Perkembangan Artificial Intelligence (AI) telah membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan, terutama dalam pola belajar, akses informasi, dan penyelesaian tugas akademik. Di satu sisi, AI memberikan manfaat berupa efisiensi, personalisasi pembelajaran, dan kemudahan memperoleh sumber pengetahuan. Namun, di sisi lain, penggunaan AI yang tidak disertai tanggung jawab etis berpotensi memunculkan krisis integritas akademik, seperti plagiarisme terselubung, ketergantungan intelektual, serta menurunnya kemampuan berpikir kritis peserta didik. Penelitian ini bertujuan menganalisis transformasi Pendidikan Agama Kristen berdasarkan perspektif Perjanjian Baru dalam menghadapi era Artificial Intelligence dan krisis integritas akademik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan. Data diperoleh melalui penelaahan Alkitab, buku, artikel jurnal, dan literatur ilmiah yang relevan dengan tema penelitian. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, kategorisasi tema, interpretasi teologis, dan penyusunan model konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai Perjanjian Baru, seperti kejujuran, tanggung jawab, pembaruan budi, dan hikmat, memiliki relevansi kuat sebagai dasar etis dalam penggunaan AI. Penelitian ini juga menemukan bahwa pendekatan Pendidikan Agama Kristen yang masih konvensional perlu diperbarui melalui model pembelajaran berbasis karakter digital, literasi kritis, spiritualitas kerja, dan kolaborasi etis dengan teknologi. Dengan demikian, Artificial Intelligence tidak harus dipandang sebagai ancaman, melainkan sebagai sarana yang dapat mendukung pembelajaran apabila diarahkan oleh nilai-nilai iman Kristen. The development of AI has brought significant changes to the field of education, particularly in learning patterns, access to information, and the completion of academic tasks. On the one hand, AI offers benefits such as efficiency, personalized learning, and easier access to knowledge resources. On the other hand, the use of AI without ethical responsibility may lead to a crisis of academic integrity, including disguised plagiarism, intellectual dependency, and the decline of students’ critical thinking skills. This study aims to analyze the transformation of Christian Religious Education from the perspective of the New Testament in responding to the era of AI and the crisis of academic integrity. The research employed a qualitative approach using library research methods. Data were collected through the examination of biblical texts, books, journal articles, and other scholarly literature relevant to the topic. Data analysis was conducted through data reduction, thematic categorization, theological interpretation, and conceptual model development. The findings reveal that New Testament values such as honesty, responsibility, renewal of the mind, and wisdom provide a strong ethical foundation for the use of AI.. The study also found that conventional approaches to Christian Religious Education need to be renewed through learning models based on digital character formation, critical literacy, work spirituality, and ethical collaboration with technology. Therefore, AI should not merely be viewed as a threat, but as a tool that can support education when guided by Christian faith values.