Sri Giarti
Universitas Kristen Satya Wacana

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS PADA MUATAN MATEMATIKA KELAS 4 Selly Purwita Sari; Henny Dewi Koeswanti; Sri Giarti
Jurnal Basicedu Vol 3, No 2 (2019): April Pages 263- 849
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.249 KB) | DOI: 10.31004/basicedu.v3i2.15

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis matematika melalui model Problem Based Learning pada kelas IV semester II. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan empat tahapan yaitu, perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi yang dilakukan dalam dua siklus pembelajaran. Setiap siklus terdiri dari tiga pertemuan. Data diperoleh melalui teknik tes dan non tes. Adapun subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Mulyoharjo 05 Jepara sebanyak 23 siswa. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran matematika sebesar 73,8 % dengan kategori sangat kritis dan kritis pada siklus I, 100% siswa dengan kategori sangat kritis dan kritis pada siklus II. Meningkatnya keterampilan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran matematika berdampak pada peningkatan hasil belajar matematika sebesar 78,2 siswa tuntas pada siklus I dan 95,6 % siswa tuntas pada siklus II. Dengan demikian telah terbukti bahwa model pembelajaran Problem Based Learning dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan mata pelajaran matematika
Perbedaan Model Pembelajaran Problem Solving dan Discovery Learning ditinjau dari Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik Maklonia Meling Moto; Srigiarti Srigiarti
Jurnal Basicedu Vol 4, No 2 (2020): April, Pages 228-521
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v4i2.383

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan model pembelajaran Discovery learning dan Problem solving ditinjau dari keterampilan berpikir kritis peserta didik kelas 4 sekolah Dasar pada pembelajaran tematik. Sampel penelitian diambil menggunakan teknik probality yaitu dengan area sampling atau cluster sampling sehingga jumlah sampel penelitian berjumlah 51 peserta didik. Metode penelitian yang dugunakan adalah eksperimen semu (Quasi Eksperimental Research). Teknik analisis data menggunakan teknik deskriptif dan uji T. hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan model pembelajaran Problem solving lebih efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis dari pada model pembelajaran Discovery learning. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan hasil akhir yang diperoleh dari kelas eksperimen dengan jumlah peserta didik (N) sebanyak 26 peserta didik dengan nilai rata-rata sebesar 61,32, sementara pada kelas kontol diperoleh nilai rata-rata sebesar 66,85 dengan (N) sebanyak 25 peserta didik. Hasil uji T diperoleh nilai signifikansi pada F sebesar 2,589 dan nilai sig 0,024 < 0,050, maka Ho ditolak dan Ha diterima yang artinya bahwa terdapat perbedaan yang signifikan dalam penerapan model problem solving dan discovery learning ditinjau dari keterampilan berpikir kritis peserta didik kelas 4 SD dalam pembelajaran tematik
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DAN PESAWAT SEDERHANA (PROBALPENA) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SDN KARANGANYAR 01 Norhayati Endah Permatasari; Henny Dewi Koeswati; Sri Giarti
Muallimuna : Jurnal Madrasah Ibtidaiyah Vol 3, No 2 (2018): April 2018
Publisher : Fakultas Studi Islam UNISKA MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (834.118 KB) | DOI: 10.31602/muallimuna.v3i2.1215

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pembelajaran Problem Based Learning dan Media Pesawat Sederhana (Probalpena) untuk meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas V SD. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian pengembangan (Research & Development). Model pengembangan yang digunakan yaitu model pengembangan ASSURE yang terdiri dari yaitu: 1) Menganalisis Pembelajar, 2) Menyatakan Standar dan Tujuan, 3) Memilih Strategi, Teknologi, Media, dan Materi, 4) Menggunakan Teknologi, Media, dan Material, 5) Mengharuskan Partisipasi Pembelajar, 6) Mengevaluasi dan Merevisi. Penelitian ini menghasikan produk yaitu desain pembelajaran berisi (silabus dan RPP) dan media Pesawat Sederhana (PENA). Hasil validasi pakar desain pembelajaran memperoleh persentase sebesar 83,75% dengan kategori “Sangat Tinggi”, selanjutnya hasil validasi pakar media diperoleh hasil persentase sebesar 82% dengan kategori “Sangat Tinggi”. Kemudian hasil pretest dan posttest mengalami kenaikan yaitu dari nilai rata-rata pretest 83,14 menjadi 92,41 untuk rata-rata posttest. Berdasarkan hasil respon guru diperoleh persetase sebesar 87,5% dengan kategori “Sangat Baik” dan tingkat keterimaan siswa sebesar 91,6% dengan kategori “Baik”. Sehingga dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Probalpena yang dikembangkan dalam penelitian ini layak untuk digunakan.Kata Kunci: Problem Based Learning, Media Pesawat Sederhana, Hasil Belajar, IPA, Sekolah Dasar DEVELOPMENT OF LEARNING MODEL PROBLEM BASED LEARNING AND SIMPLE AIRCRAFT (PROBALPENA) TO IMPROVE SCIENCE  LEARNING OUTCOMES IN V GRADE SDN KARANGANYAR 01 Abstract: This study aims to develop a model of Problem Based Learning Learning and Simple Aircraft Media (Probalpena) to improve the learning outcomes of science students of grade V SD. This research uses the type of research development or (Research & Development). The development model used is the ASSURE development model which consists of: 1. Analyzing the learner, 2. Stating the Standards and Objectives, 3. Choosing Strategy, Technology, Media and Material, 4. Using Technology, Media, and Materials, 5. Requiring Need learner participation, 6. Evaluating and revising. This research produces a product that contains learning design (syllabus and RPP) and Simple Aircraft media (PENA). The results of the validation of the design of learning experts obtained a percentage of 83.75% with the category "Very High", then the results of media expert validation obtained by the percentage of 82% with the category "Very High". Then the result of pretest and posttest increase from the average value of pretest 83,14 to 92,41 for posttest average. Based on the results of teacher responses obtained 87.5% percentage with the category of "Very Good" and student acceptance level equal to 91.6% with the category "Good". So it can be concluded that the learning model Probalpena developed in this study is feasible to use.Keywords: Problem Based Learning, Simple Aircraft Media, Learning Achievement, Science, Elementary School
Penerapan Model Project Based Learning Berbantuan Media Pop Up Book Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Kelas V Novita Wulandari; Henny Dewi Koeswanti; Sri Giarti
JPDI (Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia) Vol 4, No 1 (2019): Volume 4 Number 1 March 2019
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.425 KB) | DOI: 10.26737/jpdi.v4i1.947

Abstract

Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa melalui penerapan model Project Based Learning. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian adalah siswa kelas V SD Negeri Banaran 5 yang berjumlah 12 siswa. Teknik yang digunakan dalam penelitian adalah dengan menggunakan empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan, yang diupayakan melalui Project Based Learning antar siklus, yakni sebanyak (50%) dari seluruh siswa mencapai kategori kemampuan berpikir kreatif cukup di pra siklus, meningkat menjadi (58,3%) kategori berpikir kreatif tinggi di siklus I dan pada siklus II meningkat menjadi (91,7%) kategori berpikir kreatif tinggi. Hasil ini menunjukan bahwa adanya peningkatan pada setiap kemampuan berpikir kreatif siswa dengan menerapkan model Project Based Learning, sehingga dapat disimpulkan bahwa model Project Based Learning dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif.