Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Penerapan Backward Chaining Sebagai Model Criminal Investigation Expert System (CRIES) Untuk Menangani Kasus Pembunuhan Efendy, Muhammad Yusuf; Alfeno, Sandro; Christianto, Aditya
JURNAL SISFOTEK GLOBAL Vol 6, No 2 (2016): JURNAL SISFOTEK GLOBAL
Publisher : STMIK Bina Sarana Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38101/sisfotek.v6i2.113

Abstract

Pakar adalah seseorang yang mempunyai kemampuan khusus dan spesifik di bidangnya. Pakar merupakan aset berharga bagi suatu instansi, perusahaan, organisasi bahkan negara karena kemampuannya untuk memecahkan masalah di bidangnya. Polres Metro Tangerang adalah salah satu contoh instansi pemerintah yang menggunakan kemampuan pemecahan masalah seorang pakar. Dalam  kegiatan penyidikan suatu kasus kriminal seorang penyidik yang telah diberikan wewenang oleh Kepolisian setempat dapat meminta bantuan dari pakar untuk memecahkan kasus tersebut. Akan tetapi kendala yang sering dihadapi adalah terbatasnya jumlah pakar yang mempunyai pengetahuan dan kemampuan yang spesifik dalam bidangnya. Berdasarkan kendala yang disebutkan maka diperlukan suatu sistem yang dapat mengakuisisi kemampuan pemecahan masalah serta pengetahuan dari seorang pakar yaitu Sistem Pakar atau Expert System. Untuk mengatasi kendala yang disebutkan diatas maka penulis menggunakan Analisa SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Thread) untuk mengidentifikasi kendala yang dihadapi secara lebih terperinci. Untuk membuat model atau rancangan dari sistem pakar maka penulis menggunakan Flowchart Diagram dan juga UML (Unified Modelling Languange) sebagai alat bantu atau tools. Untuk membuat sistem pakar ini penulis menggunakan metode Case – Based Reasoning dengan pembuatan mesin inferensi atau Inference Machine dengan menggunakan metode  penalaran Backward Chaining. Metode Case – Based Reasoning dengan metode penalaran Backward Chaining akan optimal digunakan jika tujuan atau hasil dari analisa tersebut lebih banyak dari fakta atau petunjuk yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut. Hasil dari penelitian yang dilakukan adalah menurunnya waktu yang dibutuhkan para penyidik dalam memecahkan suatu kasus kriminal karena konsultasi dapat dilakukan dengan menggunakan sistem pakar tanpa harus menghadirkan seorang pakar. Kata Kunci :
Pengembangan Prototype Supply Chain Management dengan Menggunakan Pendekatan External Value Chain Alfeno, Sandro; Mulyo, Warseno Hari; Sahlani, Sahlani
JURNAL SISFOTEK GLOBAL Vol 5, No 2 (2015): JURNAL SISFOTEK GLOBAL
Publisher : STMIK Bina Sarana Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38101/sisfotek.v5i2.76

Abstract

Pengertian umum Supply Chain Management (SCM) adalah mengelola pertambahan barang mentah, barang jadi dan informasi yang berhubungan dengan supplier, perusahaan penyalur, dan konsumen akhir . Sebagai  salah satu perusahaan produsen alat kosmetik PT. Paragon Technology and Innovation sudah menerapkan SCM, masalahnya adalah praktek SCM tersebut tidak memenuhi kebutuhan informasi yang diinginkan, mulai dari pemesanan produk ke supplier, pengiriman produk ke kantor cabang dan lainnya. Permasalahan tersebut merupakan  obyek penelitian dalam penelitian ini, yang diharapkan  membantu dalam implementasi SCM tersebut. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif yaitu penelitian ditujukan untuk mendeskripsikan fenomena-fenomena yang ada. Fenomena itu bisa berupa bentuk, aktivitas, karakteristik, perubahan, hubungan, kesamaan, dan perbedaan antara fenomena yang satu dengan fenomena lainnya. Data diambil dari survey lapangan yaitu melaksanakan pengamatan, dan wawancara. Data yang didapatkan akan dipergunakan untuk keperluan proses analisis dengan metode analisis value chain dan tools untuk pemodelan sistem dengan menggunakan UML. Hasil uji dan analisis pada penelitian ini adalah sebuah prototype SCM, prototype ini diharapkan dapat membantu dalam menentukan alur proses bisnis serta dapat digunakan dalam pengembangan sistem informasi yang akan mendatang.
Implementasi Global Positioning System (GPS) dan Location Based Service (LSB) pada Sistem Informasi Kereta Api untuk Wilayah Jabodetabe Alfeno, Sandro; Devi, Ririn Eka Cipta
JURNAL SISFOTEK GLOBAL Vol 7, No 2 (2017): JURNAL SISFOTEK GLOBAL
Publisher : STMIK Bina Sarana Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38101/sisfotek.v7i2.146

