Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Model Pemberdayaan Ibu dalam Mencegah Stunting di Wilayah Pedesaan Resti Utami; Kholifah Siti
The Indonesian Journal of Health Science Vol 12, No 2 (2020): The Indonesian Journal of Health Science
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/ijhs.v12i2.4867

Abstract

Latar Belakang dan Tujuan: Pemberdayaan ibu dikaitkan dengan peningkatan gizi anak, dan keduanya mendukung pencapaian beberapa tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan suatu model pemberdayaan ibu dalam mencegah stunting di wilayah pedesaan. Penelitian menggunakan metode analitik deskriptif pendekatan cross sectional. Metode: Desain penelitian menggunakan analitik deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data menggunakan data sekunder dan buku KIA. Penelitian dilakukan di Desa Biting, wilayah kerja  Puskesmas Arjasa. Sampel dalam penelitian sebesar 100 responden. Penelitian mengoperasionalkan pemberdayaan ibu dengan menggunakan tiga domain resources (lingkar lengan atas/LILA, usia ibu, pendidikan ibu), agency (keputusan pemberian asi eksklusif), dan achievements (status gizi balita). Analisis statistik dalam penelitian ini menggunakan Partial Least Squares. Hasil: Model pemberdayaan ibu yang didasarkan pada kerangka kerja Kabeer (1999) yang terdiri dari resources, agency, dan achievements telah fit berpengaruh dalam mencegah stunting di wilayah pedesaan yang ditunjukan dengan nilai GoF 0,773 dan predictive relevance 0,643 mendekati nilai 1. Simpulan dan Implikasi: Temuan ini memberikan beberapa penjelasan dan implikasi potensial bahwa: 1) pemberdayaan ibu berfungsi sebagai jalur dasar untuk mencegah stunting terutama meningkatkan gizi balita, 2) peningkatan ini dapat berasal dari peningkatan agency ibu yang berkaitan dengan keputusan untuk memberikan ASI eksklusif, 3) mekanisme biologis dan sosial dimana usia, nutrisi yang memadai dari wanita sebelum dan selama kehamilan (ditunjukan dengan indikator kecukupan energi lingkar lengan atas/LILA), dan pendidikan ibu mengoptimalkan transfer informasi ibu dalam mendukung keputusan pemberian asi eksklusif yang pada akhirnya dapat berkontribusi dalam mencegah stunting dengan meningkatkan gizi balita.
EDUKASI VIRTUAL SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA TENTANG PELAKSANAAN PAKET PELAYANAN AWAL MINIMUM (PPAM) KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA PADA SITUASI KESIAPSIAGAAN BENCANA Siti Kholifah; Resti Utami; Elfira Damayanti; Della Nur Muthmainnah Qalbi
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol 5 No 1sp (2023): Special Issue Outcome PDP
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v5i1sp.442

Abstract

Remaja merupakan menjadi salah satu kelompok rentan pada situasi bencana, tetapi bisa juga menjadi mediator menyampaikan informasi terkait Kesehatan reproduksi remaja dalam kesiapsiagaan bencana maupun saat terjadi bencana, sehingga remaja harus memiliki pengetahuan dan sikap kesiapsiagaan bencana yang adekuat. Pengetahuan dan perilaku kesiapsiagaan pada remaja dapat ditingkatkan melalui edukasi dengan menggunakan edukasi virtual terkait pelaksanaan Paket Pelayanan Awal Minimum (PPAM) untuk kesehatan reproduksi remaja pada situasi kesiapsiagaan bencana. Metode penelitian yang digunakan adalah Quasy Eksperimental dengan rancangan Pretest and Post test. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei 2023 di Prodi Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Jember dengan melibatkan 62 responden yang diperoleh secara purposive sampling. Kriteria inklusi adalah mahasiswi Prodi Ilmu Keperawatan yang berada di tahun pertama kuliah dan belum pernah mendapatkan edukasi tentang PPAM. Data penelitian diperoleh melalui kuesioner elektronik. Uji statistik menggunakan Paired Sampel T-Test. Hasil perhitungan uji paired t-test didapatkan nilai p value (Asymp.Sig 2 tailed) sebesar 0.0001 dimana kurang dari 0.05 sehingga keputusan hipotesis H1 diterima yang berarti terdapat pengaruh edukasi virtual terhadap pengetahuan dan sikap remaja tentang PPAM kesehatan reproduksi remaja pada situasi kesiapsiagaan bencana. Hendaknya edukasi siaga bencana terhadap remaja dapat dilakukan secara berkala dengan melibatkan lintas sektoral.
LITERATURE REVIEW : EFEKTIVITAS PROGRAM ANTI-BULLYING BERBASIS KETAHANAN DALAM MENCEGAH PERILAKU BULLYING Resti Utami
Jurnal Kesehatan dr. Soebandi Vol 8 No 1 (2020): Jurnal Kesehatan dr. Soebandi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas dr. Soebandi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bullying is characterized by an imbalance of power in relationships, which can lead to negative social consequences. These new findings indicate that interventions must focus on supporting victims of bullying to help build resilience and bullying actors to be able to control emotions through a resilience approach. Nurses can develop effective strategies for dealing with this form of bullying and its consequences for victims. This review aims to gather evidence in the form of Literature Review about the effectiveness of a resilience-based anti-bullying program to prevent bullying. The method used in this Literature review begins with the selection of topics, then keywords are determined for journal searched. Management of bullying can not only reduced the symptoms of mental health of children but also prevent mental difficults and deliver children to be able to growth and develop optimal throughout the child's life cycle. Children with higher levels of endurance tend not to engaged in aggressive behavior or become victims of bullying.
Edukasi Pedoman Paket Pelayanan Awal Minimum (PPAM) Kesehatan Reproduksi Fase Pra Krisis Kesehatan Pada Perempuan Pengrajin Genteng Siti Kholifah; Resti Utami; Alfia Indah Juwita; Dayinta Wintang Rukmi; Aliyah Ratnaning Palupi
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Vol. 9 No. 1 (2023): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jpmi.v9i1.653

