Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Peningkatan Pemahaman Ayah Tentang Asi Ekslusif Sebagai Upaya Untuk Peningkatan Kepedulian Ayah Terhadap Asi Eksklusif Ningrum, Allania Hanung Putri Sejar; Nurhidayati, Novita; Rismawati, Rismawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 3 (2026): Bulan Februari
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i3.1135

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman ayah mengenai ASI eksklusif sebagai upaya memperkuat kepedulian dan dukungan ayah terhadap keberhasilan menyusui. Kegiatan dilaksanakan di Perumahan The Amalia Platinum, Boyolali, dengan melibatkan 30 ayah yang memiliki pasangan hamil, menyusui, atau merencanakan kehamilan. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan, diskusi interaktif, simulasi peran ayah, pembagian media edukasi, serta evaluasi pengetahuan melalui pre-test dan post-test. Pendekatan edukatif dan partisipatif digunakan untuk mendorong pemahaman dan keterlibatan aktif peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan dengan rata-rata kenaikan skor sebesar 40%, serta terbentuknya komitmen ayah untuk mendukung ibu menyusui melalui tindakan sehari-hari. Selain itu, terbentuk kelompok “Ayah Peduli ASI” sebagai wadah keberlanjutan program. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa edukasi terstruktur berbasis peran ayah efektif meningkatkan pemahaman dan kepedulian ayah terhadap ASI eksklusif, serta berpotensi berkontribusi pada peningkatan praktik menyusui di tingkat keluarga.
KEBERHASILAN BOUNDING ATTACHMENT MELALUI PROSES INISIASI MENYUSUI DINI Novita Nurhidayati; Mardianingsih .
Jurnal Kebidanan VOLUME 10. No. 02, DESEMBER 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jurkeb.v10i02.288

Abstract

Novita Nurhidayati 1) Mardianingsih2)1),2) Prodi DIII Kebidanan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu UtomoEmail: novita1259@gmail.comABSTRAKLatar Belakang :Ikatan kasih sayang antara ibu dan anak sangatlah penting, tidak adanya ikatan kasih sayang antara ibu dan anak atau bounding attachment pada ibu dan bayi menyebabkan kurangnya proses perkembangan otak bayi karena tidak diberikan stimulus yang positif oleh ibunya. Salah satu hal yang dapat mendukung proses bounding attachment adalah inisiasi menyusu dini. Tujuan Penelitian :Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan inisiasi menyusu dini dengan keberhasilan bounding attachment. Metode Penelitian :Penelitian yang dilakukan menggunakan metode survey analitik dan pendekatan waktu cross sectional. Populasi penelitian ini yaitu ibu nifaspada bulan April-Juni 2017 di BPS Tutik, Cabean, Boyolali  sebanyak 31 responden, pengambilan sampel dengan total sampling dan analisa data chi square. Hasil Penelitian :Hasil penelitian didapatkan dari 20 responden yang dilakukan inisiasi menyusu dini terdapat 18 responden yang bounding attachment positif.Hasil perhitungan chi square dengan α = 0,05, p value (0,002< 0,05), berarti Ha diterima dan Ho ditolak. Simpulan :Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada hubungan inisiasi menyusu dini dengan keberhasilan bounding attachment.Kata Kunci :Inisiasi menyusu dini, Keberhasilan bounding attachmentRELATIONSHIP EARLY INITIATION OF BREASTFEEDING WITH BOUNDING SUCCESS ATTACHMENTSABSTRACTBackground : Bond of love between mother and child or bounding attachment in mothers and infants causing lack the baby’s brain development because there is a positive stimulus given by his mother. One of the things that can contribute to the bounding attachment is early initiation of breastfeeding. Purposes : This study aims to determine the relationship of early initiation of breastfeeding with bounding success attachments. Research method : Research conducted using survey methods of analytic and cross sectional approach.This study population is women giving birth in April-Juni 2017 in the BPS Tutik, Cabean, Cepogo, total sampling with sampling and data analysis chi square. Result: The results obtained from the 20 respondents who made early breastfeeding initiation, there are 18 respondents who bounding positive attachment. Chi square calculation results with α = 0.05, p value (0.002 <0.05), mean Ha Ho accepted and rejected. Conclude : From this study it can be concluded that there is a connection with the early initiation of breastfeeding success bounding attachment.keyword :Early initiation of breastfeeding, Bounding succes attachments
HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE DENGAN KEJADIAN LEUKORE Novita Nurhidayati; Rismawati .
Jurnal Kebidanan VOLUME 12. No.01, JUNI 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jurkeb.v12i01.361