Abstract

Kereta api adalah tranportasi umum yang sering digunakan oleh masyarakat Indonesia. Khusus untuk Jabodetabek sendiri, telah melayani 72 stasiun dengan jengkauan rute 184,5 km. Dibutuhkan informasi mengenai kereta api baik itu stasiun maupun kereta. Saat ini, smartphone sudah menyediakan perangkat Global Positioning System (GPS) yang dapat membantu pengguna menentukan posisinya. LocationBased Service (LBS) memanfaatkan teknologi GPS dalam pengaplikasiannya juga dapat menentukan posisi tempat-tempat tertentu. Dalam membangun rancangan aplikasi ini terdapat tiga tahapan penelitian yaitu, tahapan perencanaan, tahapan analisis, dan tahapan perancangan aplikasi. Hasil penelitian ini adalah sebuah rancangan aplikasi sistem informasi kereta api di Jabodetabek yang dapat digunakan oleh pengguna untuk mengetahui informasi perjalanan kereta api. Aplikasi ini terintegrasi dengan layanan Google Map dalam penentuan jalur antara user dengan suatu tempat dan untuk menampilkan lokasi, informasi dan petunjuk tentang stasiun dan kereta.
Implementasi Dashboard Informasi Sistem Sebagai Model Alat Ukur Tingkat Penjualan PT. Sumber Sekar Sejahtera Alfeno, Sandro; Sutrisno, Sutrisno; Soleman, Muhammad Dede
JURNAL SISFOTEK GLOBAL Vol 10, No 1 (2020): JURNAL SISFOTEK GLOBAL
Publisher : STMIK Bina Sarana Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38101/sisfotek.v10i1.273

Abstract

Abstrak – Saat ini komputer tidak hanya digunakan sebagai alat pemrosesan data tetapi juga digunakan sebagai sarana pengolahan tampilan agar tampilan menjadi menarik dan lebih baik. Sistem pada aplikasi yang berjalan pada PT Sumber Sekar Sejahtera hanya menampilkan angka dan huruf saja tanpa disertai gambar yang mendukung sehingga kurang menarik. Tujuan penelitian ini untuk membuat sebuah Dashboard pada tampilan laporan akhir menjadi sebuah Chart sehingga dapat mempermudah dan mempercepeat pengambilan keputusan dalam aksi yang perlu dilakukan. Dalam hal ini penulis menggunakan library pada Highcharts untuk menampilkan data dalam bentuk laporan gambar sehingga tampilan lebih menarik dan data yang terlihat dapat terlihat naik turunnya perkembangan data yang masuk pada sistem. dengan adanya penambahan library Highchart diharapkan pada sistem yang telah dibuat dapat menjadi lebih baik dari segi tampilan dan lebih informatif, sehingga siapa saja yang ingin melihat data pada sistem akan lebih tertarik untuk membuat laporan tersebut dengan cepat dan dengan akurasi data yang tepat.Kata Kunci- Dashboard, Highchart, Sistem Penjualan.
Penerapan Backward Chaining Sebagai Model Criminal Investigation Expert System (CRIES) Untuk Menangani Kasus Pembunuhan Muhammad Yusuf Efendy; Sandro Alfeno; Aditya Christianto
JURNAL SISFOTEK GLOBAL Vol 6, No 2 (2016): JURNAL SISFOTEK GLOBAL
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Bina Sarana Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (634.772 KB) | DOI: 10.38101/sisfotek.v6i2.113

