Ni Nyoman Budiani
Jurusan Kebidanan Poltekkes Denpasar

Published : 16 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Bimbingan Kesehatan Tentang Seksualitas, HIV/AIDS dan NAPZA untuk Meningkatkan Pengetahuan dan Sikap Remaja Di Sekolah Menengah Pertama, Kecamatan Mengwi Badung Tahun 2018 Ni Ketut Somoyani; Gusti Ayu Surati; Ni Nyoman Budiani; I Komang Lindayani; IGAA Novya Dewi
Jurnal Pengabmas Masyarakat Sehat Vol 1, No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.575 KB) | DOI: 10.33992/ms.v1i1.549

Abstract

Teen life is a life that is decisive for their future life. Indonesian youth are currently experiencing rapid social change from traditional society to modern society, which also alters their norms, values and lifestyles. These have resulted in increased adolescent vulnerability to various illnesses, particularly those related to sexual and reproductive health, including an increased threat to HIV / AIDS. The purpose of community service is to improve the knowledge and attitude of junior high school in District Mengwi Badung on Sexuality, and HIV / AIDS and Drugs. The activity target is 80 students of class VIII. The method used is health guidance with lectures, frequently asked questions and small group discussions. Improvement of youth knowledge and attitude was obtained from the result of pre test and post test questionnaire. The average pre-test value of knowledge before the highest guidance is at Public Junior High School 4 Mengwi with an average of 64, and the lowest in Public Junior High School 3 Mengwi with an average of 57. The average post-test value of knowledge after the highest guidance is in Public Junior High School 4 Mengwi with an average of 85 and the lowest in Junior High School 3 Mengwi with an average of 78. Assessment of adolescent attitudes before guidance in the fourth State Junior High School in Regency Mengwi: shows most say disagree if sexual education is done early. Most responded that authoritarian parents were the triggers of teenagers behaving deviantly like promiscuity and drug addicts. Approximately 60% -65% stay away if there are friends who are HIV positive. Assessment of adolescent post-guiding attitudes in the four State Junior High Schools in Mengwi Subdistrict: shows most agreed if sexual education is done early on. Most responded that authoritarian parents were the triggers of teenagers behaving deviantly like promiscuity and drug addicts. Most do not stay away if there are friends who are HIV positive. The conclusion of this activity that the knowledge and attitude of adolescents in State Junior High School Mengwi Badung District peningakatan from before and seseudah conducted health guidance about sexuality, HIV / AIDS and drug.Keywords : knowledge, attitude, teenager, adolescents, sexuality, HIV / AIDS and drug
Description Of Knowledge Of Women Of Reliable Age About Contraception In Women Ni Wayan Yanik Sariati; Ni Nyoman Budiani; Ni Wayan Suarniti
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 8, No 2 (2022): Vol 8.No.2.April 2022
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v8i2.4866

