syukri amin
Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Bengkulu, Indonesia

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PENERAPAN CERITA ISLAMI DALAM MENINGKATKAN PENALARAN MORAL PADA ANAK syukri amin
Psikodidaktika Vol 4 No 2 (2019): Jurnal: Psikodidatika
Publisher : Guidance and counseling the university of Prof. Dr. Hazairin. SH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.348 KB) | DOI: 10.32663/psikodidaktika.v4i2.964

Abstract

Menurunnya kualitas moral yang terjadi sekarang ini khususnya pada anak, ditengarai karena minimnya pemahaman mereka terhadap nilai moral itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan cerita Islami dengan penalaran moral. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa siswi kelas SD N 4, SD N 26, dan SD Muhammadiyah 1 Kota Bengkulu. Jumlah sampel dalam penelitian ini 126 orang siswa. Hasil dari penelitian ini menunjukkan tidak ada hubungan penalaran cerita islami dengan penalaran moral (F=1,530 dan p=0,130 . 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa penalaran moral pada anak membutuhkan proses dan menjadi tanggung jawab semua orang dewasa disekitar anak seperti orangtua, saudara, guru, dan orang-orang di lingkungan sekotar anak yang peduli akan perkembangan moral anak.
Implementasi Dan kendala Kendala Pelaksanaan Tracer Syudy Di Universitas Muhammadiyah Bengkulu Rosidin Rosidin; Syukri Amin; Rio Saputra; Rasman Rasman; Muhammad Imanullah
Jurnal Ilmu Sosial Humaniora Indonesia Vol 2 No 1 (2022): JISHI - Juni 2022
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.534 KB) | DOI: 10.52436/1.jishi.22

Abstract

Kualitas lulusan adalah karya utama dari sebuah Perguruan Tinggi. Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UM Bengkulu) memastikan kualitas lulusannya dengan menyediakan Pusat Pengembangan Karir yang diberi nama Career Development Centre (CDC) yang memiliki fungsi vital dalam pengembangan lembaga yang berkelanjutan. CDC dapat memenuhi penyediaan kebutuhan internal Fakultas dan Program Studi berupa: penyediaan data lulusan (tracer study), tingkat outcome yang telah dihasilkan oleh UM Bengkulu, serta data kesiapan para alumni untuk berkompetisi dalam memasuki dunia kerja. Pengumpulkan data tracer study (TS) yang dilakukan dalam penelitian bersifat kuantitatif ini menggunakan metode kuisioner (penyebaran angket melalui email, whatsapp, dan ditelpon langsung). Adapun pelaksanaan kegiatan tracer studi di UM Bengkulu dilaksanakan sekali setahun. Mekanisme pelaksanaan TS ini terdiri dari empat tahapan yaitu tahapan persiapan, pelaksanaan, analisis dan evaluasi, serta pelaporan. Terdapat beberapa kegiatan yang telah dilakukan untuk mendukung pelaksanaan TS yaitu: Diskusi Hasil Pengolahan Data TS, Pembekalan Kerja untuk Alumni dan Orientasi TS, diskusi capaian TS, pelaksanaan TS alumni, dan orientasi TS bagi calon alumni. Pada kesempatan lainnya di masa yang akan datang, pelaksanaan TS dapat didukung dengan menggelar career fair secara daring guna menjaring partisipasi para alumni. Output atau outcome yang didapatkan pada akhir pelaksanaan TS dapat digunakan sebagai bahan kajian UM Bengkulu dari sisi proses dan input lulusan, sebagai dasar melakukan revisi kurikulum, meningkatkan kerja sama dengan IDUKA, pemenuhan data dan informasi untuk akreditasi Program Studi dan PT, serta meningkatkan branding dan promosi UM Bengkulu. Gross Response Rate dari kuisioner yang disebarkan kepada para alumni mencapai 49,48 %. Angka response rate ini tentunya cukup baik dan akan terus ditingkatkan di Tracer Study tahun-tahun berikutnya.
PENDEKATAN SOSIAL KOGNITIF DALAM PEMBELAJARAN Syukri Amin; Imam Ahmad Amin
EL-TA’DIB: Journal of Islamic Education Vol. 1 No. 1 (2021): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Univesitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/eltadib.v1i1.1449