Abstract

Pakar adalah seseorang yang mempunyai kemampuan khusus dan spesifik di bidangnya. Pakar merupakan aset berharga bagi suatu instansi, perusahaan, organisasi bahkan negara karena kemampuannya untuk memecahkan masalah di bidangnya. Polres Metro Tangerang adalah salah satu contoh instansi pemerintah yang menggunakan kemampuan pemecahan masalah seorang pakar. Dalam  kegiatan penyidikan suatu kasus kriminal seorang penyidik yang telah diberikan wewenang oleh Kepolisian setempat dapat meminta bantuan dari pakar untuk memecahkan kasus tersebut. Akan tetapi kendala yang sering dihadapi adalah terbatasnya jumlah pakar yang mempunyai pengetahuan dan kemampuan yang spesifik dalam bidangnya. Berdasarkan kendala yang disebutkan maka diperlukan suatu sistem yang dapat mengakuisisi kemampuan pemecahan masalah serta pengetahuan dari seorang pakar yaitu Sistem Pakar atau Expert System. Untuk mengatasi kendala yang disebutkan diatas maka penulis menggunakan Analisa SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Thread) untuk mengidentifikasi kendala yang dihadapi secara lebih terperinci. Untuk membuat model atau rancangan dari sistem pakar maka penulis menggunakan Flowchart Diagram dan juga UML (Unified Modelling Languange) sebagai alat bantu atau tools. Untuk membuat sistem pakar ini penulis menggunakan metode Case – Based Reasoning dengan pembuatan mesin inferensi atau Inference Machine dengan menggunakan metode  penalaran Backward Chaining. Metode Case – Based Reasoning dengan metode penalaran Backward Chaining akan optimal digunakan jika tujuan atau hasil dari analisa tersebut lebih banyak dari fakta atau petunjuk yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut. Hasil dari penelitian yang dilakukan adalah menurunnya waktu yang dibutuhkan para penyidik dalam memecahkan suatu kasus kriminal karena konsultasi dapat dilakukan dengan menggunakan sistem pakar tanpa harus menghadirkan seorang pakar. Kata Kunci :
Implementasi Global Positioning System (GPS) dan Location Based Service (LSB) pada Sistem Informasi Kereta Api untuk Wilayah Jabodetabe Sandro Alfeno; Ririn Eka Cipta Devi
JURNAL SISFOTEK GLOBAL Vol 7, No 2 (2017): JURNAL SISFOTEK GLOBAL
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Bina Sarana Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (645.773 KB) | DOI: 10.38101/sisfotek.v7i2.146

Abstract

Kereta api adalah tranportasi umum yang sering digunakan oleh masyarakat Indonesia. Khusus untuk Jabodetabek sendiri, telah melayani 72 stasiun dengan jengkauan rute 184,5 km. Dibutuhkan informasi mengenai kereta api baik itu stasiun maupun kereta. Saat ini, smartphone sudah menyediakan perangkat Global Positioning System (GPS) yang dapat membantu pengguna menentukan posisinya. LocationBased Service (LBS) memanfaatkan teknologi GPS dalam pengaplikasiannya juga dapat menentukan posisi tempat-tempat tertentu. Dalam membangun rancangan aplikasi ini terdapat tiga tahapan penelitian yaitu, tahapan perencanaan, tahapan analisis, dan tahapan perancangan aplikasi. Hasil penelitian ini adalah sebuah rancangan aplikasi sistem informasi kereta api di Jabodetabek yang dapat digunakan oleh pengguna untuk mengetahui informasi perjalanan kereta api. Aplikasi ini terintegrasi dengan layanan Google Map dalam penentuan jalur antara user dengan suatu tempat dan untuk menampilkan lokasi, informasi dan petunjuk tentang stasiun dan kereta.
Implementasi Dashboard Informasi Sistem Sebagai Model Alat Ukur Tingkat Penjualan PT. Sumber Sekar Sejahtera Sandro Alfeno; Sutrisno Sutrisno; Muhammad Dede Soleman
JURNAL SISFOTEK GLOBAL Vol 10, No 1 (2020): JURNAL SISFOTEK GLOBAL
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Bina Sarana Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.431 KB) | DOI: 10.38101/sisfotek.v10i1.273

