Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN SELADA MERAH DAN DAUN SELADA HIJAU (Lactuca sativa L.) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus DAN Escherichia coli: ANTIBACTERIAL ACTIVITY OF RED LETTUCE LEAVES AND GREEN LETTUCE LEAVES ETHANOL EXTRACT (Lactuca sativa L.) AGAINST Staphylococcus aureus AND Escherichia coli Nastiti Utami; Prashinta Nita Damayanti
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.465 KB) | DOI: 10.37874/ms.v7i2.335

Abstract

Salah satu pengembangan alternatif antibakteri yang baru adalah dengan pemanfaatan bahan alam seperti tumbuhan. Pemanfaatan tumbuhan untuk penyembuhan suatu penyakit didasarkan pada pengalaman yang diwarisi secara turun menurun. Obat-obatan dari bahan alam juga terus berkembang untuk perawatan kesehatan yang dekat dengan antarbudaya. Salah satu tanaman yang berpotensi memiliki potensi sebagai obat herbal adalah selada (Lactuca sativa L.). Tujuan   dari   penelitian   ini   adalah   untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun selada merah dan daun selada hijau pada konsentrasi   10%; 20%; 40%; 60%; 80%; dan 100% terhadap   bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Uji aktivitas antibakteri yang digunakan yaitu metode difusi agar. Hasil penelitian yang didapat menunjukkan  ekstrak etanol daun selada merah dan daun selada hijau mempunyai aktivitas antibakteri dengan kategori sedang terhadap bakteri Staphylococcus aureus dengan diameter zona hambat tertinggi pada konsentrasi 100% masing-masing sebesar 9,27 mm dan 9,30 mm dan Escherichia coli dengan diameter zona hambat tertinggi pada konsentrasi 100% masing-masing sebesar 7,87 mm dan 7,67 mm.`
UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN MASYARAKAT DALAM RANGKA PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN DBD DI DESA DLINGO, MOJOSONGO, BOYOLALI Novena Yety Lindawati; Lusia Murtisiwi; Tesia Aisyah Rahmania; Prashinta Nita Damayanti; Feransiska Marentina Widyasari
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 2 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.975 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v4i2.4305

Abstract

ABSTRAKPenyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue. Virus ini masuk ke dalam tubuh melalui gigitan nyamuk genus Aedes. Penyakit DBD ditandai dengan demam tinggi secara terus menerus selama 2 hingga 7 hari dan disertai pendarahan serta shock yang jika tidak segera mendapat penanganan dapat menyebabkan kematian. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai penyakit DBD dalam rangka pencegahan dan penanggulangan penyakit DBD. Metode yang digunakan adalah ceramah dan diskusi. Penyuluhan dilakukan melalui penyampaian materi terkaitpenjelasan mengenai tanda dan gejala DBD, solusi pencegahan DBD secara alami dengan memanfaatkan bahan alam yang berada disekitar lingkungan, serta pemberantasan jentik-jentik nyamuk menggunakan ABATE.Evaluasi keberhasilan kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan metode pretest dan posttest. Selain itu juga dilakukan survey kepuasan terhadap kegiatan pengabdian masyarakat melalui pengisian kuesioner oleh peserta.Hasil pengabdian masyarakat menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai pengetahuan dan pencegahan terhadap penyakit DBD. Data hasil pretest menunjukkan yang semula memiliki nilai rata- rata sebesar 75 naik pada hasil nilai postest dengan rata-rata nilai 100. Hasil evaluasi terhadap tingkat kepuasan peserta kegiatan pengabdian yang dilaksanakan menunjukkan 69,2% peserta menyampaikan tema yang diambil baik sekali, 26,67% menyatakan baik dan 2,92% menyatakan cukup. Kata kunci: penyuluhan; DBD; Boyolali. ABSTRACTDengue Hemorrhagic Fever (DHF) is a disease caused by the dengue virus. Dengue virus enters the body through the bite of the Aedes mosquito. This community service programs aims to increase knowledge about DHF in the context of preventing dengue disease. The methods used are counseling and discussions. Counseling is carried out through the explanation about signs and symptoms of dengue fever, natural DHF prevention solutions by natural plants, and eradicating mosquito larvae using ABATE. Evaluation of community service activities is carried out using the pretest and posttest methods. In addition, survey of the satisfaction of this program was also conducted through filling out questionnaires by participants. The results of community service showed an increase in participants knowledge of sign, syomptoms and prevention of dengue disease, as indicated by an increase in post test value from 75 to 100.The results of the evaluation of the satisfaction levels of the participants in the program showed 69.2% of participants said it was very good, 26,67% said it was good, and 2,92% said it was good enough. Keywords: counseling; DHF; Boyolali.
OPTIMALISASI BUDIDAYA TOGA DENGAN PEMBUATAN PESTISIDA ALAMI DAN PEMANFAATAN TANAMAN REFUGIA Prashinta Nita Damayanti; Nastiti Utami; Iwan Setiawan; Nur Rasmi Safitri; Renatha Audya Larasati; Winda Vionia Seviana; Elen Arditawati; Mutiara Kartika Sari
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 5, No 1 (2021): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v5i1.5835

