505 %) dan kadar protein (19,09 %) masih rendah dari Standar Nasional Indonesia (SNI) masing-masing 1,73 % untuk kadar abu dan 26,75 % untuk kadar protein. Sedangkan untuk uji organoleptik pindang presto ikan Tongkol (Euthynnus affinis) masih rendah dari Standar Nasional Indonesia baik dari segi warna, rasa, aroma dan tekstur. Uji organoleptik dilakukan pada 1 hari setelah produksi dengan hasil bahwa rata-rata panelis mempunyai kesukaan pada tingkat sedang pada semua parameter organoleptik yang diuji yaitu warna (5,50), rasa (6,54), aroma (6,60) dan tekstur (5,90). Kata Kunci : Uji Proksimat, Organoleptik, SNI