Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENYULUHAN GIZI BALITA DAN TABLET TAMBAH DARAH REMAJA PUTRI MELALUI WHATSAPP GROUP DAN PEMBENTUKAN KADER TABLET TAMBAH DARAH (TTD) REMAJA PUTRI Rahmat Eko Adityanto; Dewi Fattah; Khuzaimah Khuzaimah; Elfira Hani Pranata; Adi Nugroho
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 1 (2022): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i1.7277

Abstract

ABSTRAKPermasalahan gizi yang masih menjadi persoalan adalah gizi buruk dan anemia remaja putri. Posyandu merupakan pelayanan kesehatan pada balita seperti imunisasi, skrining, dan stimulasi tumbuh kembang. Kegiatan yang dilaksanakan posyandu balita dilakukan dengan tujuan mempercepat penurunan AKI, AKB, dan AKBA. Di Desa Pemurus RT01A ada sebanyak 36% balita gizi kurang dan 4% balita gizi buruk. Diketahui hanya 38% KK yang memanfaatkan pelayanan posyandu dan diketahui 64,7% remaja putri tidak mendapatkan TTD. Tujuan pelaksanaan intervensi ini adalah memberikan penyuluhan agar masyarakat di Desa Pemurus RT01A lebih memahami pentingnya gizi balita dan tetap mengikuti kegiatan posyandu selama pandemi Covid-19 serta agar remaja putri tetap mendapatkan tablet tambah darah selama pandemi Covid-19. Dari hasil kegiatan penyuluhan diketahui tingkat pengetahuan masyarakat mengenai gizi balita dan TTD remaja putri masih rendah meskipun telah diberi penyuluhan daring. Hal ini dikarenakan penyuluhan daring memiliki beberapa kelemahan. Luaran dari kegiatan pengabdian ini adalah terbentuknya kader TTD remaja putri dan pembagian TTD kepada para remaja putri Desa Pemurus RT01A. Disarankan agar pihak puskesmas Aluh-Aluh tetap melaksanakan kegiatan posyandu misal dengan metode door to door dan melaksanakan pemberdayaan kader posyandu dan kader TTD remaja putri agar nantinya dapat melaksanakan penyuluhan yang lebih baik. Kata kunci: penyuluhan; gizi; kader; tablet tambah darah. ABSTRACTNutritional issues that remain a problem are poor nutrition and anemia in adolescent girls. Posyandu is a health service for toodlers that provide services such as immunization, screening, and stimulation of growth and development. The activities carried out by Posyandu for toodlers are carried out with the aim of reducing MMR, IMR, and under-five deaths. In Pemurus Village RT01A there are up to 36% of under-fives with malnutrition and 4% of under-fives with malnutrition. It can be seen that only 38% of families who use posyandu services and it is known that 64.7% of adolescent gırls do not receive iron tablets. The implementation of this intervention is to provide counseling for the community in Pemurus Village RT01A to better understand the importance of toodlers nutrition and continue to participate in Posyandu activities during the Covid-19 pandemic and for adolescent gırls to continue receive blood-added tablets during the Covid-19 pandemic. From the results of the outreach activities, it is known that the level of public knowledge about nutrition for toddlers and blood-added tablets for adolescent gırls is still low, even though online counseling has been given to them. This is because online counseling has several disadvantages.The formation of blood-added tablets cadres were implemented and the tablets were distributed to the adolescent gırls of Pemurus Village RT01A. It is recommended that Aluh-Aluh health center continue to carry out Posyandu activities such as door to door method and carry out empowerment of posyandu cadres and TTD cadres for adolescent gırls so that later they can carry out better counseling. keywords: counseling; nutrision; toddlers; adolescent girls; blood-added tablets.
PENINGKATAN PENGETAHUAN TERKAIT HIPERTENSI DENGAN METODE DARING PADA MASYARAKAT KELURAHAN GUNTUNG PAIKAT, KECAMATAN BANJARBARU SELATAN, KOTA BANJARBARU Annisa Dwi Sekar Ayu; Antung Shafa Kamila; Ilma Hidayanti; Krisna Aryaguna; Adi Nugroho
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 2 (2022): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i2.8750

