Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

DISASTER MANAGEMENT EDUCATION OF THE EARTHQUAKE BY MUHAMMADIYAH DISASTER MANAGEMENT CENTRE IN WEST NUSA TENGGARA Abdul Sakban; Maemunah Maemunah; Hafsah Hafsah
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 11, No 1 (2020): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v11i1.1838

Abstract

Abstrak: Gempa bumi tektonik gerakan atau hentakan bumi secara tiba-tiba akibat pelepasan energi yang terakumulasi disebabkan oleh tumbukan lempeng litosfer, pergeseran sesar dari lepasan akumulasi energi di dalam bumi yang sifatnya sangat merusak, untuk suatu jangka waktu tertentu yang berasal dari suatu wilayah yang terbatas. Tujuan penelitian ini untuk menghasilkan pendidikan  penanganan bencana gempa bumi yang telah dilakukan lembaga Muhammadiyah Disaster Management Centre (MDMC) dan respon masyarakat Lombok terhadap peran lembaga Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Nusa Tenggara Barat dalam penanganan bencana gempa bumi di Lombok Timur dan Lombok Utara. Metode penelitian menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan evaluative program, dibutuhkan data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, dokumentasi dan inventory checklist. Analisis data menggunakan deskriptif analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan penanganan bencana oleh MDMC kepada relawan telah dilaksanakan dengan baik, MDMC bersinergi dengan pemerintah dalam merehabilitasi, mitigasi kebencanaan, menggunakan pendekatan struktural dan non struktural dalam menghadapi bencana gempa bumi. Adanya Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) sangat membantu masyarakat Lombok dalam melayani berbagai kebutuhan masyarakat. Respon masyarakat terhadap Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) sangat positif, karena organisasi Islam milik Muhammadiyah ini fokus dalam melayani bidang pendidikan, social dan kesehatan.Abstract:  Earthquake tectonic earthquake or sudden pounding due to the release of accumulated energy caused by a collision of lithospheric plates, shifts of faults from the release of accumulated heat in the earth which is very destructive, for a specified period originating from a limited region. The purpose of this research is to produce a disaster Management education that has been undertaken by the institution of Muhammadiyah Disaster Management Centre (MDMC) and Lombok Community response to the role of Muhammadiyah Disaster Management Centre (MDMC) West Nusa Tenggara in the handling of earthquake disaster in East Lombok and North Lombok. The research method uses qualitative research with a descriptive and evaluative program approach, primary and secondary data required. Data collection techniques to used are interviews, documentation, and inventory checklist. Data analysis to used descriptive-analytical. The results showed that MDMC's disaster-handling education to volunteers was well implemented, MDMC synergizes with governments in rehabilitating, disaster mitigation, using structural and non-structural approaches In the face of an earthquake disaster. The existence of the Muhammadiyah Disaster Management Centre (MDMC) is beneficial to the people of Lombok in serving various needs of society. The public response to the Muhammadiyah Disaster Management Centre (MDMC) is very positive because the Islamic organization belonging to Muhammadiyah was focused on serving the field of education, social and health.
PELATIHAN DESAIN CORAK GERABAH BAGI KELOMPOK KERAJINAN GERABAH Abdul Sakban; Maemunah Maemunah; Hafsah Hafsah; Zaini Bidaya; Komang Sundara; Kamaludin Kamaludin
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 3, No 2 (2020): JULI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.237 KB) | DOI: 10.31764/jces.v3i2.2350

