Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Patterns of Self-Actualization Needs in Early Childhood to Develop Learning in Schools kasmiati; Indriyani
PAUD Lectura: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 5 No. 02 (2022): PAUD Lectura: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/paud-lectura.v5i02.6425

Abstract

Tujuan penyelenggaran PAUD diantaranya adalah untuk membentuk anak yang berkualitas, yaitu anak yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan tingkat perkembangannya sehingga memiliki kesiapan optimal dalam memasuki pendidikan dasar dan kehidupan pada masa dewasa. Namun beberapa penelitian menunjukkan hanya 10% saja potensi siswa yang bisa dikembangkan. Oleh karena itu, peranan guru dan sekolah secara kelembagaan sangat penting dalam mengoptimalkan pembelajaran dan perkembangan siswa, salah satunya dengan memperhatikan kebutuhan aktualisasi diri. Penelitian ini dilakukan pada 25 PAUD dari 10 kecamatan di Kota Jambi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis kebutuhan aktualisasi diri yang utama melalui tiga komponen yaitu kebutuhan penghargaan positif, berprestasi dan otonom. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi dengan mengkaji studi literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola kebutuhan aktualisasi diri pada anak usia dini dibutuhkan terutama untuk mengembangkan proses pembelajaran di sekolah, tidak ada perbedaan jenis kelamin dalam kebutuhan aktualisasi diri, dan pengetahuan guru tentang aktualisasi diri siswa masih kurang. Guru dan pihak sekolah diharapkan semakin meningkatkan kompetensi dan memfasilitasi anak dengan memberikan dukungan secara menyeluruh dalam pencapaian aktualisasi diri sehingga anak dapat menemukan potensinya sejak dini. Abstract The purpose of organizing PAUD is to form quality children, means children who grow and develop based on their development level so they have optimal readiness to enter basic education and life in adulthood. However, some studies show that only 10% of students' potential can be developed. Therefore, teachers and schools roles institutionally is important in optimizing student learning and development, by paying attention to the need for self-actualization. This research is conducted in 25 PAUD from 10 districts in Jambi City. The study aims to analyze the main self-actualization needs through three components, the need for positive appreciation, achievement and autonomy. This study uses a qualitative approach with the observation method by reviewing relevant literature studies. The results show that the pattern of self-actualization needs in early childhood is required especially to develop the learning process at school, there is no gender difference in self-actualization needs, and teacher knowledge about student self-actualization is still lacking. Teachers and schools are expected to further improve competence and facilitate children by providing comprehensive support in achieving self-actualization so that children can find their potential from an early age.
Pengaruh Bermain Paper Quilling Terhadap Kemampuan Motorik Halus Anak Kelompok B2 di TK Yunico Kota Jambi Andwiska Hadharati Agelisca; Kasmiati Kasmiati; Winda Sherly Utami
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 4 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i4.3789

Abstract

Kemampuan Motorik halus merupakan perkembangan gerak yang meliputi otot kecil dengan koordinasi mata-tangan. Kenyataan nya kemampuan motorik halus masih banyak anak belum maksimal dalam kemampuan motorik halus, seperti anak belum mampu memegang pensil dengan benar, anak belum mampu menggunakan gunting dengan benar, dan masih kurang berkembang dalam kegiatan melipat kertas. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui Pengaruh Bermain Paper Quilling Terhadap Kemampuan Motorik Halus Anak Kelompok B2 Tk Yunico Kota Jambi. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan metode eksperimen. Metode eksperimen yang digunakan adalah pre eksperimental design dengan bentuk one Group pret-test & post-test design. Populasi dalam penelitian ini adalah anak kelompok B2 yang berjumlah 15 anak .Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan 3 uji yaitu uji normalitas, homogenitas dan uji hipotesis berdasarkan hasil analisis ini diperoleh nilai t hitung 26,773 > t tabel 2,160 t tabel didapatkan dari n-13 yang dalam distribusi t tabel didapat nilai 2,101. Data tersebut menunjukkan pengaruh yang signifikan, sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat Pengaruh Bermain Paper Quilling Terhadap Kemampuan Motorik Halus Anak Kelompok B2 Tk Yunico Kota Jambi.
Pengembangan Buku Cerita Bergambar Berjudul “Sentuhan Baik dan Sentuhan Tidak Baik” sebagai Media Pembelajaran Pendidikan Seksual Anak Usia Dini Shinta Laela Ardetha; Kasmiati Kasmiati; Asih Nur Ismiatun
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.36289

Abstract

Pendidikan seksual pada anak usia dini perlu diberikan untuk membantu anak mengenal tubuh, memahami batasan diri, serta melindungi diri dari perilaku yang tidak pantas. Salah satu kendala dalam pelaksanaannya adalah keterbatasan media pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan buku cerita bergambar sebagai media pembelajaran pendidikan seksual anak usia dini serta mengetahui kelayakan produk yang dikembangkan. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE. Data diperoleh melalui validasi ahli dan respon guru PAUD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku cerita bergambar “Sentuhan Baik dan Sentuhan Tidak Baik” dinyatakan layak digunakan sebagai media pembelajaran pendidikan seksual anak usia dini.
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA AMPAS KELAPA TERHADAP KEMAMPUAN MENGENAL WARNA ANAK USIA 3-4 TAHUN DI PAUD PERMATA BUNDA MUARO JAMBI Fadilah Istiqomah; Kasmiati; Rizki Surya Amanda
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 3 (2025): Volume 10 No3 September, 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i3.29666

Abstract

Color recognition is a crucial aspect of cognitive development in early childhood, contributing to logical thinking, creativity, and visual classification. However, initial observations at PAUD Permata Bunda Muaro Jambi revealed that children aged 3–4 years demonstrated low color recognition skills, which were suspected to result from monotonous and non-exploratory learning methods. This study aims to examine the effect of using coconut pulp media on improving color recognition skills in early childhood. This research employed a quantitative approach with a one-group pretest-posttest design. The sample consisted of 13 children aged 3–4 years, selected through total sampling. The research instrument was an observation sheet based on indicators of primary and secondary color recognition. Data were analyzed using paired sample t-test assisted by SPSS software. The results showed an increase in the average score from 16.92 (pretest) to 27.69 (posttest). The t-test yielded a significance value of 0.000 (p < 0.05), indicating a significant effect of using coconut pulp media on children's color recognition skills. This media provided a multisensory, enjoyable, and contextual learning experience aligned with the developmental characteristics of early childhood. This study provides practical contributions for educators in designing learning activities based on natural materials and serves as a foundation for further research on other developmental aspects in early childhood.