Abstract

ABSTRAKBerdasarkan data sekunder yang diperoleh dari Puskesmas Banjarbaru Selatan diketahui bahwa penyakit hipertensi berada pada urutan kedua paling banyak diderita dari 10 daftar penyakit yang ada di wilayah kerja Puskesmas Banjarbaru Selatan. Berdasarkan hasil diagnosa komunitas, didapatkan hasil dari total 22 kepala keluarga, warga yang menderita hipertensi berdasarkan diagnosa oleh dokter sebanyak 12 orang perwakilan dari setiap kepala rumah tangga. Berdasarkan hal tersebut perlu adanya solusi pemecahan masalah mengenai penyakit hipertensi yang menjadi permasalahan wilayah tersebut berupa intervensi berupa penyuluhan sebagai pencegahan penyakit hipertensi. Kegiatan Penyuluhan daring Terkait Hipertensi Sebagai Upaya Pencegahan Penyakit Hipertensi Di RT. 003 RW. 002 Kelurahan Guntung Paikat dilakukan secara daring melalui Zoom meeting. Sasaran pengabdian masyarakat ini adalah warga RT 03 RW 02 Kelurahan Guntung Paikat, Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Kegiatan ini dilakukan dengan melalui beberapa tahapan dimulai.  dari tahap persiapan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi. Setelah intervensi dilakukan, hasil pre-post test memperlihatkan adanya peningkatan pengetahuan pada responden setelah dilakukan kegiatan penyuluhan. Hasil uji wilcoxon juga menunjukan terdapat perbedaan pengetahuan warga antara sebelum dan sesudah dilakukan kegiatan penyuluhan. Kata kunci: hipertensi; penyuluhan; daring; pengetahuan. ABSTRACTBased on secondary data obtained from the South Banjarbaru Health Center, it is known that hypertension is the second most common disease suffered from a list of 10 diseases in the working area of the South Banjarbaru Health Center. Based on the results of community diagnoses, the results obtained from a total of 22 family heads, residents who suffer from hypertension based on a diagnosis by a doctor as many as 12 representatives from each household head. Based on this, it is necessary to have a solution to solving the problem of hypertension which is a problem in the region in the form of intervention in the form of counseling as a prevention of hypertension. Brave Counseling Activities Related to Hypertension as an Effort to Prevent Hypertension in RT. 003 RW. 002 Guntung Paikat Village was carried out boldly through a Zoom meeting. The target of this community service is the residents of RT 03 RW 02, Guntung Paikat Village, Banjarbaru, South Kalimantan. This activity is carried out by going through several stages that begin. from the preparation, implementation, monitoring and evaluation stages. After the intervention, the results of the pre-post test increased the knowledge of the respondents after the counseling activities. The results of the Wilcoxon test also showed differences in the knowledge of the residents between before and before the counseling was carried out. Keywords: hypertension; counseling; online; knowledge.
Association between Gender and Utilization of Cataract Surgical Services: A Systematic Review and Meta-Analysis Farisa Shauma Fachir; Syamsul Arifin; Silvia Kristanti Tri Febriana; Adi Nugroho; Iwan Aflanie; Tenri Ashari Wanahari
Sriwijaya Journal of Ophthalmology Vol. 6 No. 1 (2023): Sriwijaya Journal of Ophthalmology
Publisher : Department of Opthalmology, Faculty of Medicine, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37275/sjo.v6i1.100

