Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PARTISIPASI EDUKASI BERBASIS DIGITAL DALAM UPAYA PENCEGAHAN COVID-19 SAAT BEKERJA PADA PENGENDARA OJEK ONLINE Riza Hayati Ifroh; Dina Lusiana Setyowati; Tanti Asrianti; Wahnadita Rahman
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 3 (2021): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1084.404 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i3.4987

Abstract

Abstrak: Pengendara ojek online sebagai salah satu kelompok masyarakat yang memiliki mobilisasi tinggi dan risiko penularan COVID-19 saat bekerja dan beraktivitas. Penggunaan media digital sebagai sarana komunikasi, informasi dan edukasi menjadi alternatif dalam membangun partisipasi kelompok pengendara ojek online agar sadar dalam menjalankan protokol kesehatan pencegahan COVID-19. Adapun tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini yaitu meningkatkan partisipasi pengendara ojek online dalam menyimak edukasi kesehatan mengenai cara, media dan dampak penularan COVID-19 saat bekerja, bahaya merokok serta mitos mengenai COVID-19. Tahapan pelaksanaan berbasis model perencanaan sosial yaitu persiapan petugas, persiapan sosial, penjaringan audiens, sosialisasi edukasi kesehatan, dan evaluasi. Metode kegiatan yang digunakan dalam kegiatan ini sepenuhnya menggunakan media digital dan aplikasi permainan, diskusi kelompok serta pemutaran video tutorial berdurasi 4 menit 20 detik dan diikuti oleh 16 pengendara ojek online. Hasil kegiatan adalah pengendara ojek online telah partisipasi aktif dalam kegiatan, selain itu sebanyak 75% peserta telah memiliki pemahaman yang baik mengenai penularan, upaya pencegahan COVID-19 selama bekerja, dan mitos yang salah mengenai penyakit. Diharapkan peserta kegiatan dapat menyebarkan informasi serta mempengaruhi rekan pengendara ojek lainnya agar menjalankan protokol COVID-19 dengan disiplin selama bekerjaAbstract:  Motorcycle taxi drivers are one of the groups of people who have high mobility and the risk of contracting COVID-19 while working and doing activities. The use of digital media as a means of communication, information, and education is an alternative in building the participation of groups of online motorcycle taxi riders to be aware of carrying out the health protocol for preventing COVID-19. The purpose of this community service activity is to increase the participation of online motorcycle taxi riders in listening to health education about how, the media and the impact of transmitting COVID-19 while working, the dangers of smoking, and myths about COVID-19. The stages of implementation based on the social planning model are staff preparation, social preparation, audience networking, health education dissemination, and evaluation. The activity method used in this activity is fully digital media and game applications, group discussions, and video tutorial video playbacks lasting 4 minutes 20 seconds and followed by 16 online motorcycle taxi riders. The result of the activity is that online motorcycle taxi drivers have actively participated in activities, besides that as many as 75% of participants have a good understanding of transmission, efforts to prevent COVID-19 while working, and false myths about the disease. It is hoped that activity participants can spread information and influence other motorcycle taxi riders to carry out the COVID-19 protocol with discipline while working.
Peran Kader Posyandu Dalam Pemanfaatan dan Sosialisasi Toga di Masa Pandemi Covid-19 Riza Hayati Ifroh
xxxx-xxxx
Publisher : Pusat Unggulan Riset Pengembangan Lahan Suboptimal (PUR-PLSO) Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ifroh RH.  2020.  The role of posyandu cadres in utilization and socialization of fmp in pandemic covid-19. In: Herlinda S et al. (Eds.), Prosiding Seminar Nasional Lahan Suboptimal ke-8 Tahun 2020, Palembang 20 Oktober 2020. pp. xx. Palembang: Penerbit & Percetakan Universitas Sriwijaya (UNSRI).Community involvement was the strategic issues to reduce the number of positive cases of COVID-19 in Samarinda with a positive confirmation rate of 1,248 (8th Sept 2020). The efforts made was to involve community groups as activists, cadres in the use of family medicinal plants (FMP) as an alternative in increasing of immunity and community health. The research objective was to analyze the association between practice of using family medicinal plants and the socialization of the benefits of FMP to the community and to identify the types of plants used by the cadres. The study design was cross-sectional with a survey approach. The sampling technique used purposive sampling with a sample size of 88 cadres. Data analysis of the association between socialization of FMP and the community on the practice of using FMP by contingency coefficient test analysis. The results showed that the average age of cadres was 42 years and the average length become a cadre was 7 years. The types of family medicinal plants that were mostly planted were turmeric, ginger and papaya leaves. There is a statistical association between FMP socialization which includes appeals from cadres, cadres' requests and explanations of the benefits of TOGA to the community with the practice of using FMP for each cadre (P value <0.001) with community responses as many as 61.36% leading to positive, socialization between cadres and the community 79.5% effective through interpersonal communication. In conclusion, cadres contribute to the use of FMP both independently and in mobilizing the community. 
POLA PENCARIAN INFORMASI KESEHATAN ANAK DAN KOMUNIKASI IBU BALITA DI KALIMANTAN TIMUR Lies Permana; Riza Hayati Ifroh; Agus Wiranto
Jurnal Inovasi Penelitian Vol 2 No 1: Juni 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jip.v2i1.617

