Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN MASYARAKAT DALAM RANGKA PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN DBD DI DESA DLINGO, MOJOSONGO, BOYOLALI Novena Yety Lindawati; Lusia Murtisiwi; Tesia Aisyah Rahmania; Prashinta Nita Damayanti; Feransiska Marentina Widyasari
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 2 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.975 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v4i2.4305

Abstract

ABSTRAKPenyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue. Virus ini masuk ke dalam tubuh melalui gigitan nyamuk genus Aedes. Penyakit DBD ditandai dengan demam tinggi secara terus menerus selama 2 hingga 7 hari dan disertai pendarahan serta shock yang jika tidak segera mendapat penanganan dapat menyebabkan kematian. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai penyakit DBD dalam rangka pencegahan dan penanggulangan penyakit DBD. Metode yang digunakan adalah ceramah dan diskusi. Penyuluhan dilakukan melalui penyampaian materi terkaitpenjelasan mengenai tanda dan gejala DBD, solusi pencegahan DBD secara alami dengan memanfaatkan bahan alam yang berada disekitar lingkungan, serta pemberantasan jentik-jentik nyamuk menggunakan ABATE.Evaluasi keberhasilan kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan metode pretest dan posttest. Selain itu juga dilakukan survey kepuasan terhadap kegiatan pengabdian masyarakat melalui pengisian kuesioner oleh peserta.Hasil pengabdian masyarakat menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai pengetahuan dan pencegahan terhadap penyakit DBD. Data hasil pretest menunjukkan yang semula memiliki nilai rata- rata sebesar 75 naik pada hasil nilai postest dengan rata-rata nilai 100. Hasil evaluasi terhadap tingkat kepuasan peserta kegiatan pengabdian yang dilaksanakan menunjukkan 69,2% peserta menyampaikan tema yang diambil baik sekali, 26,67% menyatakan baik dan 2,92% menyatakan cukup. Kata kunci: penyuluhan; DBD; Boyolali. ABSTRACTDengue Hemorrhagic Fever (DHF) is a disease caused by the dengue virus. Dengue virus enters the body through the bite of the Aedes mosquito. This community service programs aims to increase knowledge about DHF in the context of preventing dengue disease. The methods used are counseling and discussions. Counseling is carried out through the explanation about signs and symptoms of dengue fever, natural DHF prevention solutions by natural plants, and eradicating mosquito larvae using ABATE. Evaluation of community service activities is carried out using the pretest and posttest methods. In addition, survey of the satisfaction of this program was also conducted through filling out questionnaires by participants. The results of community service showed an increase in participants knowledge of sign, syomptoms and prevention of dengue disease, as indicated by an increase in post test value from 75 to 100.The results of the evaluation of the satisfaction levels of the participants in the program showed 69.2% of participants said it was very good, 26,67% said it was good, and 2,92% said it was good enough. Keywords: counseling; DHF; Boyolali.
Evaluation of Aseptic Actions of Pharmaceutical Technical Staff in the Process of Reconstitution and Storage of Antibiotic Injection in the Inpatient Room of UNS Hospital Eka Rahma Noviyanti; Lusia Murtisiwi
Jurnal Farmasi (Journal of Pharmacy) Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN NASIONAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37013/jf.v11i1.182

Abstract

aseptic dispensing, reconstitution and storage of antibiotic injection
The Association between Medication Adherence Level with Success of Therapy in Hypertension Patients Galuh Wulanjari; Lusia Murtisiwi; Rizqi Nurul Khasanah
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 5 No 3 (2023): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v5i3.1910

Abstract

The success of therapy in hypertensive patients is influenced by drug use adherence behavior. The success of therapy reduces the risk of complications in other organs and reduces mortality. This study aims to determine the association between the level of adherence to the use of antihypertensive drugs in patients with the success of therapy. Adherence data was collected using the Hill-Bone Translate Indonesia 11 (HBTS-I 11) questionnaire and the therapeutic success data were taken from medical records in hypertensive patients at the outpatient pharmacy installation at UNS Hospital. This research is observational through a cross sectional approach. The sampling technique was carried out by purposive sampling technique by applying the inclusion criteria of respondents. Data collection was carried out by approaching potential patients in the waiting room of the UNS Hospital outpatient pharmacy installation to be given the Hill-Bone translate Indonesia-11 questionnaire. Respondents’ willingness to participate in the study was proven by their willingness to fill out informed consent. The analysis test of the association between drug adherence and the success of achieving the therapeutic target was carried out with the Chi Square test. The results of the study showed that patients who adhered to using drugs were 41% and those who were not adhered were 59%. The Chi Square test analysis showed that p value = 0.005 (p <0.05) indicating there was a significant association between adherence to taking antihypertensive drugs and the success of therapy for hypertensive patients in the outpatient pharmacy installation at UNS Hospital.
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN TENAGA TEKNIS KEFARMASIAN TENTANG TEKNIK ASEPTIC DISPENSING INSTALASI FARMASI RS UNS Selaras Nawangsari; Lusia Murtisiwi
Jurnal Farmasindo Vol 6 No 1 (2022): Juni
Publisher : Program Studi D3 Farmasi Politeknik Indonusa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A Aseptic dispensing adalah teknik untuk melindungi sediaan farmasi dari kontaminan dan pirogen. Teknik tersebut meliputi tahapan persiapan, pencampuran, penyimpanan dan pembuangan. Ada hubungan antara tahapan dengan tersedia nya sumber daya manusia, peralatan, dan ruang, sehingga diperlukan teknik yang tepat dalam pencampuran formulasi parenteral. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan tenaga teknis kefarmasian tentang teknik aseptic dispensing di Instalasi Farmasi RS UNS. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif. Hasil penelitian yang dilakukan di RS UNS dapat diketahui bahwa karakteristik tenaga teknis kefarmasian perempuan lebih banyak dibanding laki-laki yaitu 89,8%, pendidikan paling banyak Diploma 3 83,7%,dan lama bekerja paling banyak 5 tahun 73,5%. usia 31 sd 35 tahun sebanyak 19 orang dengan 8,7% Gambaran tingkat pengetahuan tenaga teknik kefarmasian teknik aseptic dispensing berpengetahuan baik sebanyak 95,9% dan pengetahuan cukup sebanyak 4,1. Kesimpulan penelitian adalah yang dilakukan terhadap 49 responden dapat disimpulkan bahwa Gambaran tingkat pengetahuan tenaga teknis kefarmasian tentang teknik Aseptic Dispensing di unit rawat inap Instalasi Farmasi RS UNS tahun 2022 diperoleh sebanyak 47 responden (95,9%) berpengetahuan baik. Data tersebut menunjukkan bahwa mayoritas tenaga teknik kefarmasian menunjukan pengetahuan baik tetapi masih terdapat TTK yang memiliki pengetahuan cukup.
Edukasi pencegahan diabetes melitus dan pemanfaatan daun stevia sebagai alternatif pengganti gula pada penderita diabetes melitus Nastiti Utami; Vitria Maya Sari; Murtia Fitriasari; Anri Anggra Saputri; Entita Ariani; Zhanjaya Zhanjaya; Lusia Murtisiwi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.26954

