Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Loans Without Time Value: Rethinking Justice, Reciprocity, and Ribā in the Sinoman Tradition of Javanese Islamic Economics Solichin, Nur Mifchan; Nuraini, Diah
Al-Iqtishad: Jurnal Ilmu Ekonomi Syariah Vol 17, No 1 (2025)
Publisher : Faculty of Sharia and Law, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/aiq.v17i1.41451

Abstract

The article examines the challenges of justice in Sinoman culture in the era of contemporary Islamic economics, focusing on the Time Value of Money (TVM) concept. Using a descriptive qualitative approach and a case study in Brangsong Village, Kendal, data were collected through interviews and observations. Theories like al-ghunmu bi al-ghurmi and al-kharāj bi al-ḍamān explain how sinoman ensures fair distribution of benefits and risks without exploitation or TVM inequality. Social reciprocity is driven by solidarity and collective responsibility, not mere financial profit. Sinoman embodies distributive and commutative justice, rejects usury, and reflects local gotong royong, yet faces challenges within TVM-based modern Islamic economics. Abstrak:Artikel ini mengkaji secara kritis konsep keadilan dalam praktik tradisional sinoman di Jawa, dalam konteks ekonomi Islam kontemporer yang banyak bergantung pada konsep Time Value of Money (TVM). Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, studi ini berbasis pada penelitian lapangan di Desa Brangsong, Kabupaten Kendal, melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif. Analisis didasarkan pada prinsip keadilan ekonomi Islam seperti al-ghunmu bi al-ghurmi dan al-kharāj bi al-ḍamān yang menekankan distribusi manfaat dan tanggung jawab risiko secara adil. Praktik sinoman mencerminkan sistem pertukaran sosial non-finansial yang didasarkan pada solidaritas, keadilan distributif dan komutatif, serta penolakan terhadap ribā. Tradisi ini memperlihatkan semangat gotong royong dan resistensi terhadap komodifikasi waktu dalam relasi ekonomi. Namun, tantangan muncul ketika sinoman dihadapkan dengan sistem keuangan Islam modern yang mengadopsi TVM sebagai dasar pengukuran keuntungan dan risiko. Artikel ini memberikan kontribusi terhadap wacana epistemologis ekonomi Islam dengan menunjukkan bahwa tradisi lokal dapat menjadi paradigma alternatif keadilan yang tidak berpusat pada kapital.
Unsur Ghārār dan Wanprestasi Modifikasi Rumah Sewaan: Tinjauan Hukum Islam dan KUHPerdata. Solichin, Mifchan; Yunita Haryana, Eky; Nuraini, Diah
SIGHAT: JURNAL HUKUM EKONOMI SYARIAH Vol 3 No 2 (2025): SIGHAT: JURNAL HUKUM EKONOMI SYARIAH
Publisher : Program Studi Hukum Ekonomi Syariah, Institut Agama Islam Negeri Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35905/shighat_hes.v3i2.14712

Abstract

Praktik sewa menyewa (Ijārah) rumah di Kelurahan Dukuh Kota Salatiga umumnya hanya berbasis perjanjian lisan tanpa klausul tertulis terkait pembatasan modifikasi rumah oleh penyewa. Kondisi ini menimbulkan persoalan hukum, terutama potensi ghārār (ketidakjelasan) menurut Hukum Islam dan wanprestasi menurut KUHPerdata, karena modifikasi rumah tanpa izin sering merubah objek sewa dari manfaat semula, memicu kerugian, dan mempersulit pembuktian sengketa. Penelitian ini bertujuan menganalisis unsur ghārār dalam praktik modifikasi rumah sewaan menurut syarat sah Ijārah serta mengkaji bentuk wanprestasi berdasarkan Pasal 1548 dan Pasal 1550–1552 KUHPerdata. Penelitian ini menggunakan metode yuridis empiris dengan pendekatan kualitatif, pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam dengan pemilik dan penyewa rumah, serta studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindakan modifikasi rumah secara sepihak oleh penyewa melanggar kejelasan objek dan manfaat sewa sehingga menimbulkan ghārār dan wanprestasi, serta berpotensi membatalkan akad sewa. Ketiadaan perjanjian tertulis semakin memperlemah posisi hukum para pihak. Penelitian ini merekomendasikan perlunya kontrak sewa tertulis yang memuat klausul modifikasi fisik, pembagian tanggung jawab, serta legalisasi notaris untuk mengurangi risiko sengketa. Temuan ini diharapkan menjadi rujukan bagi pemilik, penyewa, dan pembuat kebijakan untuk menciptakan akad sewa yang sah, adil, dan berkepastian hukum.
ANALISIS PEMENUHAN HAK ANAK BERDASARKAN FIKIH ḤAḌĀNAH Na'imin; Mifchan Solichin, Nur; Nuraini, Diah
IMTIYAZ: Jurnal Ilmu Keislaman Vol. 9 No. 3 (2025): September
Publisher : LPPM STAI Muhammadiyah Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46773/imtiyaz.v9i3.1848