Abstract

ABSTRAKKelompok tani dan masyarakat pedesaan berperan dalam kemandirian kesehatan melalui pengembangan TOGA (Tanaman Obat Keluarga). Namun ada beberapa kendala dalam budidaya TOGA, salah satunya adalah hama tanaman sehingga perlunya dilakukan penanganan hama dengan tepat dan aman dengan pembuatan pestisida alami dan pemanfaatan tanaman refugia. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat Desa Laban, Mojolaban, Sukoharjo dalam pembuatan pestisida alami dari daun pepaya dan pemanfaatan tanaman refugia dalam rangka optimalisasi budidaya toga. Metode yang digunakan adalah ceramah dan diskusi. Penyuluhan dilaksanakan melalui whatsapp group. Evaluasi keberhasilan dilaksanakan dengan pemberian pretest dan postest sebelum dan sesudah penyampaian materi serta survei kepuasan mengenai tema dan kegiatan pengabdian melalui pengisian kuesioner. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan  pengetahuan masyarakat tentang optimalisasi budidaya TOGA dengan cara pembuatan pestisida alami serta penanaman tanaman refugia sebagai pengendali hama, hal tersebut dapat dilihat dari nilai rata-rata pretest dan posttest yang semula 53,71 menjadi 84,00. Hasil evaluasi kepuasan peserta terhadap tema dan kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa dari 35 peserta, 42,9% peserta menyatakan sangat puas, 48,6% peserta menyatakan puas, dan 8,6% peserta menyatakan cukup puas dengan kegiatan dan tema pengabdian masyarakat ini. Kata kunci: budidaya; toga; pestisida; refugia. ABSTRACTFarmer groups and rural communities have a role in health independence through the development of medicinal plants. However, there are several detrimental factors in medicinal plants cultivation, such as plant pests, so we need an proper pest management by making natural pesticides and using refugia plants. This community service program aims to increase the knowledge of the people of Laban Village in context of manufacture of natural pesticides from papaya leaves and the use of refugia plants in order to optimize the cultivation of medicinal plants. The methods used are counceling and discussions via whatsapp group. Evaluation of program was carried out by giving a pretest and posttest and survey of satisfaction through filling out questionnaires. The results of the programs show that there is an increase in participants knowledge about optimizing medicinal plants cultivation by making natural pesticides and planting refugia plants as pest control, as indicated by an increase value of the pretest and posttest from 53.71 to 84.00. The results of the evaluation of participants satisfaction with program showed that 42.9% of the participants said it was very good, 48.6% of the participants said good, and 8.6% of the participants said it was good enough. Keywords: cultivation; medicinal plants; pesticides; refuge. 
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI BUDIDAYA DAN PENGOLAHAN BUNGA TELANG (CLITORIA TERNATEA L.) MENJADI BAHAN FUNGSIONAL DI DESA MENURAN, SUKOHARJO Nastiti Utami; Dian Puspitasari; Disa Andriani; Prashinta Nita Damayanti; Agastya Petra Budiyana; Albertha Christy Andreas; Cherly Putri Ardani; Eli Ernawati
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2023): Jurnal Panrita Abdi - Januari 2023
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v7i1.20463

