Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat

PENINGKATAN KEMANDIRIAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI PANTI ASUHAN BINASIWI, BANTUL Idiani Darmawati; Ratna Indriawati
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 9. Manajemen Rumah Sakit Era Pandemi Covid-19
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (496.326 KB) | DOI: 10.18196/ppm.39.112

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penguatan pendidikan karakter mandiri anak berkebutuhan khusus. Tujuan Kegiatan ini untuk mengidentifikasi bentuk hambatan dan upaya pendidik/ pengasuh panti dalam meningkatkan kemandirian anak berkebutuhan khusus (ABK). Kegiatan ini dilakukan dengan metode deskriptif yang mengambil lokasi di Panti Asuhan Binasiwi, Bantul, DIY. Informan penelitian berjumlah sepuluh orang yang ditentukan dengan cara purposive sampling. Mereka adalah pengasuh dan ABK tunagrahita. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Keabsahan data ditentukan dengan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Data yang diperoleh dianalisis dengan tahap-tahap mereduksi data, menyajikan data, dan menarik kesimpulan. Hasil menunjukkan bahwa bentuk kemandirian pada anak seperti kemandirian bina diri, emosi, dan kemandirian sosial ditemukan pada saat proses belajar dan kegiatan di panti. Hambatan yang dialami adalah kesulitan dalam berkomunikasi dengan anak dan pemahaman sikap mandiri pada anak. Usaha untuk mengatasi hambatan tersebut dengan memberi pengertian, kasih saying, dan nasihat yang nantinya akan dipahami oleh anak. Proses ini dilakukan secara terus-menerus dan berkelanjutan. Oleh karena itu, penguatan pendidikan karakter mandiri bagi ABK tunagrahita diperlukan agar anak bisa mengurus diri sendiri tanpa bantuan orang lain.
Sehat Di Masa Tua Bebas Dari Penyakit Hipertensi Dengan Program Sabati Untuk Pelajar Sekolah Menengah Umum Titiek Hidayati; Ratna Indriawati; Fahmy Abdul Haq; Fadil Abdillah; Shiko Indrawan
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2019: 2. Pengembangan Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.487 KB) | DOI: 10.18196/ppm.22.495

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat prioritas di Indonesia yang dapatdicegah, terutama sejak dini. Salah satu bentuk pencegahan hipertensi dengan pendidikan kesehatanmetode SABATI yang menekankan pada tumbuhnya kewaspadaan dini pada remaja terhadap penyakithipertensi, dengan tujuan mengenalkan penyakit hipertensi berikut dengan faktor risikonya pada setiapsiswa sejak dini. Program SABATI terdiri dari pemeriksaan tekanan darah, skrining faktor risiko hipertensi, edukasi dan bermain peran, serta pengembangan pola kemitraan dengan sekolah. Kegiatan-kegiatan tersebut telah dilakukan kepada 68 siswa di dua SMA di Yogyakarta. Edukasi berhasil dilakukan sebanyak 4 kali pertemuan dengan durasi 30 menit setiap pertemuan. Program SABATI berhasildilakukan untuk mengenalkan kepada remaja mengenai penyakit hipertensi, berikut dengan bahaya dancara pencegahannya. Program in diharapkan menjadi dasar pembuatan kebijakan kantin sehat danhimbauan membawa bekal.
PENINGKATAN PEMBERDAYAAN UMKM PEMBUAT KUE Idiani Darmawati; Ratna Indriawati
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 4. Kapasitas Daya Saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Badan Usaha Milik Desa( BU
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.281 KB) | DOI: 10.18196/ppm.44.598