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang : Di Indonesia data penelitian tentang kesehatan reproduksi remaja menunjukkan 75% wanita di dunia pasti menderita leukore paling tidak sekali seumur hidup dan 45% diantaranya mengalami leukore sebanyak 2 kali atau lebih dan sekitar 15% terkena infeksi karena candida. Berdasarkan hasil wawancara dengan mahasiswa STIKes Estu Utomo Prodi DIII Kebidanan semeseter I tahun 2018, 80% mengatakan pernah mengalami leokure, mereka menyatakan tidak megetahui apakah itu normal atau merupakan penyakit. Selain itu mereka mengatakan mempunyai kebiasaan tidak mengeringkan daerah genetalia setelah dari kamar mandi. Penyebab utama leuokore ialah infeksi (jamur, kuman dan parasit). Selain penyebab utama leukore juga dapat disebabkan kurangnya personal hygiene. Tujuan : Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui hubungan personal hygiene dengan kejadian leukore pada mahasiswa STIKes Estu Utomo Prodi DIII Kebidanan tahun 2018. Metode Penelitian : Jenis Penelitian survey dengan pendekatan waktu cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh mahasiswa STIKes Estu Utomo Prodi DIII Kebidanan tahun akademik 2018/2019. Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa STIKes Estu Utomo Prodi DIII Kebidanan  tingkat 1,2 dan 3 tahun akademik 2018/2019 sebanyak 87 responden yang diambil dengan teknik total sampling. Tabulasi silang hubungan antara variable bebas dan terikat dengan uji statistik chi-square menggunakan aplikasi SPSS versi 20. Hasil : 16,09 % personal hygiene dalam kategori baik, 14,94 % dalam kategori cukup, 68,97% dalam kategori kurang dan 34,5 % mengalami leukore,65,4% tidak mengalami leukore. Terdapat hubungan personal hygiene dengan kejadian leukore (c2hitung = 7,449 dan ? value 0,02). Diharapkan STIKes Estu Utomo mengadakan kegiatan berupa konsultasi gratis tentang kesehatan reproduksi remaja agar mahasiswa  dapat melakukan pencegahan leukore dengan personal hygiene yang baik. Kata kunci : personal hygiene, leukore                THE PERSONAL RELATIONSHIP OF HYGIENE WITH THE EVENT OF LEUKORE ABSTRACTBackground: In Indonesia research data on adolescent reproductive health shows that 75% of women in the world must have leukorrhea at least once in a lifetime and 45% of them have leukorrhea 2 times or more and about 15% are infected with candida. Based on interviews with Estik Utomo STIKes students at the Midwifery Diploma Program in 2018, 80% said they had experienced leukure, saying they did not know whether it was normal or a disease. In addition they say they have a habit of not drying the genetal area after being in the bathroom. The main cause of leuokore is infection (fungi, germs and parasites). Besides the main causes of leukore can also be caused by lack of personal hygiene. Purpose: The purpose of this study was to determine the relationship of personal hygiene with the incidence of leukorrhea in Estu Utomo STIKes midwifery students in 2018. Research Methods: This type of survey research with cross sectional time approach. The population of this research is all students of STIKes Estu Utomo Study Program of Midwifery Diploma Academic Year 2018/2019. The sample in this study were students of the Estu Utomo STIKes Department of Midwifery Diploma III 1.2 and 3 academic year 2018/2019 as many as 87 respondents taken by total sampling technique. Cross tabulation of the relationship between independent and dependent variables with the chi-square statistical test using SPSS version 20 application. Results: 16.09% personal hygiene in the good category, 14.94% in the moderate category, 68.97% in the poor category and 34.5% had leukorrhea, 65.4% had no leukorrhea. There is a personal hygiene relationship with the incidence of leukorrhea (c2 count = 7.449 and ? value 0.02). It is expected that STIKes Estu Utomo will hold activities in the form of free consultations on adolescent reproductive health so that students can prevent leukorrhea with good personal hygiene. Keywords: personal hygiene, leukore
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KESIAPSIAGAAN REMAJA PADA KEJADIAN BENCANA DI SMP N 1 SELO KABUPATEN BOYOLALI Triani Yuliastanti; Novita Nurhidayati
Jurnal Kebidanan VOLUME 11. No.02, Desember 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jurkeb.v11i02.406