Abstract

Edukasi tentang PPAM kesehatan reproduksi pada fase pra krisis merupakan penyiapan perempuan jika saat terjadi bencana perempuan dapat terpenuhi kebutuhan akan Kesehatan reproduksi meskipun fasilitas pelayanan kesehatan tidak berfungsi atau akses terhadap pelayanan kesehatan reproduksi sulit terjangkau oleh perempuan yang terdampak. Pemberian edukasi pada perempuan terutama tentang PPAM merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan pengetahuan guna mengurangi risiko kesakitan dan kematian kelompok rentan kesehatan reproduksi jika terjadi bencana. Mengingat sasaran PPAM adalah masyarakat yang merupakan kelompok rentan kesehatan reproduksi yaitu bayi baru lahir, ibu hamil, ibu bersalin, ibu pascapersalinan, ibu menyusui, anak perempuan, remaja dan wanita usia subur. Adapun metode yang telah dilakukan adalah edukasi penerapan PPAM, pemberdayaan mitra, dan keberlanjutan program, antara lain: 1) tahap persiapan; 2) tahap edukasi PPAM; 3) tahap evaluasi pelaksanaan edukasi PPAM. Hasil edukasi PPAM adalah adanya peningkatan yang signifikan terkait pengetahuan perempuan pengrajin genteng tentang PPAM. Hendaknya peran serta dinas terkait, BPBD, perangkat desa dan tokoh masyarakat dioptimalkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan siaga bencana.
Pendampingan Kewirausahaan dengan Metode TAPE (Talent Education Learning, Project Based Learning, Evaluation Product to Innovative) pada Ponpes Tahfid Al Fanani Jember Norita Citra Yuliarti; Ni Nyoman Putu Martini; Yulinartati Yulinartati; Resti Utami
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Vol. 11 No. 1 (2025): PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jpmi.v11i1.3844

Abstract

Pesantren kemudian dianggap sebagai agen perubahan (agent of change) sebagai lembaga perantara yang diharapkan dapat berperan sebagai lembaga dinamisator dan katalisator pemberdayaan sumber daya manusia penggerak pembangunan di segala bidang, penanaman ilmu pengetahuan dan teknologi dalam menyongsong era global. Seiring dengan perkembangan zaman serta kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, pondok pesantren juga terus berbenah diri dan meningkatkan kualitas pendidikannya, baik dalam materi atau kurikulumnya, maupun metode pembelajarannya. Selama ini Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Al-Fanani Universitas Muhammadiyah Jember belum melaksanakan pembelajaran wirausaha, sesuai dengan keinginan pimpinan pondok pesantren, yang menginginkan bahwa selain belajar mengenai agama juga dapat belajar wirausaha sehingga santri menjadi santri sebagai generasi yang bertalenta. Dengan adanya pemikiran tersebut diatas maka kami menawakan program kepada pondok pesantren ini berupa pembelajaran kewirausahaan yg bertujuan untuk mengembangkan skill dari santri khususnya skill kewirausahaan sehingga selain dapat meningkatkan kualitas pendidikan dengan metode pembelajaran tahfid juga meningkatkan skill kewirausahaannya. Santri dapat meningkatkan pembelajaran menganai kewirausahaan serta dapat mengaplikasikannhya. Program pembelajaran kewirausahaan yang di tawarkan ini mempunyai 4 kegiatan utama, diantaranya; kelas tutorial pembelajaran wirausaha (class interactive), penguatan minat dan motivasi wirausaha (coaching bussines), pembentukan awal tim wirausaha (small project), bazar (demoday).
Pemberdayaan Ibu Rumah Tangga Melalui Pembuatan Handsanitizer Dalam Upaya Pencegahan Covid-19 Resti Utami; Gardina Aulin Nuha
Journal of Community Development Vol. 2 No. 1 (2021): October
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.853 KB) | DOI: 10.47134/comdev.v2i1.37

Abstract

Housewives have an important role to play in supporting government programs in preventing the spread of COVID-19 at the household level. Community service activities aim to provide understanding to partners so that they have knowledge and concern about preventing the spread of COVID-19 through the application of the 5M health protocol, increasing creativity in efforts to prevent the spread of COVID-19 through education on how to make hand sanitizers from natural ingredients of betel leaf (Piper betle Linn) which are mostly found in Sukorejo Village. The method used in this activity is counseling by providing material through lectures and distributing hand sanitizer finished products. The implementation of this service activity in the form of dissemination of the prevention of the spread of COVID-19 involves active participation from partners starting from the activity planning process, preparation of activity schedules to education on how to make and distribute hand sanitizers. This activity generated ideas for partners who are mostly housewives to empower themselves in supporting government programs to prevent the spread of COVID-19 by practicing how to make natural hand sanitizers from betel leaf. Thus, the expected output from this activity is an increase in IRT knowledge in preventing the spread of COVID-19, how to manufacture, packaging hand sanitizers, and participants to obtain sample products which can increase interest in producing similar products and commitment to implementing health protocols in preventing the spread of COVID-19.