Abstract

Abstrak: Gerabah merupakan produksi kerajinan tangan berbahan dasar tanah liat yang bisa bernilai estetika tinggi. Tujuan program ini adalah untuk memberikan gambaran tentang desain corak gerabah Banyumulek baik mulai proses pembuatan hingga corak gerabah. Metode dalam kegiatan ini menggunakan observasi, penyuluhan, partisipasi, pembinaan, pelatihan dan pendampingan. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat menunjukkan bahwa adanya pelatihan desain corak gerabah Banyumulek untuk kelompok kerajinan sangat memberikan dampak yang signifikan karena para kelompok telah mampu membuat gerabah secara baik dan berkualitas serta mampu membuat berbagai desain corak gerabah bermotif tradisional dan modern. Untuk itu, disarankan untuk pemerintah dan lembaga perguruan tinggi untuk melaksanakan kegiatan pendampingan dan pelatihan yang berskala besar, kegiatan pengabdian kepada masyarakat masih terbatas, untuk itu diperlukan diujicobakan pada kelompok lain agar adanya pengembangan keilmuan.Abstract: Pottery is a production of clay-based handicrafts that can be of high aesthetic value. The purpose of this program is to give an overview of the design of pottery patterns of Banyumulek, both from making pottery patterns. The methods in this activity use observation, counseling, participation, coaching, training, and mentoring. The results of the community devotion show that the existence of design training for pottery patterns Banyumulek for the group of Crafts has a significant impact because the groups have been able to make pottery in a good and quality and able to create a variety of designs of pottery patterns patterned traditional and modern. Therefore, it is advisable for government and higher education institutions to carry out large-scale mentoring and training activities, and the community is still limited, so it is necessary to be tested in other groups for scientific development.
Peran Kepala Sekolah dalam Memotivasi Guru Honorer Untuk Meningkatkan Kualitas Kompetensi Profesionalitas Hafsah Hafsah; Muhammad Rizal Fahmi
CIVICUS : Pendidikan-Penelitian-Pengabdian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 8, No 2 (2020): September 2020
Publisher : Muhammadiyah University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/civicus.v8i2.2852

Abstract

Guru merupakan faktor kunci mutu pendidikan dan kemajuan sebuah bangsa. Negara yang kurang memperhatikan tenaga pendidiknya akan sulit maju, karena kualitas generasi penerus di tentukan oleh guru. Untuk itu, tujuan dalam artikel ini adalah menjelaskan peran kepala sekolah dalam memotivasi guru honorer untuk meningkatkan kualitas kompetensi profesionalitas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Jenis wawancara yang di gunakan adalah wawancara terstruktur, dan tidak terstruktur. Teknik analisis data menggunakan analisis interaktif. Hasil penelitian ini memberikan dampak bahwa peran kepala sekolah dalam memotivasi guru honorer dapat meningkatkan kualitas kompetensi profesionalitas dengan cara menggunakan strategi pengembengan kompetensi profesionalitas guru berupa memberi motivasi, mengevaluasi kinerja guru secara berkala, memberikan pembinaan dan penguatan kepada guru, dan memberikan pelatihan untuk meningkatkan kompetensi melalui seminar, FGD, pelatihan dan workshop kompetensi profesionalitas. The teacher is a critical factor in the quality of education and the progress of a nation. Countries that pay less attention to their educators will find it challenging to progress because the teacher determines the next generation's rate. For this reason, the purpose of this article is to explain the role of school principals in motivating honorary teachers to improve the quality of professional competence. The method used in this research is qualitative research methods. Data collection methods in this study are observation, interviews, and documentation. The type of talk that is used is structured and unstructured interviews. The data analysis technique used interactive analysis. The results of this study have an impact that the role of the principal in motivating honorary teachers can improve the quality of professional competence by using a strategy of developing teacher professional competence in the form of encouraging, evaluating teacher performance regularly, providing guidance, and strengthening to teachers, and providing training to improve competence through seminars, FGDs, training and professional competency workshops. 
Upaya Guru PPKn Dalam Proses Remedial di Bawah Kriteria Ketuntasan Minimal Kelas VIII SMP Negeri 3 Dompu Ditha Anggraini; Hafsah Hafsah
CIVICUS : Pendidikan-Penelitian-Pengabdian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 6 No 2: September 2018
Publisher : Muhammadiyah University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.995 KB) | DOI: 10.31764/civicus.v6i2.671