Abstract

ABSTRAK           Latar belakang: Bencana merupakan sebuah peristiwa fisik, fenomena atau aktivitas manusia yang memiliki potensi merusak yang menyebabkan kehilangan nyawa atau cedera, kerusakan harta benda, struktur. Tinggal di negara rawan bencana membuat masyarakat harus selalu siaga dalam menghadapi bencana. SMP Negeri 1 Selo adalah salah satu SMP yang terkena dampak erupsi Merapi tahun 2010. SMP ini berada di Kecamatan Selo, jarak sekolah ini sekitar 10km dari puncak Merapi. Saat erupsi Merapi tahun 2010 sekitar 600 siswa dan guru mengungsi karena adanya gempa, hujan abu vulkanik dan lahar panas yang turun dari puncak. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kesiapsiagaan remaja pada kejadian bencana di SMP N 1 Selo Kabupaten Boyolali. Metode Penelitian : Desain penelitian ini merupakan penelitian survei yang sifatnya deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII dan IX yang berjumlah 311 murid di SMP Negeri 1 Selo. Sampel menggunakan rumus sampel dengan jumlah 76 responden. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah Proportionate Stratified Random Sampel. Instrumen penelitian adalah kuesioner. Pengolahan data menggunakan analisa data chi Square. Hasil Penelitian : Responden dalam penelitian ini sebagian besar berumur 15 tahun yaitu 33 responden (43,7%), mayoritas memiliki jenis kelamin perempuan dan sebagian besar responden kelas IX. Kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana mayoritas responden siap dalam menghadapi bencana yaitu  57 responden (75,0%). Ada hubunganantara umur dengan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana dengan p value =0,000 (?=0,05). Ada hubungan antara jenis kelamin dengan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana dengan p value =0,015 (?=0,05). Ada hubung anantara kelas dengan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana dengan p value =0,001 (?=0,05). Kesimpulan: Ada hubungan umur, jenis kelamin dan kelas dengan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana.Kata kunci : Umur, Jenis kelamin, Kelas, Kesiapsiagaan menghadapi bencanaFACTORS RELATING TO PREPAREDNESS TEENAGERS IN A DISASTER  IN JUNIOR HIGH SCHOOL  1 SELO BOYOLALI DISTRICTABSTRACTBackground: A disaster is a physical event, phenomenon or human activity that has the potential to damage it causing loss of life or injury, damage to property, structures. Living in a disaster-prone country means that people must always be prepared in the face of disasters. SMP Negeri 1 Selo is one of the junior high schools affected by the Merapi eruption in 2010. This junior high school is located in Selo District, the distance of this school is about 10 km from the peak of Merapi. During the eruption of Merapi in 2010, around 600 students and teachers were displaced due to the earthquake, rain of volcanic ash and hot lava that fell from the summit. Research Objectives: To determine the factors related to the preparedness of adolescents in the event of a disaster in SMP N 1 Selo, Boyolali Regency. Methods: This research design is a survey research which is descriptive analytic with cross-sectional approach. The population in this study were students of class VIII and IX, amounting to 311 students at SMP Negeri 1 Selo. The sample used a sample formula with a total of 76 respondents. The sampling technique in this study was the Proportionate Stratified Random Sample. The research instrument was a questionnaire. Data processing using chi Square data analysis. Results: Most of the respondents in this study were 15 years old, namely 33 respondents (43.7%), the majority were female and most of the respondents were class IX. Preparedness in facing disasters, the majority of respondents were ready to face disasters, namely 57 respondents (75.0%). There is a relationship between age and disaster preparedness with p value = 0.000 (? = 0.05). There is a relationship between gender and disaster preparedness with p value = 0.015 (? = 0.05). There is a relationship between classes and preparedness in facing disasters with p value = 0.001 (? = 0.05). Conclusion: There is a relationship between age, sex and class with disaster preparedness.Keywords: Age, gender, class, disaster preparedness
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN KEPATUHAN MASYARAKAT MENERAPKAN 3 M (MEMAKAI MASKER, MENJAGA JARAK DAN MENCUCI TANGAN) DALAM UPAYA PENCEGAHAN PENULARAN COVID 19 Novita Nurhidayati; Triani Yuliastanti
Jurnal Kebidanan VOLUME 13. NO.01, JUNI 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jurkeb.v13i01.419

