Latar Belakang: Penderita diabetes melitus (DM) tipe 2 yang tidak melakukan kontrol rutin dapat menyebabkan banyak komplikasi kronis seperti kebutaan, gagal ginjal, serangan jantung, stroke, dan amputasi kaki diabetik. Dukungan keluarga seperti dukungan emosional, instrumental, dan informasional sangat penting untuk tetap memotivasi penderita mengikuti pengobatan DM tipe 2, melakukan kontrol rutin pada tenaga kesehatan profesional sehingga dapat mencegah komplikasi jangka panjang dan jangka pendek didukung dengan kerja sama yang kuat antara penderita, tenaga kesehatan, dan keluarga. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan melakukan kontrol rutin pada penderita diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Serang Kota. Metode: Desain penelitian ini adalah descriptive correlational pendekatan cross-sectional. Poulasi penelitian ini adalah pasien DM tipe 2 di Puskesmas Serang Kota sebanyak 143 orang yang didapatkan dari Random Sampling dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Variabel penelitian yaitu variable independent dukungan keluarga dan variable dependen kapatuhan kontrol rutin. Data diambil melalui penyebaran instrument berupa kuesioner dukungan keluarga dab data sekunder dari puskesmas berupa frekuensi kunjungan ke puskesmas, kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square dengan signifikan ? > 0,05. Hasil: Berdasarkan hasil uji chi square penelitian didapatkan bahwa sebagian besar (65%) responden melaporkan kurangnya dukungan keluarga dan 100 (69.9%) responden kurang patuh dalam melakukan kontrol rutin. Terdapat hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan kontrol pada pasien DM tipe 2 di Puskesmas Serang Kota dengan ?-value = 0,000 (<0,05). Saran: Diharapkan pihak Puskesmas melakukan penyuluhan kepada keluarga tentang pentingnya dukungan keluarga terhadap pasien DM tipe 2, sehingga diharapkan dengan dukungan keluarga yang baik akan dapat menghindari komplikasi-komplikasi yang mungkin terjadi pada pasien Diabetes melitus.