Mia Listia
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dharma Husada Bandung

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Studi Kasus: Status Pernafasan Pada Pasien Myasthenia Gravis di Ruang Azalea RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung Listia, Mia; Kalay, Mayriska; Kurnia, Dedi; Pahria, Tuti; Harun, Hasniatisari; Herliani, Yusshy Kurnia; Fitriana, Epi
Jurnal Perawat Indonesia Vol. 4 No. 1 (2020): May 2020
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.518 KB) | DOI: 10.32584/jpi.v4i1.458

Abstract

Myasthenia gravis (MG) merupakan penyakit autoimun kronis yang dimediasi oleh antibodi terhadap acetylcholin receptor (AChR)  pada membran postsynaptic dari tautan otot saraf. Hilangnya situs AchR mengakibatkan kelemahan pada otot rangka yang berhubungan dengan pernafasan serta pergerakan ekstrimitas. Sebanyak 15 % – 20 % pasien dengan MG setidaknya mengalami satu kali myasthenic crisis. Myasthenic crisis  merupakan keadaan darurat medis yang terjadi akibat kelemahan otot-otot pernafasan sehingga pasien mengalami penurunan status pernafasan. Tujuan : untuk mengetahui gambaran karakteristik dan menganalisis status pernafasan pasien MG. Metode : penelitian dekriptif dengan pendekatan observasi studi kasus. Teknik pengambilan sampel menggunakan  consecutive sampling. Pengumpulan data dan pengkajian menggunakan form pengkajian asuhan keperawatan RSHS dan lembar observasi status pernafasan nursing intervention clasification. Hasil : karakteristik  pasien dalam studi ini adalah pasien MG dengan riwayat gagal nafas,  jenis kelamin perempuan, dengan klasifikasi klinis MG IIb dan IIIb. Hasil Kedua pasien mengalami keluhan kesulitan bernafass namun saat diobservasi pasien kedua mengalami dua kali gagal nafas karena melakukan aktivitas seperti berbicara lama, mengedan, dan tertawa berlebih yang mengakibatkan kelemahan pada otot-otot pernafasan sehingga terjadi peningkatan frekuensi pernafasan dan penurunan saturasi oksigen. Simpulan : edukasi yang tepat mengenai aktivitas serta observasi status pernafasan secara berkala dibutuhkan pasien MG agar dapat mengontrol dan mencegah terjadinya gagal nafas yang dapat menyebabkan kematian. Case Study: Respiratory Status of Patients Myasthenia Gravis at Azalea Room Hasan Sadikin Bandung Hospital. Myasthenia gravis (MG) is a chronic autoimmune disease that is mediated by antibodies to the acetylcholine receptor (AChR) in the post-synapses membrane of the neural muscle tissues.  Loss of the AchR site results in weakness in skeletal muscle associated with breathing and limb movements. A total of 15%-20% of patients with MG have suffered a one-time crisis. The Myasthenic crisis is a medical emergency that occurs due to the weakness of the respiratory muscles so that the patient experiences decrease in respiratory status. Objective: to determine the characteristics and analyze the respiratory status of MG patients. Method: Descriptive research with an observation approach to case studies. The sampling technique uses consecutive sampling. Data collection and assessment used the RSHS nursing care assessment form and an observation sheet about the classification status of nursing interventions. Results: The characteristics of the patients in this study were MG patients with a history of respiratory failure, female sex, with clinical classification of MG IIb and IIIb. Both patients had a history of respiratory failure but when observed the second patient experienced two symptoms of respiratory failure due to activities such as prolonged talking, straining, and excessive laughter which resulted in weakness in the respiratory muscles which resulted in an increase in respiratory frequency and decreased oxygen saturation.  Conclusion: proper education about the activity and observation of respiratory status regularly is needed by MG patients to be able to control and prevent respiratory failure which can cause death.
HUBUNGAN KARAKTERISTIK UMUR, JENIS KELAMIN, PENGETAHUAN TENTANG HIV/AIDS DENGAN PERILAKU BERPACARAN PADA REMAJA DI PROVINSI JAWA BARAT Mia Listia Ali Basyah; Kusman Ibrahim; Maria Komariah
Jurnal Perawat Indonesia Vol. 7 No. 2 (2023): August 2023
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infeksi HIV/AIDS pada remaja di Indonesia semakin meningkat, dengan prevalensi sekitar 3,2-3,8% setiap tahunnya, mayoritas remaja terinfeksi karena hubungan seksual. Hubungan seksual pada remaja merupakan salah satu bentuk ekspresi akibat adanya perbedaan naluriah seks antara dua jenis kelamin yang disebabkan oleh kematangan seksual, yang diawali dari tindakan atau aktivitas dan kontak fisik pada perilaku berpacaran. Dalam beberapa tahun terakhir, karena perkembangan ekonomi dan media masa mempengaruhi perilaku dan persepsi remaja akan aktivitas seksual berisiko, terutama saat remaja berpacaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji dari faktor pengetahuan tentang HIV, jenis kelamin dan usia yang paling berhubungan dengan perilaku berpacaran pada remaja di Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan sumber data sekunder yang berasal dari Survei Kinerja dan Akuntabilitas Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (SKAP) 2018 Remaja. Sampel survei pada provinsi Jawa Barat dilakukan terhadap 4692 responden remaja perempuan dan pria dengan batas usia antara 15–24 tahun. Unit sampel yang digunakan dalam analisis semua perempuan dan pria belum menikah pada penelitian ini adalah 500 Responden. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif deskriptif dengan rancangan penelitian korelasional menggunakan analisis data sekunder. Waktu pengumpulan data dan penelitian dilakukan pada bulan Desember 2021. Analisis yang dilakukan adalah uji korelasi Chi-Square, kemudian dilakukan analisis multivariate menggunakan adalah uji statistik regresi logistik. Hasil analisis chi-square, menunjukan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan tentang HIV/AIDS dengan sebagian kecil dari sub variabel perilaku berpacaran. Pengetahuan tentang HIV/AIDS adalah variabel yang paling erat hubungannya dengan variabel perilaku berpacaran. Pengetahuan mengenai HIV/AIDS dapat merubah persepsi seseorang terhadap seksualitas dan cara berpacaran. Saran perlu dilakukan penelitian mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku berpacaran berisiko pada remaja menggunakan data primer.
Perawatan Paliatif terhadap Kualitas Hidup Pasien Kanker Payudara Irma Nur Amalia; Mia Listia
Jurnal Keperawatan Silampari Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Keperawatan Silampari
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (628.739 KB) | DOI: 10.31539/jks.v4i1.1328

