Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

PERBEDAAN SURVIVAL PASIEN RUJUKAN DAN NON RUJUKAN DENGAN CEDERA KEPALA DI INSTALASI GAWAT DARURAT (IGD) RSUD dr. SAIFUL ANWAR MALANG Made Martini; Mochammad Hidayat; Dewi Kartikawati Ningsih
Journal of Nursing Science Update (JNSU) Vol. 4 No. 2 (2016)
Publisher : Department of Nursing, Faculty of Health Sciencce, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.616 KB)

Abstract

Banyak faktor yang mempengaruhi survival pasien cedera kepala. Manajemen awal cedera kepala dan sistem rujukan yang tepat menjadi aspek penentu survival pasien cedera kepala. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui perbedaan survival antara pasien rujukan dan non rujukan dengan cedera kepala berdasarkan rentang waktu pra rumah sakit di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr. Saiful Anwar Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan observasional analitik dengan metode Cohort Restropective dengan mengobservasi catatan rekam medis pasien cedera kepala rujukan dan non rujukan di IGD RSUD dr Saiful Anwar selama 2 tahun terakhir, jumlah sample 96 terdiri dari 48 pasien rujukan dan 48 pasien non rujukan yang diperoleh dengan teknik purposive sampling. Penelitian membandingkan survival pasien rujukan dan non rujukan secara umum dan berdasarkan rentang waktu pra rumah sakit, saat tiba di IGD RSUD dr Saiful Anwar, dengan uji analisis survival Kaplan Meiner, uji Log Rank dan Mann Whitney untuk melihat perbandingan grafik Kaplan Meiner. Hasil uji analisis Mann Whitney menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan survival antara pasien rujukan dan non rujukan p= 0,337, sedangkan pada uji analisis survival Kaplan Meiner dan uji Log Rank menunjukkan terdapat perbedaan signifikan pada grafik Kaplan Meiner dalam mempengaruhi survival  terutama pada rentang waktu pra rumah sakit. Dapat disimpulkan bahwa secara umum tidak ada perbedaan yang signifikan survival pasien rujukan dan non rujukan dalam 24 jam sejak tiba di IGD RSUD dr. Saiful Anwar, namun jika dilihat dari rentang waktu pra rumah sakit terdapat perbedaan yang berhubungan dengan survival pasien rujukan dan non rujukan saat tiba di IGD RSUD dr. Saiful Anwar. Dengan demikian diperlukan tatalaksana awal pasien cedera kepala yang cepat dan tepat dan meminimalkan Golden Hours untuk meningkatkan survival.Kata kunci: Survival, Cedera Kepala, Rujukan
Peningkatan Self Efficacy pada Keluarga dengan Penyakit TB Paru melalui Terapi Psikoedukasi Mochamad Heri; Putu Karisma Dewi; Gede Budi Widiarta; Made Martini
Jurnal Keperawatan Silampari Vol 3 No 2 (2020): Jurnal Keperawatan Silampari
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (516.514 KB) | DOI: 10.31539/jks.v3i2.1053

Abstract

This study aims to determine the effect of psychoeducation therapy on increasing self-efficacy in families with pulmonary TB disease at Kertha Usada General Hospital. Method: The research design used quasi-experimental with pre-post test with control group design. Results: The results showed the mean (mean) pre-test in the treatment group was 20.56 and in the control group was 21.04. The mean post-test mean in the treatment group was 31.51 and in the control group, the results were 30.57. Parametric test results using the Paired Sample T-test obtained p-value = (0,000) <α (0.05). Conclusion, there is an effect of psychoeducation therapy on increasing self-efficacy in families with Pulmonary of TB in Kertha Usada General Hospital. Keywords: Self-Efficacy, Family Psychoeducation Therapy, Tuberculosis
PELAKSANAAN SOSIALISASI: SIMULASI TENTANG BANTUAN HIDUP DASAR BAGI MASYARAKAT AWAM KEPADA JEMAAT DI GEREJA PNIEL SINGARAJA BALI Made Martini; Mochamad Heri; I Wayan Antariksawan; Agus Ari Pratama
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Vol. 2 No. 2 (2024): JPMS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/jpms.v2i2.52