Abstract

Menuran Village, Baki District, Sukoharjo is one of the partner villages in the implementation of community service because the village has undeveloped agricultural potential, one of which is telang flowers. The telang flower (Clitoria ternatea L.) produces chemical compounds, one of which is a secondary metabolite that serves to survive. Some of these secondary metabolite compounds have benefits in pharmacological effects, one of which is as an antioxidant. The purple color in telang flowers comes from anthocyanin compounds that function as antioxidants. External antioxidants necessary to improve immunity and health can be obtained from beverages or cosmetics. Community empowerment through the cultivation and processing of telang flowers aims to provide an explanation of the benefits of telang flowers and develop household businesses. Community service methods are carried out through explanations and workshops applying telang flower cultivation techniques and making beverages, and soap. The development of method in this community service is the provision of material, practice, and conducting pre and post-tests. The pre-test results showed that 24% stated that they already knew the benefits of telang flowers, 36% stated that they already knew how to cultivate telang flowers, 48% stated that they already knew how to process telang flowers into the beverage, and 4% stated that they already knew how to process telang flowers into soap. The results of the post-test showed that there was an increase in understanding and success indicators had been achieved, namely, 96% stating that they already knew the benefits of telang flowers, 92% stated that they already knew how to cultivate telang flowers, 92% knew about the processing of telang flowers into the beverage, 84% knew about the processing of telang flowers into soap, 96% stated that they planned to apply for cultivation and processing telang flowers, and 100% of participants stated that this activity was useful and interesting. --- Desa Menuran Kecamatan Baki, Sukoharjo merupakan salah satu desa mitra dalam pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat karena desa tersebut memiliki potensi pertanian yang belum dikembangkan, salah satunya bunga telang. Tanaman bunga telang (Clitoria ternatea L.) memproduksi senyawa kimia salah satunya metabolit sekunder yang berfungsi untuk bertahan hidup. Beberapa senyawa metabolit sekunder tersebut memiliki manfaat dalam efek farmakologis salah satunya sebagai antioksidan. Warna ungu pada bunga telang berasal dari senyawa antosianin yang berfungsi sebagai antioksidan. Antioksidan eksternal yang diperlukan untuk meningkatkan imunitas tubuh yang dapat diperoleh dari minuman atau kosmetik. Pemberdayaan masyarakat melalui budidaya dan pengolahan bunga telang bertujuan untuk memberikan penjelasan tentang manfaat bunga telang dan mengembangkan usaha rumah tangga. Metode pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan melalui penjelasan dan workshop mengaplikasikan teknik budidaya bunga telang, pembuatan minuman, dan sabun bunga telang. Metode yang dikembangkan dalam pengabdian kepada masyarakat ini adalah penyampaian materi, praktek, dan melakukan pre dan post test. Hasil pre test menunjukkan bahwa sebesar 24% menyatakan bahwa sudah mengetahui manfaat bunga telang, 36% menyatakan bahwa sudah mengetahui cara budidaya bunga telang, 48% menyatakan sudah mengetahui cara pengolahan bunga telang menjadi minuman, dan 4% menyatakan sudah mengetahui cara pengolahan bunga telang menjadi sabun. Hasil post test menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pemahaman dan indikator keberhasilan telah tercapai yaitu sebesar 96% menyatakan bahwa sudah mengetahui manfaat bunga telang, 92% menyatakan sudah mengetahui cara budidaya bunga telang, 92% mengetahui tentang pengolahan bunga telang menjadi minuman, 84% mengetahui tentang pengolahan bunga telang menjadi sabun, 96% menyatakan berencana mengaplikasikan untuk budidaya dan mengolah bunga telang, dan 100% peserta menyatakan kegiatan ini bermanfaat dan menarik.
KARAKTERISASI KITOSAN DAN PEMBUATAN NANOPARTIKEL KITOSAN DARI CANGKANG PUPA BLACK SOLDIER FLY (Hermetia illucens): EXTRACTION CHITOSAN AND CHARACTERIZATION NANOPARTICLE CHITOSAN FROM PUPAE SHEELS OF BLACK SOLDIER FLY (Hermetia illucens) Sivia Nindi Pratiwi; Nastiti Utami; Prashinta Nita Damayanti
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 4 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i4.516