Abstract

Underage marriage in Kedu Subdistrict is still a complex social issue, with the main focus on the fulfillment of children's rights, especially the ḥaḍānah aspect of Wahbah Az-Zuhaili. This research uses a qualitative approach through field research methods, with data collection techniques in the form of in-depth interviews, participatory observation, and documentation of eleven early-age couples registered at the Kedu District KUA for the 2020-2023 period. The results showed that although the couples did not formally understand the fiqh of ḥaḍānah, they practiced parenting based on instinct, social support, and gradual adaptation. The main challenges faced include limited education, economic pressure, and emotional immaturity, but no divorce cases were found in this group of subjects. This finding indicates the potential for successful parenting in underage marriages with the right support. This research emphasizes the importance of a contextualized socio-religious approach and ongoing coaching to strengthen the quality of parenting from a fiqh perspective.
Kesadaran Hukum Dalam Pemenuhan Hak Disabilitas Perspektif Hukum Keluarga Nuraini, Diah; Solichin, Nur Mifchan; Umam, Khotibul
Jurnal EL-QANUNIY: Jurnal Ilmu-Ilmu Kesyariahan dan Pranata Sosial Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : Syekh Ali Hasan Ahmad Addary State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/el-qanuniy.v10i1.10940

Abstract

Legal awareness in disabled families shows a fifty-fifty point, where someone with a disability has the courage to try to get married and fulfill their rights and obligations as a husband, especially the right to support their family. Although not all blind families know and understand the details of marriage law such as marriage conditions, rights and obligations of husband and wife, child gifts, as contained in applicable family law principles. Efforts to work coupled with skills and job opportunities have grown significantly, in Indonesia in 2022, there will be 720,748 disabled workers, an increase from 277,018 people in 2021. On the other hand, awareness of disability law in the public sphere is still lacking, where it is still limited. access to facilities and infrastructure at Special Schools and Community Learning Activity Centers at the village level which motivates increasing insight and skills with disabilities as an improvement in living standards, whereas in the realm of legal apparatus, judiciary and correctional institutions, there is minimal implementation of the fulfillment of disability rights, such as supporting facilities for sign language interpreters and the use of Braille, disabled-friendly building facilities and legal information outreach to people with disabilities.
Sweet Deals and Sharia Principles: A study of istishna' contract practices in Salatiga Bakeries Solichin, Nur Mifchan; Nuraini, Diah
JURNAL EKONOMI SYARIAH Vol 10, No 2 (2025): Jurnal Ekonomi Syariah
Publisher : Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jes.v10i2.15568

Abstract

Loans Without Time Value: Rethinking Justice, Reciprocity, and Ribā in the Sinoman Tradition of Javanese Islamic Economics Solichin, Nur Mifchan; Nuraini, Diah
Al-Iqtishad: Jurnal Ilmu Ekonomi Syariah Vol. 17 No. 1 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/aiq.v17i1.41451

Abstract

The article examines the challenges of justice in Sinoman culture in the era of contemporary Islamic economics, focusing on the Time Value of Money (TVM) concept. Using a descriptive qualitative approach and a case study in Brangsong Village, Kendal, data were collected through interviews and observations. Theories like al-ghunmu bi al-ghurmi and al-kharāj bi al-ḍamān explain how sinoman ensures fair distribution of benefits and risks without exploitation or TVM inequality. Social reciprocity is driven by solidarity and collective responsibility, not mere financial profit. Sinoman embodies distributive and commutative justice, rejects usury, and reflects local gotong royong, yet faces challenges within TVM-based modern Islamic economics. Keywords: Sinoman; time value of money; Islamic economic justice; ribā; reciprocity; local Islamic economics   Abstrak Artikel ini mengkaji secara kritis konsep keadilan dalam praktik tradisional sinoman di Jawa, dalam konteks ekonomi Islam kontemporer yang banyak bergantung pada konsep Time Value of Money (TVM). Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, studi ini berbasis pada penelitian lapangan di Desa Brangsong, Kabupaten Kendal, melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif. Analisis didasarkan pada prinsip keadilan ekonomi Islam seperti al-ghunmu bi al-ghurmi dan al-kharāj bi al-ḍamān yang menekankan distribusi manfaat dan tanggung jawab risiko secara adil. Praktik sinoman mencerminkan sistem pertukaran sosial non-finansial yang didasarkan pada solidaritas, keadilan distributif dan komutatif, serta penolakan terhadap ribā. Tradisi ini memperlihatkan semangat gotong royong dan resistensi terhadap komodifikasi waktu dalam relasi ekonomi. Namun, tantangan muncul ketika sinoman dihadapkan dengan sistem keuangan Islam modern yang mengadopsi TVM sebagai dasar pengukuran keuntungan dan risiko. Artikel ini memberikan kontribusi terhadap wacana epistemologis ekonomi Islam dengan menunjukkan bahwa tradisi lokal dapat menjadi paradigma alternatif keadilan yang tidak berpusat pada kapital. Kata Kunci: Sinoman; time value of money; keadilan ekonomi Islam; ribā; timbal balik; ekonomi Islam lokal