Abstract

Pada kasus kegawatdaruratan pasien yang mengalami henti jantung (cardiac arrest ), henti nafas maka aliran darah yang banyak mengandung zat makanan dan oksigen ke dalam organ akan terhenti, sehingga organ vital dengan cepat mengalami kerusakan. Keadaan yang dapat mengancam jiwa yakni henti jantung (cardiac arrest ), henti nafas, tenggelam, kecelakaan. Pendidikan kesehatan adalah sejumlah pengalaman yang berpengaruh secara menguntungkan terhadap sikap, pengetahuan dan kebiasaan yang ada hubunganya dengan kesehatan perorangan, masyarakat dan bangsa. Semua ini dipersiapkan dalam rangka mempermudah diterimanya secara sukarela perilaku yang yang akan meningkatkan atau memelihara suatu kesehatan. Salah satu metode yang bisa digunakan dalam pemberian pendidikan kesehatan yakni dengan simulasi. Metode simulasi merupakan suatu bentuk dari metode pemberian yang diatur sedemikian rupa sehingga terjadi proses belajar yang dilakukan oleh kelompok atau masyarakat. Belajar mempunyai tujuan untuk menjadikan pengetahuan menjadi lebih baik dan dapat merubah sikap menjadi poitif. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa dari 30 jumlah peserta, terdapat peningkatan skor rerata nilai test dari 65,5 (sebelum diberikan edukasi) menjadi 85,5 (setelah diberikan edukasi). Adanya peningkatan skor rerata menunjukkan bahwa edukasi yang diberikan melalui pendidikan kesehatan mampu meningkatkan pengetahuan.
Analysis of Factors Affecting Response Time in the Management of Heart Attacks Based on Pecalang (Buleleng Skilled Ambulance Officers) Made Martini; Aryawan
Babali Nursing Research Vol. 6 No. 4 (2025): October
Publisher : Babali Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37363/bnr.2025.64524

Abstract

Background: A heart attack is commonly caused by acute coronary syndrome, which may be asymptomatic yet lead to sudden cardiac arrest, particularly outside a hospital setting. Ambulance personnel serve as frontline responders in delivering lifesaving interventions. This study analyzed the factors influencing ambulance response time in heart attack cases in Buleleng. Methods: A mixed-method design was applied in Buleleng Regency, simultaneously integrating quantitative and qualitative strands. This study involved 110 ambulance officers selected purposively from hospitals and community health centers across Buleleng. The qualitative strands involved 10 key informants. Quantitative variables included personnel experience, training, travel time, type of ambulance, and communication delay. Data were collected using structured questionnaires and complemented by interviews and FGDs for qualitative insights. Quantitative data were analyzed using correlation and regression tests, while qualitative data were thematically analyzed. Results: Personnel experience (r = –0.197; p = 0.039) significantly reduced response times, highlighting the importance of clinical competence acquired in the field. Training (r = 0.104; p = 0.278) enhanced service quality but showed limited direct impact without continuous practice and operational support. Travel time (r = 0.672; p < 0.001) emerged as the primary delay factor, influenced by distance, traffic, and road conditions. Type of ambulance (r = –0.235; p = 0.014) also affected mobilization efficiency, while communication barriers (r = 0.844; p < 0.001; OR = 0.002) were the strongest determinant of delays. Conclusion: Reducing ambulance response times requires systemic improvements in communication, fleet readiness, operational management, and infrastructure, beyond individual competence alone.
KECEMASAN DAN KESEDIHAN IBU DALAM MERAWAT ANAK USIA PRASEKOLAH YANG TERDIAGNOSA LEUKEMIA LIMFOBLASTIK AKUT DI RSUP SANGLAH DENPASAR: KECEMASAN DAN KESEDIHAN IBU DALAM MERAWAT ANAK USIA PRASEKOLAH YANG TERDIAGNOSA LEUKEMIA LIMFOBLASTIK AKUT DI RSUP SANGLAH DENPASAR Gede Budi Widiarta; Made Martini
Midwinerslion : Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng Vol 3 No 2 (2018): Midwinerslion Jurnal Kesehatan STIKES Buleleng
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cancer remains the second leading cause of death in children aged 5 to 14 years (Ward, et all, 2014). It is estimated that the incidence of all cancers in children approximately 80% are acute lymphoblastic leukemia, the peak incidence of this leukemia occurred in toddler and preschool children between the ages of 2 to 6 years (James and Ashwill, 2007). The purpose of this study was to explore the mother’s experience of caring for preschool children with acute lymphoblastic leukemia. This study used a qualitative descriptive phenomenology, six participants was interviewed in depth. Data was analyzed using Collaizzi method of analysis. This study resulted themes: distressing and anxiety because of the uncertainty of the future of children; Caring for a children with cancer should not be interrupted only at hospitals, required the participation of the family, especially mother as a caregiver for the child at home. Nurses are expected to always provide information on developments in result treatment update in families with child cancer.
PENGARUH PEMBERIAN TERAPI TOKEN EKONOMI TERHADAP PENINGKATAN PERSONAL HYGIENE PADA PASIEN DENGAN DEFISIT PERAWATAN DIRI DI RUMAH SAKIT JIWA PROVINSI BALI: Array Ari Pertama Wati; Made Martini
Midwinerslion : Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng Vol 4 No 1 (2019): Midwinerslion Jurnal Kesehatan STIKES Buleleng
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/midwinerslion.v4i1.120

