Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PEMBANGUNAN PARIWISATA BERBASIS MASYARAKAT (COMMUNITY-BASED TOURISM) MELALUI KELOMPOK SADAR WISATA nurrahman, faris; ., Turtiantoro; manar, ghulam
Journal of Politic and Government Studies Vol 7, No 3 (2018): Periode Wisuda Agustus 2018
Publisher : Journal of Politic and Government Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.576 KB)

Abstract

ABSTRACTThe policy of tourism development since Indonesian independence in 1945 until now has changed along with the changing socio-political and economic conditions in Indonesia and the world. Community-based tourism or CBT is a concept of tourism management by prioritizing the participation of the local community with the purpose to provide welfare for them while maintaining the quality of the environment and protecting social and cultural life.Desa Wisata Wiskuno is an example of a tourism destination that implements the concept of CBT in the tourism development model. Desa Wisata Wiskuno was established on 26 September 2016 managed by Pokdarwis Sumbermadu that located in Maduretno Village, Kebumen Distict. Over the course of 2 years, Pokdarwis Sumbermadu succeeded in mobilizing community participation and received several awards in District and Province level which enabled them to gain the Government's attention to help the Pokdarwis’s program in mobilizing people's participation in tourism development.The researcher used qualitative descriptive method and applied interview and documentation study in collecting data in Maduretno Village, development location of Desa Wisata Wiskuno conducted by the local community and Pokdarwis Sumbermadu.The result of this research is “How Pokdarwis Sumbermadu to achieve success in applying the concept of CBT at Maduretno Village by established Desa Wisata Wiskuno”.Recommendations that can be given is Pokdarwis Sumbermadu is expected to make more varied programs according with tourism development, and increasing its role to apply Sapta Pesona values to the local community. The local government of Kebumen District can continue to provide coaching support, and tourism-related training on Pokdarwis Sumbermadu.Keywords: Tourism, Tourism Development, Community Based Tourism, Desa Wisata, Kelompok Sadar Wisata
Pengolahan Limbah Dapur menjadi Pakan Ternak Berkelanjutan melalui Budidaya Maggot di Desa Pojok Rahmasari, Rania; Saputri, Azahra Aulia; Purnama, Debby Wulan; Nurrahman, Faris; Rahmawati, Salma Indah; Tiara, Tyas; Majid, Meiza Luthfia; At-Thoriq, Muhammad; Putra, Aldiansyah Rahma Mahendra; Hapsoro, Bagus; Ariyanto, Dwi Priyo
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i4.1219

Abstract

Limbah dapur rumah tangga merupakan salah satu sumber pencemaran lingkungan akibat pengelolaan yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan konsep EcoFeed Cycle melalui pengolahan limbah dapur menjadi pakan ternak berkelanjutan dengan memanfaatkan larva lalat Black Soldier Fly (BSF). Program dilaksanakan melalui kegiatan sosialisasi, demonstrasi, serta pendampingan budidaya maggot. Tahapan budidaya meliputi persiapan wadah, penetasan telur, pemberian pakan limbah organik, pengendalian kondisi lingkungan, pemeliharaan larva, hingga proses panen. Masyarakat dilibatkan secara aktif dalam setiap tahapan sehingga tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis, tetapi juga keterampilan praktis yang dapat diterapkan secara mandiri. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa budidaya maggot mampu meningkatkan pemahaman dan kapasitas teknis masyarakat dalam pengelolaan limbah organik serta menghasilkan sumber pakan ternak alternatif yang bernilai ekonomi. Hasil kuesioner menunjukkan 69,58% responden menyatakan setuju dan 29,89% cukup setuju terhadap pelaksanaan program. Budidaya maggot terbukti efektif dalam mengurangi volume limbah organik, menghasilkan biomassa bernutrisi tinggi, serta memperkuat pengelolaan lingkungan berkelanjutan berbasis masyarakat dan prinsip ekonomi sirkular.