Abstract

This study aims to identify the effect of palliative care on breast cancer patients' quality of life. The method used in this study is a literature review. The results showed that palliative care affected breast cancer patients. In conclusion, comprehensive palliative care from various aspects of the patient's life plays a significant role in achieving the maximum quality of life in breast cancer patients and preparing for a dignified death. Keywords: Breast Cancer, Quality of Life, Palliative Care
The Relationship Between HIV/AIDS Knowledge and Dating Behavior Among Senior High School Students Listia, Mia; Tresna, Putri
Karya Kesehatan Siwalima Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan, Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/kks.v4i2.1725

Abstract

The WHO reported that approximately 39.0 million people were living with HIV at the end of 2022, with 1.3 million new infections and 630,000 deaths due to HIV-related illnesses in the same year. One of the factors contributing to risky dating behavior among adolescents is a lack of knowledge about HIV/AIDS, leading to limited understanding of its consequences. This study aimed to analyze the relationship between HIV/AIDS knowledge and dating behavior among eleventh-grade students. A quantitative descriptive correlational method with a cross-sectional approach was used. The sample consisted of 70 respondents selected through purposive sampling. The research instruments included the HIV-KQ-18 questionnaire and the SBQ, both of which have been tested for validity and reliability. The results showed that 17.1% of respondents had low knowledge levels, while 18.6% engaged in risky dating behaviors. The Spearman’s rho test indicated a significant relationship between HIV/AIDS knowledge and dating behavior (p = 0.000; r = 0.697). Thus, there is a strong and positive relationship between HIV/AIDS knowledge and adolescent dating behavior. These findings imply the need for structured reproductive health education programs in secondary schools, such as regular counseling sessions and integration of HIV/AIDS content into the curriculum, to reduce risky dating behaviors among adolescents.