Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Neutrophil Lymphocytes Ratio (NLR) of One-Step and Multi-Step Procedure for Hirschsprung Disease Patients At Arifin Achmad General Hospital Dita Kartika Sari; TB Odih Rhomdani Wahid; Ismar Ismar; Laode Burhanuddin; Yolla Fitri Elmi
Jurnal Ilmu Kedokteran Vol 18, No 1 (2024): Jurnal Ilmu Kedokteran
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26891/JIK.v18i1.2024.45-49

Abstract

Hirschsprung disease (HD) is a congenital anomaly due to intestinal aganglionosis starting from the internal anal sphincter and spreading to the proximal area with varies extension of the segment. Definitive treatment for this abnormality is to perform surgery to remove the aganglionic bowel and can be carried out in one-step and multi-step procedure. In the process of wound healing after surgery, it involves inflammatory mediators as a marker of whether there is a stress response from the endocrine system such as neutrophil-lymphocyte ratio (NLR). This study aims to compare NLR as an inflammatory biomarker in one-step and multi-step procedure of hirschsprung disease patients at Arifin Achmad Hospital. The design of this study was cross-sectional using medical records and using total sampling for number of samples. Age, gender, and method of surgery were evaluated by univariate and bivariate to determine whether there were statistical differences. Seven HD patient taken from Mei-October at Arifin Achmad Hospital taken for evaluated. The results showed that the most samples were in < 1-month-old (42.9%) and male (71,4%) for gender. The average number of NLR was in 7.33 after one-step procedure and 2.77 for multi-step procedure. This number of NLR both not statistically different neither for the post-operative examination nor the comparison between procedure.
Pencegahan Malnutrisi Anak melalui Edukasi Gizi dan Manfaat Daun Kelor di Desa Sendayan Ridha Restila; Syahrul Khairati; Dita Kartika Sari
ABDIMASKU : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 9, No 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : LPPM UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62411/ja.v9i1.3203

Abstract

Masalah malnutrisi anak di Indonesia tidak hanya terbatas pada kondisi underweight dan stunting, tetapi juga mencakup defisiensi zat gizi mikro serta peningkatan kasus overweight. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi gizi masyarakat melalui kampanye edukatif tentang manfaat daun kelor (Moringa oleifera) sebagai bentuk diversifikasi olahan makanan bergizi tinggi serta pencegahan malnutrisi pada anak. kegiata ini dilakukan melalui sosialisasi langsung, penyampaian materi visual, dan diskusi interaktif yang menekankan bentuk-bentuk malnutrisi anak secara multidimensi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan di Desa Sendayan, Kecamatan Kampar Utara, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Adapun sasaran kegiatan adalah masyarakat khususnya ibu hamil dan ibu yang memiliki anak balita. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat terhadap konsep gizi seimbang, peran zat gizi mikro, serta potensi daun kelor sebagai bentuk variasi makanan dalam bentuk cemilan sehat. Kegiatan ini juga mendorong partisipasi aktif ibu rumah tangga dan kader posyandu dalam upaya pencegahan malnutrisi anak berbasis sumber daya lokal. Selain itu, kegiatan ini juga memperoleh dukungan dari pemerintah Desa Sendayan dan Kecamatan Kampar Utara yang menyambut baik rangkaian kegiatan. Temuan ini memperkuat pentingnya pendekatan edukatif yang kontekstual dan partisipatif dalam pemberdayaan masyarakat untuk peningkatan status gizi anak.