Abstract

Introduction: Cataract is the most prevalent cause of blindness worldwide, which can be effectively treated with surgery. The high incidence of blindness in women highlights the need to address gender inequality in the utilization of cataract surgery. This study aimed to assess the association between gender and the utilization of cataract surgical services. Methods: A systematic review and meta-analysis were conducted according to preferred reporting items for systematic review and meta-analysis (PRISMA) guidelines. A literature search was performed on PubMed and ProQuest in the last 10 years (2012 to 2022). The search strategy used the following terms: ("cataract surgical" or "cataract surgical coverage" or "cataract surgical uptake") and ("sex" or "gender"). Data were analyzed in RevMan 5.3, with pooled effect estimates reported as OR with a 95% confidence interval (CI). Results: A total of 13 articles were identified and included in the meta-analysis. The pooled results of these studies indicate a statistically significant association between gender and the utilization of cataract surgery, with a lower utilization probability, observed among women compared to men (OR 0.76, 95% CI 0.60-0.98, p=0.03). High heterogeneity was observed among studies (I2 89%, p<0.0001). Conclusion: There is an association between gender and the utilization of cataract surgical services, with women being less likely than men to use cataract surgical services.
Rumah Ibu Sadar Gizi (RUMI SAGI) dan intuitive parenting: sinergi strategis dalam pengasuhan responsif untuk balita bergizi Annita Nur Rizqia; Yuan Pariasi; Nanda Amalia; Mahani Datita Sitepu; Adi Nugroho; Nita Pujianti
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 3 (2025): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i3.30996

Abstract

AbstrakMasalah gizi pada balita masih menjadi tantangan serius di Desa Sungai Pinang Lama, terutama akibat kurangnya pengetahuan ibu terkait pola asuh dan pemenuhan gizi yang tepat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan ibu dalam pengasuhan balita serta pengolahan makanan bergizi. Program ini menggunakan pendekatan intuitive parenting, yaitu pola pengasuhan yang menekankan sensitivitas orang tua dalam mengenali dan merespons kebutuhan anak, khususnya saat pemberian makan. Sasaran kegiatan mencakup 15 orang ibu serta dibantu 5 orang kader yang berasal dari RT 01, 02, 03, dan 04 di Desa Sungai Pinang Lama. Kegiatan yang dilakukan meliputi pembentukan kader RUMI SAGI, penyuluhan materi edukasi, dan demonstrasi memasak. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pengetahuan dan sikap. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pada kegiatan pembentukan kader RUMI SAGI, tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara pengetahuan dan sikap kader sebelum dan sesudah penyuluhan (nilai signifikansi uji Wilcoxon masing-masing 0,180 dan 0,257; p > 0,05). Sebaliknya, pada kegiatan penyuluhan edukasi, terdapat perbedaan yang signifikan baik pada pengetahuan maupun sikap peserta (nilai signifikansi masing-masing 0,03 dan 0,005; p < 0,05). Pada kegiatan demonstrasi memasak, tidak terdapat perubahan signifikan pada pengetahuan kader (p = 0,273) tetapi terdapat peningkatan signifikan pada pengetahuan peserta (p = 0,013). Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan edukatif berbasis praktik langsung dapat mendorong perubahan positif dalam pola asuh dan konsumsi gizi anak di tingkat keluarga. Kata kunci: gizi buruk; intuitive parenting; demonstrasi memasak; edukasi ibu. AbstractMalnutrition in toddlers remains a serious challenge in Sungai Pinang Lama Village, primarily due to mothers’ limited knowledge regarding proper parenting and nutritional fulfillment. This community service activity aimed to enhance mothers' understanding and skills in childcare and nutritious food preparation. The program adopted an intuitive parenting approach, emphasizing parental sensitivity in recognizing and responding to children's needs, particularly during feeding. The target group consisted of 15 mothers, assisted by 5 community health volunteers (kaders) from RT 01, 02, 03, and 04 in Sungai Pinang Lama Village. The activities included the establishment of RUMI SAGI cadres, educational counseling, and cooking demonstrations. Evaluation was conducted using pre- and post-tests to measure changes in knowledge and attitudes. The results showed no significant difference in knowledge and attitudes among the RUMI SAGI cadres before and after the counseling session (Wilcoxon significance values of 0.180 and 0.257, respectively; p > 0.05). Conversely, significant improvements were observed in the knowledge and attitudes of participants following the educational counseling (significance values of 0.03 and 0.005, respectively; p < 0.05). In the cooking demonstration activity, no significant change was found in the cadres' knowledge (p = 0.273), but participants demonstrated a significant increase in knowledge (p = 0.013). These findings indicate that educational approaches based on hands-on practice can promote positive changes in parenting practices and children's nutritional intake at the household level. Keywords: malnutrition; intuitive parenting; cooking demonstration; maternal education.