Abstract

Pendahuluan: Defisit perawatan diri merupakan suatu keadaan seseorang yang mengalami kelainan dalam kemampuan untuk dapat melakukan atau menyelesaikan aktivitas kehidupan sehari-hari secara mandiri. Kurangnya perawatan diri terjadi akibat adanya perubahan proses pikir sehingga kemampuan untuk melakukan aktifitas perawatan diri menurun. Metode token ekonomi merupakan sebuah system reinforcement untuk perilaku yang dikelola dan diubah, seseorang mesti dihadiahi/diberikan penguatan untuk meningkatkan atau mengurangi perilaku yang diinginkan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ada pengaruh terapi token ekonomi terhadap peningkatan personal hygiene pada pasien dengan defisit perawatan diri di rumah sakit jiwa provinsi bali . Metode : Desain penelitian adalah pra eksperimental dengan rancangan one group pre-post test design dengan sampel 33 responden yang dipilih menggunakan teknik nonprobability sampling dengan kriteria sampel. Pengukuran tingkat personal hygiene dilakukan dengan lembar observasi skala likert.. Penelitian ini menggunakan uji Paired t-test dengan tarah signifikan α=0,05. Hasil : Didapatkan hasil data nilai rata – rata pre 10,58 dan nilai rata-rata post 13,79. Hasil uji menggunakan uji Paired t-test didapatkan nilai p pre dan post (0,001) < α (0,05), artinya H0 ditolak dan Ha diterima. Sehingga disimpulkan ada pengaruh pemberian terapi token ekonomi terhadap peningkatan personal hygiene pada pasien dengan defisit perawatan diri di rumah sakit jiwa provinsi bali.
PENGARUH SWISS BALL EXERCISE TERHADAP INTENSITAS NYERI DISMENOREA DI SMK NEGERI 1 GEROKGAK: Array Ari Pertama Wati; Made Martini
Midwinerslion : Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng Vol 4 No 2 (2019): Midwinerslion Jurnal Kesehatan STIKES Buleleng
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/midwinerslion.v4i2.121

Abstract

Pendahuluan: Nyeri disminorea adalah suatu rasa nyeri yang dirasakan sebelum atau selama menstruasi, yang menyebabkan ketidakmampuan dalam melakukan aktivitas selama 1-3 hari setiap bulannya, Swiss ball Exercice merupakan latihan dengan metode menggunkan bola karet dengan diameter 45-120 cm yang efektif dalam melatih muskuloskeletal. Tujuan: bertujuan untuk mengetahui pengaruh swiss ball exercise terhadap intensitas nyeri dismenorea di SMK Negeri 1 Gerokgak. Metode: Jenis penelitian ini adalah quasy experiment dengan rancangan pre-posttest with control group design dengan teknik simple random sampling. Tingkat itensitas nyeri di ukur dengan lebar observasi skala nyeri bourbonnais. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan rata-rata intensitas nyeri pre test pada kelompok perlakuan adalah 4.92 dan kelompok kontrol 3.96. Setelah diberikan teknik swiss ball exercise di peroleh rata-rata nilai intensitas nyeri pada kelompok perlakuan 3.24 dan kelompok kontrol 4.04. Kesimpulan: Hasil analisis data dengan independent t-test di dapatkan nilai (0,002) atau <α (0,05) yang berarti ada pengaruh swiss ball exercise terhadap intensitas nyeri dismenorea di SMK negeri 1 Gerokgak.
LITERATURE REVIEW HUBUNGAN EFIKASI DIRI DENGAN KEPATUHAN SELF CARE MANAGEMENT PADA PASIEN DIABETES MELITUS: Array Muliana I Kadek; Martini Made; Pasek I Ketut
Midwinerslion : Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng Vol 5 No 2 (2020): Midwinerslion Jurnal Kesehatan STIKES Buleleng
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/midwinerslion.v5i2.173