Abstract

Larva Black Soldier Fly (BSF) termasuk dalam larva lalat pengurai yang bukan merupakan vector penyakit. Cangkang pupa merupakan hasil samping budidaya BSF yang belum banyak dimanfaatkan. Cangkang pupa mengandung kitin yang dapat diubah menjadi kitosan yang dapat dimanfaatkan sebagai media penghantaran obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengkarakterisasi kitosan cangkang pupa BSF berdasarkan SNI No.7949-2013 dan aplikasinya dalam sediaan nanopartikel. Tahap isolasi kitosan meliputi: demineralisasi dengan HCl 3M, deproteinasi dengan NaOH 2M, depigmentasi dengan  2% dan asam oksalat 2%, serta deasetilasi dengan NaOH 50%. Kitosan hasil isolasi dikarakterisasi dan formulasi nanopartikel dengan metode gelasi ionik. Analisis nanopartikel kitosan dilakukan dengan PSA (Particle Size Analizer) dan FTIR (Fourier Transform Infra-red). Hasil penelitian yang didapat menunjukkan analisis spektra infra-red kitosan hasil isolasi menunjukkan gugus fungsi khas pada kitosan, rendemen kitosan 11,93%. Karakterisasi kitosan berupa serpihan serbuk, berwarna putih kecoklatan, tidak berbau, kadar air 6,683%, kadar abu 0,33%, kadar nitrogen 4,091%, derajat deasetilasi 94,41% sehingga memenuhi SNI No.7949-2013. Formulasi nanopartikel kitosan memberikan hasil ukuran partikel 495,7 nm, gugus OH hidroksil tumpang tindih NH dan C=O karbonil muncul pada spektra nanopartikel kitosan.
Penetapan Kadar Fenolik dan Flavonoid Total Ekstrak Etanol Buah Parijoto (Medinilla speciosa Blume) dengan Metode Spektrofotometri UV-Vis Prashinta Nita Damayanti; Fania Putri Luhurningtyas; Lyna Lestari Indrayati
Jurnal Farmasi (Journal of Pharmacy) Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN NASIONAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37013/jf.v12i1.222

Abstract

Parijoto (Medinilla speciosa) has a wide range of pharmacological activities due to its secondary metabolite content, especially flavonoid, and phenolic compounds. Flavonoid and phenolic compounds have a major role in human health with their activities as antioxidants, anti-inflammatories, antimicrobials, etc. This study aimed to determine the total levels of phenolic and flavonoid compounds from the ethanol extract of Parijoto fruit. Parijoto fruit is obtained from Bandungan, Semarang Regency, Central Java. Extraction was carried out by maceration method with 70% ethanol solvent then concentrated using a rotary evaporator. The total phenolic and flavonoid content amount was determined using the colorimetric method with Folin-ciocalteau complex reagent on phenolic with gallic acid as the reference standard and AlCl3 complex reagent on flavonoids with quercetin as the reference standard. Absorbance was measured using a UV-Vis spectrophotometer. The results showed that the color of the viscous extract of Parijoto fruit was dark brown with a yield of 6.67% w/w. The total phenolic content of the ethanol extract of Parijoto fruit was 21.67 µgGAE/g extract and the total flavonoid content was 9.21 µg QE/g extract.
AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN SELADA MERAH DAN DAUN SELADA HIJAU (Lactuca sativa L.) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus DAN Escherichia coli: ANTIBACTERIAL ACTIVITY OF RED LETTUCE LEAVES AND GREEN LETTUCE LEAVES ETHANOL EXTRACT (Lactuca sativa L.) AGAINST Staphylococcus aureus AND Escherichia coli Nastiti Utami; Prashinta Nita Damayanti
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i2.335