Abstract

Usaha Kecil dan Menengah (UKM) merupakan salah satu bidang yang memberikan kontribusi yang signifikan dalam memacu pertumbuhan ekonomi Indonesia. Hal ini dikarenakan daya serap UKM terhadap tenaga kerja yang sangat besar dan dekat dengan rakyat kecil. Tetapi UKM yang ada di Indonesia masih menghadapi berbagai masalah antara lain masalah promosi, pemasaran dan penjualan produk yang dihasilkan. Kegiatan ini bertujuan menemukan strategi untuk meningkatkan pemasaran hasil produk Ibu Suraini . Dari hasil observasi menunjukkan bahwa strategi pemasaran makanan tradisional menerapkan lima strategi yaitu: produk, harga, kebersihan, promosi dan pengantaran. Dari kelima strategi tersebut belum mampu meningkatkan pendapatan kelompok umkm pembuat makanan tradisional. Dengan adanya strategi pemasaran maka permintaan produk akan lebih banyak, pemasaran produk yang baik pula akan menghasilkan konsumen baru. Seiring perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, maka ia juga telah dimanfaatkan untuk pemasaran dan penjualan produk- produk melalui dunia maya. Penjualan dan pemasaran produk melalui dunia maya mempunyai banyak keuntungan, yaitu cakupan yang luas, tidak mengenal ruang dan waktu, dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja. Metode yang digunakan berupa pelatihan. Strategi pemasaran secara online sangat membantu meningkatkan omset penjualan kelompok UMKM pembuat makanan tradisional Ibu Suratini di dusun Diro Bantul. Ada beda nyata antara sebelum dan sesudah pelaksanaan program pengabdian ini, yaitu peningkatan omset penjualan sebesar 40 persen dibandingkan sebelum adanya pelaksanaan program pengabdian ini. Kegiatan pengabdian ini dapat meningkatkan omset penjualan produk kelompok UMKM pembuat makanan di dusun Diro Bantul D.I Yogyakarta, sebesar 40 persen.
UPAYA PENINGKATAN PENJUALAN HASIL PRODUKSI KELOMPOK UMKM PENGRAJIN KIPAS BAMBU Idiani Darmawati; Ratna Indriawati
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 4. Kapasitas Daya Saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Badan Usaha Milik Desa( BU
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.87 KB) | DOI: 10.18196/ppm.44.600

Abstract

Dusun Diro Bantul ini adalah terkenal sebagai pusat produksi kerajinan bambu. UMKM kerajinan bambu di dusun ini seperti, UMKM kerajinan topeng dan kipas bambu. Salah satu pengrajin di dusun Diro adalah bapak Bahaudin dan bapak Yusuf. Bapak Yusuf sebagai ketua kelompok UMKM pengrajin kipas bambu dan sablon souvenir untuk pernikahan. Usaha yang telah beroperasi sekitar sepuluh tahun ini biasa menerima pesanan mulai dari lingkungan lokal sampai luar daerah Yogyakarta seperti Bali dan Kalimantan. Produk kerajinan kipas bambu dan souvenir pernikahan biasanya dipesan sebagai cinderamata pernikahan dan juga oleh-oleh dari tempat wisata. Pada saat masa pandemi Covid-19 mewabah di Indonesia dan kebijakan pemerintah seperti PSBB serta larangan untuk mengundang banyak orang di acara pernikahan diterapkan, usaha beliau mulai sepi pembeli. bahkan, ada beberapa pesanan yang dibatalkan karena pemesan menunda pernikahan dan tempat-tempat wisata di tutup. Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi saat ini semakin pesat dan menimbulkan revolusi informasi di era digital. Pemberlakuan sistem ekonomi terbuka serta perilaku konsumen yang berubah di era ekonomi digital semakin menuntut pelaku usaha untuk mampu beradaptasi ditataran lingkungan global. Dampak positif pemanfaatan TIK bagi pelaku UMKM adalah :1) mempermudah proses bisnis dan komunikasi, 2) memperluas pangsa pasar, 3) mengurangi biaya produksi dan 4) akses terhadap komunikasi digital serta meningkatkan peluang perdagangan dan pemasaran. Alasan tersebut mendorong pelaku UMKM, agar memiliki kesadaran akan pentingnya manfaat kemampuan penguasaan teknologi bagi usaha mereka, guna meningkatkan daya saing yang berkelanjutan. Peningkatan kesadaran menimbulkan minat bagi kalangan pelaku usaha UMKM terhadap kemampuan penguasaan TIK, yang bertujuan mencapai kompetensi TIK yang optimal. TIK dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif untuk membantu usaha mitra ditengah pandemi covid-19. Dengan adanya TIK, pelaku UMKM khususnya bapak Bahaudin dan Bapak Yusuf dapat semakin mudah menjangkau pangsa pasar yang lebih luas. Dapat disimpulkan bahwa hasil kegiatan ini dapat meningkatkan penjualan.
EDUKASI ADAPTASI KEBIASAAN BARU PADA MASYARAKAT Idiani Darmawati; Ratna Indriawati
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.914 KB) | DOI: 10.18196/ppm.43.641