Abstract

Latar belakang: Diabetes melitus merupakan penyakit gangguan metabolik yang ditandai dengan meningkatnya kadar glukosa dalam darah yang memerlukan self care management dalam penatalaksanaannya. Kepatuhan pasien sangat dibutuhkan untuk mencapai keberhasilan dari self care management diabetes. Kepatuhan dapat terjadi jika penderita memiliki keyakinan untuk sembuh, keyakinan ini dinamakan efikasi diri. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan efikasi diri dengan kepatuhan self care management pada pasien diabetes melitus. Metode: Pencarian artikel menggunakan database Google Scholar, PubMed, dan Spingerlink untuk menemukan artikel yang sesuai dengan kreteria inklusi dan ekslusi kemudian dilakukan review. Hasil: Artikel terakhir yang digunakan dalam literature review ini sebanyak 10 artikel yang memenuhi kreteria inklusi. Secara keseluruhan studi menemukan hubungan yang signifikan antara efikasi diri dengan kepatuhan self care management pada pasien diabetes melitus. Kesimpulan: Efikasi diri dan kepatuhan self care management merupakan komponen penting sebagai dasar untuk mencegah komplikasi terkait penyakit dan mempertahankan kualitas hidup pasien diabetes melitus.
PENGARUH EDUKASI DENGAN VIDEO ANIMASI (SIGANA) TERHADAP KESIAPSIAGAAN ANAK TUNAGRAHITA DALAM MENGHADAPI GEMPA BUMI DI SLB NEGERI 2 BULELENG Made Martini; Ni Kadek Enggi Apriani; Aditha Angga Pratama
Midwinerslion : Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng Vol 10 No 1 (2025): MIDWINERSLION Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/mjksb.v10i1.511

Abstract

Introduction: An earthquake is a vibration of the Earth's crust that causes oscillations from an unknown state to an earthquake. The occurrence of an earthquake is associated with the release of stress in the Earth's crust, resulting in elastic waves that propagate through the Earth's layers. Method: This research uses a quantitative method with a pre-experimental study design by applying the one-group pre-post test design. The sample that will be used during the research consists of 37 mentally challenged students. Results: Statistical analysis with the Wilcoxon test showed a p-value of 0.000 (p<0.05), indicating that there is an effect of education with the SIGANA animated video on the preparedness of mentally disabled children in facing earthquakes at SLB Negeri 2 Buleleng. Conclusion: With an average preparedness score of 34.78 before (pre-test) education with the SIGANA animated video, the highest score was 51 and the lowest score was 24. Meanwhile, the average preparedness score of the children after (post-test) being educated with the SIGANA animated video was 45.89, with the highest score being 60 and the lowest score being 30.
COMPLEMENTARY NURSING COMMUNITY SERVICE OF STIKES BULELENG, POLTEKKES DENPASAR, AND UNIVERSITY OF FORT DE KOCK BUKITTINGGI IN KLUNGKUNG, BALI I Wayan Antarikswan; I Made Sundayana; I Dewa Ayu Rismayanti; Gede Budi Widiarta; Made Yos Kresnayana; Gede Ivan Kresnayana; Ni Made Dwi Yunica Astriani; Ni Putu Indah Sintya Dewi; Mochamad Heri; G. Nur Widya Putra; I Kadek Yudi Aryawan; Aditha Angga Pratama; Made Martini; Agus Ari Pratama; Ni Ketut Putri Marthasari; Putu Wahyu Sri Juniantari Sandy; Ni Luh Linda Ayuni Tania; Luh Seri Astuti; I Wayan Suardana; Yelmi Reni Puteri; Ni Putu Diah Ayu Rusmeni
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Vol. 3 No. 1 (2025): JPMS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/jpms.v3i1.63

Abstract

High blood pressure, better known as hypertension, is now a global health problem of increasing concern. This disease is included in the list of the ten leading causes of death worldwide, and each year claims many lives. Therefore, effective prevention and treatment measures are urgently needed to address hypertension worldwide. A preliminary study conducted in Dawan Village revealed 60 cases of hypertension in the past six months. Based on these initial findings, researchers were motivated to conduct further research on how wet cupping therapy can help lower cholesterol levels and blood pressure in hypertensive patients in Dawan Village. This initiative was welcomed by the residents of Dawan Kaler Village, located in Klungkung Regency, Bali Province. The goal is to provide the Dawan Kaler community with sufficient knowledge on how to manage hypertension and control their cholesterol levels. This community service program is expected to increase awareness and understanding of hypertension among Dawan Kaler residents, as well as the benefits of cupping therapy in lowering blood pressure and cholesterol.