Abstract

Abstrak – Saat ini komputer tidak hanya digunakan sebagai alat pemrosesan data tetapi juga digunakan sebagai sarana pengolahan tampilan agar tampilan menjadi menarik dan lebih baik. Sistem pada aplikasi yang berjalan pada PT Sumber Sekar Sejahtera hanya menampilkan angka dan huruf saja tanpa disertai gambar yang mendukung sehingga kurang menarik. Tujuan penelitian ini untuk membuat sebuah Dashboard pada tampilan laporan akhir menjadi sebuah Chart sehingga dapat mempermudah dan mempercepeat pengambilan keputusan dalam aksi yang perlu dilakukan. Dalam hal ini penulis menggunakan library pada Highcharts untuk menampilkan data dalam bentuk laporan gambar sehingga tampilan lebih menarik dan data yang terlihat dapat terlihat naik turunnya perkembangan data yang masuk pada sistem. dengan adanya penambahan library Highchart diharapkan pada sistem yang telah dibuat dapat menjadi lebih baik dari segi tampilan dan lebih informatif, sehingga siapa saja yang ingin melihat data pada sistem akan lebih tertarik untuk membuat laporan tersebut dengan cepat dan dengan akurasi data yang tepat.Kata Kunci- Dashboard, Highchart, Sistem Penjualan.
Pengembangan Prototype Supply Chain Management dengan Menggunakan Pendekatan External Value Chain Sandro Alfeno; Warseno Hari Mulyo; Sahlani Sahlani
JURNAL SISFOTEK GLOBAL Vol 5, No 2 (2015): JURNAL SISFOTEK GLOBAL
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Bina Sarana Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (615.963 KB) | DOI: 10.38101/sisfotek.v5i2.76

Abstract

Pengertian umum Supply Chain Management (SCM) adalah mengelola pertambahan barang mentah, barang jadi dan informasi yang berhubungan dengan supplier, perusahaan penyalur, dan konsumen akhir . Sebagai  salah satu perusahaan produsen alat kosmetik PT. Paragon Technology and Innovation sudah menerapkan SCM, masalahnya adalah praktek SCM tersebut tidak memenuhi kebutuhan informasi yang diinginkan, mulai dari pemesanan produk ke supplier, pengiriman produk ke kantor cabang dan lainnya. Permasalahan tersebut merupakan  obyek penelitian dalam penelitian ini, yang diharapkan  membantu dalam implementasi SCM tersebut. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif yaitu penelitian ditujukan untuk mendeskripsikan fenomena-fenomena yang ada. Fenomena itu bisa berupa bentuk, aktivitas, karakteristik, perubahan, hubungan, kesamaan, dan perbedaan antara fenomena yang satu dengan fenomena lainnya. Data diambil dari survey lapangan yaitu melaksanakan pengamatan, dan wawancara. Data yang didapatkan akan dipergunakan untuk keperluan proses analisis dengan metode analisis value chain dan tools untuk pemodelan sistem dengan menggunakan UML. Hasil uji dan analisis pada penelitian ini adalah sebuah prototype SCM, prototype ini diharapkan dapat membantu dalam menentukan alur proses bisnis serta dapat digunakan dalam pengembangan sistem informasi yang akan mendatang.
Penerapan Metode Forward Chaining Sebagai Model Sistem Pakar Inference Engine Personality(IEP) Sandro Alfeno
Swabumi Vol 5, No 2 (2017): Volume 5 Nomor 2 Tahun 2017
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika Kota Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/swabumi.v5i2.2506