Abstract

Perkembangan internet dan teknologi informasi serta komunikasi ini memiliki dampak yang positif bagi sebagian besar penggunanya karena dapat mengetahui informasi terkini dengan cepat dan tepat. Di era yang serba cepat ini, menuntut ibu balita untuk mengetahui informasi kesehatan demi pertumbuhan dan perkembangan balitanya. Namun perbedaan karakteristik ibu balita, informasi yang dicari melalui internet pun dapat berbeda. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pencarian informasi kesehatan dengan karakteristik ibu balita dan pola komunikasi ibu dengan balita dengan menerapkan pola SMCR. Metode penelitian yang digunakan dengan pendekatan mix method. Pengujian dengan menggunakan uji Chi Square dan Kruskal Wallis untuk mengetahui perbedaan pencarian informasi kesehatan dengan karakteristik ibu yang terdiri dari klasifikasi wilayah tempat tinggal, jenis pekerjaan dan tingkat pendidikan, pendekatan kualitatif untuk mengetahui lebih lanjut informasi lainnya yang dicari ibu dan juga mengenai pola komunikasi dengan belita menggunakan pendekatan SMCR. Didapatkan hasil bahwa terdapat perbedaan pencarian informasi mengenai gizi kesehatan anak berdasarkan klasifikasi wilayah tempat tinggal ibu, terdapat perbedaan informasi yang dicari mengenai kecelakaan/luka pada anak berdasarkan jenis pekerjaan ibu, terdapat perbedaan pencarian informasi mengenai gizi dan alergi berdasarkan tingkat pendidikan ibu. Adapun informasi lainnya yang dicari ibu berdasarkan kebutuhan balitanya dan sebagian ibu telah menerapkan pola SMCR pada balita.
MAPPING SCHOOL BULLYING PADA ANAK DI KOTA SAMARINDA DENGAN EPI MAP Rahmi Susanti; Riza Hayati Ifroh; Ika Wulansari
Journal of Public Health Research and Community Health Development Vol. 1 No. 2 (2018): Maret
Publisher : Sekolah Ilmu Kesehatan Dan Ilmu Alam (SIKIA), Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jphrecode.v1i2.16238

Abstract

Siswa sekolah dasar mengalami intimidasi baik secara fisik maupun mental sebanyak 80%. Terdapat 457 kasus pelecehan seksual dan kekerasan pada anak yang terjadi di Provinsi Kalimantan Timur, diantaranya terdapat kasus bullying sepanjang tahun 2015 lalu. Siswa usia remaja di Kota Samarinda sebanyak 23% memiliki tingkat bullying yang tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan mapping school bullying di sekolah dasar negeri Kota Samarinda tahun 2016. Metode penelitian ini adalah deskriptif untuk melihat pola sebaran school bullying di Kota Samarinda. Lokasi penelitian ini di Kota Samarinda, dimana responden berasal dari 30 sekolah dasar negeri di 10 kecamatan. Penentuan sekolah dasar yang menjadi lokasi penyebaran angket ditentukan oleh UPTD setempat. Data diolah menggunakan bantuan Epi Info pada menu Epi Map. Besar sampel yang digunakan sebagai responden berjumlah 1.491 yang terdiri dari siswa laki laki dan perempuan. Sebaran angka school bullying dimuat kedalam peta Samarinda yang terbagi menjadi 10 kecamatan. Peta menggambarkan angka berdasarkan chloropeth dan dot density per wilayah. Pelaku school bullying mencapai 544 anak dan korban school bullying 769. kecamatan dengan pelaku tertinggi adalah Samarinda kota yakni 43.50% dan kecamatan dengan korban tertinggi adalah Sambutan yakni 57,50%. Berdasarkan hal ini maka perlu pembentukan tim satuan anti penindasan di sekolah dapat dilakukan oleh pihak sekolah agar menjadi wadah pengawasan terhadap kejadian school bullying.
Pemanfaatan Aplikasi Virtual Meeting dan Permainan Digital pada Webinar Edukasi PHBS Masyarakat di Masa Pandemi Covid-19 Riza Hayati Ifroh; Alamsyah
ABDIKESMAS MULAWARMAN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol.1 No.1 Oktober (2021) : ABDIMAS MULAWARMAN
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (640.536 KB)

Abstract

Gaya hidup masyarakat sebelum dan di saat pandemi mengalami perubahan contohnya rendahnya aktivitas fisik, peningkatan konsumsi makanan berkalori tinggi, merokok, dan perilaku berisiko lainnya yang dapat meningkatkan angka prevalensi penyakit tidak menular. Strategi edukasi kesehatan berbasis digital masih dibutuhkan guna mendukung peningkatan kesadaran dan kemauan masyarakat untuk hidup lebih sehat. Adapun tujuan kegiatan yaitu meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat untuk hidup sehat dan mengembangkan strategi pendidikan kesehatan yang dapat dimanfaatkan di masa pandemi yaitu aplikasi virtual zoom meeting dan permainan digital quizizz. Metode pelaksanaan mengadaptasi model Laswell dan Shannon Weavers’s dengan tahapan 1) persiapan, 2) pelaksanaan dan pengembangan metode pendidikan kesehatan, 3) aktivitas fisik, 4) evaluasi dalam bentuk permainan digital. Adapun hasil kegiatan yaitu pemahaman mengenai perilaku hidup bersih dan sehat peserta pada beberapa konsep PHBS sudah berada di atas 70% yaitu konsep dan manfaat germas, manfaat konsumsi air putih, perilaku mencuci tangan dan upaya menjaga lingkungan. Perlu di lakukan intervensi edukasi lebih lanjut pada aspek yang masih rendah yaitu konsep aktivitas fisik, gizi sehat dan seimbang yang lebih mendalam. Diharapkan adanya kolaborasi multisektor dan kombinasi strategi preventif lainnya agar keterlibatan berbagai pihak dalam menyukseskan perubahan perilaku kesehatan masyarakat dapat berjalan maksimal.