Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PELATIHAN PENANGANAN KORBAN TENGGELAM Hendy Lesmana; Dewy Haryanti Parman; Alfiaanur Alfiaanur; Darni Darni
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol. 2, No. 1: Juni 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.684 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v2i1.1359

Abstract

Abstrak: Indonesia merupakan negara kepulauan dengan jumlah 13.466 pulau, demukian pula dengan Kota Tarakan yang merupakan daerah kepulauan dengan luas laut (406,53 Km2) lebih besar dari daerah daratan (250,80Km2). Tenggelam merupakan kondisi kegawatdaruratan yang harus segera mendapatkan pertolongan, bila terlambat mendapatkan pertolongan maka akan menyebabkan kematian. Pada umumnya masyarakat adalah orang pertama yang menemukan korban sehingga peran masyarakat awam dalam melakukan pertolongan korban tenggelam secara cepat dan tepat sangat dibutuhkan guna meningkatkan angka harapan hidup korban tenggelam. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan tahapan sosialisasi, simulasi dan evaluasi dari peserta pelatihan. Kegiatan dilakukan pada masyarakat yang ada di Kelurahan Pantai Amal yang merupakan msayarakat yang berada di daerah pesisir. Hasil pengabdian dimana terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam melakukan pertolongan pertama kepada korban tenggelam, mulai dari penanganan korban tenggelam selama di laut maupun korban yang telah dilakukan evakuasi ke daratan.Kata Kunci: masyarakat pesisir, Penanganan korban tenggelam, & pengetahuan dan keterampilan masyarakat.
PEMBERDAYAAN KADER DALAM EMERGENCY FIRST AID PENANGANAN HENTI JANTUNG KORBAN TENGGELAM PADA WILAYAH PERSISIR TARAKAN Maria Imaculata Ose; Hendy Lesmana; Dewy Haryanti Parman; Ramdya Akbar Tukan
Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jp.v4i1.1818

Abstract

Penduduk yang berdomisili di daerah pesisir mayoritas bepekerjaan sebagai nelayan yang memiliki resiko tenggelam. Selain itu pantai menjadi tujuan wisata lokal yang cukup sering dikunjungi. Melihat dari situasi resiko tinggi kegawatdaruratan terjadinya tenggelam dan henti jantung. Keterlambatan penanganan dalam 10 menit menyebabkan kondisi iskemia pada jaringan otak menyebabkan kegagalan sirkulasi jantung yang dapat menyebabkan kematian. Masalah yang dihadapi adalah kurangnya pengetahuan dan keterampilan dalam penanganan pertama pada korban henti jantung maupun tenggelam. Pemberdayaan masyarakat melalui pembinaan kader kesehatan dalam penanganan henti jantung dan korban tenggelam dalam lingkungan wilayah persisir Kota Tarakan menjadi sangat penting. Emergency First Aid Course merupakan kegiatan pelatihan dalam penanganan bantuan hidup dasar. Tujuan dilakukan kegiatan ini meningkatkan pengetahuan dan keterampilan terkait dengan penanganan pertama pada penangganan tenggelam maupun korban henti jantung. Kegiatan ini meliputi pemberian materi dan pelatihan penangan bantuan hidup pada pasien henti jantung maupun tenggelam dan dalam kegiatan ini akan disusun sebuah modul yang dapat menjadi sumber informasi bagi kader dan masyarakat sekitar persisir Kota Tarakan.
Upaya Pekerja Seks Komersial Lokalisasi Daerah Pesisir dan Perbatasan dalam Mencegah Penularan HIV AIDS: Studi Fenomenologi Dewy Haryanti Parman; Agung Waluyo; Sri Yona; Bambang Wispriyono
Faletehan Health Journal Vol 11 No 03 (2024): Faletehan Health Journal, November 2024
Publisher : Universitas Faletehan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33746/fhj.v11i03.747

Abstract

HIV AIDS cases continue to increase every year. In 2023, out of 1,414 HIV AIDS cases in North Kalimantan, Indonesia, 500 cases were in Tarakan region. This study aimed to reveal the situation of the extent of efforts of commercial sex workers (CSWs) in preventing HIV AIDS transmission in coastal and border areas of Tarakan. This research was qualitative with a descriptive phenomenological approach. This study involved 15 CSWs in the localization of Tarakan area as the participants. The data analysis used thematic analysis by Braun and Clarke. This study produced four themes, namely: (1) health checks were carried out on an irregular basis, (2) customers who refused to use condoms were still served, (3) the use of antibiotics to prevent HIV AIDS transmission, and (4) limiting customers. The prevention of HIV AIDS transmission by CSWs had not been maximized due to the limitations of economic background and negotiation skills and a lack of understanding of HIV AIDS. A more comprehensive educational approach was needed to raise awareness of the importance of self-prevention from infectious diseases to work, so that they can work for a long time.