Abstract

Remidial merupakan suatu bentuk pengajaran yang bersifat menyembuhkan atau membetulkan, atau pengajaran yang membuat menjadi baik. Saat ini sebagaian siswa yang belum mencapai kriterial ketuntasan minimal sehingga perlu dilakukan perbaikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan upaya guru PPKn dalam melakukan proses remedial siswa dan faktor apa yang mempengaruhi upaya guru PPKn dalam melakukan remedial untuk mencapai KKM  kelas VIIIB SMP Negeri 3 Dompu. Jenis penelitin menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data yang pakai yakni observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subyek penelitian adalah guru dan siswa. Peneliti menggunakan triangulasi teknik untuk memperoleh keabsahan data.Teknik  analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, verifikasi dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian mengambarkan bahwa dalam proses remedial guru melakukan upaya-upaya yang di berikan kepada siswa yang mendapatkan nilai di bawah KKM, upaya yang dilakukan oleh guru seperti memberikan motivasi, membimbing siswa, memberikan umpan balik, dan memberikan perhatian yang lebih. Faktor yang mempengaruhi upaya guru dalam proses remedial yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal terdiri dari siswa yang tidak mau mengikuti remedial dan kurangnya kesiapan guru di dalam terlaksananya remedial. Faktor eksernal ada di dalam keluarga dan lingkungan, adanya faktor-faktor tersebut dapat mempengaruhi perkembangan siswa dan dapat mempengaruhi minat belajar siswa. Remidial is a form of teaching that is healing or correct, or teaching that makes it good. At present some students who have not achieved the minimum completeness criteria need improvement. The purpose of this study was to explain the efforts of PPKn teachers in conducting student remedial processes and what factors influenced the efforts of PPKn teachers in conducting remedials to reach class VIIIB KKM in Dompu 3 Public Middle School. This type of research uses qualitative research with a descriptive approach. Data collection used is observation, interviews, and documentation. The research subjects were teachers and students. The researcher used triangulation techniques to obtain the validity of the data. Data analysis techniques used were data reduction, data presentation, verification and drawing conclusions. The results of the study illustrate that in the remedial process the teacher makes efforts that are given to students who get grades under the KKM, the efforts made by the teacher such as giving motivation, guiding students, giving feedback, and giving more attention. Factors that influence teacher efforts in remedial processes are internal factors and external factors. Internal factors consist of students who do not want to follow remedial and lack of teacher readiness in the implementation of remedial. External factors exist in the family and the environment, the existence of these factors can influence the development of students and can affect students' learning interest.
Penerapan Pembelajaran Authentic Instruction Learning dalam Upaya Meningkatkan Pemahaman PKn Siswa Hafsah Hafsah; Nursani Nursani
CIVICUS : Pendidikan-Penelitian-Pengabdian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 8, No 1 (2020): Maret 2020
Publisher : Muhammadiyah University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.594 KB) | DOI: 10.31764/civicus.v8i1.1936