Abstract

ABSTRAKCoronavirus Disease 2019 (COVID-19) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV2) dilaporkan pertama kali di Kota Wuhan, Cina. Virus corona telah menyebar dengan cepat di hampir setiap negara termasuk Indonesia. Anjuran pemerintah sebagai pencegahan COVID-19 dapat dilakukan dengan mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jaga jarak, dan mencuci tangan. Dalam era new normal saat ini semua kegiatan telah dilakukan seperti biasa, sehingga kepatuhan masyarakat menerapkan protocol kesehatan sangat berperan dalam upaya pencegahan penularan covoid 19. Dimana kepatuhan seseorang dapat dipengaruhi oleh faktor pengetahuan, sikap, dan perilaku. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan kepatuhan masyarakat dalam menerapkan 3M (memakai masker,  menjaga jarak dan mencuci tangan sebagai upaya pencegahan penularan Covid 19. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian diambil secara purposive sampling yaitu warga yang berusia 17-50 tahun sebanyak 40 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Lokasi penelitian dilaksanakan di Dukuh Gatak RT 2 RW 5 Desa Mudal, Kecamatan Boyolali. Analisis data kuantitatif menggunakan Uji Rank Spearman. Hasil penelitian dari Uji Rank Spearman didapatkan hasil p-value sebesar 0,000 (p<0,05) maka Ho ditolak dan dinyatakan ada hubungan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah adanya hubungan pengetahuan masyarakat dengan kepatuhan masyarakat dalam menerapkan 3M (memakai masker,  menjaga jarak dan mencuci tangan sebagai upaya pencegahan penularan Covid 19. Saran bagi masyrakat yang tidak menerapakan 3 M diberikan sanksi dan pemerintah desa meningakatkan sosialisasi di tingkat masyarakat.Kata Kunci : Covid-19, Pengetahuan Covid-19, 3 MTHE RELATIONSHIP OF KNOWLEDGE WITH COMMUNITY COMPLIANCE APPLYING 3 M (WEARING MASK, KEEPING YOUR DISTANCE AND WASHING HANDS) IN THE EFFORT TO PREVENT THE TRANSMISSION OF COVID 19ABSTRACTCoronavirus Disease 2019 (COVID-19) is an infectious disease caused by Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV2) which was first reported in Wuhan City, China. The corona virus has spread rapidly in almost every country including Indonesia. The government's recommendation to prevent COVID-19 can be done by complying with health protocols such as wearing masks, maintaining distance, and washing hands. In the new normal era, all activities have been carried out as usual, so that public compliance with health protocols plays a very important role in efforts to prevent covoid transmission 19. Where a person's compliance can be influenced by factors of knowledge, attitudes, and behavior. The purpose of this study was to determine the relationship between knowledge and public compliance in implementing 3M (wearing masks, maintaining distance and washing hands as an effort to prevent the transmission of Covid 19. This research was conducted using quantitative methods with cross sectional approach. The research sample was taken by purposive sampling, namely residents aged 17-50 years as many as 40 respondents. The research instrument used a questionnaire. The research location was carried out in Dukuh Gatak RT 2 RW 5 Mudal Village, Boyolali District. Quantitative data analysis used the Spearman Rank Test. The results of the research from the Spearman Rank Test showed a p-value of 0.000 (p <0.05), so Ho was rejected and it was stated that there was a relationship. The conclusion of this study is that there is a relationship between public knowledge and community compliance in implementing 3M (wearing masks, maintaining distance and washing hands as an effort to prevent the transmission of Covid 19. Suggestions for people who do not implement 3M are given sanctions and the village government increases socialization at the community level .Keywords: Covid-19, Covid-19 Knowledge, 3M
FAKTOR PREDISPOSISI YANG BERHUBUNGAN DENGAN KUNJUNGAN IBU NIFAS DI PUSKESMAS BOYOLALI 2 Triani Yuliastanti; Novita Nurhidayati
Jurnal Kebidanan VOLUME 13. NO.02, DESEMBER 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jurkeb.v13i02.470