Abstract

Adanya pandemi COVID-19 yang telah ditetapkan oleh WHO menjadi ancaman global dan membuat masyarakat di seluruh dunia harus meningkatkan kewaspadaannya untuk menekan penyebaran virus ini melalui promosi pemerintah dalam PPHBS dengan melakukan PHBS secara praktis, mandiri ataupun bersama-sama dilingkungan masyarakat. Secara umum pengabdian ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat desa di wilayah kerja Puskesmas Jetis 1 Bantul. agar bisa menerapkan PHBS dengan baik dan benar, sebagai salah satu upaya menjaga akselerasi perubahan perilaku kesehatan yang terjadi akibat pandemi COVID-19. mic covid 19. Metode yang digunakan adalah: ceramah, penayangan Vidio, dan demonstrasi, Edukasi protokol kesehatan perlu dilakukan mengingat pandemi yang telah lama berlangsung, edukasi dilakukan menggunakan media video, lefleat, zoom, dan promosi kesehatan di masjid. Metode kegiatan berupa Public Health Nurse (PHN) atau kunjungan langsung ke masyarakat. Luaran yang ingin dicapai dalam pengabdian ini adalah: (1) tersedianya tempat sampah yang terpisah antara sampah organik dan non organik, tempat mencuci tangan pada setiap rumah tangga bekerja sama dengan dana desa. Sebelum diadakan kegiatan Pengabdian, masih banyak masyarakat yang abai protokol kesehatan, setelah diadakan pengabdian ini Seluruh masyarakat mematuhi protokol kesehatan covid 19. Pelaksanaan Pengabdian selama tiga bulan berjalan lancar dan sukses, masyarakat sangat senang dan berharap program seperti ini diadakan secara rutin dan berkesinambungan. Kegiatan Program Pengabdan ini dapat membantu mencegah kasus kovid 19 di desa wilayah kerja Puskesmas Jetis 1 Bantul.
Promosi Kesehatan Hipertensi, Waspadai The Silent Killer Ratna Indriawati; Tunjung Wibowo; Idiani Darmawati
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2022: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ppm.53.1099

Abstract

Hipertensi masih merupakan masalah kesehatan yang penting. Prevalensi hipertensi di Indonesia dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) masih tinggi. Tingginya angka insidensi hipertensi di propinsi DIY tersebut turut mempengaruhi insidensi penyakit ini di kabupaten Bantul. Pola makan yang tidak sehat dan kurang terjaga, perilaku merokok, stress psikososial karena faktor ekonomi, dan minimnya sarana & prasarana kesehatan merupakan faktor pemicu tingginya insidensi penyakit hipertensi di wilayah ini. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan tambahan pengetahuan faktor risiko, menanggulangi penyakit hipertensi dan komplikasi hipertensi serta pelatihan kader kesehatan terkait penyakit hipertensi. Lokasi pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini di Banyon, Pendowoharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta. Kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah promosi kesehatan berupa penyuluhan hipertensi dan pelatihan pengukuran tekanan darah yang baik dan benar. Kegiatan pengabdian diikuti oleh kader kesehatan sasaran program pengabdian sebanyak 17 orang. Pengabdian masyarakat ini berjalan lancar. Masyarakat memberikan respon yang baik dan antusias mengikuti kegiatan pengabdian
Promosi Kesehatan Kerja Pengrajin Kipas Ratna Indriawati; Tunjung Wibowo; Idiani Darmawati
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2022: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ppm.53.1103

Abstract

Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menambah pengetahuan kesehatan kerja, dampak kerja terhadap kesehatan serta pencegahannya. Disamping itu juga untuk menambah wawasan para pekerja mengenai pentingnya penerapan budaya kesehatan dan keselamatan kerja (K3) di tempat kerja serta menciptakan kondisi tempat kerja yang aman dan nyaman bagi para pekerja. Sasaran program pengabdian masyarakat ini adalah pengrajin kipas di Banyon, Pendowoharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta. Kegiatan pengabdian masyarakat ini berupa promosi kesehatan kerja pengrajin kipas. Hasil pengabdian masyarakat ini menunjukkan adanya tambahan pengetahuan pekerja kipas terkait kesehatan kerja. Promosi kesehatan kerja masih diperlukan untuk menambah pengetahuan kesehatan kerja
Promosi Kesehatan Kerja Gizi Ratna Indriawati; Bambang Edi Suswanta; Ghina Puspita; Tunjung Wibowo
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2022: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ppm.53.1107

Abstract

Masalah gizi masih merupakan masalah kesehatan yang penting. Masalah gizi di Indonesia dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) masih tinggi. Pengetahuan gizi sehat dan permasalahan gizi perlu mendapat perhatian. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan tambahan pengetahuan gizi, gangguan gizi dan akibatnya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan metode promosi kesehatan berupa edukasi gizi. Kegiatan pengabdian diikuti oleh orang tua dan remaja sasaran program pengabdian. Pengabdian masyarakat ini berjalan lancar. Masyarakat memberikan respon yang baik dan antusias mengikuti kegiatan pengabdian