Abstract

Dalam pembentukan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas itu, peranan pendidikan kewarganegaraan khususnya meningkatkan pemahaman PKn sangat  penting, terutama pada jenjang pendidikan menengah. Dapat meningkatkan pemahaman PKn harus memuat empat komponen yang sangat mendasar dalam membaca antara lain mencatat, tugas, observasi, dan presentasi. Tujuan penelitian untuk menjelaskan penerapan pembelajaran authentic instruction learning dalam upaya meningkatkan pemahaman PKn siswa. Metode penelitian ini menggunakan Penelitian ini menggunakan rancangan classroom action research, subyek penelitian sebanyak 38 orang. Pengumpulan data menggunakan observasi dan tes, analisis data menggunakan rumus ketuntasan belajar. Hasil penelitian menunjukkan penerapan pembelajaran Authentic Intruction Learning mampu meningkatkan pemahaman belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Hal ini terlihat pada siklus I nilai rata-rata dari 38 siswa adalah 65,52 dengan persentase ketuntasan belajar adalah 57,89%, kemudian pada siklus II nilai rata-rata dari 38 siswa adalah 72.36 dengan persentase ketuntasan belajarnya adalah 78,94%, kemudian pada siklus III diperoleh nilai rata-rata dari 38 siswa adalah 84,47 dengan presentase ketuntasan belajar adalah 100%. Jadi pembelajaran Authentic Instruction Learning disamping mammpu meningkatkan pemahaman konsep PKn, dapat juga meningkatkan sikap kerjasama tim dalam berdiskusi dalam proses pembelajaran.In the establishment of qualified human resources, the role of citizenship education, in particular, enhances the understanding of Civic Education is very important, especially in the secondary education level. Can increase the knowledge of Civic Education should contain four fundamental components in reading, among others, taking notes, tasks, observations, and presentations. The purpose of research to explain the implementation of learning authentic instruction learning to improve the understanding of Civic Education students. This research method uses the research using classroom action research, subject to research as much as 38 people: data collection using observations and tests, data analysis using learning-submission formulas. Instruction Learning was able to improve students ' learning understanding of citizenship education subjects. This was seen on the I cycle. The average value of 38 students is 65.52, with the percentage of learning submission is 57.89%. In cycle II the average cost of 38 students is 72.36, with the interest of the study's presentation is 78.94%. The III cycle obtained an average value of 38 students is 84.47, with a percentage of the learning is 100%. So the teaching of Authentic Instruction Learning, in addition to improving the understanding of the concept of Civic Education, can also increase the attitude of teamwork in the discussion in the learning process.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN STUDENT FACILITATOR AND EXPLINING (SFAE) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA Hardiayanti Winarti B. Hasan; Komang Sundara; Hafsah Hafsah
CIVICUS : Pendidikan-Penelitian-Pengabdian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 5 No. 1: Maret 2017
Publisher : Muhammadiyah University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.711 KB) | DOI: 10.31764/civicus.v5i1.784

Abstract

Pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan di sekolah umumnya guru  masih menerapkan model pembelajaran konvensional yaitu memberi materi melalui ceramah, karena itu hasil belajar peserta didik masih belum memenuhi standar ketuntasan dalam belajar, hal ini memerlukan tindak lanjut yang ril dari pihak guru untuk mencarikan jalan keluarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran Student Facilitator And Explaining (SFAE) terhadap hasil belajar siswa. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan eksperimen, dimana semua anggota populasi yang dipilih. Dengan jumlah populasi adalah 55 siswa dari dua kelas yang dijadikan sampel. Pengumpulan data menggunakan tes, analisis data mengunakan analisis statistic dengan menguji homogenitas, validitas dan hipotesis. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa diperoleh  thitung 0,146 dan ttabel 2,02dengan taraf signifikan 0,05% sehingga thitung > ttabel, maka hipotesis Ho diterima dan Ha ditolak,  sehingga dapat disimpulkan bahwa siswa yang belajar dengan model pembelajaran Student Facilitator And Explining (SFAE) tidak memiliki pengaruh dari siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvesional. Maka hipotesis Ho berbunyi “Tidak terdapat pengaruh model pembelajaran Student Facilitator And Explining (SFAE) terhadap hasil belajar siswa. Pancasila and Citizenship Education Learning in schools is generally teachers still apply conventional learning models, namely giving material through lectures, therefore learning outcomes of students still do not meet the standards of completeness in learning, this requires real follow-up from the teacher to find a solution. This study aims to determine the effect of applying the Student Facilitator And Explaining learning model (SFAE) on student learning outcomes. The type of research used in this study is quantitative with an experimental approach, where all members of the population are chosen. With the total population is 55 students from two classes that are sampled. Data collection uses tests, data analysis uses statistical analysis by testing homogeneity, validity and hypothesis. Based on the results of the study, it was found that tcount 0.146 and ttable 2.02 with a significant level of 0.05% so that tcount> t table, then the hypothesis Ho was accepted and Ha was rejected, so it can be concluded that students studying with Student Facilitator And Explining (SFAE) learning models were have influence from students who study with conventional learning models. Then Ho's hypothesis reads "There is no effect of the Student Facilitator And Explosion learning model (SFAE) on student learning outcomes.
Dampak Pembelajaran Dalam Jaring Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata pelajaran PKn Hafsah Hafsah; Zaini Bidaya; Muammar Kadafi
CIVICUS : Pendidikan-Penelitian-Pengabdian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 9, No 2 (2021): September 2021
Publisher : Muhammadiyah University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/civicus.v9i2.8129