Abstract

Abstrak Desa Dukuh terletak di Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Desa Dukuh memiliki puskesmas pembantu yang memiliki arsip data mengenai warga atau masyarakat yang terkena penyakit diabetes yaitu berkisar 35 orang. Diabetes melitus merupakan suatu penyakit metabolik yang disebabkan oleh terganggunya hormon insulin sehingga ditandai dengan kadar gula darah meningkat.  Salah satu tanaman yang dapat digunakan menjadi pemanis pengganti gula pada makanan atau minuman adalah daun stevia.  Daun stevia juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan yaitu dapat mengontrol kadar gula darah, aman bagi penderita diabetes, dapat menghambat pertumbuhan bakteri di mulut sehingga dapat mencegah kerusakan gigi. Adanya kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Dukuh ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada masyarakat mengenai penyakit diabetes. Selain itu, dapat memberikan edukasi kepada masyarakat serta mahasiswa dalam pemanfaatan tanaman herbal yang dapat dijadikan suatu produk sebagai salah satu alternatif pengganti gula bagi penderita diabetes. Mitra sasaran pada kegiatan pengabdian ini adalah penderita diabetes melitus dan masyarakat di wilayah Desa Dukuh, Delanggu, Klaten sejumlah 15 orang. Penyuluhan dilakukan dengan metode ceramah, diskusi, dan workshop pembuatan produk. Materi penyuluhan terdiri dari beberapa sub materi yang terdiri dari gambaran umum penyakit diabetes, terapi farmakologi pada penyakit diabetes melitus, dan pembuatan pemanis pengganti gula. Sebelum dan setelah diberikan materi dilakukan test (pretest dan posttest) untuk mengetahui adanya tingkat kenaikan pengetahuan dari peserta terkait materi yang telah disampaikan. Program pengabdian kepada masyarakat berjalan dengan baik dan juga menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat yang dilihat berdasarkan nilai rata - rata pretest dan posttest. Nilai rata-rata pre-test masyarakat sebesar 82,7, terjadi peningkatan nilai dengan nilai rata-rata post-test sebesar 91,33. Kata kunci: diabetes melitus; gula; stevia; stevia rebaudiana Abstract Dukuh Village located in Delanggu District, Klaten Regency, Central Java Province. In Dukuh Village there was a sub-health center that has archived data on residents or communities affected by diabetes, which around 35 people. Diabetes mellitus is a metabolic disease caused by disruption of the insulin hormone, which characterized by increased blood sugar levels. One of the herbal plants that could be used as a sweetener to replace sugar in food or drinks is stevia leaves. Leaf of stevia also has many health benefits, namely it could control blood sugar levels, safe for diabetics, could inhibit the growth of bacteria in the mouth so that it could prevent tooth decay. The existence of community service activities in Dukuh Village aims to provide knowledge and insight to the community about diabetes. In addition, it could provide education to the community and students in the use of herbal plants that could be used as a product as an alternative sugar substitute for diabetics. The target partners in this community service activity were diabetics and the community in the Dukuh Village area, Delanggu, Klaten, a total of 15 people. Counseling was carried out using lecture methods, question and answer discussions, and product demonstrations.  The counseling material consists of several sub-materials consisting of a general description of the disease, pharmacological therapy for diabetes mellitus, and made sweetner replace sugar. Before and after the material was given, a test (pretest and posttest) was conducted to determine the level of increase in knowledge from participants related to the material that had been delivered. The community service program went well and also showed an increase in community knowledge as seen from the average pretest and posttest values. The average pre-test score of the community was 82.7, there was an increase in the score with an average post-test score of 91.33. Keywords: diabetes mellitus; sugar; stevia; stevia rebaudiana