Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGARUH ANTARA MINAT DAN MOTIVASI DENGAN PRESTASI BELAJAR Asnawati Matondang
Jurnal Bahastra Vol 2, No 2 (2018): Edisi Maret 2018
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (56.552 KB) | DOI: 10.30743/bahastra.v2i2.1215

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh  minat dan motivasi dengan prestasi belajar. Minat sangat besar pengaruhnya terhadap belajar karena bila siswa yang berminat terhadap sesuatu pelajaran akan mempelajarinya dengan sungguh-sungguh karena ada daya tarik baginya. Minat belajar anak adalah suatu perhatian kesukaan (kecenderungan) untuk memperoleh prestasi belajar. Motivasi belajar adalah suatu faktor pendorong untuk berbuat sesuai dengan pengetahuan sehingga mendapatkan hasil prestasi belajar yang memuaskan. Oleh karena itu, tanda adanya motivasi belajar yang tinggi umumnya tinggi pula prestasi belajar matematikanya. Siswa yang mempunyai minat terhadap suatu pelajaran dan mempelajarinya dengan sungguh-sungguh karena ada daya tarik baginya. Sedangkan siswa yang memiliki motivasi belajar yang tinggi umumnya tinggi pula prestasi belajar. Sebaliknya, siswa yang rendah motivasi belajar maka akan rendah pula prestasi belajar. Bila tingkat motivasi belajar siswa tinggi maka aka nada usaha yang optimal dari siswa tersebut untuk bagaimana mendapat atau menyerap materi pelajaran yang optimal.Kata Kunci : Pengaruh, Minat, Motivasi, Prestasi BelajarAbstract. This study aims to explain the influence of interest and motivation with learning achievement. Interest is very influential on learning because if students who are interested in a lesson will learn it seriously because there is an attraction for him. Children's learning interest is a favorite concern (tendency) to obtain learning achievement. Learning motivation is a motivating factor to act in accordance with knowledge so as to obtain satisfactory learning outcomes. Therefore, a sign of high learning motivation is generally high in mathematics learning achievement. Students who have an interest in a lesson and learn it seriously because there is an attraction for him. While students who have high learning motivation are generally high in learning achievement. Conversely, students who are low in learning motivation will also have low learning achievement. If the level of student motivation is high then there will be an optimal effort from the student to get or absorb optimal learning material.Keyword: Effectivity, Interest, Motivation, Learning Achievement
Perbedaan Model Problem Based Learning dan Model Kooperatif Ditinjau dari Kemampuan Penalaran Matematis Siswa Syahlan Syahlan; Irvan Malay; Asnawati Matondang
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 12 No 2 (2022): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v12i2.555

Abstract

Kemampuan seseorang dalam memaknai suatu konsep pengetahuan satu dengan yang lain berbeda-beda, tergantung pada kemampuannya dalam menalar. Dalam pembelajaran matematika, kemampuan penalaran merupakan salah satu kompetensi yang menjadi tujuan. Perbedaan penalaran seseorang dapat dilihat dari kemampuan siswa dalam memecahkan masalah non-rutin. Hasil observasi awal, terlihat bahwa siswa masih cenderung menyelesaikan masalah berdasarkan contoh solusi yang diberikan oleh guru, ketika diberikan masalah yang menuntut pengembangan ide, siswa mengalami kesulitan. Lemahnya siswa dalam mengembangkan ide dapat terjadi karena kurangnya pelatihan yang diberikan kepada siswa dalam mengembangkan kemampuan penalaran terhadap materi yang dipelajari. Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat perbedaan kedua model pembelajaran ditinjau dari kemampuan penalaran matematis siswa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan memberikan perlakuan yang berbeda terhadap dua kelompok sampel penelitian. Data yang dikumpulkan terdiri atas dua data, yaitu data hasil pretes kemampuan penalaran yang kemudian dijadikan dasar penggolongan siswa berupa kemampuan awal matematika serta data hasil postes kemampuan penalaran yang akan digunakan untuk melihat perbedaan kemampuan penalaran matematis siswa. Adapun analisis data yang dilakukan menggunakan ANAVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan tingkat kemampuan penalaran matematis siswa tetapi tidak terdapat interaksi antara kemampuan awal matematis siswa melalui model-model kemampuan penalaran matematis siswa.
Peran Orang Tua dalam Proses Pembelajaran Daring Zuraidah Adlina; Syahlan Syahlan; Asnawati Matondang
MUKADIMAH: Jurnal Pendidikan, Sejarah, dan Ilmu-ilmu Sosial Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Prodi Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Sumatera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/mkd.v6i1.5028

Abstract

The learning process is a social interaction that is carried out by students and teaching staff in sharing information and knowledge. During the process, learning activities are more likely to be carried out online, either using social media, teleconferencing devices, or other applications that can be used to convey messages/information, record material, or face-to-face virtual. For this reason, the learning process does not only need to be supervised by teaching staff, but also the role of parents in the online learning process. This research is a qualitative research with a descriptive approach that will provide an overview of the role of parents in the online learning process. The role of parents who become aspects of observation include: the facilities provided and the motivation provided. The sample in this study were all students of the Faculty of Teacher Training and Education, Islamic University of North Sumatra. The existing sample was chosen randomly with a total sample of 32 students. Analysis of the data used is using interpretation analysis based on the opinions and perceptions of students in terms of parental support for the online learning process. Based on the information collected from students regarding the role of parents, it is concluded that providing facilities to support the online learning process and providing motivation is a form of parental participation in the success of online learning.
Kemandirian Belajar Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Islam Sumatera Utara pada Masa Pandemi Covid-19 Zuraidah Adlina; Syahlan Syahlan; Asnawati Matondang
MUKADIMAH: Jurnal Pendidikan, Sejarah, dan Ilmu-ilmu Sosial Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Prodi Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Sumatera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/mkd.v5i2.4291

Abstract

The Covid-19 pandemic that has been going on since the end of 2019 brings its own paradigm to the learning system that takes place in schools and universities. The purpose of this study was to determine the learning independence students of Universitas Islam Sumatera Utara during the Covid-19 pandemic. This research is a descriptive study that will provide an overview of student learning independence during online lectures in the odd semester of the 2020/2021 academic year. The population in this study were all students of the Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Islam Sumatera Utara. Existing samples were selected randomly with a total sample of 60 students. Qualitatively, student learning independence is still in the low category, both in terms of managing study time (26.67%), the ability to complete routine tasks (18.33%), thinking skills (16.67%), the ability to take initiative (28 ,33%), as well as his confidence in learning (26.67%). Therefore, online learning that is implemented needs to be improved to increase student learning independence.