Abstract

Dampak menurunya prestasi siswa dapat dipengaruhi oleh pergaulan remaja, motivasi belajar kurang, kurangnya inovasi pendidik. Dengan demikian pembelajaran perlu dilakukan inovasi agar prestasi belajar siswa dapat meningkat. tujuan dalam artikel ini menjelaskan dampak pembelajaran dalam jaring terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran PKn. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan eksperimen. Jumlah sampel penelitian yang telah digunakan sebanyak 40 orang, kemudian pengumpulan data menggunakan tes, dokumentasi dan observasi, instrument penelitian yang telah digunakan yaitu validitas dan reliabilitas. Analisis data menggunakan uji prasyarat, uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada dampak yang signifikan pada pembelajaran dalam jaring terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran PKn sebesar 82,25 sementara 17,75 dipengaruhi variable lainnya. Adanya dampak pembelajaran tersebut dikarenakan proses pembelajaran dalam jaringan menggunakan aplikasi WhatsApp, Zoom Meetting, dan Google Classroom. Selain itu pembelajaran dalam jaringan memiliki kendala pada ketersediaan kuota internet yang kurang sehingga proses pembelajarannya sebagian dilakukan tata muka seperti mengunjungi rumah siswa.The impact of declining student achievement can be influenced by adolescent relationships, lack of learning motivation, lack of educator innovation. Thus learning needs to be innovated so that student learning achievement can increase. The purpose of this article is to explain the impact of online learning on student learning outcomes in Civics subjects. This research method uses quantitative research with an experimental approach. The number of research samples that have been used as many as 40 people, then data collection using tests, documentation and observations, research instruments that have been used are validity and reliability. Data analysis used prerequisite test, normality test, homogeneity test, and hypothesis testing. The results showed that there was a significant impact on online learning on student learning outcomes in Civics subjects of 82.25 while 17.75 was influenced by other variables. The impact of this learning is due to the online learning process using the WhatsApp application, Zoom Meeting, and Google Classroom. In addition, online learning has problems with the availability of insufficient internet quota so that the learning process is partly carried out face-to-face such as visiting students' homes
Pengaruh Negatif Game Online Terhadap Motivasi Belajar Siswa di SMKN 1 Narmada Komang Sundara; Hafsah Hafsah; Muhammad Ahlun Nasar
CIVICUS : Pendidikan-Penelitian-Pengabdian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 8, No 2 (2020): September 2020
Publisher : Muhammadiyah University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/civicus.v8i2.2885