Abstract

Latar belakang: Indonesia merupakan negara yang memiliki jumlah penduduk banyak dan pertumbuhan pendudukny tinggi. Cara efektif untuk menurunkan angka pertumbuhan penduduk dengan mengikuti program KB.Tujuan: tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran pengetahuan wanita usia subur tentang alat kontrasepsi dalam rahim di wilayah kerja Puskesmas Pembantu Selat Abiansemal Badung tahun 2021. Metode: Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian deskriptif dengan metode cross sectional. Sampel yang digunakan yaitu 41 wanita usia subur. Analisis data yang digunakan yaitu analisis univariat.Hasil: Hasil penelitian ini didapatkan dari 41 wanita usia subur,  17 responden (41,5%) masuk kategori tahu dan 24 responden (58,5%) masuk ke kategori tidak tahu. Pengetahuan ini terdiri dari manfaat yang 53,7% responden masuk kategori tahu, indikasi dan kontraindikasi yang 61% responden masuk ke kategori tahu, waktu pemasangan yang 36,6% masuk ke kategori tahu serta efek samping dari alat kontrasepsi dalam rahim yang46% masuk ke kategori tahu. Rendahnya pengetahuan wanita usia subur tentang alat kontrasepsi dalam rahim ini berdampak pada rendahnya penggunaan alat kontrasepsi ini. Diharapkan pemberian informasi tentang kontrasepsi tetap diberikan difasilitas kesehatan manapun.Kesimpulan: lebih dari sebagian responden tahu tentang manfaat serta indikasi dan kontraindikasi dari alat kontrasepsi dalam rahim serta serta lebih dari sebagian responden tidak tahu tentang efek samping serta waktu pemasangan alat kontrasepsi dalam rahim.Saran: diharapkan penyuluhan tentang kontrasepsi dalam rahim semakin diperbanyak lagi. Kata kunci: AKDR, pengetahuan, WUS ABSTRACT Background: Indonesia is a country that has a large population and high population growth. An effective way to reduce population growth is by joining the family planning program.Purpose: . The research objective was to describe the knowledge of women of childbearing age about intrauterine contraceptives in the working area of the Abiansemal Selat Badung Public Health Center in 2021Methods: . The type of research used was descriptive research with cross-sectional methods. The sample used was 41 women of childbearing age. The data analysis used was univariate analysisResult : The results of this study were obtained from 41 women of childbearing age, 17 respondents (41.5%) were in the tofu category and 24 samples (58.5%) were in the category of not knowing. This knowledge consists of benefits in which 53.7% of respondents are in the tofu category, indications and contraindications, 61% of respondents are in the tofu category, 36.6% of the time of insertion is in the tofu category and the side effects of intrauterine contraceptives which 46% are included in the tofu category. category tofuConclusion : more than half of respondents know about the benefits and indications and contraindications of intrauterine devices and more than half of respondents do not know about the side effects and timing of insertion of intrauterine devicesSugestion: it is hoped that there will be more counseling about intrauterine contraception Keywords: intrauterine contraceptives, knowledge, women of childbearing age 
Gambaran pengetahuan ibu nifas post sectio caesarea tentang mobilisasi dini di ruang nifas rumah sakit umum daerah Wangaya Denpasar tahun 2021 Kompiang Sekarini; Budiani Budiani; Suarniti Suarniti
Jurnal Riset Kebidanan Indonesia Vol 5, No 2 (2021): Desember
Publisher : AIPKEMA (Asosiasi Institusi Pendidikan Kebidanan Muhammadiyah-'Aisyiyah Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.581 KB) | DOI: 10.32536/jrki.v5i2.199

Abstract

Latar belakang: Mobilisasi dini dapat mempercepat proses penyembuhan pada ibu nifas. Salah satu yang menyebabkan rendahnya penerapan mobilisasi dini adalah pengetahuan ibu nifas tentang mobilisasi dini. Tujuan penelitian: untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu nifas post sectio caesarea tentang mobilisasi dini di ruang nifas RSUD Wangaya Denpasar tahun 2021. Metode: penelitian deskriptif dengan metode cross sectional. Sampel yang digunakan adalah 39 ibu nifas post sectio caesarea yang diambil dengan teknik purposive sampling. Analisis data yang digunakan yaitu analisis univariat. Hasil: Rata-rata pengetahuan tentang manfaat, tujuan, dan dampak mobilisasi dini adalah 77,44. Sedangkan rata-rata pengetahuan tentang tahapan mobilisasi dini adalah 96,41. Simpulan: Pengetahuan responden tentang mobilisasi dini yang meliputi manfaat, tujuan, tahapan dan dampak sebanyak 69,1% responden mendapatkan nilai 85 dengan nilai rata-rata 82,18.
Gambaran Bayi Baru Lahir dari Ibu yang Terkonfirmasi COVID-19 di Rumah Sakit Daerah Mangusada Badung Tahun 2020 Ni Wayan Kencanawati; Ni Nyoman Budiani; Juliana Mauliku
Jurnal Ilmiah Kebidanan (The Journal Of Midwifery) Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jik.v10i2.1628