Abstract

AbstrakKepribadian merupakan gabungan dari sikap,perilaku dan ciri khas seseorang.Kepribadian dapat menjadi salah satu unsur dalam membantu manusia menentukan pilihan, khususnya pada saat kita ingin memilih profesi yang cocok dengan kepribadian yang kita miliki.  Untuk mengetahui kepribadian seperti apa yang terdapat dalam diri kita , bisa di lakukan dengan cara tes kepribadian .Tetapi, sulitnya untuk melaksanakan tes kepribadian dan biaya yang cukup mahal dapat menjadi kendala bagi seseorang, sehingga dibutuhkan suatu sistem pakar yang dapat membantu mengatasi masalah tersebut. Adapun tes kepribadian pada sistem pakar ini berdasar pada MBTI (Myers–Briggs Type Indicator) yang membagi preferensi kepribadian manusia menjadi 16 tipe.Dalam pembuatan sistem pakar ini penulis menggunakan metode Case – Based Reasoning dalam pembuatan mesin inferensi atau Inference Engine dengan menggunakan metode penalaran Forward Chaining. Metode Forward Chaining digunakan karena pada sistem pakar ini pengguna memilih fakta terlebih dahulu  yang sesuai dengan dirinya, lalu dibuat konklusi atas fakta yang telah dipilih sebelumnya. Hasil dari penelitian ini adalah mempermudah akses bagi orang yang ingin melakukan tes kepribadian dan mengurangi biaya , karena tes kepribadian dapat dilakukan tanpa menghadirkan seorang pakar. Keywords  : MBTI(Myers-Briggs Type Indicator), Sistem Pakar, Kepribadian,Case  -  Based Reasoning, Forward Chaining.AbstractPersonality is a combination of attitudes, behaviors and characteristics of a person. Personality can be an element in helping people make choices, especially when we want to choose a profession that matches the personality we have. To know what kind of personality we have in ourselves, it can be done by personality test. However, it is difficult to carry out personality tests and costly enough to be an obstacle for someone, so it takes an expert system that can help solve the problem. The personality tests on this expert system are based on MBTI (Myers -Briggs Type Indicator) which divides human personality preferences into 16 types. In making this expert system the author uses Case - Based Reasoning method in the manufacture of Inference Engine by using Forward Chaining reasoning method. Forward Chaining method is used because in this expert system the user chooses the facts first in accordance with himself, then made conclusions on the facts that have been selected previously. The results of this study is to facilitate access for people who want to test personality and reduce costs, because personality  tests can be done without presenting an expertKeywords  : MBTI (Myers-Briggs Type Indicator), Expert System, Personality, Case  -  Based Reasoning, Forward Chaining.
Rancang Bangun (SISMAKAR) Sistem Informasi Surat Masuk dan Keluar Berbasis Web Sandro Alfeno; Arsa Kumar; A. Fachrul Rozy Saleh
Journal Cerita: Creative Education of Research in Information Technology and Artificial Informatics Vol 8 No 1 (2022): Journal CERITA : Creative Education of Research in Information Technology and Art
Publisher : UNIVERSITAS RAHARJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (715.279 KB) | DOI: 10.33050/cerita.v8i1.2140

Abstract

An organization, be it a company or a government, expects its goals to be achieved with optimal results by implementing the best service, one of which is in the administration department. One of the services provided is correspondence management, this is a very important service in maintaining information. between companies or governments, this service should be carried out effectively which is the main focus, in the Pasar Baru kelurahan, Tangerang City continues to strive for the best service in terms of managing incoming and outgoing mail, but in Pasar Baru kelurahan it is still not entirely computerized and still uses manual recording , with this background the author analyzes the best and appropriate solution to overcome it by creating an information system for managing incoming and outgoing mail. ng accurate, precise and efficient.