Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Rumah Ibu Sadar Gizi (RUMI SAGI) dan intuitive parenting: sinergi strategis dalam pengasuhan responsif untuk balita bergizi Annita Nur Rizqia; Yuan Pariasi; Nanda Amalia; Mahani Datita Sitepu; Adi Nugroho; Nita Pujianti
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 3 (2025): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i3.30996

Abstract

AbstrakMasalah gizi pada balita masih menjadi tantangan serius di Desa Sungai Pinang Lama, terutama akibat kurangnya pengetahuan ibu terkait pola asuh dan pemenuhan gizi yang tepat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan ibu dalam pengasuhan balita serta pengolahan makanan bergizi. Program ini menggunakan pendekatan intuitive parenting, yaitu pola pengasuhan yang menekankan sensitivitas orang tua dalam mengenali dan merespons kebutuhan anak, khususnya saat pemberian makan. Sasaran kegiatan mencakup 15 orang ibu serta dibantu 5 orang kader yang berasal dari RT 01, 02, 03, dan 04 di Desa Sungai Pinang Lama. Kegiatan yang dilakukan meliputi pembentukan kader RUMI SAGI, penyuluhan materi edukasi, dan demonstrasi memasak. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pengetahuan dan sikap. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pada kegiatan pembentukan kader RUMI SAGI, tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara pengetahuan dan sikap kader sebelum dan sesudah penyuluhan (nilai signifikansi uji Wilcoxon masing-masing 0,180 dan 0,257; p > 0,05). Sebaliknya, pada kegiatan penyuluhan edukasi, terdapat perbedaan yang signifikan baik pada pengetahuan maupun sikap peserta (nilai signifikansi masing-masing 0,03 dan 0,005; p < 0,05). Pada kegiatan demonstrasi memasak, tidak terdapat perubahan signifikan pada pengetahuan kader (p = 0,273) tetapi terdapat peningkatan signifikan pada pengetahuan peserta (p = 0,013). Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan edukatif berbasis praktik langsung dapat mendorong perubahan positif dalam pola asuh dan konsumsi gizi anak di tingkat keluarga. Kata kunci: gizi buruk; intuitive parenting; demonstrasi memasak; edukasi ibu. AbstractMalnutrition in toddlers remains a serious challenge in Sungai Pinang Lama Village, primarily due to mothers’ limited knowledge regarding proper parenting and nutritional fulfillment. This community service activity aimed to enhance mothers' understanding and skills in childcare and nutritious food preparation. The program adopted an intuitive parenting approach, emphasizing parental sensitivity in recognizing and responding to children's needs, particularly during feeding. The target group consisted of 15 mothers, assisted by 5 community health volunteers (kaders) from RT 01, 02, 03, and 04 in Sungai Pinang Lama Village. The activities included the establishment of RUMI SAGI cadres, educational counseling, and cooking demonstrations. Evaluation was conducted using pre- and post-tests to measure changes in knowledge and attitudes. The results showed no significant difference in knowledge and attitudes among the RUMI SAGI cadres before and after the counseling session (Wilcoxon significance values of 0.180 and 0.257, respectively; p > 0.05). Conversely, significant improvements were observed in the knowledge and attitudes of participants following the educational counseling (significance values of 0.03 and 0.005, respectively; p < 0.05). In the cooking demonstration activity, no significant change was found in the cadres' knowledge (p = 0.273), but participants demonstrated a significant increase in knowledge (p = 0.013). These findings indicate that educational approaches based on hands-on practice can promote positive changes in parenting practices and children's nutritional intake at the household level. Keywords: malnutrition; intuitive parenting; cooking demonstration; maternal education.
Vital Health Indicator Screening for Early Detection of Non-Communicable Diseases in Sigapiton Village, North Sumatra Muh. Arfah; Cut Saura Salmira; Andi Muh Zulfikar; Nasrilia Rahmadina; Yuan Pariasi; Mahani Datita Sitepu; Teresia Talantan Kondolele
AMK : Abdi Masyarakat UIKA Vol. 5 No. 2 (2026): JUNI
Publisher : Universitas Ibn Khaldun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/amk.v5i2.3405

Abstract

Non-communicable diseases (NCDs) pose a growing global health burden, including in rural Indonesia. This community service program conducted vital health indicator screenings—covering blood pressure, blood glucose, uric acid, and total cholesterol—alongside structured health education on NCD prevention and control for residents of Sigapiton Village, Ajibata District, Toba Regency, North Sumatra. The program applied a community-based health screening approach with a quantitative descriptive design combined with a health education intervention. A total of 87 participants were enrolled (mean age 46.3 ± 12.7 years; 43.7% male, 56.3% female). Screening findings revealed hypertension in 34.5%, elevated blood glucose in 18.4%, hyperuricemia in 27.6%, and high total cholesterol in 31.0% of participants. Pre-post test evaluation demonstrated a mean knowledge score improvement of 27.5 points (from 52.3 ± 9.1 to 79.8 ± 7.4), with the greatest gains in knowledge of modifiable NCD risk factors (+35.2 points) and the benefits of routine health check-ups (+31.6 points). Notably, 72.4% of participants had never undergone any preventive health examination in the past year, underscoring the critical diagnostic gap in this rural setting. The high prevalence of hyperuricemia—exceeding the national average—reflects local dietary patterns rich in high-purine foods common in the Lake Toba region. Community-based health screening combined with contextual health education proved effective as an early detection and prevention strategy for NCDs at the village level. Routine integration of such programs into the existing primary health care system is recommended.