Abstract

Game Online adalah salah satu jenis permainan yang memanfaatkan perangkat yang terkoneksi jaringan internet sebagai  medianya. Adanya Game Online saat ini, menjadi suatu tantangan baru bagi para pelajar, hal ini dikarenakan pada masa ini adalah masa perkembangan. Persoalan Motivasi bagi remaja maupun anak-anak adalah persoalan yang paling umum, pembangunan motivasi belajar menjadi suatu tantangan baru bagi remaja dan anak-anak selaku siswa-siswi sebagai peserta didik, salah satunya siwa-siswi SMKN 1 Narmada. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh negatif game online terhadap motivasi belajar siswa di SMKN 1 Narmada Tahun Pelajaran 2019/2020. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan korelasional kausal. Dengan populasi sebanyak 47 siswa kelas X dan teknik samping adalah Proportionate Random Sampling (pengambilan sampel secara seimbang) yaitu sebanyak 40 siswa dari kelas X. Metode pengumpulang data yaitu kuesioner (angket) dan dokumentasi. Berdasarkan hasil uji hipotesis dengan Uji T didapatkan hasil t hitung yaitu sebesar -5,485 Jika dibandingkan t tabel dengan jumlah N 40 pada pada α 0,05 uji satu pihak, dk = n-1 = 40 – 1 = 39 yaitu sebesar -1,685 yang berarti -5,485 < -1,685 (t hitung lebih kecil dari t tabel). Dapat disimpulkan bahwa Ho yang berbunyi tidak terdapat pengaruh negatif game online terhadap motivasi belajar siswa di SMKN 1 Narmada tahun pelajaran 2019/2020 ditolak dan Ha yang berbunyi terdapat pengaruh negatif game online terhadap motivasi belajar siswa di SMKN 1 Narmada tahun pelajaran 2019/2020 diterima. An online game is a type of game that uses a device connected to the internet as the medium. The existence of Online Games nowadays becomes a new challenge for students because they are in a period of development. Motivation issues for adolescents and teenagers are the most common problems. The development of learning motivation is a new challenge for adolescents and teenagers as students, one of which is the students of SMKN 1 Narmada. This study aimed to determine the negative effect of online games on student learning motivation at SMKN 1 Narmada in the 2019/2020 academic year. This research used a quantitative approach with a causal correlational method. The population consists of 47 students in class X. The sampling technique used was Proportionate Random Sampling (taking a balanced sample) by taking 40 students from class X. The data collection methods used were questionnaires and documentation. Based on the results of the t-test, it is found that t-test result is -5.485 When compared to the t table with N 40 at α 0.05, the one-party test, dk = n-1 = 40 - 1 = 39, which is equal to -1.685 which means -5,485 <-1,685 (t-test is smaller than t table). It can be concluded that Ho, which says there is no negative effect of online games on student learning motivation at SMKN 1 Narmada in the 2019/2020 academic year, is rejected. Ha, which says there is a negative effect of online games on student learning motivation at SMKN 1 Narmada in the 2019/2020 academic year, is accepted.
Kinerja Guru Pendidikan Kewarganegaraan dalam Membina Karakter Etika Pergaulan dan Moral Siswa di SMPN 5 Lembar Lombok Barat Hafsah Hafsah; Yuhri Fulmiati
CIVICUS : Pendidikan-Penelitian-Pengabdian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 7, No 2: September 2019
Publisher : Muhammadiyah University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (724.318 KB) | DOI: 10.31764/civicus.v7i2.1097