Abstract

Pandemi COVID-19 secara global mengancam populasi umum. Populasi yang lebih berisiko tinggi tertular penyakit COVID-19 adalah wanita hamil dan bayinya. Gambaran klinis bayi baru lahir yang terinfeksi yaitu gangguan pernapasan akut, ketidakstabilan suhu, disfungsi gastrointestinal dan kardiovaskular. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan gambaran mengenai bayi baru lahir dari ibu yang terkonfirmasi COVID-19 di RSD Mangusada Badung. Jenis penelitian yang digunakan deskiptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi terjangkau dalam penelitian ini adalah seluruh bayi baru lahir dari ibu yang terkonfirmasi COVID-19 dengan hasil pemeriksaan swab rRT-PCR positif di RSD Mangusada Badung. Sampel dalam penelitian ini sejumlah 30 orang, dengan teknik sampling non probability sampling jenis purposive sampling. Jenis data yang digunakan berupa data sekunder yang didapatkan dari rekam medik. Hasil penelitian diperoleh gambaran karakteristik bayi baru lahir dari ibu yang terkonfirmasi COVID-19 sebagian besar (96,7%) bayi lahir dengan usia kehamilan cukup bulan, 66,7% dengan Sectio Caesaria, 90% merupakan vigorous baby, seluruh bayi lahir dengan berat badan normal, dan proporsi bayi yang terkonfirmasi positif adalah sebanyak 20%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagian besar bayi dari ibu yang terkonfirmasi positif memiliki gambaran karakteristik yang baik setelah lahir dan didapatkan enam orang bayi dengan hasil swab rRT-PCR positif.
Perbedaan Perilaku Personal Hygiene Anak Prasekolah Sebelum dan Sesudah Diberikan Video Animasi di Taman Kanak-Kanak Nara Budhi Suari Ni Kadek Mita Widiari; Ni Nyoman Budiani; I Gusti Agung Ayu Novya Dewi
Jurnal Ilmiah Kebidanan (The Journal Of Midwifery) Vol 11, No 1 (2023)
Publisher : Midwifery Department of Health Polytechnic, Ministry of Health, Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jik.v11i1.2451

Abstract

Personal hygiene anak adalah salah satu kemampuan yang harus diajarkan sejak dini. Personal hygiene yang kurang banyak terjadi pada anak yang mempunyai sikap negatif dengan prevalensi 53,3% dibandingkan dengan yang mempunyai sikap positif dengan prevalensi 5,6%. Pendidikan berupa video animasi dapat dijadikan modifikasi pembelajaran, karena video animasi dapat menampilkan gambar menarik sesuai dengan karakter anak yang suka berimajinasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan perilaku personal hygiene anak prasekolah sebelum dan sesudah diberikan video animasi. Metode pada penelitian ini menggunakan pre-eksperimental one group pretest-posttest design. Penelitian ini menggunakan data primer dari pedoman wawancara sebelum dan sesudah diberikan video animasi. Sampel sejumlah 34 orang dengan teknik simple random sampling. Uji statistik menggunakan uji Wilxocon (α0,05). Hasil dari uji statistik yaitu median pengetahuan sebelum diberikan intervensi 50, sesudah diberikan intevensi menjadi 90. Pada median sikap sebelum diberikan intervensi 70, sesudah diberikan intervensi 90. Pada median praktik sebelum diberikan intervensi 70, sesudah diberikan intevensi 95 dengan nilai p pada masing-masing pengetahuan, sikap dan tindakan p = 0,000 α (0,05). Simpulannya adalah terdapat perbedaan pada perilaku personal hygiene anak prasekolah sebelum dan sesudah diberikan video animasi sehingga dapat disarankan video animasi dijadikan media pembelajaran untuk meningkatkan perilaku personal hygiene anak.  
The Relationship Between Stress and Vaginal Discharge in Adolescent Girls at Bali Medika Denpasar Health Vocational School in 2022 Ayu Trisna Suciari; Ni Nyoman Budiani; Ni Wayan Armini
Jurnal Ilmiah Kebidanan (The Journal Of Midwifery) Vol 11, No 2 (2023)
Publisher : Midwifery Department of Health Polytechnic, Ministry of Health, Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jik.v11i2.2648

Abstract

Vaginal discharge is one of the problems that has long been a problem for you women, including young women. One of the factors that cause vaginal discharge in adolescent girls is stress, both physical and psychological stress. The purpose of this study was to determine whether there is a relationship between stress and the incidence of vaginal discharge in adolescent girls at SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar in 2022. The research method used was analytical correlation with a cross sectional approach. The sampling technique was proportionate stratified random sampling, with a sample size of 51 people. Data collection techniques using a questionnaire. The results of the univariate analysis showed that as many as 17 (33%) young women did not experience stress and as many as 34 people (67%) experienced stress. Most of the young women experienced physiological vaginal discharge as many as 40 people (78%) and pathological vaginal discharge as many as 11 people (22%). The results of the bivariate analysis with the Lambda Contingency Coefficient stated that there was a relationship between stress and the incidence of vaginal discharge with a p value = 0.002 and a correlation value (rho) = 0.6. There is a significant relationship with a moderate level of strength between stress and the incidence of vaginal discharge in young women at the Health Vocational School of Bali Medika Denpasar in 2022. Researchers suggest to further researchers to develop research with different variables related to other factors that cause the incidence of vaginal discharge in adolescent girls.