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Masa nifas memerlukan pemantauan khusus agar tidak terjadi komplikasi.  Pada masa ini ibu hendaknya melakukan kunjungan nifas minimal 4 kali untuk dilakukan pemantauan, namun pada kenyataannya masih banyak ibu yang belum patuh melakukan kunjungan nifas. Data di Puskesmas Boyolali  2 diperoleh data cakupan kunjungan ibu nifas pada tahun  2017 sebesar 80,7% menurun menjadi 76,9% pada tahun 2018.  Beberapa faktor diduga berhubungan dengan kunjungan masa nifas yaitu faktor predisposisi  dari dalam diri ibu sendiri. Tujuan : untuk mengetahui faktor predisposisi  (tingkat pendidikan, paritas,  pengetahuan dan sikap) yang berhubungan dengan kunjungan nifas  Metode: Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan desain analitik korelasional.  Pendekatan penelitian menggunakan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan tehnik total populasi yaitu semua ibu yang telah melewati masa nifas hingga 1 tahun pertama pasca melahirkan di wilayah kerja Puskesmas Boyolali 2 pada bulan Agustus 2019 dijadikan sebagai sampel penelitian sejumlah 36 responden. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner mengenai tingkat pendidikan, paritas,  pengetahuan dan sikap dan Kunjungan masa nifas dilihat dari catatan pada buku KIA.  Analisis bivariat yang digunakan adalah chi-square .  Hasil : Ada hubungan pendidikan dengan kunjungan ibu nifas (0,011<0,05). Ada hubungan paritas dengan kunjungan ibu nifas (0,020<0,05). Ada hubungan pengetahuan dengan kunjungan ibu nifas (0,031<0,05). Ada hubungan sikap dengan kunjungan ibu nifas (0,001<0,05). Kesimpulan : Ada hubungan tingkat pendidikan, paritas,  pengetahuan dan sikap dengan kunjungan ibu nifas di Puskesmas Boyolali 2. Petugas kesehatan di Puskesmas agar memberikan pendidikan kesehatan pada ibu tentang kunjungan masa nifas sehingga ibu memahami pentingnya kunjungan nifas dan melakukan kunjungan nifas sesuai jadwal selain itu bidan dapat melakukan kunjungan rumah agar kesehatan ibu pada masa nifas terpantau dengan baik.Kata Kunci : Faktor predisposisi, pendidikan, paritas,  pengetahuan, sikap, kunjungan nifas. PREDISPOSITION   FACTORS    RELATED   TO   POSTPARTUM  VISITSABSTRACTBackground: The postpartum period special monitoring to avoid complications. At this time, mothers should make at least 4 postpartum visits for monitoring, but in reality there are still many mothers who do not comply with postpartum visits. Data at the Boyolali 2 Health Center obtained data on the coverage of postpartum maternal visits in 2017 of 80.7%, decreased to 76.9% in 2018. Several factors are thought to be related to postpartum visits, namely predisposing factors from within the mother herself. Objective: to determine the predisposing factors (education level, parity, knowledge and attitudes) associated with postpartum visits. Methods: This type of research is quantitative with a correlational analytic design. The research approach uses cross sectional. Sampling using the total population technique, namely all mothers who have passed the puerperium up to the first year after giving birth in the Boyolali 2 Health Center work area in August 2019 were used as research samples with 36 respondents. The instrument used in this study was a questionnaire regarding the level of education, parity, knowledge and attitudes and post-partum visits seen from the notes in the MCH handbook. The bivariate analysis used was chi-square. Results: There is a relationship between education and postpartum mother visits (0.011 <0.05). There is a correlation between parity and postpartum maternal visits (0.020 <0.05). There is a relationship between knowledge and postpartum maternal visits (0.031 <0.05). There is a relationship between attitude and postpartum mother's visit (0.001 <0.05). Conclusion: There is a relationship between the level of education, parity, knowledge and attitude with postpartum maternal visits at the Boyolali Health Center 2. Health workers at the Puskesmas should provide health education to mothers about postpartum visits so that mothers understand the importance of postpartum visits and make postpartum visits according to schedule. can make home visits so that the health of the mother during the puerperium is well monitored. Keywords: Predisposing Factors, Education, Parity, Knowledge, Attitudes, Postpartum Visits.
Pencehan stunting dengan pemberdayaan masyarakat di Desa Sukorejo Kecamatan Musuk Kabupaten Boyolali Hanung, Allania; Ayushelita, Destika Putri; Suryanti, Ari; Yuliastanti, Triani; Nurhidayati, Novita; Mahmudah, Atik
Journal of Midwifery in Community Vol 1, No 2 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jmc.v1i2.79359

Abstract

Desa Sukorejo merupakan salah satu desa yang memiliki angka stunting tertinggi di wilayah Boyolali. Dari hasil analisis social yang telah dilakukan, terdapat 37 orang balita stunting. Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis sehingga anak lebih pendek untuk usianya. Stunting menjadi masalah karena adanya resiko kesakitan dan kematian, serta suboptimalnya perkembangan otak, sehingga perkembangna motirik terlambat serta terlambatnya pertumbuhan mental. Berdasarkan kajian Pustaka, penanganan stunting saat ini diarahkan kepada pencegahan terjadinya, karena lebih mudah dan efisien. Salah satu cara yang digunakan untuk mencegah kejadian stunting adalah dengan pengikatan pengetahuan ibu hamil dan kader, pemberian gizi yang adekuat pada balita, dan mendekatkan layanan Kesehatan pada masyarakat. Dari hasil pengabdian masyarakat didapatkan adanya peningkatan pengetahuan ibu hamil dan kader Kesehatan, terdistribusinya pemberian makanana tambahan untuk balita, dan adanya alat Kesehatan yang memadai untuk melakukan pos Kesehatan RT.