Abstract

Bangsa yang bijak harus berpikir cerdas untuk jangka panjang bahwa pemegang tongkat estafet bangsa ini adalah anak-anak muda sebagai generasi penerus bangsa. Permasalahan etika dan moral anak bangsa menjadi permasalahan yang sangat mendasar dinegeri ini. Mengatasinya melalui pendidikan melalui orang tua, guru, lingkungan sekitar. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kinerja Guru Pendidikan Kewarganegaraan dalam Membina Karakter Etika Pergaulan dan Moral Siswa di SMPN 5 Lembar Lombok Barat. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian yaitu guru PPKn, siswa kelas VII, kepala sekolah, dan guru BK. Metode pengumpulan data yang digunakan ini adalah metode observasi, dokumentasi, dan wawancara yang terstruktur. Tehnik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja guru pendidikan kewarganegaraan dalam membina etika dan moral siswa kelas VII di SMP Negeri 5 Lembar terbagi menjadi empat tahapan yaitu kesiapan guru, penerapan model pembelajaran kurikulum K-13, melakukan kerjasama dengan orang tua, dan memberikan pembelajaran spiritual keagamaan melaui imtak dan sholat duha.  Dan faktor yang mempengaruhi kinerja guru dalam membina etika dan moral siswa kelas VII di SMP Negeri 5 Lembar yaitu faktor pendukung, faktor sikap siswa, faktor keluarga, faktor lingkungan, dan faktor lainnya. The wise nation must think intelligently for the long term that the stick holders of this nation relay are young children as generations of the nation's successors. The ethical and moral problem of the nation is the very fundamental problem of this dynasty. Overcome it through education through parents, teachers, the surrounding environment. This research aims to describe the performance of the citizenship education teacher in developing the character Ethics Association and Moral student in SMPN 5 of West Lombok sheet. The type of research used is qualitative research with a descriptive approach. The research subject is the teacher of PPKn, students of Class VII, principal, and teacher of BK. The data collection methods used are structured methods of observation, documentation, and interviews. Data analysis techniques used are qualitative descriptive through data reduction, data presentation, and withdrawal of conclusions. The results showed that the teacher's performance of citizenship education in building ethical and moral students of class VII in SMP Negeri 5 sheet is divided into four phases namely teacher readiness, application of curriculum learning model K-13, doing cooperation With parents, and give religious-spiritual learning through go and Duha prayers.  And the factors that affect the teacher's performance in building ethical and moral students of class VII in SMP Negeri 5 datasheet are supporting factors, student attitude factors, family factors, environmental factors, and other factors.
PENGGUNAAN MODEL EVALUASI RESPONSIVE STAKE PADA PROGRAM PEMBELAJARAN PPKn KELAS VII MTS LABUAN BAJO KABUPATEN MANGGARAI BARAT Abidin Abidin; Hafsah Hafsah
CIVICUS : Pendidikan-Penelitian-Pengabdian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 6 No. 1: Maret 2018
Publisher : Muhammadiyah University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.98 KB) | DOI: 10.31764/civicus.v6i1.626

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kesesuaian antara program pembelajaran PPKn yang meliputi tahap perencanaan, proses dan hasil belajar dengan permendikbud No. 22 tahun 2016 mengenai standar proses pendidikan dasar dan menengah menggunakan model evaluasi responsive stake. Pendekatan penelitian yang digunakan yaitu pendekatan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, dokumentasi dan wawancara.  Dari temuan dan hasil penelitian menunjukkan bahwa program pembelajaran PPKn di MTS Labuan Bajo Kabupaten Manggarai Barat, pada tahap perencanaan telah sesuai dengan permendikbud no. 22 tahun 2016 tentang standar proses pendidikan dasar dan menengah, pada tahap pelaksanaan pembelajaran belum sesuai dengan permendikbud No. 22 tahun 2016 tentang standar proses pendidikan dasar dan menengah, dan hasil belajar telah sesuai dengan permendikbud No. 22 tahun 2016 tentang standar proses pendidikan dasar dan menengah. Jadi dapat program pembelajaran PPKn di MTS Labuan Bajo Kabupaten Manggarai Barat secara keseluruhan belum sesuai dengan permendikbud no. 22 tahun 2016 tentang standar proses pendidikan dasar dan menengah.This study aims to compare the suitability between the PPKn learning program which includes the planning, process and learning outcomes with Permendikbud No. 22 of 2016 concerning the standard process of primary and secondary education using a responsive stake evaluation model. The research approach used is a qualitative descriptive approach. Data collection used is observation, documentation and interviews. The findings and results of the study indicate that the PPKn learning program in MTS Labuan Bajo, West Manggarai Regency, at the planning stage was in accordance with the Minister of Education and Culture no. 22 of 2016 concerning the standard process of primary and secondary education, at the stage of implementation of learning not in accordance with Minister of Education and Culture No. 22 of 2016 concerning the standard process of primary and secondary education, and learning outcomes in accordance with Minister of Education and Culture No. 22 of 2016 concerning standards for the process of primary and secondary education. So can the PPKn learning program in MTS Labuan Bajo, West Manggarai Regency as a whole not be in accordance with the Minister of Education and Culture no. 22 of 2016 concerning standards for the process of primary and secondary education.