Abstract

Proses pembelajaran  ialah proses dimana individu mengubah perilakunya dalam upaya mencapai berbagai macam  kompetensi, ketrampilan dan sikap yang dimulai dari  sejak manusia lahir sampai akhir hayatnya. Banyak teori yang menjelaskan tentang pembelajaran, diantaranya seperti yang dikemukakan oleh  Robert Gagne (Pemrtosesan Informasi), Pavlov, Skinner (Teori pembelajaran Behavioristik)  dan Teori Social Kognitif  yang dikemukakan oleh Bandura.
PERAN PENDIDIKAN AGAMA TERHADAP KENAKALAN REMAJA DI MTS N 5 KAUR Syukri Amin; Arini Raza Aula
EL-TA’DIB: Journal of Islamic Education Vol. 3 No. 2 (2023): Oktober
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Univesitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/eltadib.v3i2.6206

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana peran guru pendidikan agama islam terhadap kenakalan remajadi MTS 5 Kaur, Pendekatan penelitian adalah kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, obseravsi dan dokumen. Analisi data dilakukan berdasarkan pengamatan di lapangan atau pengalaman empiris berdasarkan data yang diperoleh dari wawancara, observasi dan dokumentasi kemudian disusun dan ditarik kesimpulan. Kenakalan remaja yang sering dilakukan oleh siswa MTS N 5 Kaur adalah bolos waktu jam pelajaran, merokok, mabuk-mabukan, pacaran dan membuang sampah sembarangan. Penyebabnya beragam seperti siswa merasa tidak nyaman di dalam kelas, siswa yang bosan di dalam kelas dan juga siswa yang memiliki masalah keluarga seperti perpisahan orang tua. Berdasarkan hasil penelitian maka disimpulkan: Peran pendidikan agama terhadap kecendrungan kenakalan remaja pada Siswa MTS N 5 Kaur sangatlah penting karena dengan melalui pendidikan dan pembinaan agama Islam dapat memberikan wawasan dan pengetahuan tentang ajaran Islam kepada siswa dan ini sangat membantu siswa untuk menjadi manusia yang lebih baik dan berkualitas. Guru PAI Memberikan pemahaman tentang pendidikan agama melalui pelajaran di dalam kelas. Mengadakan kegiatan-kegiatan keberagamaan baik hari besar agama ataupun kegiatan keberagamaan siswa setiap harinya. Solusi dalam mengatasi kenakalan remaja pada Siswa MTS N 5 Kaur dengan menanamkan nilai-nilai yang baik pada siswa, memberitahu konsekuensi dari kenakalan remaja, selalu menjaga komunikasi kepada siswa, mendorong siswa agar mengikuti kegiatan yang positif baik disekolah maupun diluar sekolah dan juga bersikap tegas pada siswa yang naka-nakal. Solusi juga dapat dilakukan dengan cara menjaga komunikasi yang tepat, memahami siswa, Memberikan perhatian dan pengawasan khusus bagi siswa/I yang bermasalah karena dengan perhatian khusus itu maka mereka memiliki kesadaran akan kesalahan-kesalahan yang mereka buat serta memberikan nasehat pada siswa yang berbuat kenakalan untuk tidak melakukan kesalahan itu lagi. Kata Kunci: Pendidikan Agama, Kenakalan Remaja, Siswa
MODEL PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA KELAS INKLUSI DI SD IT AL-AUFA KOTA BENGKULU Delta Novita Putri; Syukri Amin
EL-TA’DIB: Journal of Islamic Education Vol. 4 No. 1 (2024): April
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Univesitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/eltadib.v4i1.6969