Abstract

Salah satu pengembangan alternatif antibakteri yang baru adalah dengan pemanfaatan bahan alam seperti tumbuhan. Pemanfaatan tumbuhan untuk penyembuhan suatu penyakit didasarkan pada pengalaman yang diwarisi secara turun menurun. Obat-obatan dari bahan alam juga terus berkembang untuk perawatan kesehatan yang dekat dengan antarbudaya. Salah satu tanaman yang berpotensi memiliki potensi sebagai obat herbal adalah selada (Lactuca sativa L.). Tujuan   dari   penelitian   ini   adalah   untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun selada merah dan daun selada hijau pada konsentrasi   10%; 20%; 40%; 60%; 80%; dan 100% terhadap   bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Uji aktivitas antibakteri yang digunakan yaitu metode difusi agar. Hasil penelitian yang didapat menunjukkan  ekstrak etanol daun selada merah dan daun selada hijau mempunyai aktivitas antibakteri dengan kategori sedang terhadap bakteri Staphylococcus aureus dengan diameter zona hambat tertinggi pada konsentrasi 100% masing-masing sebesar 9,27 mm dan 9,30 mm dan Escherichia coli dengan diameter zona hambat tertinggi pada konsentrasi 100% masing-masing sebesar 7,87 mm dan 7,67 mm.`
KARAKTERISASI KITOSAN DAN PEMBUATAN NANOPARTIKEL KITOSAN DARI CANGKANG PUPA BLACK SOLDIER FLY (Hermetia illucens): EXTRACTION CHITOSAN AND CHARACTERIZATION NANOPARTICLE CHITOSAN FROM PUPAE SHEELS OF BLACK SOLDIER FLY (Hermetia illucens) Sivia Nindi Pratiwi; Nastiti Utami; Prashinta Nita Damayanti
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 4 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i4.516

Abstract

Larva Black Soldier Fly (BSF) termasuk dalam larva lalat pengurai yang bukan merupakan vector penyakit. Cangkang pupa merupakan hasil samping budidaya BSF yang belum banyak dimanfaatkan. Cangkang pupa mengandung kitin yang dapat diubah menjadi kitosan yang dapat dimanfaatkan sebagai media penghantaran obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengkarakterisasi kitosan cangkang pupa BSF berdasarkan SNI No.7949-2013 dan aplikasinya dalam sediaan nanopartikel. Tahap isolasi kitosan meliputi: demineralisasi dengan HCl 3M, deproteinasi dengan NaOH 2M, depigmentasi dengan  2% dan asam oksalat 2%, serta deasetilasi dengan NaOH 50%. Kitosan hasil isolasi dikarakterisasi dan formulasi nanopartikel dengan metode gelasi ionik. Analisis nanopartikel kitosan dilakukan dengan PSA (Particle Size Analizer) dan FTIR (Fourier Transform Infra-red). Hasil penelitian yang didapat menunjukkan analisis spektra infra-red kitosan hasil isolasi menunjukkan gugus fungsi khas pada kitosan, rendemen kitosan 11,93%. Karakterisasi kitosan berupa serpihan serbuk, berwarna putih kecoklatan, tidak berbau, kadar air 6,683%, kadar abu 0,33%, kadar nitrogen 4,091%, derajat deasetilasi 94,41% sehingga memenuhi SNI No.7949-2013. Formulasi nanopartikel kitosan memberikan hasil ukuran partikel 495,7 nm, gugus OH hidroksil tumpang tindih NH dan C=O karbonil muncul pada spektra nanopartikel kitosan.
Standarisasi dan Pemisahan Pigmen Ekstrak Etanol Daun Selada Merah (Lactuca Sativa Var Crispa L.)” Utami, Nastiti; Damayanti, Prashinta Nita; Kristy, Tiara Karunia
Jurnal Farmasetis Vol 13 No 2 (2024): Jurnal Farmasetis: Mei 2024
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/far.v13i2.2254

