Miftha Huljannah
IAIN Sultan Amai Gorontalo

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENTINGNYA PROSES EVALUASI DALAM PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR Miftha Huljannah
EDUCATOR (DIRECTORY OF ELEMENTARY EDUCATION JOURNAL) Vol. 2 No. 2 (2021): EDUCATOR (DIRECTORY OF ELEMENTARY EDUCATION JOURNAL)
Publisher : RUMAH JURNAL - LP2M IAIN SULTAN AMAI GORONTALO JURUSAN PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH (PGMI) FAKULTAS ILMU TERBIYAH DAN KEGURUAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54045/educator.v2i2.416

Abstract

Artikel ini merupakan sebuah kajian teori tentang pentingnya proses evaluasi pembelajaran. Evaluasi merupakan kegiatan yang penting dilakukan oleh pendidik dalam proses pembelajaran. Dengan evaluasi pendidik dapat meningkatkan kompetensinya dalam pengelolaan kelas baik dalam pemilihan metode pebelajaran, media, bahan ajar, dan lain sebagainya yang dapat memotivasi peserta didik untuk belajar. Selain itu dengan evaluasi pendidik dapat mengetahui tingkat keberhasilan peserta didiknya. Oleh karena itu pendidik harus melakukan kegiatan evaluasi dengan benar. Namun, kenyataannya masih banyak pendidik yang belum melaksanakan proses evaluasi dengan baik khusunya di sekolah dasar. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya pengetahuan yang dimiliki pendidik tentang evaluasi itu sendiri. Sehingga diperlukan pengetahuan tentang konsep, peranan evaluasi hingga tata cara pelaksanaan evaluasi agar memperoleh hasil evaluasi yang dapat menggambarkan keadaan peserta didik sesungguhnya.
IMPROVING CHILDREN'S COGNITIVE USING THE TALKING STICK MODEL AND FLANELBOARD MEDIA IN GROUP B TK PERTIWI Ratna Purwanti; maisyati mukaramah; Miftha Huljannah
E-CHIEF Journal Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.121 KB) | DOI: 10.20527/e-chief.v1i2.4117

Abstract

 This research is motivated by the low cognitive activity of children in recognizing number symbols. This is caused by one-way learning, monotonous and uninteresting. The purpose of this study was to describe cognitive aspects of the ability to recognize number symbols using the Talking stick model and the Flannel Board media at the PERTIWI Anjir Pasar TK Children. The research used a qualitative approach and the type of classroom action research with research subjects 4 boys and 5 girls group B TK PERTIWI Anjir Pasar. The study was carried out in 4 meetings with the result showing that applying the combination of the Talking stick model and the Flannel Board media can increase teacher activity up to 97%, children's activities reach 100% and children's cognitive development result reach 100%. The result of this study can be used as an alternative in the selection of model in developing children's cognitive abilities. Keywords: Cognitive, Numbers, Talking Stick, Flannel Board
ANALISIS KESULITAN SISWA KELAS III DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA MATERI PECAHAN SEBAGAI BENTUK MANAJEMEN PENGAJARAN Miftha Huljannah; Asriyati Nadjamuddin; Febry Rizki Susanti Kalaka; Risnawaty S. Nteya
Irfani (e-Journal) Vol. 18 No. 2 (2022): Irfani (e-Journal)
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30603/ir.v18i2.3473

Abstract

Artikel ini memiliki fokus penelitian yang bertujuan untuk mendeskripsikan jenis kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika materi pecahan berdasarkan objek kajian matematika serta faktor penyebabnya. Metode yang digunakan peneliti adalah metode kualitatif. Subjek penelitian yaitu siswa kelas III di SDN 1 Limboto Barat. Instrumen pengumpulan data yang digunakan yaitu tes soal cerita dan wawancara. Analisis data mengacu pada tahapan analisis data menurut Miles and Huberman. Hasil penelitian menunjukkan jenis kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika adalah kesulitan konsep, prinsip dan operasi. Faktor-faktor yang menyebabkan siswa kesulitan dalam menyelesaikan soal cerita matematika materi pecahan terbagi atas faktor internal yaitu kurangnya pemahaman siswa terhadap pelajaran matematika khususnya pada materi pecahan, tidak dapat menghitung dengan benar, tergesa-gesa dalam menyelesaikan soal dan faktor eksternal yaitu kurangnya penggunaan media pembelajarn, kurangnya pemberian contoh soal dan latihan soal berbentuk cerita yang diberikan guru pengajar serta banyaknya faktor-faktor yang menggangu konsentrasi siswa saat belajar dikelas.
ACADEMIC EXTRACURRICULAR PROGRAM MANAGEMENT IN A MADRASAH: A STUDY AT MIT AL ISHLAH GORONTALO Miftha Huljannah; Novianty Djafri; Pupung Puspa Ardini; Mohamad Zubaidi
Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 13 No 3 (2025): Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30603/tjmpi.v13i3.7068

Abstract

This study aims to describe the implementation, innovative value, and benefits of academic extracurricular programs at MIT Al Ishlah Gorontalo, covering supplementary classes in Mathematics, Languages, Qur’anic Studies, and Digital Literacy. A descriptive approach was employed, with data collected through observation, semi-structured interviews, and documentation. Data were analyzed using the Miles and Huberman model through the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that all aspects of the activities from planning and implementation to evaluation, were carried out very effectively. Innovation is evident in the use of digital media (interactive videos, Qur’anic recitation murottal applications, and online quizzes) and the adoption of student-centered active learning methods. The novelty of this study lies in the integration of digital literacy and Islamic education within academic extracurricular activities in a madrasah ibtidaiyah. Practically, the program can serve as an integrated instructional model that strengthens students’ academic, spiritual, and technological competencies. Theoretically, the study contributes to broadening the understanding of contextual pedagogical innovation at the primary level and provides a foundation for developing madrasah curricula grounded in digital integration and Islamic character.