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah model pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada kelas inklusi di SD IT Al-Aufa Kota Bengkulu. Pada kenyataannya pemilihan model pembelajaran yang digunakan belum sesuai dengan kebutuhan peserta didik. tujuan dan rumusan masalah dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui Model Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Pada Kelas Inklusi di kelas VB SD IT Al-Aufa Kota Bengkulu. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan jenis penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dengan sumber data dari data primer, data sekunder, dan data tersier. Teknik analisis data terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan data, serta keabsahan data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Penerapan model pembelajaran yang dilakukan oleh Guru Pendidikan Agama Islam pada kelas inklusi di kelas VB SD IT Al-Aufa Kota Bengkulu dengan model konstektual dengan menggunakan pendekatan secara individual terhadap ABK. (2) Penerapan model pembelajaran kedua yaitu Problem Based Learning yang cocok digunakan pada kelas inklusi. (3) Pelaksanaan pembelajaran kelas inklusi untuk anak normal dan ABK terintegrasi dalam satu kelas tanpa guru pendamping khusus. Implementasi model pembelajaran kontekstual dan model pembelajaran Problem Based Learning pada kelas inklusi belum berjalan dengan maksimal karena tidak ada shadow teacher untuk mendampingi anak berkebutuhan khusus. Kata kunci: Kelas Inklusi, Model Pembelajaran, Pendidikan Agama Islam.
Digitalization of Islamic Religious Education Practices in Junior High Schools Selvia Dwi Puspita; Lety Febriana; Rifa'i Rifa'i; Syukri Amin
At-Ta'lim : Media Informasi Pendidikan Islam Vol 24, No 2 (2025): DECEMBER
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/attalim.v24i2.9445

Abstract

ENGLISH: Digitalization of Islamic Religious Education Practices in Junior High SchoolsObjective: This study aims to analyse the forms of digitalisation access gaps in Islamic education, identify contributing factors, and formulate strategic solutions to overcome these limitations. Method: This study uses a qualitative, descriptive design. Data were collected through participatory observation, in-depth interviews with school principals, Islamic education teachers, and students, and documentation. Data analysis used the Miles and Huberman interactive model. Results: There are three main dimensions of digital access gaps: infrastructure access gaps include unstable internet connectivity and an unfavourable device ratio; socio-economic access gaps reflect disparities in digital device ownership; and competency access gaps reveal Islamic education teachers' limited digital literacy in integrating technology into daily learning. Conclusion: The digital access gap creates digital stratification in Islamic education, potentially affecting the equality of learning opportunities for students. Contribution: This study provides evidence-based recommendations for strategic policies to achieve equitable digital access in suburban schools, particularly in Islamic education, which has unique characteristics in character and spiritual development. INDONESIAN: Digitalisasi Praktik Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMPTujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk kesenjangan akses digitalisasi dalam pembelajaran PAI, mengidentifikasi faktor-faktor penyebab, dan merumuskan solusi strategis untuk mengatasi keterbatasan tersebut. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan kepala sekolah, guru PAI, dan siswa, serta dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles and Huberman. Hasil: Terdapat tiga dimensi utama kesenjangan akses digital: kesenjangan akses infrastruktur meliputi konektivitas internet tidak stabil dan rasio perangkat yang belum ideal, kesenjangan akses berbasis sosial-ekonomi mencerminkan disparitas kepemilikan perangkat digital, dan kesenjangan akses kompetensi menunjukkan keterbatasan literasi digital guru PAI dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam pembelajaran sehari-hari. Kesimpulan: Kesenjangan akses digitalmenciptakan stratifikasi digital dalam pembelajaran PAI yang berpotensi mempengaruhi kesetaraan kesempatan belajar siswa. Kontribusi: Penelitian ini memberikan rekomendasi berbasis bukti untuk kebijakan strategis guna mencapai pemerataan akses digital di sekolah pinggiran, khususnya dalam pembelajaran PAI yang memiliki karakteristik unik dalam pembentukan karakter dan spiritualitas