Abstract

Penggunaan selada merah sebagai sumber nutrisi dan bahan baku obat tradisional memerlukan proses standarisasi. Standarisasi dilakukan dengan pengujian pada ekstrak etanol daun selada merah (EESM). Penelitian yang dilakukan yaitu pengujian parameter spesifik dan non spesifik, serta pemisahan pigmen dalam EESM. Penelitian ini bertujuan menganalisis parameter kualitas mutu EESM. Metode ekstraksi yang digunakan maserasi dengan etanol 70% selama 3 hari dan 1 hari remaserasi. EESM diuji parameter spesifik meliputi: identitas, organoleptik ekstrak, senyawa terlarut dalam pelarut air dan etanol, kandungan kimia kualitatif, dan kadar flavonoid, sedangkan parameter non spesifik meliputi: susut pengeringan, penetapan kadar air, berat jenis, kadar abu total, kadar abu tidak larut asam. Pemisahan pigmen dalam EESM menggunakan kromatografi kolom dengan fase diam alumina dan perbedaan rasio fase gerak yaitu petroleum eter:aseton (90:10); (80:20); (75:25). Hasil standarisasi yang didapatkan menyatakan bahwa EESM memiliki kadar flavonoid (8,41±0,368 mgQE/g) kadar senyawa larut air (29,75±0,777%), senyawa larut etanol (14,641±0,367%), susut pengeringan (10,401±0,466%), kadar air (7,508±0,399%), kadar abu total (3,751 ±0,433%), kadar abu tidak larut asam (0,141 ±0,035%), dan berat jenis (1,001±0,012 g/mL). EESM terdapat flavonoid, alkaloid, tanin, saponin, dan triterpenoid. Pemisahan berdasarkan warna dengan pelarut tertentu menghasilkan pemisahan empat warna pada pelarut eter:aseton (90:10), tujuh warna pada pelarut eter:aseton (80:20), enam warna pada pelarut eter:aseton (75:25).
Pelatihan Pembuatan Sabun Cuci Tangan Minyak Serai Wangi “Sarewa” sebagai Upaya Pencegahan Infeksi di Dusun Gejagan, Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang Damayanti, Prashinta Nita; Luhurningtyas, Fania Putri; Februani, Riska; Dewi, Faradilla Afri Nirmala; Aini, Zhahiria Nur
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Universitas Al Azhar Indonesia Vol 7, No 2 (2025): April 2025
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/jpm.v7i2.3748

Abstract

Abstrak Menyentuh berbagai permukaan atau benda dengan tangan dapat menjadi salah satu jalur utama penyebaran kuman, memungkinkan patogen berpindah dari satu individu ke individu lainnya. Salah satu langkah efektif untuk mengurangi risiko penularan penyakit infeksi adalah mencuci tangan secara rutin dengan sabun. Di Dusun Gejagan, Desa Sidorejo, Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang, banyak ditemukan tanaman serai wangi (Cymbopogon nardus), yang diketahui mengandung senyawa-senyawa dengan sifat antibakteri, antijamur, dan antivirus. Namun, serai wangi tersebut belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat setempat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan wawasan dan keterampilan masyarakat melalui pelatihan pembuatan sabun cuci tangan berbahan aktif minyak serai wangi (Sarewa) sebagai langkah pencegahan dan penanggulangan penyakit infeksi. Metode yang digunakan meliputi ceramah mengenai cara mencegah penyakit infeksi dan pelatihan pembuatan sabun cuci tangan dengan jumlah peserta sebanyak 34 orang ibu-ibu PKK Dusun Gejagan. Keberhasilan program ini dievaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Selain itu, survei kepuasan juga dilakukan dengan mengumpulkan tanggapan peserta melalui kuesioner. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai cara pencegahan penyakit infeksi serta pembuatan sabun cuci tangan. Nilai rata-rata pre-test peserta yang awalnya 62% meningkat menjadi 90% setelah pelatihan. Evaluasi terhadap kepuasan peserta menunjukkan bahwa 100% peserta menilai kegiatan ini menarik dan sangat bermanfaat.Kata kunci: Minyak Serai Wangi, Pelatihan, Sabun Cuci Tangan, Sarewa.